One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Mentions yang mewah


__ADS_3

Arden memperlambat laju lari kuda yang ditunggangi nya, sambil tersenyum dia mengelus-elus pelan tangan Safira yang melingkar di pinggang nya.


Safira yang sudah terbuai oleh ketampanan Arden, hanya menurut saat pria itu mengajaknya memasuki sebuah Mansion kuno namun terlihat mewah dengan gaya arsitektur bangunan menyerupai bangunan zaman Belanda tempo dahulu.


"Arden turun terlebih dahulu, kedua belah tangannya terangkat keatas. membantu sang pujaan hati untuk turun dari atas kuda kesayangannya yang bernama Gerbuso.


"Jangan takut wanita ku, Gerbuso tidak akan pernah menyakiti mu." terang Arden.


Safira kemudian berpegangan pada tangan kokoh Arden, yang menarik tubuhnya dengan penuh tatapan cinta turun dari kuda putih, yang ikut tersenyum melihat pangeran nya yang tengah berbahagia.


Arden membimbing tangan Safira, memasuki Mantion pribadinya. yang tidak diketahui oleh pihak kerajaan. beberapa pelayan menundukkan kepalanya menyambut hormat kedatangan pangeran didampingi sang Putri yang sangat cantik.


"Selamat datang pangeran Arden." ucap mereka. yang hanya dijawab oleh anggukan kepala Arden, senyum tidak pernah lepas dari bibir nya. menggambarkan betapa bahagianya Arden saat ini.

__ADS_1


"Wanita ku, bagaimana menurut mu tempat ini?"


"Sangat indah, aku merasa seperti di surga." ucap Safira menatap takjub pada air mancur dengan ketinggian hampir mencapai lagit, sehingga memberikan rasa adem dan kenyamanan untuk Safira sambil merentangkan kedua belah tangannya.


Arden memberanikan dirinya, dia memeluk erat tubuh Safira dari belakang. kehangatan tubuh anak manusia itu membuat gairah Arden semakin memuncak, sesuatu yang hilang pernah Arden rasakan dulu seolah-olah kembali bersemi, perasaan hampa dan rindu sekarang terasa sudah terobati, ditambah senyum Safira yang tidak pernah berhenti mengembang membalas tatapan Arden.


"Siapa kamu sebenarnya?"


Tiba-tiba pertanyaan itu terlontar begitu saja dari bibir Safira, yang sempat membuat Arden tercekat. bingung dari mana harus memulai untuk menjelaskan nya.


"Wanita ku, tataplah mataku ini dan lihat lah hanya ada kamu seorang disana." ucap Arden sambil mengelus lembut pipi Safira.


"Cantik aku mencintaimu, sekarang dan untuk selamanya." bisik Arden ditelinga Safira membuat gadis itu merasa geli.

__ADS_1


"Aku....aku juga menyukai mu Arden." balas Safira.


Seketika sekeliling Safira berubah, gumpalan awan seakan-akan berwarna sangat indah, dan cerah. Safira kaget melihat perubahan-perubahan disekitar nya.


"Kamar?"


Belum terjawab rasa penasaran nya, datang lagi keanehan yang membuat nya bingung. namun senyum Arden membuat Safira seakan-akan terlupa dengan kejadian-kejadian itu.


"Ini kamarku sayang, sebentar lagi akan menjadi kamar kita berdua." ucap Arden.


Safira menatap kamar yang luas, dekorasi yang sengaja dibuat seolah-olah seperti layaknya kamar pengantin.


"Berbaringlah di sebelah ku sayang."

__ADS_1


Safira menurut saja, dia merebahkan kepalanya di dada bidang Arden. perlahan Arden memulai pergerakan-pergerakan ringan, Safira yang sudah terbuai suasana hanya bisa menikmati setiap helaian dan sentuhan lembut Arden.


Bibir Safira yang belum tersentuh oleh laki-laki manapun, dengan mudah didapatkan oleh Arden. Safira juga tidak menyia-nyiakan kesempatan. meskipun ini ciuman pertama baginya. namun dia mampu mengimbangi setiap cumbuan Arden, menuruti naluri dan pergerakan tubuh Arden yang seolah-olah menuntunnya untuk berbuat lebih.


__ADS_2