One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Penyerangan Arden dan raru Hayati


__ADS_3

"Hentikan Paula, kamu sudah terlalu jauh berbuat kesalahan, dan mencelakai banyak orang." bentak permaisuri Hayati dan Arden, mereka berdua langsung menghadang Paula yang kembali ingin menghasut anak manusia untuk berbuat buruk.


"Haa...Ha.... untuk apa kalian ikut campur urusan ku?" balas Paula dengan suara menggelegar.


"Tentu ini urusan kami, karena niat dan tujuan mu juga ingin menghancurkan diriku dan pernikahan ku dengan Safira." Arden tidak mau kalah. dia mempersiapkan dirinya untuk melawan Paula dan tabib.


"Kamu harus menerima pembalasan ku Arden, atas perbuatan mu dan penghianatan mu terhadap ku." Paula terlihat semakin marah dan tatapan nya penuh dengan kebencian.


"Aku tidak pernah mengkhianati mu, perlu kamu tahu jika kita benar-benar berbeda. aku manusia sejati, yang tidak akan mungkin bisa hidup bersama mu Paula. sadarlah dari ambisi sesatmu ini, karena akan lebih banyak lagi korban tidak bersalah." permaisuri Hayati berusaha untuk bersikap tenang dan melunak.


"Tidak, aku terlalu sakit hati. jika aku tidak bisa memiliki Arden, maka perempuan itu juga tidak akan pernah bisa bahagia dan hidup bersama mu."


"Perempuan iblis."


Arden tidak mampu mengendalikan rasa marah dan bencinya pada Paula, perkelahian sengit pun terjadi antara Arden dan Paula, sedangkan Siti Hayati melawan Tabit.

__ADS_1


Diluar dugaan Arden, kekuatan Paula jauh lebih diatas dirinya. bahkan dia bukan tandingan yang sepadan lagi dengan Arden. hantaman keras dari Paula membuat Arden melayang layang di udara. hingga akhirnya Arden terhempas jatuh, pria tampan yang terhitung masih penganti baru itu muntah darah.


"Arden anakku."


Hayati yang melihat Arden terluka, segera ingin terbalik menolongnya, namun dia juga mendapatkan serangan tiba-tiba dari tabib. sehingga dia ikut terhempas disisi Arden. ibu dan anak itu terkapar tidak berdaya dengan kondisi mereka yang terluka.


Tabib dan Paula tertawa lepas saat melihat lawan mereka yang tidak berdaya lagi. sehingga keduanya berinisiatif untuk melanjutkan misi mereka yang sempat tertunda.


"Kalian jangan nya pergi."


Seketika tongkat tersebut bersatu, mengeluarkan sinar yang menyilaukan mata. melihat arah sinar tersebut menuju Paula. tabib setianya tidak tinggal diam.


"Ratu Paula, awasss."


Tabib langsung menangkis serangan tersebut, sehingga refleks Sinar pancaran dari tongkat pusaka tersebut menyerang dirinya. hingga tabib terluka parah.

__ADS_1


"Tabib."


Paula syok, matanya seketika membulat melihat kondisi tabib yang terluka parah, seiring perubahan wujud tabib dari laki-laki tua bungkuk, menjadi seorang laki-laki tampan keturunan bukit Savana.


"Tabib Siapa kamu sesungguhnya?"


"Maaf Ratu."


Tabib yang terluka langsung hilang kesadaran nya, sebelum dia berhasil menjawab pertanyaan dari ratu Paula.


"Tabib... tabib bangunlah dan jawab pertanyaan ku." teriak Paula antara cemas, penasaran akan siapa tabib yang sebenarnya.


Melihat kondisi tabib yang terluka parah, Hayati dan Arden. mereka berdua tidak tega, dan membawa tabib langsung kerumah sakit terbesar di pusat kota bukit Savana. Paula hanya bisa menangis pasrah, termasuk kekuatan nya yang ikut melemah karena terpaan dari cahaya tongkat keramat kerajaan mereka yang memiliki kekuatan turun temurun


Dirumah sakit tabib langsung mendapatkan pengobatan terbaik, termasuk luka-luka ditubuhnya yang dimandikan kembali dengan air rendaman tongkat pusaka, sehingga luka-luka tersebut langsung mengering.

__ADS_1


__ADS_2