
Pagi yang cerah, Rembo mulai berkemas untuk menuju alam manusia, dia langsung menemui Arden untuk menyampaikan berita bahagia ini. sampai diruangan Arden, Rembo kembali menatap kasihan penampilan pangerannya yang berantakan. meskipun Arden tidak banyak berontak dan mengamuk, bahkan dia hanya bisa pasrah saat Rembo menemuinya diruangan khusus ini.
"Pangeran Arden, hari ini hingga sampai pangeran benar-benar sembuh, kita berdua diberikan kebebasan oleh Baginda Raja untuk berkeliaran dan jalan-jalan sepuasnya di alam manusia." bujuk Rembo.
"Benarkah?." mata Arden berbinar-binar bahagia mendengar ucapan Rembo pengawal setianya. semangat dan kekuatan Arden terlihat bangkit kembali seiring gumpalan asap yang mengelilingi tubuhnya.
"Benar pangeran." balas Rembo meyakinkan.
Setelah berpamitan, Arden dan Rembo pergi meninggalkan istana. namun belum terlalu jauh mereka pergi, Rembo tiba-tiba menghentikan langkahnya, sambil menatap penampilan pangeran Arden kembali, timbul keinginan Rembo untuk merubahnya.
"Aku harus mengembalikan penampilan pangeran seperti dulu lagi." Gumam Rembo.
__ADS_1
"Ada apa Rembo."
"Pangeran, ditubuh kita sudah tertanam batu mustika. sehingga kita bisa berbaur dengan bangsa manusia, tapi untuk itu kita harus merubah penampilan kita agar terlihat sama persis dengan mereka." bujuk Rembo.
Arden terdiam sesaat, perlahan tangannya terangkat sambil meraba-raba rambut panjang, dan bulu-bulu yang tumbuh di seputaran wajah tampannya. kemudian dia mengganggukan kepalanya setuju dengan usulan Rembo.
Rembo mengajak pangerannya, menuju pusat perkotaan dialamnya, mencari-cari Barbershop terbaik. setelah menemukan yang sesuai menurut nya, rambut Arden mulai dipotong ala mode terkini rambut seorang CEO bangsa manusia, kumis dan jambang nya dipotong dan dirapikan.
Tangan-tangan profesional mulai bekerja dengan cekatan, membersihkan wajah dan tubuh Arden, yang juga menyediakan model-model pakaian terbaik.
Dengan masih membulatkan mata, menatap takjub penampilan Arden yang terlihat jauh lebih tampan dari sebelumnya. muka Arden terlihat bersih, karena dia sudah lama terkurung. melihat hal itu, Rembo tidak mau kalah dia pun merapikan rambut dan penampilannya. sehingga saat keluar dari barbershop terkenal itu, penampilan keduanya menarik perhatian orang-orang di kota itu, bahkan banyak gadis-gadis bukit Savana yang terpesona menatap kearah mereka, terutama pangeran Arden.
__ADS_1
"Wah tampan nya." terdengar bisik-bisik dan pujian secara langsung. yang dibalas mereka dengan senyuman.
Untuk menghindari kemungkinan yang bisa saja terjadi, Rembo segera mengajak Arden menuju alam manusia. menembus tujuh dimensi ruang dan waktu. kedua nya langsung terpental begitu sampai ditepi jalan raya alam manusia, nampak lalu lintas dan hiruk pikuk perkotaan yang berbanding terbalik dengan alam gaib yang jauh lebih bersih dan modern.
"Huk...huk... tempat apaan ini Rembo?" Arden terbatuk-batuk diikuti Rembo. melihat jalanan yang berdebu dan asap kendaraan yang lalu lintas.
"Pangeran inilah yang disebut alam manusia, dulu kita sering pergi ke alam mereka hanya sekedar untuk jalan-jalan." ucap Rembo mengingatkan.
Arden terlihat berfikir, gambaran beberapa kenangan masa lalu kembali melintas, meskipun terlihat samar. tapi hatinya mersa nyaman dan tenang jika kembali teringat masa-masa itu.
"Sebaiknya untuk sementara waktu, kita kembali saja ke Villa yang pernah dibeli oleh permaisuri," terang Rembo.
__ADS_1
"Kita punya Villa disini?"
"Punya, masih rapi dan sangat bersih." terang Rembo, sambil tersenyum, mengingat pangeran nya yang sudah melupakan beberapa kejadian, semenjak dia sakit dan dihapus memori ingatan nya sebagian terutama tentang anak manusia yang sering dipanggil nya dengan sebutan "Wanita ku."