One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)

One Night Love Presdir 2 (CEO Is Not A Human)
Perasaan Rembo


__ADS_3

Bibir mungil Stevani ternganga, menatap takjub fenomena keindahan ciptaan sang ilahi yang ada di pandangan matanya. senyum terus menghiasi bibirnya.


"Rembo, aku mersa seperti bermimpi. melihat keindahan yang belum pernah aku lihat dan alami sebelumnya. kita terbang di udara, berbaur dengan planet-planet lainnya." teriak Stevani.


Rambut panjang gadis itu tergerai lepas, terkena terpaan angin yang berhembus semakin kencang dan tersa dingin. membuat Stevani merapatkan pelukannya, membuat senyum Rembo semakin lebar, hingga hampir mencapai kuping. saking bahagianya.


Stevani seketika tersadar dengan tingkah dan perbuatan nya, refleks dia melepaskan pelukannya pada tubuh Rembo. tapi hal itu justru hampir membuat nya jatuh, jika Rembo tidak segera menangkap tubuh nya.


"Makanya, pelukanmu jangan dilepas, karena kita sedang berada di ketinggian dan sangat bahaya jika kamu sampai jatuh kebawah, cantik." ucap Rembo berusaha menakut-nakuti, agar Stevani kembali memeluknya dari belakang.


Stevani memanyunkan bibirnya, mau tidak mau. dia kembali harus memeluk tubuh Rembo dengan erat dari belakang. meliuk-liuk mengikuti perputaran permadani yang menjadi alat transportasi mereka berdua.


"Rembo, apa kotamu masih jauh ya dari sini?"


"Lumayan jauh, kalau ngantuk kamu bisa tiduran dulu."

__ADS_1


"Ngak mau ah, ntar kamu curi kesempatan dalam kesempitan." ucap Stevani.


"Ngak akan Stevani, karena aku adalah jin yang baik, lulusan pondok pesantren di dunia jin beberapa puluh tahun silam."


"Mana ada lulusan pesantren mesum seperti kamu?"


"Stevani, bagaimana pun aku jin biasa, yang mempunyai *****, keinginan dan cinta. sehingga sangat sulit bagiku untuk mengendalikan rasa itu, terutama jika berada didekat mu."


"Memangnya kamu belum pernah merasakan hal ini sebelumnya?"


"Apakah, ehm.... maksudku. bagaimana dengan perasaan mu terhadap ratu Diana. istri mu itu dan sejak kapan kalian mulai Menikah?"


"Ceritanya panjang Stevani, aku kehilangan sebagian memori ingatan ku tentang kejadian dibawah dasar lautan lepas. berdasarkan keterangan Ratu Diana. aku bertempur dengan para siluman untuk mendapatkan batu mustika. "


"Batu mustika?"

__ADS_1


"Ya, batu yang memiliki kekuatan yang luar biasa. dengan kekuatan batu itu, pangeranku Arden bisa hidup di dua alam, dan batu itu jugalah yang bisa menyelamatkan pangeran saat terluka parah dan bisa kembali ke alam nya yang sesungguhnya." terang Rembo.


"Jadi tentang Ratu?"


"Dia membantu kami, karena dia juga harus menikah demi rakyat nya. tapi saat dia ikut membantu ku melawan para siluman laut, dia terdampar di daratan. mengingat sebagian penghuni laut marah melihat tindakan nya yang membantu kami."


"Cerita mu sangat menegangkan, tapi juga seru." Stevani terlihat sangat antusias mendengar nya.


"Meskipun, aku merasa kami menikah untuk keuntungan masing-masing. aku demi pangeran Arden, sedangkan Ratu demi rakyat nya."


"Apakah kamu mencintai Ratu Diana?"


Rembo terdiam, berusaha mengumpulkan memori ingatan nya. termasuk perasaan nya terhadap ratu. tapi Rembo tidak merasakan apa-apa, selain hampa.


"Jujur, aku merasa tidak mencintainya. tapi bagaimana pun dia adalah istri ku sekarang." Rembo tiba-tiba lesu, mengingat saat ini hanya Stevani yang ada dihatinya. bukan Ratu.

__ADS_1


__ADS_2