
Sampai dalam pesawat, Stevani yang kebetulan duduk dekat jendela menatap pemandangan luar, namun dia tiba-tiba terlonjak kaget.
"Lho ngapain kamu mengikuti kami lagi?" ucap Stevani mengagetkan Safira yang duduk manis disampingnya.
"Siapa yang ngikutin kita Vani?" Safira mengedarkan pandangannya kesekeliling kabin pesawat yang siap mendarat di udara, namun tidak satupun dari mereka yang Safira kenal.
"Biasa penampakan makhluk astral yang sok tampan kemaren, sekarang dia disini juga." bisik Stevani sambil menatap kesal kearah Rembo, yang duduk manis di sayap pesawat terbang sambil melambaikan tangannya kearah Stevani.
Meskipun sedikit merinding dan takut, namun Safira sudah Mulai terbiasa dengan sikap Stevani. sehingga dia juga mencoba untuk berani menerima kelebihan yang dimiliki oleh sahabatnya itu.
"Jangan-jangan makhluk itu ganteng ya, sehingga kamu tidak merasa ketakutan seperti dulu lagi." balas Safira.
"Mana ada, yang jelas ngeselin tau...mana dia menghalangi penglihatan ku lagi." ucap Stevani yang berusaha untuk mengabaikan Rembo yang masih berusaha untuk menarik perhatian darinya, sementara Safira hanya geleng-geleng kepala melihat kekesalan sahabat nya.
Saat pesawat mendarat di ketinggian tertentu, tiba-tiba Stevani mersa kedinginan, dan rasa ngantuk yang teramat sangat. dia langsung menuju alam mimpi.
"Dimana aku...?" Stevani mulai ketakutan dan panik begitu sadar jika dia sudah berdiri di atas sayap pesawat terbang yang sedang mendarat, saking tingginya. hanya gumpalan awan putih lah yang bisa dia lihat.
__ADS_1
"Tidak... tidak mungkin, Safira tolong." teriak Stevani berusaha untuk mendekat ingin menggedor-gedor jendela pesawat, namun Safira malah acuh dan mengabaikan nya.
"Jangan terlalu banyak gerak cantik, nanti kamu jatuh kebawah." ucap Rembo menarik tangan Stevani yang oleng karena kurang keseimbangan sehingga dia jatuh dipangkuan Rembo, yang kembali tersenyum kearahnya.
"Lepas, dasar hantu mesum kamu." Stevani menatap tajam kearah Rembo. dan kembali mencari posisi yang aman untuk dia duduk, namun baru mencoba untuk berdiri Stevani kembali oleng dan jatuh, dengan sigap Rembo menarik tangan gadis itu. dan kembali membawa tubuh Stevani untuk duduk disampingnya.
"Ini semua pasti karena ulahmu, cepat kembalikan tubuhku kedalam pesawat." bentak Stevani kesal.
"Selain cantik ternyata kamu juga buta ya, lihatlah yang tertidur pulas disamping Safira itu..bukannya kamu?" ucap Rembo.
"Hey apa yang kamu lakukan?" tanya Rembo melihat tingkah lucu Stevani.
"Agar aku kembali terbangun, dengan begitu aku sudah berada dalam pesawat kembali." balasnya sambil melotot kan mata ke arah Rembo.
"Sayang sekali jika kamu melewati keindahan dunia yang sesungguhnya, yang akan aku tunjukkan padaku?" balas Rembo.
"Keindahan?" ulang Stevani.
__ADS_1
"Ya, lihatlah dibawah sudah mulai nampak." tunjuk Rembo.
Stevani mengikuti arah pandangan Rembo, dari kejauhan dia melihat suatu kota yang sangat megah, tenang dan penuh dengan kemewahan. ditengah-tengah kota tersebut terdapat sebuah menara dan istana.
Setelah melewati istana, Stevani juga melihat sebuah air mancur bertingkat-tingkat, dengan air yang begitu bersih. dia mersa tenang dan sangat nyaman melihat keindahan yang belum pernah dilihatnya selama ini.
"Apakah itu alammu?"
"Ya, disana orang-orang bangsaku hidup bebas tanpa memikirkan uang dan mengejar dunia, seperti bangsamu." ucap Rembo.
"Jika ditempat mu lebih menarik dan indah, untuk apa kamu masih datang ke alam kami?" ucap Stevani.
Belum sempat Rembo menjawab, Stevani mersa seperti guncangan, yang semakin lama semakin terasa, hingga dia memasuki sebuah lorong dan kembali terbangun.
"Safira." ucap nya ketika membuka matanya.
"Kamu tidur nya pulas banget, udah berkali-kali dibangunin." balas Safira yang mengajak Stevani untuk segera turun karena pesawat mereka sudah sampai ditempat tujuan.
__ADS_1