
Rembo langsung memberi Kode dengan bahasa isyarat ke Stevani, ketika melihat Balqis berjalan keluar dari toilet wanita. nampak wajah gadis keturunan siluman ular itu lemas. mengayunkan langkah pelan menuju meja Geovano, yang terlihat acuh dan mengabaikan kehadiran Balqis.
"Sayang, kita langsung pulang sekarang ya. perutku sangat mulas dan rasanya masih sangat melilit. aduuuuuh..." keringat dingin membasahi wajah dan tubuh Balqis.
"Baiklah."
Geovano berjalan cuek, sementara Balqis bergelayut di lengan vokalis grup band terkenal itu, berusaha menyandarkan tubuhnya yang tersa lemah. tidak ada rasa kasihan sedikit pun dihati Geovano, karena saat ini terbersit, bagaimana caranya untuk bisa terlepas dari wanita ular yang terus melilit tubuhnya dan menjadikan nya budak nafsu.
Geovano kembali melirik kebelakang, berharap Stevani dan Rembo bakal mengikuti langkah kakinya. karena saat ini hanya mereka lah satu-satunya harapan yang dimiliki oleh Geovano agar bebas dan kembali ke alamnya nya.
Sampai di pelataran parkir pusat perbelanjaan megah ini, Balqis mulai melaju kan mobil nya. Dengan kondisi yang kurang stabil. gadis itu masih berusaha untuk mengemudi mengingat Geovano tidak akan bisa mengendarai mobil alam gaib itu. Balqis tidak menyadari jika Stevani dan Rembo berhasil menyusup masuk kedalam mobilnya.
Paula dan tabib tidak mampu menahan rasa geli, mereka berdua bertambah jahat dan sesaat, bukan pada bangsa manusia saja. namun pada kaum sebangsa mereka pun Paula masih saja berbuat Onar. Paula dan tabib tidak mampu mengendalikan kekuatan jahat yang sudah menyatu dengan diri mereka berdua.
__ADS_1
"Tabib, ayo kita kerjain mereka. aku sudah tidak sabar melihat Rembo termasuk dua anak manusia dalam mobil itu ikut celaka Ha....Ha...." ucap Paula tertawa lepas.
"Pekerjaan mudah Putri."
Tabib dan Paula menyatukan Kekuatan mereka berdua, sehingga mobil yang dikendarai Balqis dengan kondisi yang tidak stabil itu pun hilang kendali. meluncur sempurna diatas ketinggian jurang dan terhempas jatuh kedasar sungai dengan arus yang begitu deras.
"Stevani."
Dua anak manusia itu saling berpegangan dan menguatkan, Stevani dan Geovano berhasil berpegangan erat, arus air yang dingin seperti menusuk-nusuk kulit tubuh mereka berdua.
Sementara Rembo karena posisi nya langsung terhempas bebatuan cukup keras, sehingga mengeluarkan banyak darah, tubuhnya terbawa arus sungai menuju dasar lautan. sedangkan Balqis terpental jatuh ke daratan dengan kondisi yang cukup mengenaskan, tubuhnya langsung berubah menjadi ular raksasa' yang tidak berdaya. dasar segar dengan warna kehitam-hitaman terus mengalir di tubuh Balqis.
"Geovano.... Geovano...tolong aku sayang."
__ADS_1
Balqis yang terluka masih sempat berteriak- teriak memangil Geovano. berharap anak manusia itu bisa menolong nya, hingga kesadaran Balqis hilang dan semua terlihat gelap.
"Stevani bertahan lah, dan jangan pernah lepaskan pegangan mu." teriak Geovano, mereka berdua terbawa arus sungai dengan bertahan pada pintu mobil Balqis yang sempat terlepas.
"Aku tidak sanggup lagi Vano, aku merasa hidup ku sekarang benar-benar berakhir dialam gaib ini." ucap Stevani lirih.
"Tidak, kamu harus kuat. aku yakin kita berdua pasti mampu melewati ini semua. percayalah padaku."
"Mana Rembo?"
"Stevani, untuk apa kamu memikirkannya. mereka itu makhluk astral dan tidak akan pernah mati sampai hari kiamat. beda dengan kira yang manusia biasa."
Saat genting seperti itu, kedua anak manusia itu masih sempat-sempatnya berdebat. hingga kesadaran mereka benar-benar hilang ketika arus membawa kedua tubuh itu pada segerombolan buaya-buaya lapar.
__ADS_1