One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Meninggalkan Villa


__ADS_3

"Sebaiknya, kalian membersihkan tubuh lalu berwudhu agar kita selalu dalam keadaan suci," terang pak Usman.


"Baik pak." Zein jfan Jeniffer segera melaksanakan apa yang diperintahkan pak Usman, setelah itu mereka kembali menghadap pak Usman yang tidak pernah berhenti untuk berzikir.


"Apa kalian berdua sudah siap?"


"Sudah pak, kami juga sudah berwudhu." terang Zein.


"Baiklah, malam ini juga kita harus meninggalkan Villa ini." ajak pak Usman yang berdiri berjalan menuju mobil, Jeniffer bergelayut di lengan Zein dia benar-benar takut melalui keanehan demi keanehan.


"Sepanjang perjalanan yang kita lalui nanti, kalian berdua jangan berhenti untuk bersalawat dan jangan menoleh ke kiri maupun kanan, apapun terjadi jangan dihiraukan." perintah pak Usman.


"Baik pak." jawab mereka menurut.


Sementara di Villa Arden masih mengemukakan, karena Rembo dan ibunya Hayati berusaha untuk menghalangi, nya untuk pergi mengikuti Jeniffer.


"Cukup Arden, ibu tidak ingin kamu terluka dan melangkah terlalu jauh." ucap Hayati.


"Tapi mereka akan membawa wanita ku ibu." ucap Arden.


"Biarkan dan ikhlaskan dia Arden, dia sudah menikah. masih banyak bangsa kita yang mempunyai wajah jauh lebih cantik dari pada dia." bujuk Hayati


"Tidak ibu, aku hanya ingin wanita ku itu, dan jangan paksa aku untuk pergi meninggalkan nya." ucap Arden memohon pada ibunya.


Hayati terhenyak, dia kehabisan cara untuk membujuk dan memperingatkan anaknya Arden yang sudah dibutakan oleh cinta anak manusia yang sudah memiliki suami.


"Syukurlah kita sampai dengan selamat." ucap bang Ujang mematikan mesin mobil tepat dihalaman Rumah Mandeh yang sederhana.


"Mulai sekarang, kalian tinggal lah dirumah ini yang jauh lebih aman." terang pak Usman yang telah memagari Rumah Mandeh dengan ilmu batin nya.


Setelah semua berkumpul diruang keluarga, pak Usman mulai menceritakan hasil terawangan nya.

__ADS_1


"Zein, sebenarnya istri mu sudah diikuti makhluk gaib sejenis jin yang sudah berusia ratusan tahun. dia jatuh cinta pada istri mu sehingga dia ingin merebut dan memiliki istri mu." terang pak Usman yang membuat semua terlonjak kaget.


"Apa semua ini, ada hubungannya dengan kejadian-kejadian aneh yang terjadi akhir-akhir ini pak?" tanya Zein.


"Benar sekali nak, dia merupakan pangeran kerajaan jin bukit Savana tidak jauh dari lokasi pulau tempat kalian pernah terdampar dulu." terang pak Usman yang kembali mulai bertasbih.


"Terus bagaimana cara nya untuk kami lepas dari jin yang telah mengikuti istri ku, pak Usman?" ucap Zein cemas melirik Jeniffer.


"Istri sebaiknya dirukiah, untuk melepaskan pengaruh gaib ditubuh nya, dan juga ingatkan dia untuk selalu menjalankan sholat dan berzikir, dia bukan lawan sembarangan, meskipun dia seorang jin muslim namun dia sudah dibutakan cinta dan *****." terang pak Usman.


Selama tinggal dirumah Mandeh, Zein dan Jeniffer mulai merasa nyaman, Jeniffer tidak pernah bermimpi bertemu laki-laki tampan dalam tidur nya. dia juga patuh disurh untuk melakukan sholat dan belajar membaca Al Qur'an dengan Mandeh.


***


Pagi ini Jeniffer bersantai menikmati udara pegunungan yang segar, duduk didekat jendela yang menghadap pesawahan penduduk yang luas. sementara Zein pergi bersama ujang untuk melihat perkebunan mereka.


Jeniffer mempertajam penglihatan nya, yang semakin lama semakin jelas, laki-laki berwajah tampan itu kembali tersenyum kearahnya, sambil memegangi sebuah bunga mawar.


"Wanitaku," Ucap Arden yang kembali mencium lembut bibir Jeniffer dan membimbing tangan Jeniffer menuju kamar belakang Rumah Zein, Arden sengaja membawa Jeni kekemar belakang mengingat kamar itu tidak dipagari pak Usman dengan ilmu batin termasuk jendela belang tempat Jeniffer saat ini, karena dia tidak menyangka Jeniffer akan pergi ke belang yang terpisah dari Rumah utama Mandeh.


