One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Mencari Pecahan Batu Mustika


__ADS_3

"Aku sudah menuruti permintaan mu, termasuk melakukan tugas ku sebagai suamimu. sekarang aku minta tolong penuhi juga perjanjian yang Ita sepakati kemaren." ucap Rembo.


"Baiklah suamimu sayang, aku akan memberikan mu petunjuk dan peta tentang posisi letak pecahan batu mustika tersebut." ratu Diana mengeluarkan kota peta rahasia yang diperoleh nya, lalu memperlihatkan nya pada Rembo.


"Astaga, ternyata posisinya sangat dalam dan begitu sulit untuk didapatkan. bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan nya." Rembo berfikir bsejenak.


"Sekarang kamu suamiku, peganglah sisipku ini agar kamu juga bisa berenang seperti baju. kita akan menelusuri bawah laut berdua. aku akan membantu dan menemanimu." terang Ratu.


"Terimakasih, kamu begitu baik Ratu." ucap Rembo yang seketika berubah berdisiplin dengan ekor ikan akibat sisip pemberian ratu Diana.


Mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, tanpa pikir panjang lagi. sepasang suami istri yang masih pengantin baru itu menelusuri bawah dasar laut yang begitu curam, dengan suhu air laut yang begitu dingin menusuk hingga ke tulang mereka, Ratu Diana juga merasakan hal itu meskipun selama ini i dia sudah biasa hidup dalam air.


Rembo bergidik ngeri, ketika pusaran air yang berputar-putar begitu kencang dihadapannya, seakan ingin mematahkan tulang-tulang Rembo dan Diana.


"Aku harus mampu melalui semua ini, semi pangeran Arden." ucap Rembo.

__ADS_1


"Aku juga akan menguatkan hatiku, demi janjiku padamu suamiku."


Mereka berdua berpegang tangan, melompat melewati pusaran air yang berputar-putar kembang saling berpegang tangan dengan eratnya.


"Ratu bertahan lah, dan jangan lepaskan pegangan tanganku." teriak Rembo.


"Iya,"


Banyak rintangan yang mereka hadapi, belum kagi para siluman buaya yang siap melawan dan menghadang mereka setelah berhasil melewati putaran air barusan. namun tekad Rembo yang kuat tidak menyurutkan kan langkah nya.


"Ratu apa perjalanan kita ini masih jauh?" tanya Arden.


Ratu Diana mengeluarkan kembali peta yang dilihatnya, sambil kembali memperhatikan dan membaca petunjuk. tertulis disana.


"Kita harus mampu menembus benteng pertahanan ini, setelah itu kita sudah sampai pada titik lokasi penyimpanan batu mustika." terang Ratu Diana.

__ADS_1


"Benteng yang mana? aku tidak melihat apa pun disana?"


"Ini benteng yang sengaja terlihat transparan, untuk mengelabui dan sangat bahaya suamiku." Diana kembali waspada dengan keadaan sekitar. sementara Rembo tersenyum hatinya begitu bahagia setiap kali ratu Diana memanggilnya dengan sebutan suamiku.


"Suami ku, kamu kenapa menatap ku seperti ini?"


"Aku .... aku....tida aku hanya." Rembo kelimpungan, disaat seperti ini dia tahu berterus terang jika sesungguhnya dia mulai jatuh cinta setelah menikah dengan istri duyung nya.


"Istri ku, awass..."


Dengan sugap Rembo menarik tubuh mungil ratu Diana, ketika tangan raksasa ingin menarik tubuh istri nya. Rembo mengeluarkan jurus-jurus dengan bantuan tongkat keramat' Arden dia bertarung. meskipun terlihat bukan lawan yang sepadan bagi Rembo, namun nyalli dan keberanian nya tidak mundur untuk melawan raksasa besar dihadapannya itu yang tiba-tiba muncul.


"Pergilah dari sini, jika kalian berdua tidak ingin mati sia-sia ditangan ku." terdengar suara raksasa yang bergema menggelegar.


"Tidak, kami tidak akan menyerah sebelum mendapatkan batu pecahan mustika itu. karena pangeran ku sedang terluka parah dan sangat membutuhkan batu itu." teriak Rembo.

__ADS_1


"Ha...Ha....apa peduli ku." teriak raksasa yang kembali melawan Rembo, melihat suaminya yang kewalahan, ratu Diana datang untuk membantu.


__ADS_2