One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Batu mustika


__ADS_3

"Ibu harus bagaimana lagi Arden, untuk menghadapi sikap mu yang seperti ini." ucap permaisuri Hayati duduk terhenyak disofa. yang hanya ada mereka berdua.


"Ibu, Arden mohon tolong restui cinta ku ini, Arden tidak bisa jauh dari wanita itu." duduk dibawah bersimpuh dihadapan ibunya, berharap sang ibu kembali luluh.


"Tapi dia sudah menikah Arden."


"Belum sama sekali ibu, dia masih gadis." terang Arden.


Dengan rasa penasaran, Hayati berjalan menuju tempat tidur bekas ditiduri Safira barusan, sambil mempertajam penciuman nya. Hayati memejamkan mata menerawang dengan menggunakan sehelai rambut Safira yang tertinggal di atas ranjang tersebut.


"Astaga, aku benar-benar tidak menyangka. ternyata gadis ini masih keturunan wanita yang pernah membuat Arden tergila-gila dahulu. aku harus bagaimana memisahkan mereka. kenapa ini kembali terjadi dengan generasi yang berbeda. apa ini kebetulan atau kekuatan cinta Arden itu sendirilah lah yang membuat mereka kembali dipertemukan." Gumam Hayati syok.


"Ibu kenapa seperti ini?" ucap Arden berlari menangkap tubuh Hayati yang hampir ambruk karena syok.


"Arden anakku, ibu hanya tidak ingin kamu menderita seperti dulu lagi nak." menatap iba wajah Arden.

__ADS_1


"Memangnya apa yang terjadi dulunya Bu?"


"Ah aku tidak boleh berterus terang kepada Arden, aku takut dia akan kembali mengingat semua nya dan mencari-cari wanita itu lagi," Hayati akirnya memilih untuk diam, dia benar-benar dibuat dilema.


"Ibu kenapa terdiam?" ucap Arden kembali.


"Tidak nak, cuma ingat pesan ibu berhati-hati lah bergaul dengan anak manusia. dan peganglah batu mustika ibu ini jika kamu butuh pertolongan, ibu akan langsung mendengar mu dan datang kapanpun kamu butuh nak." ucap permaisuri Hayati sambil memberikan batu itu dan menanamkan nya di tengkuk Arden.


"Terimakasih ibu." Arden memeluk penuh haru wanita yang telah melahirkan nya ke dunia ini.


"Ibu tolong rahasia kan mentions pribadi ku ini dari Baginda raja, aku ingin tinggal tenang ditempatku sendirian." pesan Arden sebelum Hayati menghilang.


"Baiklah nak, ibu menyayangimu." mengusap lembut rambut Arden dan segera menghilang.


Setelah melepas kepergian sang ibu, Arden berbalik menatap tempat tidur yang menjadi tempat dimana semalam dia begitu menikmati bercumbu dengan Safira. hingga beberapa kali Arden terbang melayang.

__ADS_1


"Aku harus kembali ke Villa alam manusia." ucap Arden yang terlihat sudah tapi dan sangat tampan.


Rembo yang tengah Asyik memasak ala makanan manusia, mulai sibuk mengaduk nasi goreng untuk sarapan dia bersama pangeran Arden. yang dia pikir masih tidur di kamar nya.


"Masak apa sih kamu Rembo, tumben wanginya membuat perutku langsung kelaparan." ucap Arden tiba-tiba muncul diwajan tempat Rembo mengaduk nasi.


"Astagfirullah." Rembo terlonjak kaget, saat melihat wajah pangeran nya bercampur aduk dengan makanan dalam wajan tersebut.


"Ha....Ha...Ha..." Arden tertawa lepas melihat wajah tegang Rembo.


"Ini tidak lucu pangeran, kamu mengagetkan ku." ucap Rembo, setelah Arden keluar dan kembali seperti biasa lagi.


"Ternyata makhluk halus seperti mu bisa juga kaget dan ngucap." ledek Arden menghentikan tawa nya.


"Pangeran terlihat sangat ceria dan bersemangat, bagaimana dengan jalan-jalan nya kemaren?" tanya Rembo penasaran.

__ADS_1


"Sangat menyenangkan, bahkan aku tidak ingin lepas dari kehangatan tubuh wanita ku itu, rasanya begitu memabukkan dan sangat nikmat." ucap Arden yang membuat Rembo ternganga, membayangkan karena di umurnya yang sudah ratusan tahun. Rembo belum juga pernah didekati wanita.


__ADS_2