One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Ambisi Paula


__ADS_3

Arden sudah kembali ke bukit Savana, nanun dia kehilangan jejak Rembo termasuk hubungan komunikasi mereka juga terputus. begitu juga dengan Ratu Hayati yang merasa cemas dan khawatir dengan keberadaan pengawal setia mereka.


"Bagaimana ini? Rembo menghilang begitu saja, aku takut terjadi sesuatu padanya." ucap Arden.


"Aku yakin, semua ini pasti ulah Paula. ibu tidak habis pikir dengan sikap nya yang tidak pernah kapok-kapoknya." melonggos kesal.


"Paula benar-benar keterlaluan." Arden mulai geram.


"Sebaik nya kita harus segera memberi Paula pelajaran sekarang ibu."


"Baiklah nak."


Sementara Paula dan tabib sedang asyik-asyiknya berkelana, di alam manusia, untuk mendapatkan darah perawan dari hubungan anak manusia terlarang. mereka terus saja membujuk, menghasut dan membisik-kan hati para anak muda agar berhubungan dan berzinah tanpa status hubungan yang sah di mata Agama maupun hukum.

__ADS_1


"Putri, ini korban kita yang ke sembilan puluh enam, butuh empat orang lagi maka kita sudah berhasil selangkah, semangat lah Putri agar tujuan kita ini cepat terlaksana, sebelum mereka berhasil lebih dahulu mengalahkan kita berdua." bujuk tabib.


"Baiklah."


"Lihatlah tabib, itu ada sepasang lagi anak sekolah yang tengah cari-cari kesempatan untuk berpacaran ditempat yang gelap dan tertutup. ini kesempatan untuk kita agar mereka bisa melakukan hubungan terlarang lagi Ha...Ha..." Paula tertawa lepas.


"Cepat Ratu kita harus mendekati mereka." menarik tangan Paula.


"Ayolah Laras, aku tidak tahan lagi." bujuk rayu sang laki-laki yang berusaha ingin berbuat lebih pada pacar yang terlihat masih ragu, untuk menyerah kan mahkota yang selama ini dijaganya dengan baik-baik.


"Tapi Rangga, aku takut. bahkan kamu bakal pergi meninggalkan ku setelah mendapatkan mahkota ku ini."


"Tidak akan pernah Laras, karena aku sangat mencintaimu. percayalah aku bakal bertanggung-jawab." berusa terus untuk membujuk Laras, dengan bantuan bisikan dari Paula.

__ADS_1


Tabib juga tidak tinggal diam, dia juga mulai menghasut Laras.


"Ayolah, mungkin sekarang waktu yang tepat untuk kamu membuktikan rasa cinta mu pada pemuda ini, berikan saja apa yang diinginkan nya. agar dia tidak berpaling pada wanita lain." bisik tabib.


Laras semakin dibuat kebingungan, disisi lain gadis itu teringat kedua orang tua nya yang selalu berpesan agar dia mampu menjaga kehormatan nya.


Melihat hal itu, Paula memberi kode pada tabib agar lebih gencar lagi untuk membujuk Laras, dia sangat berharap mendapatkan darah perawan lagi agar misinya untuk mendapatkan cinta Arden semakin dekat.


Laras tiba-tiba bergairah, setelah tabib menghembuskan serbuk perangsang, sehingga tanpa berfikir panjang lagi, kedua anak manusia itu mulai pergumul, menikmati hubungan terlarang yang jauh lebih terasa nikmat dan indah, dibandingkan dengan hubungan yang dilakukan secara resmi dan sah dimata agama.


Paula dan tabib tertawa puas, apalagi setelah Paula mendapatkan apa yang diinginkan nya. mereka langsung pergi meninggalkan tempat dimana sekarang Laras sudah menangis meratapi kecerobohan dan kebodohan nya yang telah memberikan sesuatu yang sangat berharga pada kekasihnya, yang belum tentu menjadi jodoh atau suaminya kelak.


Tabib dan Paula kembali berkelana, sampai menemukan korban berikutnya. mereka berdua sudah dibutakan ambisi dan hawa nafsu.

__ADS_1


__ADS_2