
Perlahan Stevani membuka mata, meskipun masih merasakan sedikit pusing di kepalanya, hal pertama yang dilihat nya adalah Rembo, makhluk astral yang sudah mencuri perhatian nya selama ini. dan disisi sebelah kirinya ada Ratu Diana, yang terlihat sangat khawatir bercampur senang melihat Stevani yang sudah sadarkan diri kembali.
"Ratu, kita dimana?"
Stevani menatap ruangan kamar disekelilingnya, dan berusaha untuk bangkit. melihat Stevani yang memaksakan dirinya duduk. Ratu duyung segera mendekat.
"Stevani, istirahatlah. jangan terlalu memaksakan diri."
"Tidak Ratu, susah untuk aku bisa tenang kembali," jawab Stevani melamun, dan mengalihkan perhatian dari Rembo yang terus menatap sayang kearahnya.
"Kenapa? apa kamu masih syok dengan kejadian yang terasa begitu tiba-tiba barusan?" ucap ratu seraya merapikan anak rambut Stevani.
"Aku sedih dan sangat syok, begitu banyak hal dan kejutan datang menghampiri ku hari ini, Ratu."
"Sudahlah, aku mengerti perasaan mu dek, tenanglah. kami semua menyayangi dan tidak akan menyakiti mu. meskipun kita berasal dari alam yang berbeda." bujuk Ratu duyung.
"Maafkan aku Stevani." balas Rembo, menatap wajah cantik dengan rasa penyesalan, serta rasa bersalah nya.
__ADS_1
"Kamu ngak salah kok om jin."
"Apa?"
Rembo dan ratu langsung saling pandang, karena ucapan dari mulut Stevani yang tiba-tiba itu. Rembo mengusap kasar wajahnya. dia terlihat kesal dengan panggilan Om jin.
"Stevani, apakah aku sudah setua itu?"
"Ya, jadi kalian berdua cocok dan pantas untuk menjadi suami-istri. mengingat jika kalian berdua juga makhluk yang sama." Stevani berdiri, ingin berjalan keluar.
"Ste.... Stevani kamu kenapa dek?"
"Aku ngak papa, tolog kalian berdua jangan ganggu aku lagi. sebaiknya mulai sekarang kita hidup dialam kita masing-masing. dan kamu Rembo jaga dan lindungilah istri mu dengan baik, agar kalian berdua tidak terpisah lagi."
Selepas mengucapkan kata-kata tersebut, Stevani segera melangkah pergi meninggalkan Ratu duyung dan Rembo, yang masih menatap kepergian dirinya yang langsung berlari, dengan perasaan sedih. mengabaikan panggilan Rembo dan istri nya Ratu duyung.
"Kenapa aku harus sedih, dan air mata. ada apa dengan mu? kenapa kamu ikut-ikutan keluar membasahi kedua pipiku ini. seharusnya, aku bahagia karena Ratu duyung sudah menemukan suami yang ditunggu-tunggu nya selama ini. hu...hu...aku benci Rembo, dia itu jin bukan manusia sesungguhnya. jadi aku tidak boleh mengharapkan dan mencintai Rembo...dadar Stevani....sadar."
__ADS_1
Gadis cantik itu, terus perang bathin dengan perasaan nya sendiri. hingga dia tidak menyadari jika langkah kakinya sudah menjauh dari lokasi tempat pesta sahabat nya Safira.
"Aku dimana?"
Stevani mulai panik dan kebingungan melihat tempat yang dilewati nya sudah sepi, deru ombak dan kencang nya angin membuat gadis cantik itu tersadar jika saat ini dia sudah berada di lokasi pantai.
Sekelompok berandalan, saling kode dengan teman-teman nya begitu melihat gadis cantik berjalan ditempat yang sepi itu sendirian, sedangkan malam sudah mulai larut.
"Hey lihat cewek itu, seperti nya makan empuk kita. dia datang dengan sendirinya dimalam dingin-dingin begini." jakun mereka naik turun melihat kecantikan Stevani yang terlihat berjalan sambil kebingungan.
"Tapi gue kurang yakin dia manusia, atau kuntilini." ucap teman nya yang setengah mabuk.
"Maksud mu?"
"Coba kalian pikir logikanya, mana ada sih cewek berkeliaran ditempat ini malam-malam, sendirian lagi."
"Iya juga?"
__ADS_1
Mereka mulai ragu untuk mendekati Stevani.