ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 42


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 42


Sonia terbangun dan melihat adanya Nada di sampingnya. Saat Sonia terbangun, Sonia pegang rambut nada hingga membuat Nada terbangun. Nada sangat bahagia setelah melihat Sonia bangun dan langsung memanggil keluarganya dan memanggil Dokter.


Dokter kemudian datang Lalu periksa Sonia. Setelah dokter periksa Sonia, Dokter berkata Sonia sudah kelihatan membaik.


"Alhamdulillah Sonia sudah sadar dan bisa melewati masa kritisnya dan sekarang keadaan Sonia sudah membaik." Ucap Dokter kepada Nada.


"Alhamdulillah Dokter... terimakasih ya Dokter." Ucap Nada kepada Dokter.


"Tapi untuk saat ini Sonia harus banyak istirahat tidak boleh tertekan. Karena itu bisa mengakibatkan Fatal kepada Sonia. Jadi, Sonia tidak boleh tertekan dalam bentuk apapun karena dia baru sadar. Khawatir karena jika tertekan akan berakibat fatal." Ucap Dokter kepada Nada.


"Iya Dokter saya akan menjaga Sonia dengan baik." Ucap Nada kepada Dokter.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu kalau ada apa-apa kabarin saya." Ucap dokter kepada Nada.


******


Dokter pun keluar dari ruangan Sonia. Sonia pun kemudian di pindahkan ke ruang perawatan. Setelah di pindahkan, keluarga Nada datang ke ruangan Sonia. Arya melihat Sonia lalu peluk Sonia dan mengatakan bahwa Arya sangat merindukan Sonia.


"Sonia juga kangen sama Om Arya. Om Arya sudah bebas dari penjara? Orang itu jahat sekali karena sudah buat Om Arya di penjara." Ucap Sonia kepada Arya.


"Iya sayang, sekarang Om Arya sudah bebas, Sonia senang kan?" Tanya Arya kepada Sonia.


"Sonia senang sekali Om Arya..." Ucap Sonia kepada Arya sambil tersenyum.


Saat Sonia dengan Arya berbicara, tiba-tiba datang Fandy. Fandy melihat Sonia sudah sadar dan langsung peluk Sonia dan membuat Sonia bingung karena sesungguhnya Sonia tidak mengenal Fandy.


"Om siapa?" Tanya Sonia kepada Fandy dan membuat semua orang saling memandang.


"Sonia, ini Papa nak... Aku Papa kandung kamu." Balas Fandy kepada Sonia.


"Bohong!" Mama bilang Papa sudah meninggal." Ucap Sonia kepada Fandy.


"Fandy, bisa kita bicara sebentar. Sonia tunggu di sini ya..." Nada pun kemudian mengajak Fandy keluar dari kamar Sonia.


******


Setelah Nada dengan Fandy keluar dari ruangan Sonia, Nada pun mengatakan semuanya apa yang dikatakan dokter kepada Fandy. Nada kemudian meminta Fandy untuk sabar sampai Sonia sembuh baru mengatakan yang sebenarnya kepadanya Sonia.


"Ya Tuhan... Ini semua salahku. Seharusnya aku tidak meninggalkanmu bersama Sonia. Ya Tuhan... Aku harus bagaimana disamping itu aku sudah menikah dengan Yurisa." Ucap Fandy kepada Nada.


"Terserah kau saja tapi satu hal kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi dan bertanggung jawab atas Sonia. Jangan pernah menyakiti Sonia lagi jika tidak aku akan memisahkan mu dengan Sonia selamanya." Ucap Fandy kepada Nada.


"Aku tidak akan menyakiti Sonia lagi. Aku berjanji kepadamu dan aku akan buat Sonia bahagia dan aku akan berusaha untuk itu. Tapi apa Sonia akan memaafkanku setelah apa yang telah aku lakukan kepadanya dan kepadamu selama tujuh tahun?" Tanya Fandy kepada Nada.


