One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Terhipnotis oleh Paula


__ADS_3

Arden mulai resah dan gelisah, pasalnya permasalahan yang terjadi di kerajaan semakin hari semakin rumit. sehingga dia terpaksa lagi untuk menunda-nunda keinginan nya untuk segera menyusul Rembo dan bertemu Safira yang selalu dirindukan nya.


Malam ini Arden duduk sambil menatap wajah cantik Safira melalui pantulan cahaya rembulan yang tembus sampai ke air yang tergenang didalam telaga . Dengan bantuan batu mustika pemberian sang Ibunda Hayati.


"Wanita ku, aku begitu merindukan mu sayang." Gumam Arden sambil sesekali tersenyum membayangkan bercumbu lagi dengan gadis cantik yang sudah membuatnya tergila-gila.


Tanpa Arden ketahui, Paula sudah berdiri dibelakangnya sambil mengepalkan tangannya, cemburu dan emosi menjadi satu menyaksikan Arden yang tengah jatuh cinta pada bangsa manusia lagi.


"Arden, kamu hanya milikku.. sampai kapanpun aku tidak akan rela kamu dan bangsa manusia itu bisa bersama." ucap Paula penuh kebencian.


"Putri aku tahu apa yang tengah kamu inginkan sekaran?" bisik tabib ditelinga Paula.


"Apa maksudmu?" bentak Paula.

__ADS_1


"Aku punya ramuan khusus, serbuk ini akan bekerja jika cahaya rembulan sudah menghilang." ucap tabib.


"Apa reaksi dari ramuan mu itu?" tanya Paula dambil menatap lekat tabib yang paling bisa diandalkan.


"Jika pangeran Arden menghirup serbuk ini, dua akan melihat putri seperti wanita yang dicintainya. bahkan dia akan langsung bergairah jika sudah melihat putri nanti nya." terang tabib sambil mengeluarkan serbuk dan membaca mantra nya.


"Aku heran, kenapa tubuh pangeran Arden begitu mudah dipengaruhi. bahkan kekuatan nya tidak sebanding dengan pangeran kerjaan Bangsa kita yang lainnya." ucap Paula.


"Ya Putri aku juga heran, bahkan aku juga sudah mencari tahu. tapi tidak bisa mengungkapkan nya." ucap tabib heran.


Arden yang masih larut dalam lamunan indahnya, langsung buyar begitu melihat cahaya rembulan yang semula bersinar terang, berubah menjadi redup dan tertutup awan yang sangat mendung.


Angin bertiup sangat kencang, seperti akan terjadi badai. Arden kembali melirik air yang tergenang di dalam telaga yang sudah berubah gelap tidak ada lagi bayangan dan pantulan wajah cantik Safira disana.

__ADS_1


Ditengah-tengah kegalauan nya, Arden berniat pergi meninggalkan telaga. namun baru beberapa langkah seseorang seperti memanggi-mangil nama nya.


"Arden....Arden ku sayang."


Arden sontak menoleh kearah asal suara, karena merasa begitu mengenali suara lembut dan merdu tersebut.


"Safira, Safira ku." balas Arden sambil tersenyum karena dihadapan Safira tengah berjalan mendekat kearahnya. Arden tidak bisa berfikir jernih lagi karena dia sudah menghirup serbuk gairah, dia yang sudah terhipnotis tidak biasa menolak lagi setiap sentuhan yang diberikan oleh gadis didepannya itu.


"Arden aku begitu mencintaimu, aku rela menyerahkan tubuhku yang indah ini untuk mu sayang." ucap Safira sambil merengkuh tubuh Arden kedalam pelukannya.


Arden memperdalam ciumannya, rasanya dia ingin menumpahkan segala cinta dan kerinduan nya selama beberapa hari ini untuk wanita pujaannya.


Arden menarik tubuh Safira yang pasrah, menaiki sebuah rumah pohon. mereka berdua bergulat diatas ranjang kecil yang biasanya digunakan Arden untuk bersantai ditempat ini.

__ADS_1


"Ayo Arden ku sayang, lakukan lah aku sudah sangat siap sayang." bujuk Paula.


__ADS_2