"Berbaringlah sayang." ucap Arden menurunkan Jeniffer dari pangkuan nya.


Jeni tidak merasa takut, dia hanya bisa merasakan bahagia, jatuh cinta layaknya abg yang tengah kasmaran bercinta dengan pria tampan. bibir Jeni selalu tersenyum jika Arden menatap nya penuh kelembutan.


"Astaghfirullah." pak Usman langsung beristigfar ketika dia menerawang Rumah Zein.


Pak Usman segera menghubungi Zein.


"Zein, cepat kamu jemput bapak ke pondok pesantren, kita harus segera menyelamatkan istri mu sebelum makhluk astral itu berhasil menyetubuhi nya." pinta pak Usman.


"Astaghfirullah, ternyata jin laknat itu kembali menganggu istriku. baik pak saya akan segera kesana." Ucap Zein menutup panggilan telpon mereka.

__ADS_1


Zein melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, seakan-akan dia tidak peduli lagi dengan keselamatan dirinya, ditengah-tengah perjalanan menuju pondok sebuah kayu besar menghalangi jalan Zein, sehingga terpaksa fia berhenti dan turun. Zein kewalahan untuk menyingkirkan kayu tersebut. namun berkat kegigihan dan doa yang tulus demi keselamatan istri nya, Zein berhasil menyingkirkan kayu itu ketepi jalan dan kembali melanjutkan perjalanannya.


Sampai di depan gerbang pondok, nampak pak Usman sudah mondar-mandir tidak sabaran menunggu kedatangan Zein, begitu Zein sampai dihadapan nya dia langsung naik, Zein kembali melajukan motornya.


"Berpegangan yang kuat pak." ucap Zein.


"Iya nak." balas pak Usman.


Hayati ibu nya Arden, tidak tinggal diam dia membantu Zein mulai dari menyingkirkan kayu yang sengajha dibuat oleh Arden, hingga membantu Zein dan pak Usman agar segera sampai dengan cepat, dia tidak ingin Arden terlalu jauh dalam kesalahan nya.


Pak Usman tersenyum, ketika mengetahui semua ini berkat campur tangan jin wanita cantik itu, tapi dia tidak sempat menyapa dan mengucapkan terimakasih pada Hayati, mengingat waktu nya tidak banyak, karena akan lebih berbahaya lagi jika Arden berhasil melakukan hubungan terlarang itu pada Jeniffer.


"Ayo nak Zein." mereka langsung menuju kamar belakang, Mande yang belum mengetahui dan berfikir jika Jeniffer masih dikamar jadi ikut terbengong-bengong dan mengikuti Zein dan ustad Usman dari belakang.


"Hentikan perbuatan zinah mu ini, dasar jin laknat." teriak pak Usman penuh kemarahan sambil melemparkan tasbihnya. tepat mengenai punggung Arden.


Seketika Arden terpental jauh, tubuhnya terbakar dia meraung-raung kesakitan dan kepanasan, sementara pak Usman melanjutkan zikir nya sambil bersila duduk dengan mata terpejam, raga nya masih duduk sementara jiwanya tengah mengejar Arden.


"Tolong jangan ganggu cucu ku lagi." ucap pak Usman yang menghadang Arden yang masih meraung kesakitan.


"Jangan ikut campur urusan ku." bentak Arden dengan mata memerah, dia berteriak seiring dengan tubuhnya yang berubah menjadi Monster dengan taring- taringnya yang tajam serta kuku yang siap untuk mencabik-cabik musuhnya.


"Aku tidak akan pernah membiarkan jin seperti mu, untuk mengganggu bangsa manusia yang tidak mempunyai salah." ucap pak Usman.


Arden yang marah langsung mengamuk dan menyerang pak Usman, pertarungan sengit pun berlanjut. dirumah Zein membantu membangun kan istri Jeniffer yang tertidur dengan leher dan dada yang sudah kemerahan bekas cumbuan dari Arden.


Zein sangat marah, melihat bekas cumbuan makhluk gaib itu di tubuh istrinya. namun dia tidak bisa berbuat lebih selain berzikir dan membantu menyadarkan istri nya yang masih terpengaruh oleh Arden.


Seketika Zein teringat petunjuk dari pak Usman sewaktu di Villa, dia mengambil segelas air putih yang sudah dibacakan ayat-ayat suci lalu ditiupkan oleh Zein, kemudian dicipratan kewajah Jeniffer, yang langsung tersadar.


"Uda." ucap nya kembali sambil ketakutan memeluk tubuh Zein.

__ADS_1


__ADS_2