One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Bertemu Rembo


__ADS_3

Ratu duyung langsung keluar dari singgasana kerajaan nya, begitu mencium aroma tubuh sang suaminya Rembo.


"Suamiku terluka, aku harus mencari posisi keberadaan nya sekarang." Ratu duyung terus berenang dengan sisip indah yang berkilauan. dia mengikuti aroma penciuman nya yang tajam.


"Suamiku, bertahanlah sayang."


Ratu Diana terus mengedarkan pandangannya, kesekeliling dasar lautan dalam ini, dan berputar-putar sambil meliuk-liuk kan tubuhnya diantara bebatuan karang yang tajam siap melukai tubuhnya.


"Rembo....Rembo....suamiku."


Ratu Diana terus berteriak-teriak, karena tidak melihat posisi Rembo yang terhalang bebatuan karang berukuran cukup besar, dihadapannya.


"Suamiku kamu dimana hu...hu..."


Tiba-tiba tangis Ratu terhenti, dia teringat pasukan duyung-duyungnya yang banyak, Ratu Diana langsung memangil mereka dan memerintahkan agar segera berpencar untuk mencari keberadaan suaminya Rembo.


"Ratu, sepertinya kita harus menggeser posisi batu karang ini"


"Kenapa, apa kalian yakin jika suamiku ada dibalik karang ini?"


"Ya Ratu, karang ini sangat berbahaya. bahkan teman-teman kita yang lain seringkali terluka disini."


"Baiklah, tambahkan pasukan. kita bekerjasama untuk menggeser bebatuan ini, tapi ingat ! hati-hati aku tidak ingin suamiku tambah terluka dengan kecerobohan kalian."

__ADS_1


" Baiklah Ratu." Kerja keras dan kerjasama mereka itu membuahkan hasil, nampak tubuh Rembo yang terluka parah dengan kondisi luka yang sangat mengenaskan.


"Suamiku."


Ratu Diana langsung menghambur memeluk tubuh Rembo, tangisnya pecah melihat banyak nya bekas luka pada pria keturunan bukit Savana yang sudah tidak sadarkan diri itu.


"Bertahanlah suamiku."


Ratu Diana langsung membawa Rembo dan memerintahkan anak buahnya untuk kembali berpencar


"Cepat kalian cari dan temukan Stevani, gadis keturunan manusia teman dari suamiku." perintah Ratu sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling dasar lautan, berharap menemukan sosok Stevani.


"Ratu, anak manusia tidak akan ada yang bertahan didasar lautan yang dalami ini.p, bahkan bisa jadi dia sudah menjadi Santapan hiu-hiu."


"Baik Ratu."


Rembo langsung mendapatkan pertolongan, meskipun dia belum sadar kan dirinya kembali. Ratu Diana berjalan mondar-mandir di depan pintu Ruangan Rumah sakit kerajaan tempat Rembo dirawat.


Tangisan nya tidak pernah berhenti melihat kondisi suaminya, serta panik memikirkan Stevani yang belum juga ditemukan. butiran-butiran mutiara indah jatuh berkilau, bekas Air mata Ratu Diana.


Sudah hari kedua, Rembo masih terbaring lemah dan belum juga sadar kan diri, Ratu dengan setia terus menemani dan berdoa untuk kesembuhan Rembo. meskipun sudah mendatangkan tim medis terhebat dinegerinya dasar lautan.


***

__ADS_1


Perlahan Stevani membuka matanya, yang tersa sangat perih dan silau, karena terpaan sinar matahari langsung yang mengenai tubuhnya. serta luka-luka ringan disekujur tubuhnya membuat dia susah untuk bergerak.


"Apakah aku masih hidup?"


Berbagai pertanyaan bermunculan, dibenak Stevani. gadis itu berusaha untuk bangkit. namun tubuhnya tersa begitu berat seperti ditimpa sesuatu, Stevani meraba dan mengangkat sedikit kepalanya.


"Rambut?"


"Astaghfirullah Geovano."


Stevani baru ingat kejadian yang sesungguhnya, lalu menguncang pelan tubuh Geovano untuk membangunkanya.


Geovano terbangun, namun dia langsung refleks berteriak histeris. begitu tersadar dan teringat kejadian yang sesungguhnya menimpa mereka berdua.


"Stevani apa kita berdua masih hidup?"


"Entahlah." jawab Stevani.


"Bukankah kita semalam hampir diterkam buaya-buaya lapar itu, tapi kenapa kita bisa selamat ya."


"Aku juga bingung?"


"Apapun itu, yang penting kita berdua selamat. Ayo Stevani kita tinggalkan tempat ini." menarik tangan Stevani yang masih enggan untuk bangkit di pasir putih tepi sungai yang terbentang luas itu.

__ADS_1


__ADS_2