One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Merindukan


__ADS_3

Mobil mewah, yang membawa mereka berhenti dihalaman luas Rumah yang terlihat begitu besar dan sangat mewah, Rembo dan Arden tersenyum menatap bangunan megah dihadapan mereka.


"Hidup pangeran benar-benar beruntung, setelah diangkat anak dan hidup enak DiKerajaan bukit Savana. sekarang setelah kembali ke Kodratnya yang sesungguhnya. kehidupan pangeran masih saja tidak berubah, hidup bak pangeran sungguhan." bisik Rembo sambil melirik banyak pelayanan yang menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang tuan muda, Alexander." sapa pelayan menundukkan kepalanya hormat. Arden tersenyum, sambil menganggukan pelan kepalanya, membalas sapaan mereka, begitu juga Rembo yang ikut-ikutan cengar-cengir ngak jelas.


Saat memasuki lantai utama, Arden langsung menatap foto keluarga kecil yang terlihat sangat bahagia, yang terpampang didepan ruang utama, seorang wanita cantik tengah memangku balita kecil yang tersenyum kearah camera. dan itu adalah dirinya.


"Alexander itu adalah foto mama, dan balita itu Adalah dirimu nak." ucap tuan Husein ikut memperhatikan foto tersebut.


"Mama sangat cantik, dan wajah papa waktu muda dulu begitu mirip dengan ku." balas Arden.


"Tentu Alexander, karena kamu benar-benar putraku yang hilang." balas Tuan Husein tersenyum bangga.

__ADS_1


Mereka berkeliling sambil berjalan santai, terutama kamar masa kecil Arden, yang begitu banyak menyimpan foto-foto kebersamaan dirinya yang hanya sesaat dengan sang Mama.


Arden menatap foto wanita yang dikatakan adalah ibu kandung nya itu, sangat lembut dan terlihat begitu tulus tersenyum ke arah Alexander kecil. seketika Arden teringat juga dengan permaisuri Hayati. wanita itu juga memberikan kasih sayang yang besar untuk nya.


Bahkan Hayati turun tangan langsung mengurus dan memberikan kasih sayang yang besar pada Arden, meskipun banyak pelayan yang bisa dan membantu nya mengurus Arden di istana.


Tiba-tiba Arden menitikkan air mata nya, rasa rindu tiba-tiba membuatnya ingin bertemu dengan dua orang wanita yang sama-sama berarti dalam hidup nya.


"Pangeran, kamu kenapa bersedih?"


"Jika situasi kerajaan aman, kita akan kembali kesana." ucap Rembo.


"Tidak mungkin Rembo, aku tidak tega meninggalkan papa dan aku sangat nyaman dengan kenyataan jika aku manusia sejati. sehingga aku bisa bersama dengan Safira nantinya." terang Arden bahagia.

__ADS_1


"Iya pangeran, aku mengerti, aku juga sudah merasa nyaman hidup di alam manusia ini. tapi perlu pangeran ingat, Baginda Raja dan permaisuri Hayati harus tahu ini. kita juga harus sesekali menjenguk mereka kesana." ucap Rembo.


"Tapi apa mereka akan mengizinkan, aku untuk memilih hidup dan tinggal di alam ku ini nantinya." terang Arden gusar.


"Aku yakin, cepat atau lambat mereka akan mengerti dan memahami keputusan yang pangeran ambil ini." terang Rembo meyakinkan hati Arden.


"Baiklah Rembo." balas Arden tersenyum, karena dia, merasa sudah cukup lega mendengar penuturan Rembo.


Malam ini Arden tidak bisa memejamkan matanya, sebagai manusia biasa dia tidak mampu lagi menerawang posisi keberadaan sang pujaan hati Safira. begitu juga dengan Rembo yang kekuatan nya sekarang ikut melemah. pasca terkena sinar kuat dari pancaran batu mustika.


"Rembo, apa kamu masih ingat wanita ku." tanya Arden menghampiri Rembo dikamar nya.


"Masih pangeran, dia sangat cantik begitu juga dengan sahabatnya Stevani." terang Rembo teringat kembali kelucuan dan wajah imut Stevani.

__ADS_1


"Besok temani aku untuk menemui mereka." ucap Arden bersemangat.


__ADS_2