
hiduplah sebuah keluarga yang teramat sangat rumit.karna adanya kehadiran wanita lain yang mengganggu ketentraman keluarga tersebut.
sebut saja keluarga brayen dan istrinya yang bernama seli dan dikaruniai seorang anak yang lucu bernama anugrah.
brayen dan istrinya hidup terpisah dikarenakan brayen harus bekerja jauh dari rumah.jadi hanya seminggu sekali atau sebulan dua kali saja mendatangin anak istrinya.
seli tidak bisa ikut dengan suaminya dikarenakan anaknya yang selalu saja menangis jika dibawa untuk menginap di tempat ayahnya.jadinya mau tidak mau seli kembali kerumah orang tuanya.
tetapi brayen disana tidak tinggal sendiri melainkan juga bersama orang tuanya.karna memang dia tinggal disana
Dan ini awal cerita kehidupan mereka dimulai
"SAH.."para saksi pun berkata
dan akhrinya brayen dan seli sah menjadi suami istri.
mereka pun menjalani hari hari dengan biasa
setelah menikah dan bersama beberapa hari brayen dan selipun berpisah kembali dikarenakan selia masih bekerja di kotanya begitu juga brayen yang juga tidak bsa meninggalkan kotanya
"de mungkin mas seminggu sekali akan datang.." kata brayen
"ia mas tidak apa² .yang penting mas datang saja selia sudah senang"jawab selia girang.
"ia udah kalau begitu mas pamit ia de,,doain mas ia.."jawab brayen dengan sayangnya
"tentu seli akan selalu mendoakan mas kok.hati hati ia mas kabarin ade kalo mas sudah sampai ditujuan ia sayang.."pinta selia kepada brayen
"tentu sayang nanti mas kabari ..ia sudah hati² kalau kerja.kabarin mas kalau ada apa².assalamualaikum.."brayen pun pamit kepada selia
"walaikumsalam mas.."seli menyambut tangan suaminya dan menciumnya.
Dan brayenpun pergi kembali pulang kerumah orang tuanya dan bekerja dikotanya
dan kembali dengan aktivitas seprti biasa begitu juga dengan seli.
brayen itu adalah sosok orang yang sangat cuek angkuh, keras hati dan tempramen
semakin lama hubungan mereka semakin terlihat sifat asli masing² dari mereka.
dimana waktu seli sedang bekerja dan sang suami brayen menjemput dan menunggunya didepan kerjaan selia
"de mas sudah didepan ni.masih lamakah pulangnya."tanya brayen lewat ponselnya.
mungkin butuh beberapa menit brayen menunggu balasan dari selia.tidak lama itu seli baru membalas pesannya.
"maaf mas ade baru liat pesannya.mungkin 15 menit lagi mas ade pulangnya.sabar ia."balas seli
karna merasa sudah tau jawabannya brayenpun tak membalas lagi.brayen pun menunggu istrinya dengan setia
tiba waktunya seli pulang keluarlah seli dengan seorang teman laki lakinya yang bernama aldo
__ADS_1
"aku duluan ia do...soalnya suami ku sudah jemput..."sambil menyentuh pundak aldo
"owh sudah dijemput..ok deh sampai besok sel..."sambut aldo menyentuh tangan seli.
tanpa disadarin ternyata sudah ada dua mata yang sangat tajam memadang dari jauh. brayen dengan pandangan yang tidak biasa melihat pemandangasn yang membuat hatinya terasa panas.
"hai mas.."seli membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil
tidak ad jawaban dari brayen hanya diam saja dan memandangi wajah istrinya.
"ada apa mas.ada yang aneh sama seli.."seli merasa aneh dengan sikap suaminya yang memandangi dengan pandangi yang tajam.
tapi tetap brayen tidak menjawab seli dia hanya menggelengkan kepala saja.dan langsung menghidupkan mesin mobilnya dan segera pulang.
di sepanjang perjalanan brayen hanya diam saja.membuat seli merasa lain dengan sikap suaminya.
"mas kenapa?"seli bertanya sambil menyentuh tangan suaminya.
tapi brayen masih diam dan tetap fokus menyetir
"mas ada masalah di kerjaan..?"seli tak berhenti bertanya.
brayen hanya menggeleng saja.
"kalau tidak ada kenapa mas dari tadi diam saja.mas tidak biasanya seperti ini.."seli makin penasaran
"jangan buat saya tidak fokus.."brayen menjawab dengan nada yang sedikit marah.
sampailah dirumah brayen turun lebih dulu dan meninggalkan istrinya yang masih terdiam di dalam mobil.karena seli bingung dengan sikap suaminya yang tiba² mendadak berubah.
