One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Arden tersadar dari koma


__ADS_3

Arden tersadar dari koma panjang, dia terlihat linglung menatap ruangan serba putih disekeliling nya. Pangeran tampan yang lebih cocok untuk dikatakan sebagai manusia biasa itu, berusaha untuk bangkit sambil menyeret langkah turun dari ranjang.


"Arden, kamu sudah sadar nak." ucap Hayati berjalan mendekati Arden, dia menangkup wajah Arden dengan kedua belah tangannya, lalu menarik tubuh putranya kedalam pelukan hangat seorang ibu yang sangat terharu melihat kondisi Arden yang sudah kurus. karena sudah lama terbaring akibat luka bakar, dan kecelakaannya dulu akibat ilmu batin yang dikirimkan ustad Usman, sewaktu Arden berniat untuk membawa kabur Jeniffer ke alamnya.


"Ibu kenapa aku dirawat dirumah sakit? dan apa yang terjadi?" ucap Arden. yang memori ingatan nya sudah dihapus oleh sang raja.


"Kamu...Ng, kamu kemaren terluka saat berburu di hutan, dan terluka cukup parah sehingga kamu dirawat disini." balas Hayati.


"Tapi Arden merasa aneh, dan sesuatu yang hilang pada diriku Bu," Ucap Arden yang mersa perasaan nya hampa dan sedih, namun dia tidak tahu pasti penyebab nya.


"Sudahlah nak, kita lupakan saja. yang penting kamu sembuh dan sehat kembali." jawab Hayati tersenyum kearah anaknya.


Dokter Angel masuk, ditemani dua orang perawat. mereka langsung memeriksa kondisi Arden.

__ADS_1


"Anggel?" ucap Arden teringat sahabat nya.


"Ya pangeran Arden, aku dokter Angel. teman sewaktu SMA mu dulu." balas dokter Angel tersenyum.


Secantik dan semanis apapun pesona dokter Angel, tidak membuat Arden sedikit pun tersentuh. apalagi merasakan getaran cinta pada wanita yang sudah lama mencintai nya dalam diam tersebut. hal itu terbaca oleh Hayati.


"Anakku Arden, ibu ikut merasakan apa yang kamu rasakan nak, jiwamu terasa kosong dan hampa. karena kenangan dengan wanita itu sudah dihapus oleh ayahmu nak." Gumam Hayati.


"Syukurlah, kondisi pangeran Arden sudah normal, dan sudah diperbolehkan untuk pulang." jawab dokter Angel.


Arden berdiri dilantai dua balkon istana, dia melambaikan sebelah tangannya menyapa rakyatnya. berusaha tersenyum dan terlihat tegar dihadapan mereka. meski pun hal itu tidak menggambarkan suasana hatinya yang sesungguhnya.


Arden mengangkat tangannya, menunjuk kepalanya. sambil memejamkan mata. mencoba untuk mengingat masa lalu dan kejadian sebelum dia koma, Arden meragukan ucapan dan alasan-alasan yang diutarakan kedua orang tua nya, termasuk Rembo.

__ADS_1


"Kekuatan ku seperti nya mulai melemah, aku harus dan terus melatih kekuatan ku kembali. terutama ingatan ku." Arden kembali melakukan hal yang serupa, namun bayangan wanita yang sangat cantik melintas diingatannya, meskipun wajah nya terlihat samar, tapi detak jantung Arden langsung merespons. bahkan rasa rindu tiba-tiba membuat nya sangat ingin memeluk bayangan wanita cantik tersebut.


"Aaaaaagggh.... aaaagghhh...tidak sakiiit."


Arden memegangi kepalanya dengan kedua tangannya, berusa untuk menahan Rasa sakit, akibat memaksakan ingatannya.


"Arden kamu kenapa nak hu...hu...anakku Arden bangun nak." ucap Hayati sambil menangis memeluk Arden yang tiba-tiba kembali pingsan.


"Maafkan ayah Arden, semua ini demi kebaikan mu nak." Ucap Raja.


Setelah pihak kerajaan menghubungi dokter Angel, Arden kembali diberikan obat untuk mengurangi rasa sakit. yang membuat Arden tertidur pulas.


Semakin hari, kondisi Arden semakin menyedihkan. dia seperti orang yang sudah hilang ingatan. pesona dan ketampanan Arden hilang. rambut yang memanjang dan sering mengamuk, sehingga raja terpaksa mengurungkan Arden dalam ruangan khusus.

__ADS_1


Hayati menatap sedih nasip putranya, Arden yang dulunya laki-laki tampan dengan bentuk tubuh kekar yang membuat gadis-gadis bangsanya bertekuk lutut. namun sekarang semua sudah hilang.


"Pangeran, aku Benar-benar tidak sanggup melihat mu seperti ini." ucap Rembo, sambil menemani permaisuri yang ingin menyia-nyuapi Arden makan, namun Arden langsung melemparkan makanan itu hingga berserakan dilantai.


__ADS_2