One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Pergi ke Amerika


__ADS_3

Di alam manusia, keluarga Stevani hanya bisa menangis melihat putri mereka yang masih terbaring koma. bahkan sekarang sudah masuk satu bukan Stevani koma dan masih belum sadar kan diri.


"Dengan terpaksa aku harus membawa Stevani ke salah satu Rumah sakit terbaik di Amerika. semoga dengan perawatan dan peralatan medis mereka yang canggih. Stevani bisa kembali sadar." ucap Mami Stevani disela-sela tangis dan kesedihan nya.


"Ya Tante, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk sahabat ku Stevani, lusa aku dan mas Alexander juga bakal nyusul ke Amerika, setelah beberapa urusan pekerjaannya yang mendesak bisa diatasi." ucap Safira.


"Iya nak, kamu juga baik-baik ya disini." ucap Mami Stevani.


"Ya Tante." mereka berpelukan, saling menguatkan satu sama lain.


***


Pagi yang cerah, Zein dan keluarga. ikut mengantar kan Stevani ke Amerika. sedangkan Safira dan Alexander suaminya untuk sementara hanya bisa mengantarkan sampai bandara internasional saja.

__ADS_1


"Stevani sahabatku, semoga kamu cepat sadar dan sembuh kembali."


bisik Safira ditelinga Stevani yang masih terbaring dengan mata terpejam, beberapa peralatan medis masih terpasang ditubuhnya. hanya detak jantung dan denyut Nadi lah yang menandakan jika Stevani masih hidup.


Sebenarnya Alexander tidak sibuk, namun dia sengaja mencari alasan. agar bisa menyusul Rembo. karena dia tahu saat ini Rembo dan Stevani sedang berada dialam bukit Savan. dan masih mencari-cari pengobatan terbaik untuk Stevani disana.


Selama perjalanan pulang dari bandara, Safira lebih banyak diam, sesekali pengantin baru itu mengusap air matanya. pikiran nya masih tertuju dan sangat khawatir dengan kondisi Stevani.


"Aku tidak bisa tenang Ze, Stevani sahabatku kecilku. dan dia sudah terbaring koma. tanpa aku bisa berbuat apa-apa untuk kesembuhan nya." tubuh Safira berguncang terisak-isak, dia tidak mampu mengendalikan kesedihan dan emosional jiwanya.


"Aku ngerti banget kesedihan mu sayang, udah tenang dulu ya."


Alexander menepikan mobilnya, membawa Stevani kedam pelukan hangatnya.

__ADS_1


Dari kejauhan, Paula dan tabib, tertawa begitu kencang, karena sedikit banyak, usaha usaha mereka berhasil. semakin banyak orang yang celaka dan tersakiti, maka kekuatan Paula semakin bertambah. bahkan setelah sembuh dan lama tidak sadarkan diri. Paula sekarang sudah sehat bugar dan mampu menguasai beberapa kekuatan nya yang sempat hilang.


"Ayo tabib setia ku, kita pengaruhi sebagian bangsa manusia semakin banyak lagi, dengan begitu kita akan semakin kuat. bahkan sekarang kita sudah berhasil mengendalikan kekuatan Rembo. pengawal setianya Arden bajingan sok tampan itu Ha....Ha...Ha...." suara tawa dan niat jahat Paula, langsung sampai ketelinga Ibunda Hayati yang sedang bertapa di kaki Bukit Savana.


"Anakku Arden dalam bahaya, ternyata Paula tidak pernah kapok-kapoknya. bahkan sekarang dia sudah masuk dan berbaur dengan alam bangsa manusia. aku harus bertindak cepat." Gumam ratu Hayati yang langsung menghadap suaminya Baginda raja, meminta restu untuk dia pergi berkelana menyelamatkan anak angkatnya Arden, termasuk pengawal setianya Rembo.


"Pergilah istri ku, maafkan aku yang tidak bisa ikut membantu mu. karena tidak mungkin aku meninggalkan kerajaan kita ini dalam waktu yang tidak ditentukan. bagaimana nasib rakyat-rakyat kita nantinya."Ucap Baginda raja.


"Tidak masalah suamiku, yang penting kamu bersedia mengizinkan aku pergi." balas permaisuri Hayati.


"Bawalah tongkat pusakaku dan satukan dengan tongkat pusaka milik Arden, sehingga kalian memiliki kekuatan yang Sama. jadi meskipun Arden bangsa manusia seutuhnya sekarang, namun dia tetap masih memiliki kekuatan pangeran dan kerjaan yang bersatu melawan kejahatan."


"Terima suamiku, aku pergi dulu."

__ADS_1


__ADS_2