One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Ditengah-tengah Lautan lepas


__ADS_3

Arden merasakan seluruh tubuhnya sakit, kuatnya arus sungai terus menerus menyeret tubuhnya yang terhempas kesana kemari, hingga dia sampai di muara. tubuh Arden membuat sekawanan siluman buaya saling berebut untuk menyantap tubuhnya yang tidak berdaya itu.


Namum semakin buaya-buaya itu mendekati, serta berusaha untuk menerkam tubuh Arden, Kilauan cahaya pecahan batu mustika membuat mereka terpental jauh. sehingga buaya-buaya lapar itupun lebih memilih menjauh dari tuuh Arden yang kembali diseret arus yang semakin jauh dan menjauh lagi meninggalkan tempatnya semula.


Sementara di kerajaan Savana, heboh dengan menghilang nya pangeran Arden, padahal besok bertepatan dengan malam purnama, Arden resmi akan dinobatkan sebagai Raja, menggantikan posisi sang ayahanda nya.


"Prragghh.... prragghh... Raja kembali mengamuk, meluapkan kemarahannya.


"Cepat ttt kalian semua temukan Arden." teriak nya menggema di seluruh isi alam bukit Savana pusat kerajaan nya, yang langsung heboh karena teriakan Raja, yang membuat geger seperti terjadi gempa besar di negeri itu.


"Suami ku, tenanglah dan kendalikan emosi mu" bujuk permaisuri Hayati, meskipun sesungguhnya dia sangat resah dan cemas memikirkan kondisi dan keberadaan Pangeran Arden saat ini.

__ADS_1


"Semoga anakku Arden baik-baik saja, aku begitu khawatir dan resah dari semalam. anakku semoga kamu baik-baik saja Arden." Gumam Hayati tanpa sadar air matanya kembali menetes.


"Arden selalu buat masalah setiap akan dinobatkan menjadi Raja, ini sudah kali keduanya dia menghilang setiap akan dinobatkan." ucap Raja terhempas duduk dikursi kebesarannya.


"Mungkin ini suatu pertanda raja, jika Arden bukankah calon pengganti kerajaan kita yang sesungguhnya. sehingga masalah demi masalah selalu terjadi disaat kita ingin menobatkan nya." terang Hayati kembali.


"Tutup mulut mu Hayati," ucap Raja penuh kemarahan, dia tidak ingin Hayati mengungkit-ungkit kembali asal usul Arden, yang sudah sekian lama dia tutupi dari rakyat nya.


"Ini semua gara-gara cinta Paula yang begitu besar pada pangeran sialan itu, sehingga dia tidak bisa berfikir secara jernih dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan laki-laki itu." ucap ayahandanya. tabib lebih memilih menundukkan kepalanya, ini juga kesalahannya.


"Aku harus membuat perhitungan dengan mereka."

__ADS_1


"Jangan paduka raja." ucap tabib tiba-tiba cemas.


"Untuk apa kamu menghalangi jalan ku." membentak tabib yang langsung mundur beberapa langkah kebelakang, saat melihat kilatan kemarahan raja.


" Pangeran Arden sudah terluka cukup parah, kamu berhasil mengalahkan nya hingga jatuh ke dasar sungai panjang. yang bermuara di tempat komplotan siluman buaya, aku yakin tubuhnya sekarang pasi sudah dicabik-cabik dan dimakan oleh siluman buaya yang kelaparan itu Baginda raja." terang tabib.


"Baguslah ha...ha...Palung tidak putriku aman sekarang, dan tidak mengejar-ngejar cinta dari pangeran sialan itu lagi." ucap ayahanda pail.


"Sekarang kumpulkan para tabib terbaik negeri ini, suruh mereka meracik ramuan dan obat-obatan terbaik, untuk kesembuhan Paula putriku yang malang." menatap sedih Paula yang masih terbaring lemah.


DiKerajaan Arden, pencarian nya masih tetap dilanjutkan meskipun belum juga menunjukkan hasil yang memuaskan. para pengawal kerajaan pun sudah menyebar disegala penjuru, termasuk menerawang pangeran jika dia berada di alam manusia namun hasilnya selalu gagal. seperti ada sesuatu yang menghalangi sehingga mereka tidak mampu menelusuri keberadaan sang pangeran tersebut yang sudah terbawa arus yang begitu jauh.

__ADS_1


Pangeran Arden sekarang sudah ditawan oleh para ratu duyung yang sangat cantik-cantik, mereka menemukan dan menyelamatkan tubuh pangeran yang terluka parah. karena arus sungai sudah membawanya hingga kelautan lepas.


__ADS_2