One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Makan Pisang


__ADS_3

"Ayo Stevani, semangat lah." bujuk Geovano.


"Aku lapar, dan tubuhku terasa lemas."


Stevani tertunduk, kakinya yang rapuh seakan tidak sanggup menopang tubuh kecilnya.


"Baiklah, kita cari makanan yang bisa untuk kita makan dan bertahan hidup."


Geovano mengedarkan pandangannya, kesekeliling hutan tempat mereka berdua terdampar. dari kejauhan dia melihat sebuah gubuk tua dikelilingi perkebunan.


"Stevani, aku seperti melihat gubuk dan kebun. berarti tidak jauh dari sini ada pemukiman penduduk." Geovano terlihat bersemangat.


"Tapi aku ragu Geovano."


"Ragu kenapa?"


"Apakah sekarang kita masih berada dialam bukit Savana, atau alam kita sendiri?" ucap Stevani.


"Sepertinya kita sudah dialam manusia, lihat lah air dan pasir ini terlihat lebih nyata. dan warnanya juga sangat berbeda dengan warna air dan pasir yang kita lihat sebelumnya." terang Geovano.


Stevani membenarkan perkataan Geovano, dia kembali berjalan pelan mengikuti langkah Geovano yang menuntun nya. sambil berusaha menahan rasa lapar dan perih dibagian tubuh mereka yang terluka.

__ADS_1


"Cukup Vano, kita istrahat saja ditempat ini." mereka berhenti dan duduk dibawah sebuah pohon yang rindang.


"Kamu tunggu disini." Vano bangkit dan langsung berjalan kesebuah pohon pisang.


"Jangan Vano, nanti yang punya marah." teriak Stevani mengedarkan pandangannya kesekeliling tempat mereka berdua terdampar.


"Stevani, seperti nya ini pohon pisang yang hidup liar, karena posisi nya masih ditengah-tengah hutan. kecuali perkebunan yang nanpak masih jauh dari sini." ucap Geovano sambil menunjuk dari kejauhan nampak perkebunan.


Dengan bantuan sebuah kayu, Geovano berhasil merobohkan pohon pisang tersebut. dan mengambil buahnya. senyum mengembang dibibir Geovano, dengan bangga dia mempersembahkan pisangnya pada Stevani yang juga sudah tidak sabaran menunggu sambil mengusap pelan perutnya.


"Makanlah Stevani, paling tidak kita bisa bertahan sampai bertemu pemukiman penduduk yang mau menolong kita."


"Ya Vano."


"Kamu tahu ngak, monyet aja mampu bertahan hidup hanya dengan memakai buah ini, apa lagi kita." terang Vano.


Rasa lapar membuat pasangan itu, tanpa sadar hampir menghabiskan (Sepohon buah pisang, salam dari Binjai.") mereka pun ngantuk, apalagi hembusan angin sepoi-sepoi menerpa kulit mereka yang membuat Kedua nya langsung pergi menuju alam mimpi.


Sepasang suami istri, terlonjak kaget begitu melihat seorang laki-laki tampan tertidur sendirian dibawah pohon.


"Pak...bapak lihatlah." Ibu itu menunjuk kearah Geovano yang terlihat tidur sendirian dibawah pohon rindang.

__ADS_1


"Iya, seorang pemuda tampan. tapi ngapain ya dia tidur sendirian ditepi hutan ini?" Gumam bapak heran.


"Kita samperin yuk pak, sapa tahu dia lagi membutuhkan pertolongan kita. karena dari pakaiannya yang robek, dan luka ditubuhnya. sepertinya dia tengah membutuhkan pertolongan dari kita."


"Yuk Bu."


"Nak bangun nak."


Ibu paruh baya itu menguncang pelan tubuh Geovano yang tertidur pulas bersama Stevani. perlahan membuka Mata.


"Astaghfirullah."


Geovano langsung terlonjak kaget begitu terbangun, melihat Kedua orang tua yang posisi wajah nya begitu dekat dengan Geovano.


"Bapak dan ibu siapa?"


"Aku penduduk sekitar tempat ini, aku melihat mu tidur sendirian di bawah pohon ini, sehingga kami membangun kan mu nak."


"Sendirian? maaf pak, aku berdua dengan temanku Stevani." ucap Geovano sambil menunjuk Stevani yang ikut duduk disebelahnya.


"Ih serem pak,masa dia bilang berdua. jelas-jelas dia sendirian ditempat ini." bisik ibu sambil meraba tengkuk nya yang tiba-tiba tersa dingin.

__ADS_1


"Geovano, mereka tidak bisa melihat ku. karena saat ini hanya roh ku. sementara ragaku masih dirumah Sakit." bisik Stevani.


__ADS_2