
Seiring dengan kekuatan mereka yang melemah, dan berhasil dikalahkan oleh Arden dan Bunda Hayati. sikap Paula sudah menunjukan banyak perubahan. bahkan dia dan tabib bertekad untuk berubah dan melupakan misi mereka. Paula juga berjanji bakal menerima tabib dalam kehidupannya.
Beda dengan kondisi Rembo yang masih belum sadarkan dirinya, ditemani istri setia yang tengah mengandung anak mereka. dia selalu berusaha agar Rembo mendapatkan pengobatan terbaik dirumah sakit tercanggih dasar lautan itu.
"Rembo suamiku, sembuh lah sayang. ingat aku sekarang mengandung anak kita. bertahanlah demi dia, calon bayi Kita." ucap Ratu duyung sambil mengelus pelan kepala Rembo dengan penuh kasih sayang.
Dalam bawah sadarnya Rembo bertahan dan berjuang melawan rasa sakit. serta rasa bahagia yang tidak terhingga. semua perkataan Ratu terekam jelas di memori ingatan nya saat ini, meskipun mata Rembo masih terpejam.
Bahkan Rembo juga sudah mengingatkan kembali, semua tentang Ratu Diana. termasuk hari bahagia pernikahan mereka. bahkan indahnya malam pertama yang mereka lalui, melintas dan berputar indah di alam bawah sadarnya.
"Aku harus sembuh dan kuat demi calon bayi kami." Gumam Rembo, tapi semakin dia berusaha, tubuhnya semakin tersa kaku. sehingga Rembo hanya mampu menggerakkan pelan ujung jari kakinya. hal itu sontak membuat Ratu Diana tersenyum bahagia.
"Rembo suamiku, ayo berjuang lah Sayang. lawan rasa sakitmu dan lihat lah aku yang setia berada disamping mu." Teriak Ratu Diana cemas dan bahagia melihat tubuh suaminya ada kemajuan meskipun dengan hanya menggerakkan ujung jari nya.
Tim dokter Rumah sakit bawah laut, langsung menuju ruang tempat Rembo dirawat. mereka memeriksa kondisi Rembo yang sudah menunjukkan perubahan yang pesat. serta luka-luka yang sudah pulih, meskipun dia masih belum bisa untuk segera membuka Matanya kembali.
***
Stelah mengadakan konferensi pers dengan beberapa media, yang menyambut heboh kedatangan Geovano, yang semula sempat dikatakan menghilang. bahkan ada yang memprediksi jika vokalis grup band ternama itu sudah meninggal.
Geovano mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga, serta berterimakasih atas doa-doa orang tua, para fans serta semua masyarakat atas keselamatan nya hingga bisa kembali berkumpul dengan keluarga nya.
__ADS_1
Dalam kesempatan besar itu, Geovano selalu membawa Stevani. meskipun tidak satupun diantara orang-orang yang berkumpul itu melihat kehadiran Stevani.
"Geovano, aku sedih ternyata tubuhku tidak ada dirumah sakit tempat aku kemaren dirawat." ucap Stevani dengan Air mata membanjiri wajah cantiknya.
"Apa? kenapa bisa seperti ini Stevani. memangnya orang tuamu membawa tubuhmu kemana?" ucap Geovano ikutan resah.
"Entahlah, aku takut mereka telah menguburkan jasadku, karena mengira aku benar-benar sudah meninggal dunia." tertunduk sedih.
"Tidak....tidak mungkin hal itu terjadi, tapi aku harap kamu bersabar. karena aku akan berusaha untuk menemukan tubuhmu." janji Vano.
Besok nya, pagi-pagi sekali. Vano langsung mendatangi Rumah sakit tempat Stevani dirawat. dia pun mencari-cari informasi kemana Stevani dibawa pergi oleh orang tuanya.
"Apa dok? Stevani telah dibawa oleh orang tuanya ke Amerika?"
"Baiklah, terimakasih atas informasinya."
"Ya Tuhan, ternyata keluarga ku sudah membawa aku pergi jauh dari kota ini. bahkan sampai ke keluar negeri. aku tidak sanggup membayangkan rasa sedih orang tua ku." ucap Stevani mengusap air mata.
"Stevani hapuslan air mata mu, karena besok kita akan terbang ke Amerika. menaiki penerbangan pertama." terang Geovano.
***
__ADS_1
Sesuai janjinya, pagi yang cerah Stevani dan Geovano langsung terbang menuju Amerika, mereka berdua mempunyai harapan yang besar agar Stevani sudah bisa masuk ketubuh nya kembali.
Setelah menempuh perjalanan jauh, Geovano tersenyum lega. mereka langsung Menuju Rumah sakit tempat Stevani dirawat. Stevani mempercepat langkahnya, gadis cantik itu sudah tidak sabaran lagi untuk masuk ketubuh nya.
"Itu tubuh ku masih terbaring lemah."
Stevani menatap tubuhnya yang terpasang alat-alat medis, serta kedua orangtuanya yang terlihat sangat sedih.
"Semoga saja aku bisa kembali masuk keragaku." ucap Stevani sambil terus berdoa.
Tiba-tiba, gadis cantik itu, mersa seperti memasuki sebuah lorong panjang. tubuhnya meringan bagaikan kapas. hingga tiba-tiba mata Stevani terbuka.
Kedua orang tua Stevani begitu bahagia melihat Stevani yang sudah stabil kembali, tim dokter datang dan memerikasa kondisi gadis tersebut.
"Syukurlah, kamu berhasil melewati masa kritis dan kembali sadar." terang dokter.
"Mama." ucap Stevani begitu sadar, dia melihat kedua orang tuanya tidak kalah bahagia dibandingkan dengan dirinya. mereka berpelukan erat dan saling melepas haru.
Sadar nya Stevani, beriringan dengan Rembo yang juga sudah kembali tersadar. Rembo juga sudah ikhlas menerima kenyataan dan istri nya Ratu Diana, Rembo pun belajar melupakan perasaannya terhadap Stevani.
Seiring berjalannya waktu, Geovano dan Stevani yang sudah mulai saling jatuh cinta memutuskan untuk hidup bersama membina Rumah tangga yang Harmonis serta bahagia layaknya pasangan Safira dan Alexander.
__ADS_1
..."The end." ...