One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Mengungkapkan perasaan


__ADS_3

Stevani tidak mengetahui kelanjutan dan lama perjalanan yang mereka berdua tempuh, karena begitu membuka mata. gadis keturunan bangsa manusia itu sudah berada disebuah kamar yang luas, perabotan tersusun rapi dan bersih. layaknya kehidupan di alam manusia pada dasarnya.


"Apa sekarang aku sudah sampai di kota kelahiran Rembo?"


Stevani perlahan bangkit, sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan kamar tidur yang luas, tidak nampak seorang pun selain hanya dirinya sendiri.


"Mana Rembo?"


Berjalan menuju pintu kamar, namun saat memegang handel pintu tangan Stevani terhenti untuk menarik benda tersebut, mengingat suasana diluar jendela jauh lebih menarik perhatian nya ketimbang mencari keberadaan Rembo saat ini.


"Benar-benar indah, apakah ini nyata atau penglihatan ku yang sudah dipengaruhi oleh Rembo." Gumam Stevani berbicara sendiri, perasaan nya masih bimbang antara kenyataan atau halusinasi bawah sadarnya saja.


"Ternyata kamu sudah bangun?"


Suara Rembo dan keberadaannya yang tiba-tiba berdiri disebelah gadis itu, seketika membuat Stevani terlonjak kaget. kemudian dia kembali bersikap biasa-biasa saja. mengingat Rembo makhluk halus yang bisa muncul dimana saja dan kapanpun.

__ADS_1


"Ini Rumah mu Rembo?"


"Tidak, tapi ini mentions milik pangeran Arden yang aku pinjam. dia juga pernah membawa Putri Safira beberapa kali ketempat ini." terang Rembo.


"Ternyata, kamu dan pangeran mu itu, memiliki sifat dan kelakuan yang hampir mirip."


"Iya, tapi. Pangeran Arden jauh lebih beruntung dari pada diriku."


"Maksudmu?"


"Apa kamu benar-benar menyukai ku Rembo, atau hanya kebetulan saja mengingat kamu kehilangan beberapa memori ingatan mu." Stevani menatap lekad pancaran mata Rembo, yang menunjukkan kesungguhan nya.


"Stevani, ingatlah pertemuan pertama kita dulu. aku langsung jatuh cinta bahkan mengikuti mu. jauh sebelum aku bertemu dengan Ratu Diana. jadi aku sangat yakin jika perasaan ku ini tidak pernah salah, bahkan aku juga tidak merasakan ada nama Ratu Diana disini Stevani, melainkan hanya ada namamu." Rembo menujuk dadanya sendiri.


Stevani terenyuh, dia terbawa suasana dan perasaan nya yang juga menyukai Rembo, perlahan Stevani mendekat. tangannya terangkat menyentuh bagian dada Rembo tepat diposisi hati pindah ke jantung Rembo yang terus berdetak.

__ADS_1


"Rembo, aku juga menyukai mu. tapi begitu banyak penghalang diantara kita berdua. selain dunia kita yang berbeda. kamu juga masih berstatus suami dari ratu Diana." air mata lolos dikedua pipi Stevani.


"Stevani, Jagan menangis sayang."


Rembo membawa Stevani kepelukan nya, mereka berdua saling berpelukan dengan perasaan sedih, senang dan bahagia karena sudah mengungkapkan perasaan yang ada dihati mereka masing-masing.


Mereka berdua terhanyut dengan perasaan cinta dan rasa nyaman berada dipelukan orang yang disayangi, sehingga tidak ada penolakan dari Stevani ketika Rembo mulai memberanikan dirinya untuk mencium lembut bibirnya.


"Rembo, kamu sudah mengambil ciuman pertama ku."


"Benarkah?"


"Ya, karena selama ini aku belum pernah jatuh cinta. baru kamu laki-laki pertama yang bisa membuat ku bahagia dan merasakan cinta. meskipun pada orang yang salah, bahkan aku jadi palakor disini," gadis cantik itu kembali menangis saat teringat akan Ratu Diana.


"Maafkan aku Ratu, karena sudah jatuh cinta pada suami mu."

__ADS_1


__ADS_2