
"Dimana aku?" ucap Rembo pelan sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling tempat sempit dan bergerak-gerak.
"Tenanglah, kamu sedang terluka dan berada dalam mobilku." ucap laki-laki tua yang sedang memakai topi ala- ala koboi. yang ditemani beberapa orang lagi yang duduk disebelah nya.
"Aku dalam mobil?"
Rembo berusaha untuk mengingat-ingat kejadian yang menimpa dirinya, namun karena Kilauan cahaya yang terpancar dari batu mustika yang tengah menyatu itu, membuat penglihatan Rembo terganggu dan memori ingatan nya pun sebagian hilang, termasuk tentang istri cantik nya Ratu duyung Diana yang sedang menunggu kedatangan Rembo untuk mencari-cari nya.
Rembo hanya tahu jika dia sedang bersama sang pangeran nya Arden, dan dia mengedarkan pandangannya keluar jendela mobil sambil bergumam.
"Alam manusia."
Ucapan Rembo, membuat supemua mata menoleh kearahnya.
"Apa maksud mu, dengan menyebutkan jika ini alam Manusia?" ucap asisten Tuan Husein bingung.
__ADS_1
"Apa kalian semua bisa melihat diriku, termasuk pangeran ku ini?" ulang Rembo.
Semua terlihat tegang, begitu juga dengan tuan Husein. saling pandang dengan tatapan bingung, dan akirnya semua tertawa lepas.
" Ha...Ha...Ha...."
"Hi... hi...hi..."
"Kasihan kamu nak, karena kecelakaan yang menimpa kalian, sehingga otakmu dan ingatan mu terganggu. tapi tenanglah bagaimana pun aku akan tetap membantu mu." terang Husein, yang berfikir jika Rembo sudah mengalami geger otak akibat kecelakaan dilautan barusan.
Mobil mewah itu berhenti didepan salah satu Rumah sakit besar, tubuh Arden segera mendapatkan perawatan. sedangkan Rembo ketika dokter memeriksa detak jantungnya, sang dokter tidak mendengarkan apa -apa, begitu juga saat diberikan suntikan, tidak bisa ditembus jarum. yang ada Jatim itu akan patah begitu tersentuh kulit Rembo.
"Manusia aneh," ucap dokter dan perawat saling pandang, sehingga mereka menemui tuan Husein. dan meninggalkan Rembo yang terbaring menatap punggung dokter yang pergi meninggalkan nya dengan seribu pertanyaan yang berkecamuk.
"Bagaimana dengan kondisi dua orang itu dok?" ucap tuan Husein saat duduk berdua diruangan dokter.
__ADS_1
"Saya bingung, dan baru ini khasus pertama yang saya temui setelah tiga puluh lima tahun menjadi dokter." ucap dokter mengusap pelipisnya bingung.
"Maksud dokter bagaimana?"
"Salah seorang korban kecelakaan yang bapak bawa kerumah sakit ini. sangat aneh, dia seperti tidak mempunyai detak jantung dan aliran darah seperti manusia biasa. berbanding terbalik dengan temannya, dia seperti manusia biasa seperti layaknya kita." terang dokter.
"Okey, berikan pengobatan terbaik bagi teman nya masih belum sadarkan diri itu, dan untuk laki-laki aneh itu biar aku yang mengurus nya." terang Husein.
"Ini benar-benar diluar nalar, bentuk fisik nya terlihat sama dengan manusia biasa, namun dia terlihat pucat seperti tanpa darah. dan kuku- kukunya terlihat menghitam dengan sorot mata yang sulit diartikan, sangat tajam dan misterius." guma Husein yang masuk keruangan Rembo dirawat, dia menutup pintu sekalian menguncinya dari dalam, perlahan dia berjalan dan duduk disebelah Rembo. sehingga hanya ada mereka berdua diruangan itu.
Melihat kedatangan Husein, Rembo ikut duduk.
"Jangan sungkan, aku laki-laki tua yang baik. dan kesini untuk melindungi dan membantu mu dan laki-laki yang kamu panggil pangeran itu." terang Husein yang bisa membaca sorot mata Rembo.
Rembo akirnya tersenyum, setelah melihat kesungguhan dari ucapan laki-laki tua yang sekilas sangat mirip dengan pangeran nya Arden.
__ADS_1