
"Bumi tahu, langit juga ikut menyaksikan jika mulai detik ini kamu akan menjadi wanita ku." bisik Arden yang memperdalam cumbuan nya.
Arden tidak ingin kehilangan kesempatan lagi, dia sudah berhasil melepaskan satu persatu pakaian yang masih tersisa di tubuh wanita pujaannya.
Saat kondisi mereka yang sudah sama-sama polos, Arden menatap lembut mata Safira. seakan-akan ! meminta persetujuan dari gadis yang dicintainya untuk mereka melakukan penyatuan.
"Sayang, apa aku Boleh melakukan ya sekarang." ucap Arden yang sudah tidak mampu lagi mengendalikan gairah nya yang sudah mencapai level sepuluh.
"Ya Arden, lakukan lah aku juga mencintai mu." balas Safira.
"Mulai sekarang, kamu milikku seutuhnya sayang." bisik Arden.
Safira memejamkan mata, dia ingin menikmati kebersamaan nya yang indah dengan Arden. semula Safira sempat berteriak sekencang-kencangnya nya, merasakan sakit yang teramat perih dibagian intinya. namun Arden yang tidak ingin wanita nya terus kesakitan. diapun akirnya mengunakan kekuatan nya untuk membuat Safira kembali mersa nyaman dan ikut menikmati permainan nya.
__ADS_1
Perlahan-lahan rasa sakit dan perih mulai berangsur-angsur hilang, berubah menjadi kenikmatan dan keindahan yang tiada tara nya. Arden tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia terus memberikan Safira sentuhan-sentuhan lembut dan cumbuan bibirnya nya, membuat gadis pujaannya refleks membuka pahanya, seolah-olah memberikan jalan kembali untuk Arden masuk, dan menikmati keindahan alam bawah sadar Safira. Malam ini mereka lalui bersama dengan saling membagi kehangatan dan kemesraan.
Safira tertidur di pelukan Arden, tubuhnya terasa tidak bertenaga lagi mengimbangi permainan panas Arden. senyum kepuasan terpancar dari wajah cantik nya.
"Sayang I Love You." bisik Arden.
"I Love You Goo Arden." balas Safira, yang kembali tertidur pulas dengan mimpi indahnya.
Permaisuri Hayati mulai resah, saat dia menerawang keberadaan sang pangeran Arden. dia sangat khawatir kejadian buruk dulu akan terulang kembali. Hayati yang cemas modar mandir memikirkan cara untuk keluar dari istana, dia tidak ingin sang raja mengetahui perbuatan anak kesayangannya itu.
"Ternyata Arden memiliki mentions mewah, aku harus segera kesana. meskipun aku yakin Arden sudah benar-benar berubah sekarang, dan tidak akan dibutakan oleh cinta anak manusia lagi," mengambil kunci mobil nya dan melajukan kencang di jalan udara bawah langit, menuju mentions Arden yang terletak di tengah-tengah kota Bukit Savana yang megah.
Beberapa kali ibu permaisuri memencet bel mentions. tidak begitu lama pintu terbuka, beberapa orang pelayan menyambut hormat kedatangan nya.
__ADS_1
"Selamat datang permaisuri Hayati." ucap mereka serempak.
"Mana pangeran?"
"Dilantai dua, kamarnya permaisuri."
"Aku harus segera menemui, karena aku seperti mencium aroma anak manusia berdasarkan didekat nya." ucap Hayati.
"Mohon maaf sebelumnya permaisuri, tapi pangeran tidak memperbolehkan seorangpun untuk menemui nya." pelayan mencegat permaisuri dengan wajah dilema dan ketakutan.
"Kalian tidak perlu takut, biar aku yang menghadapi Arden." ucap Hayati.
sambil mengayunkan langkah menapaki satu persatu anak tangga.
__ADS_1
"Aku harus mengintip ke kamar nya, aku takut kelakuan buruk Arden dulu terulang kembali, jangan- jangan dia membawa anak manusia lagi ." Gumam Hayati.