"ada apa dengan mas brayen,tidak biasanya dia seperti ini sama saya.."seli semakin bingung dan keluarlah dia dari mobil menyusul suaminya.
mereka hanya banyak diam di dalam rumah.
setelah seli selesai mandi dia segera bersiap siap untuk kedapur memasak makan malam.
sambil memasak seli tidak ada berhentinya memikirkan sikap suaminya.
ditempat lain brayen hanya duduk melamun memikirkan yang barusan dia lihat yang membuat hatinya tidak tenang.
"siapa laki laki itu berani sekali menyentuh tangan seli."brayen mulai gelisah
"ini tidak bisa dibiarkan lama kelamaan bakal jadi parasit dalam rumah tangga ku."brayen mulai berfikir yang tidak²
"tapi belum tentu juga sapa tau dia hanya teman seli...tapi biar teman tidak semestinya begitu."brayen semakin gelisah dan mondar mandir tidak jelas karna merasa tidak tenang hatinya.
"apa lebih baik saya tanya seli saja langsung...hhmmm ah tidak biar seli yang harus bicara sendiri sama saya.."disaat emosi mulai tidak terkendali brayen tetap menjaga gengsinya.
tiba² pintu diketuk oleh seseorang dari luar tidak lain adalah istrinya sendiri seli
"tok,,tok,,tok,,
__ADS_1
"mas ayok kita makan dulu.makanannya sudah siap.."seli memanggil suaminya.tapi tidak ada jawaban dari dalam
karna brayen terlalu fokus memikirkan kejadian tadi sehingga tidak mendengar seli mamanggilnya.
karna tidak ada jawaban selipun nekat membuka pintunya
"loh mas dari tadi adek panggil mas kok diam saja.." tanya seli pada suaminya
"owh maaf tadi saya sedang menerima telpon."dan brayen langsung keluar tanpa menunggu istrinya
"menerima telpon sedangkan ponselnya saja ada dikamar.dasar mas aneh"selipun menyusul suaminya
merekapun makan bersama tanpa ada suara sampai selesai.
disaat mereka sudah didalam kamar karna seli penasaran dengan sikap suaminya diapun akhirnya nekat bertanya.
"mas kenapa kok diamin seli dari tadi.apa seli ada salah sama mas.."mendekati suaminya yang sedang berbaring
brayen malah berbalik membelakangi seli dan tidak menjawab
selipun semakin merasa dicuekin."mas kenapa sih mas giniin seli.kalau seli ada salah seli minta maaf,tapi jangan begini sikap mas.mas seenggaknya ngomong apa kesalahan seli.kalau mas tidak bicara seli tidak tahu.."seli menjadi emosi melihat sikap suaminya.
tiba tiba brayen langsung berbalik dan memandangi istrinya dengan tatapan yang sangat tajam.
"apa kamu bilang kamu tidak tahu apa kesalahan mu.."brayen pun ikut emosi
"ia seli bener tidak tahu mas.."seli bingung
"apa pantas kalau milik saya disentuh oleh orang lain.." dengan nada yang tinggi
"maksud mas.."seli merasa bingung dengan perkataan suaminya
"jelas jelas didepan mata saya qm pegangan tangan sama teman laki laki mu ."brayen berkata sambil membuang wajah.
"astaga itu kah mas.makanya mas dari tadi cuekin seli cuma gara² itu."seli akhirnya tahu jawaban dari sikap cuek dari suaminya
"mas itu tadi teman kerja aku namanya aldo.dan kami hanya teman tidak lebih.tadi itu dia hanya membalas sapaan saya mas bukan maksud lain.."seli mencoba menjelaskan kepada suaminya
"tapikan tidak perlu dengan menyentuh tangan mu,,dek"brayen masih tetap tidak mau kalah.
"mas kita udah terbiasa seperti itu.tapi kami juga tahu batasannya.lagipula itu masih batas wajar kalau menurut saya.jadi mas tidak perlu cemburu sampe sebegininya."seli menjawab sambil tersenyum
"cemburu...saya tidak cemburu saya hanya tidak suka orang lain menyentuh istri saya..."masih menjaga gengsinya
"apa bedanya sayang.."sambil memeluk suaminya
"aku minta maaf mas kalau sikap ku tadi membuatmu tidak senang.saya janji tidak akan mengulangi lagu.."berusaha membujuk suaminya.
"janji ia jangan seperti itu lagi.."bertanya pada istrinya
dan seli hanya menganggukkakan kepala tanda mengerti
__ADS_1
dan mereka pun akhirnya melepas rindu yang tertahan