
"Ahhh Mmmhhh...." Stevani menguap berkali-kali, akirnya merebahkan tubuhnya yang masih lelah di kasur empuk, namun belum sempat dia terlelap menuju alam mimpi indahnya. dia merasakan seseorang seperti ikut berbaring disebelahnya.
"Kenapa mataku begitu sulit untuk dibuka, dan rasanya tubuhku juga susah untuk digerakkan." Gumam Stevani.
Sementara Rembo mengulum senyum, sambil meniup-niup pelan mata Stevani yang terlihat sangat lucu dan imut.
"Kenapa kamu begitu cantik dan menggemaskan seperti ini, aku Rasa imgin menyulap diriku menjadi manusia saja agar aku bisa memilikimu cantik." Gumam Rembo antara sedih dan bahagia menatap wajah Stevani yang cantik.
"Aku tahu, ini pasti perbuatan makhluk itu yang ingin mengerjai ku kembali." Gumam Stevani sambil membaca ayat-ayat suci. sehingga perlahan-lahan dia bisa membuka matanya, namun gadis cantik itu kembali terlonjak kaget begitu melihat penampilan Rembo yang duduk manis dikursi dekat jendela kamar sambil ikut-ikutan membaca ayat-ayat suci, malahan lebih lancar dan merdu dibandingkan dengan Stevani.
"Kamu kok ngak terbakar dengan ayat-ayat ini, malahan ikut-ikutan membaca ayat-ayat suci?" ucap Stevani sambil menunjuk Rembo heran.
__ADS_1
"Ingat cantik, kehidupan kita sesungguhnya hampir mirip. aku juga mempunyai kepercayaan yang sama dengan ku, namun jika niatku salah dan jahat yang hanya ingin merugikan mu. akan aku bisa terbakar dan hangus dengan ayat-ayat suci itu sendiri." terang Rembo.
"Jadi niatmu mengikuti kami, apa itu tidak dikatakan kategori jahat?" ucap Stevani sewot.
"Tidak, buktinya aku aman-aman saja." balas Rembo, meskipun dia sempat merasakan kepanasan sewaktu Stevani membaca ayat-ayat suci, karena dia tengah asyiknya meniup-niup mata gadis itu. sehingga dia terpental dan duduk dikursi.
"Oo begitu, tapi berhubung aku sudah ngantuk berat dan kecapean. aku minta kamu pergi dulu ya, karena aku tidak akan bisa tidur dengan tenang dan nyaman jika ada makhluk astral seperti mu masih berada di kamarku." terang Stevani kesal.
"Kamukan bisa tidur dikuburan, pohon kayu besar. kan seru tuch ada kuntilini yang akan menemanimu. sapa tahu saja kamu nantinya ketemu jodoh disini." terang Stevani sambil tertawa.
"Tega kamu ya, masa cowok setampan aku ini harus tidur ditempat seperti itu, bisa-bisa aku tidak pejaka lagi karena kuntilini itu." ucap Rembo kesal.
__ADS_1
"Tampan, pejaka? Ha...Ha...lucu....lucu baru dengar ada jin yang pejaka dan ngaku tampan." ucap Stevani.
"Iya, adalah buktinya aku. coba kamu pikir di film-film horor dan penampakan yang pernah kamu lihat. pasti mereka pada seram- seram dan menakutkan, sangat beda dengan ku." jawab Rembo bangga.
Stevani tiba-tiba mersa takut dan merinding, begitu teringat dulunya dia sering melihat penampakan yang sangat menakutkan, berbeda jauh dengan Rembo yang hanya seperti manusia biasa sama sroernua, bahkan Rembo terlihat gagah dan sangat tampan.
"Kamu kenapa pegang-pegang tengkuk seperti itu?"
"Tiba-tiba aku mersa merinding ngobrol-ngobrol dengan mu, okey malam Ini kamu boleh tidur disofa itu, tapi tidak untuk selanjutnya, No." jawab Stevani.
"Terimakasih banyak cantik, aku disini dan akan selalu menjagamu dari gangguan apapun itu, tidurlah dan jangan lupa baca doa." ucap Rembo.
__ADS_1
"Mmmhhh." balas Stevani masuk dalam selimut tebalnya, sedangkan Rembo merebahkan tubuhnya disofa sambil berantakan tangan, diapun ikut tertidur pulas.