One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Kemarahan Hayati


__ADS_3

" Ini sudah kelewatan, Arden sudah terlalu jauh melangkah." Ucap permaisuri Hayati. dia langsung membuka pintu kamar Arden yang memang tidak terkunci dari dalam.


"Aaaaawww..... Aaaaawww.... Aaaaawww, tidakkk....,ini keterlaluan Arden, kamu sudah berbuat dosa berkali-kali lipat nak, sadar... sadarlah Arden" teriak Hayati antrsa syok bercampur emosi.


Terdengar suara teriakan dan amukan permaisuri Hayati, yang dibuat sekencang-kencangnya. sehingga para pelayan yang sempat mendengar bergidik ngeri, begitu juga dengan burung- burung-burung disekitar taman mentions berterbangan. Mungkin terdengar sedikit lebay. tapi Hayati sengaja melakukan itu. agar kedua orang yang saling berpelukan itu terbangun dan dia bisa melihat wajah wanita dalam pelukan Arden tersebut.


Arden langsung terbangun dan mengucek mata mereka yang masih berat untuk dibuka, sementara Safira masih tertidur nyenyak karena pengaruh kekuatan Arden.


"Gadis itu....!!!' ucap permaisuri melotot kaget.


"Bukankah dia sudah menikah dan pergi jauh, bagaimana bisa dia kembali dan bertemu Arden lagi. padahal memori ingatan Arden tentang gadis itu juga dudah dihapus Baginda Raja." Gumam Hayati menatap lekat wajah Safira.


"Cepat bersihkan tubuh mu Arden, dan temui ibu di sofa depan" Hayati melonggos kesal, lalu menutup pintu kamar dengan kasar. sehingga membuat Arden kembali kaget'.


"Aku yakin sekali Arden telah mempengaruhi gadis itu dengan kekuatan nya, dia sengaja melakukan itu terhadap anak manusia itu, agar bisa memiliki gadis itu seutuhnya jika Sukma mereka telah bersatu, aku harus segera bertindak dan mengembalikan keadaan seperti semula."


Gumam Hayati mondar-mandir diruangan depan, dia kembali duduk di sofa ruang tamu mentions itu. sambil berusaha mengumpulkan kekuatan nya dengan mengunakan batu mustika.

__ADS_1


"Cepatlah Arden." panggil Hayati yang mulai emosi. mersa Arden main-main dan malas menemuinya, Hayati mengambil bantal dan memukuli Arden pakai bantal. Arden berhasil menghindar setiap pukulan ibunya, dan berdiri hendak menuju kamar mandi, namun Hayati kembali melempari Arden dengan ponselnya yang terletak di atas nakas mengenai kaca lemari, sehingga terdengar begitu bising.


"Ampun...ampun udah dong Bu, ngamuk-ngamuk nya. tidak enak kedengaran wanita ku, bagaimana jika dia terbangun dengan suara Teti ibu." ucap Arden.


"Rasain kamu Arden, dasar penjahat kelamin... untung saja ibu tidak memotong sosismu pakai pecahan kaca ini, cepat kembali kan dia dan buat keadaannya seperti semula." teriak Hayati. dengan muka memerah menahan emosi.


"Arden Hanya melakukan dengan mengunakan kekuatan, jadi tidak akan membuat pengaruh apapun terhadap nya bu." bela Arden.


"Tapi kamu menikmati nya Khan?"


"I...Iya ma." sambil tersenyum kikuk.


Dalam sekejap, Safira dudah kembali bersama dikamar nya. sambil tertidur pulas memeluk guling.


Stevani yang resah, karena melihat sahabatnya Safira tidur seperti orang mati langsung panik. dia kembali pergi masuk ke kamar Safira dengan membawa bag Ujang.


"Masa sih non Safira ngak bisa dibangunin?" ucap bang Ujang ikut-ikutan cemas.

__ADS_1


"Beneran bang, aku serius." jawab Stevani panik.


Ceklek... pintu kamar Safira terbuka, Stevani kembali berusaha untuk membangun kan Safira.


"Safira bangun...." menguncang pelan bahu Safira.


Mmmhhh AAaaaaaaggh.... perlahan Safira membuka matanya yang masih berat. "Stevani ada apa, kok kamu bawa bang Ujang masuk kesini?" ucap Safira mengucek matanya yang masih berat.


"Habis aku panik, kamu susah banget untuk dibangun kan." jawab Stevani.


Melihat hal itu, bang Ujang kembali turun. sementara Safira kembali melamun, teringat mimpi nya yang bercinta dengan Arden.


"Kok melamun?,mandi sana.!" ucap Stevani.


"Kamu pernah mimpi basah ngak?" tanya Safira.


"Mmmhhh pernah." balas Stevani.

__ADS_1


"Sampai benar-benar basah, soalnya aku mimpi bercinta dengan laki-laki yang kita lihat kemaren, dan aku basah banget seperti berhubungan beneran." ucap Safira sambil menahan rasa malunya.


"Itu makanya, kamu seperti nya sudah mulai tertarik ma tuch cowok. hingga terbawa mimpi." ledek Stevani.


__ADS_2