One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Bertukar peran


__ADS_3

Dalam sekejap wajah Rembo berubah menjadi Arden, bahkan permaisuri Hayati sangat sulit membedakan mana yang Arden asli.


"Kekuatan kalung bermata mustika ini sangat mujarab, bahkan aku sendiri sulit membedakan kalian." ujar permaisuri.


"Terus, apa langkah kita selanjutnya Ratu?"


"Dengan bentuk mu seperti ini, papaku tidak akan tahu jika kamu adalah diriku yang sesungguhnya. Rembo peran kanlah diriku sebaik-baiknya. dan jaga papapu baik-baik, kabari aku jika sesuatu yang buruk terjadi nantinya." pesan Arden sebelum pergi.


"Tentu pangeran." balas Rembo.


"Ibunda, apa yang harus kita lakukan setelah ini?" tanya Arden.


"Ibu akan memikirkan jalan terbaiknya, yang penting sekarang temui wanitamu itu dulu." perintah Hayati.


"Baik Bu." jawab Arden yang sudah memiliki kembali kemampuan nya, sebagai makhluk astral dulunya.


Bahkan dengan kemampuan nya itu, Arden tiba-tiba muncul didepan jendela tempat Safira yang menangis menyebut-nyebut nama nya.


"Zerzio... Zerzio..."


"Ya sayang, aku disini tepat disamping mu." balas Arden.


Safira terlonjak kaget, dia mengerjapkan Mata nya berkali-kali. menatap terpesona wajah laki-laki tampan yang dirindukan nya.


"Zerzio."

__ADS_1


Safira langsung menghambur memeluk tubuh Zerzio, yang langsung membalas pelukan hangat gadis itu.


"Kenapa kamu menghilang selama ini Ze." tanya Safira.


"Safira, apa kamu sudah tahu siapa aku sesungguhnya sekarang?"


"Sudah Ze." balasnya.


"Kamu tidak takut, sama seperti mereka?"


"Tidak, karena aku yakin kamu adalah laki-laki baik, dan ciptaan Allah juga." balas Safira.


"Seandainya aku manusia biasa seperti mu?" goda Arden kembali.


"Aku akan lebih bahagia lagi, dibandingkan sekarang." jawab Safira.


"Tapi Ze, aku akan dinikahkan dengan laki-laki lain, Ze bawalah aku bersamamu, aku mencintaimu Ze." balas Safira disela-sela tangisnya.


"Baik sayang, kedatangan ku kesini untuk menjemput mu. kita akan memulai kehidupan baru kita dengan tinggal di mentions ku nantinya."


"Mentions?"


"Ya, tempat yang sangat indah. bukankah aku pernah membawamu ke sana." terang Arden tersenyum.


"Jadi itu bukanlah mimpi, dan kita benar bercinta disana Ze?"

__ADS_1


"Benar, tapi saat itu aku belum benar melakukan nya. aku akan menikahimu disana, menjadikan mu istriku dan ibu dari anak-anak ku kelak sayang." bujuk Arden.


"Aku mau Ze, bawalah aku."


"Baik sayang, pejamkan lah matamu." pinta Arden.


Safira memejamkan matanya, dia merasa seperti terbang dalam perjalanan yang jauh, gadis itu tidak berani membuka matanya, sampai terdengar suara Zerzio yang menyuruh nya untuk membuka mata, barulah perlahan Safira membuka matanya.


"Kita sudah sampai, sayang bukalah matamu."


"Wah... benar-benar indah, Ze tempat ini sama persis dengan mimpiku." ucap Safira takjub.


"Tentu sayang. sudah lama aku merancang tempat ini untuk ku bersama wanita yang akan mendampingi ku nanti."


"Selamat datang pangeran."


"Selamat datang kembali Ratu Safira." ucap para pelayan menyambut kedatangan mereka.


Di alam manusia Rembo mulai menjalankan peran nya sebagai Arden.


"Pagi pa." menyapa ramah tuan Husein, dengan tingkah dan gaya persis Alexander.


Tapi tidak dirumah Safira, mamanya Jeniffer langsung pingsan mendadak, begitu juga dengan Zein yang mendapati Putri mereka sudah tidak berada dikamar lagi.


"Anakku Safira Kamu dimana nak."

__ADS_1


Mata Zein membelalakkan melihat sebuah surat yang tergeletak di atas meja kamar putrinya. perlahan Zein membaca setiap bait tulisan Safira yang tertulis rapi disana.


Jeniffer yang baru sadar kembali ikut membaca surat tersebut, dengan dada berdebar-debar cemas.


__ADS_2