One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Malam pertama


__ADS_3

Dalam kamar pengantin yang didekorasi seindah mungkin, Safira nampak tegang. begitu juga dengan Alexander yang sudah menjadi manusia sejati. tiba-tiba kecanggungan hadir diantara mereka, padahal sebelumnya, mereka tidak gugup seperti ini.


"Ya Tuhan, kenapa jantungku terus berdetak. " Safira meremas tangannya yang tiba-tiba dingin. sementara Arden mengayunkan langkah pelan mendekati Safira yang duduk disisi ranjang.


"Istriku sayang, kamu sangat cantik. aku bahagia sekali ternyata kita sudah sah sebagai pasangan suami-istri sekarang." ucap Alexander duduk disebelah Safira.


"Iya Ze, aku juga bahagia bisa menjadi istri mu, meskipun perjalanan cinta kita yang rumit dan penuh tantangan ini berhasil kita berdua lewati." Stevani menatap lekat wajah suami tampan nya.


Alexander menggenggam lembut tangan Safira, sambil o menelusuri wajah nya, pandangan mata mereka yang penuh cinta bertemu, seakan-akan ikut berbicara mengisyaratkan perasaan mereka yang begitu bahagia, karena sudah menikah.


Safira terlena,sentuhan dan ciuman Arden. membuat nya pasrah lalu memejamkan mata, menikmati perasaan nya yang seperti berada di awan biru.


"Sayang, apa aku boleh melakukan nya sekarang?"


"Boleh Ze, aku milikmu seutuhnya. I Love You Ze." desah Safira yang mulai terbakar gairah nya.


Malam pertama yang indah, sudah dimulai oleh Arden, dia memperlakukan Safira dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang. sehingga istri cantik nya itu tidak terlalu kesakitan, dimalam pertama mereka sebagai pasangan suami dan istri.

__ADS_1


Sementara Ratu Diana dan Rembo terlihat kebingungan, dikamar ini hanya ada mereka berdua. sedangkan Stevani barusan pergi dengan kemarahan hatinya.


"Stevani kenapa ya, tiba-tiba berubah begini." ucap Ratu.


Rembo mengusap kasar wajahnya, dia juga bingung harus berbuat apa? termasuk menjelaskan pada ratu duyung, yang mengaku sebagai istrinya. bahkan Rembo juga tidak bisa mengelak saat Ratu Diana menjelaskan nya dan memberikan bukti perikanan mereka.


"Ratu Diana, tunggu aku dikamar ini. jangan pergi kemana-mana sebelum aku kembali."


"Suamiku, menangnya kamu ingin pergi kemana?"


"Baiklah, pergi dan carilah Stevani segera suamiku. aku mengerti perasaan kalian berdua yang terlihat dilema, meskipun aku tidak tahu apa yang terjadi antara kamu dan Stevani sebelum nya." ucap Ratu Diana bijak.


"Terimakasih istri ku, atas pengertian mu."


"Ya suamiku, hati-hati. jika terjadi sesuatu cepat panggil aku. dengan segera aku akan menolong kalian." pesan Ratu.


Rembo tersenyum membalas ucapan sang istri yang begitu baik dan pengertian, setelah itu dia memejamkan mata, menelusuri aroma jejak kaki bekas pijakan Stevani. untuk mencari keberadaan anak manusia pujaan hatinya.

__ADS_1


Rembo terus menyelusuri jalan, dengan penciuman yang tajam. hingga suara teriakan wanita cantik tersebut mengagetkan Rembo. dengan segera dia berlari sambil memusatkan pendengaran nya.


"Ste... Stevani, kamu dimana?"


Rembo mulai cemas, berusa mengumpulkan kekuatan nya, yang melemah jika berada didalam manusia.


"Rembooooo... tolonglah aku."


Stevani berteriak histeris, memangil nama Rembo. saat komplotan preman mabuk itu menghampiri dan menghadang langkah Stevani yang ingin kabur.


"Ha...Ha... cantik, kamu mau pergi kemana sayang?"


"Lepaskan, aku mohon tonplong jangan ganggu aku."


Stevani mulai menangis, melindungi tubuhnya dengan kedua belah tangannya.


"Benar-benar cantik, dan manusia sesungguhnya. padahal sebelumnya kami mengira kamu makhluk sejenis kuntilini." berjalan semakin mendekati Stevani, lalu mengepung tubuh gadis uang ketakutan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2