One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Zein pergi ke Bukit Savana


__ADS_3

Menjalani kehidupan sebagai manusia, menggantikan peran Arden tidaklah mudah bagi seorang Rembo. mengingat banyak nya godaan yang harus dia hadapi, terutama gairah yang mudah terpancing jika berhadapan dengan para gadis-gadis cantik diperusahaan Alexander yang berusaha untuk mendekatinya.


Pagi ini Dea mengunakan pakaian yang begitu seksi, berjalan melenggang lenggok bak seorang model. dia sebisa mungkin berusaha untuk menarik perhatian sang CEO yang terlihat cuek, namun sesungguhnya Rembo mulai sedikit tergoda, namun bayangan wajah cantik Stevani mampu membuat Rembo sedikit banyak bisa menguasai dirinya kembali.


"Aku harus kuat, kecantikan wanita dihadapan ku ini tidak sebanding dengan kecantikan yang dimilki oleh calon kekasihku." gumam Rembo.


"Tunggu apa lagi, silahkan tinggalkan ruangan ku jika kamu tidak mempunyai keperluan lagi." bentak Rembo dingin dan terkesan cuek. membuat sekretaris nya itu terlonjak kaget, karena semula sempat berfikir jika sang CEO tertarik dengan pesonanya.


"Ba...baik bos." melangkah pergi meninggalkan ruangan.


"Sialan, kenapa dia tidak tertarik sama sekali dengan ku, padahal aku sudah memakai serbuk susuk mutiara untuk menggodanya." Gumam Dea kesal.


Sementara dirumah Zein, dia mulai syok mendapati jika Safira memilih untuk kabur karena tidak ingin menikah dengan laki-laki yang tidak dicintai nya.


"Safira kenapa kamu nekad begini nak." Jeniffer kembali menangis.


"Aku curiga, Putri kita pasti diculik mahkluk itu, aku harus menghubungi ustad Usman, memintanya kesini untuk membantu kita menemukan Safira." ucap Zein segera menyambar ponselnya.

__ADS_1


Deringan kedua ponsel mereka langsung terhubung, pak ustadz Usman bersedia untuk segera datang dan membantu Zein untuk menemukan Safira kembali.


Setelah menempuh perjalanan jauh, akirnya pak ustad yang dulunya ikut membantu menyembuhkan Jeniffer, sampai dirumah kediaman Zein yang baru.


Meskipun Zein menyuruh pak ustad itu untuk istrahat terlebih dahulu, karena dia yakin ustad yang sudah berumur itu pasti capek. namun pak ustad menolak, dia langsung menuju kamar Safira dan mulai menerawang keberadaan gadis itu.


Cukup lama ustad tersebut berdiam diri duduk bersila, mata terpejam dengan bibir yang terus ber tasbih. sementara Jeniffer dan Zein terus memperhatikan pergerakan pak ustadz dihadapannya.


"Ternyata anak kalian sudah berapa dibukit Savana, dan laki-laki yang membawanya ada makhluk yang masih sama mengganggu istri mu dahulu." ucap nya kembali berkonsentrasi.


"Apa langkah kita selanjutnya pak ustadz."


"Kita harus kesana langsung, apa kamu siap nanti Zein. jika melihat wujud-wujud asli mereka. yang tentunya tidak seperti kita sebagai manusia makhluk sempurna diciptakan oleh Allah SWT." terang pak ustadz.


"Sangat siap pak, demi Putri ku." balas Zein mantap.


"Mendekat lah, dan pegang tangan ku ini. apapun yang terjadi nantinya jangan lupa untuk selalu berzikir dan minta pertolongan pada Allah." ucap pak ustadz.

__ADS_1


"Baik, aku siap. bismillahirrahmanirrahim..." Zein ikut mengucapkan ayat-ayat suci, dengan mata terpejam, seiring dengan Sukma mereka yang pergi ke alam yang berbeda.


Tubuh pak ustad dan Zein, berputar-putar menembus dimensi ruang dan waktu. mereka pun terpental jatuh disebuah pohon kayu yang sangat besar dan rindang, dikelilingi hutan belantara. suara bunyi binatang buas yang saling sahut menyahut membuat bulu kuduk Zein merinding, tapi dia kembali membulat kan tekadnya.


"Demi putriku, aku rela menghadapi apa pun yang akan terjadi." kembali bersemangat. diluar dugaan Zein, seketika hutan belantara dihadapannya berubah menjadi pusat perkotaan yang sangat megah, hilir mudi kendaraan motor dan mobil mewah. sesuatu yang sangat langka di alam manusia.


Tidak ada polusi udara, perkotaan yang bersih serta orang-orang yang keluar masuk deri pusat perbelanjaan elit, namun ada yang beda dengan manusia biasa, mereka tidak memiliki garis diatas bibirnya.


"Zein, aku akan menghubungi sahabat ku yang merupakan penduduk asli dibukit Savana ini."


"Pak ustad punya sahabat disini?"


"Ya, mereka sering mengundangku untuk ceramah disini." terang pak ustad Usman.


"Apa?"


"Sesungguhnya mereka juga sama seperti kita Zein, punya kehidupan sendiri dan kepercayaan. cuma yang menyimpang Kenapa salah satu bangsa mereka begitu ngotot ingin menikahi makluk keturunan manusia yang sangat jauh berbeda dengan bangsa mereka dan tidak mungkin bisa disatukan."

__ADS_1


__ADS_2