
"Kenapa ini? tidaaaakk...panas...panas....panaaaaasss....."
Tubuh Paula terpental dan segera menghilang, begitu juga dengan tubuh tabib pengikut nya. mereka berdua sama-sama terluka bakar dibagian tubuhnya.
Paula dan tabib yang sudah menjadi jin kafir yang jahat, mereka otomatis akan mersa kepanasan begitu mendengar lantunan ayat suvi Al Qur'an dan suara adzan. meskipun sebelumnya mereka tidak apa-apa, tapi sekarang Paula dan tabib sudah melakukan berbagai cara agar kekuatan serta ambisi mereka berdua tercapai.
Paula dan tabib, langsung menceburkan tubuh mereka kedalam air terjun dan berendam dibawah telaga tersebut, untuk meredakan rasa panas yang masih tersisa rasa sakitnya.
"Mulai sekarang kita harus jauh lebih hati-hati, terutama yang berhubungan dengan agama." ucap tabib.
"Aaaagghhh tidak, wajahku juga terbakar."
Paula berteriak syok, tanpa sadar air matanya menetes. seiring harapan nya yang pupus untuk mendapatkan Arden kembali. dia kembali melirik pantulan wajah nya dari air telaga yang jernih.
"Tabib, apakah kamu mempunyai cara yang lebih jitu dan ide brilian lagi. agar aku bisa berubah cantik. bahkan tidak ada yang mengetahui jika aku makhluk astral. aku ingin orang-orang berfikir jika aku adalah manusia biasa sama seperti mereka." terang Paula yang ingin sekali Arden kembali jatuh cinta pada nya dengan penampilan dirinya yang baru.
__ADS_1
"Ada Putri, tapi ini terlalu bahaya dan penuh tantangan." terang tabib yang terlihat enggan memberikan Ide dan cara ini untuk putrinya Paula, yang begitu pemberani tanpa ada kata menyerah dan takut, serta ambisi yang besar untuk mendapatkan apa yang diinginkan terutama yang berhubungan dengan Arden.
"Katakanlah tabib."
"Ratu harus mandi dengan seratus darah perawan, dan itu harus dari hubungan anak manusia yang terlarang, agar khasiat nya lebih ampuh. dan kita harus mendapatkan nya sebelum bulan Purnama penuh yang menurut perkiraan ku pertengahan bulan depan. apa Putri yakin kita bakal bisa mendapatkan dalam waktu sesingkat ini?"
"Ha...Ha....pasti bisa, menghasut anak manusia memang keahlianku. apalagi menyuruh mereka untuk melakukan hubungan terlarang Ha...Ha...". ucap Paula yakin.
"Syarat yang kedua.."
"Putri harus berhasil mendapatkan dan memakan orok bayi, dan itupun dari hubungan terlarang." terang tabib.
"Oh mudah." ucap Paula kembali yakin.
"Syarat yang ketiga, ini yang paling berat dan aku yakin Putri tidak akan sagup, bahkan aku sendiri tidak bisa dan mampu mengungkapkan nya." terang tabib terlihat gusar.
__ADS_1
"Maksudnya?"
Paula menatap tabib yang terlihat enggan untuk meneruskan kata-katanya, bahkan tabib lebih memilih naik keatas bebatuan dengan pikiran menerawang. dia merebahkan tubuhnya ber bantalkan kedua telapak tangannya, tabib menerawang menatap cahaya bintang yang bersinar indah di langit.
Paula ikut duduk disebelah tabib, bahkan dia juga merebahkan tubuhnya didamping tabib dan menatap bintang.
"Tabib katakanlah apa syarat nya?" ulang Paula yang masih penasaran.
"Kita harus mendatangi gua dan Raja kegelapan, karena dia yang bisa membantu ritual ini dengan menjelma dan masuk ke tubuh ku." terang tabib.
"Wah itu lebih bagus,"
"Tapi, setelah semua ritual berhasil dilakukan. sebagai imbalannya Ratu Paula harus menyerahkan diri, termasuk tubuh Ratu ( keperawanan) untuk menemani raja kegelapan dan memuaskan nya diranjang." terang tabib.
"Apa?"
__ADS_1
Paula syok mendengar syarat yang terakhir, dia sudah mempunyai rencana besar, termasuk menghasut anak manusia untuk berhubungan dan mengambil darah perawan nya, tapi sekarang dia juga harus ikut kehilangan sesuatu yang selama ini dia ingin persembahkan untuk pangeran Arden seorang.