"Kita lihat saja nanti bagaimana pendapat Sonia. Tapi untuk sekarang kita harus bersabar untuk kesembuhan Sonia." Balas Nada kepada Fandy.


Hari berganti Hari keadaan Sonia semakin membaik. Setelah Sonia semakin membaik Kamila dengan Rio pun dikeluarkan dari penjara setelah dua minggu berada di penjara.


******


Di ruangan Sonia, Sonia sedang di suapin makanan oleh Arya dan membuat yang lainnya tersenyum melihat Sonia sudah tersenyum kembali.


"Om Arya kapan Sonia pulang?" Tanya Sonia kepada Arya.


"Hari ini sayang, Mamanya Sonia sedang persiapkan barang Sonia biar kita pulang. Sekarang Sonia makan dulu ya." Ucap Arya kepada Sonia.


"Sonia kita akan pulang sebentar lagi." Ucap Nayla kepada Sonia.


"Iya kak Nayla nanti kita main bersama lagi ya." Ucap Sonia kepada Nayla.


"Sonia, kamu anak yang kuat Tante sangat kagum kepadamu Sonia." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Sonia.


"Om, Tante, kemarin Sonia mimpi indah dan bertemu dengan seseorang." Ucap Sonia kepada Arya dan Maya.


"Oh iya... Memangnya Sonia mimpi apa?" Tanya Maya kepada Sonia.


"Sonia mimpi dua anak kembar, anak kembar itu panggil Tante Maya dan Om Arya dengan sebutan Mama dan Papa. Tapi sayang cuma mimpi." Ucap Sonia sambil tersenyum kepada Arya dan Maya.


Perkataan Sonia membuat Arya dan Maya tersenyum. Tidak berapa lama kemudian setelah Arya suapin Sonia makanan Mereka pun bersiap-siap untuk pulang dari rumah sakit. Setelah semua telah siap Mereka pun langsung pulang dari rumah sakit ke rumah mereka dengan membawa Sonia ke rumah.


******


Sampai di rumah Reynaldi, Sonia pun di bawa ke kamar untuk istirahat dan ditemani oleh Nayla. Setelah kembali ke rumah Maya pun menceritakan tentang mimpi Sonia kepada Diana. Diana sangat bahagia sekali mendengar mimpi Sonia dan berharap mimpi itu menjadi nyata.


"Kita berdoa saja Ma, semoga mimpi Sonia menjadi nyata." Ucap Maya kepada Diana.


"Oh iya Ma, besok lusa kan bulan Ramadhan jadi, malam ini kita makan di restoran ya bagaimana?" Ucap Arya kepada Diana.

__ADS_1


"Boleh juga, kalian bersiap-siap saja nanti malam kita makan di restoran untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan." Ucap Reno kepada Diana, Maya dan Arya.


"Ya sudah kita siap-siap ya..." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Arya, Maya, Reno.


Semua terlihat bahagia karena Sonia telah kembali ke rumah. Malam harinya keluarga Reynaldi pergi ke restoran untuk makan malam bersama.


"Mama, Nayla mau yang itu saja." Ucap Nayla sambil meminta makanan yang dia sukai.


"Iya sayang ini Mama ambilkan." Maya pun mengambilkan makanan buat Nayla.


"Nayla, Sonia besok kita taraweh bersama ya jangan lupa." Ucap Arya kepada Sonia dan Nayla.


"Besok pertama kali nya Nayla taraweh bersama Om Papa, dan Nayla sangat bahagia sekali." Ucap Nayla kepada Arya sambil tersenyum kepada Arya.


"Ya sudah sekarang kita makan sepuasnya dulu." Reno dengan yang lainnya pun makan malam bersama.


Keluarga Reynaldi begitu bahagia dan mereka pun makan malam bersama Begitu juga dengan keluarga Hutama keluarga dan Nugraha Mereka pun menyambut bulan Ramadhan dengan makan malam bersama.


******


Di restoran lainnya keluarga Hutama makan malam bersama dan menyambut bulan Ramadhan dengan penuh bahagia.


"Andaikan ada Maya dengan Nayla di sini." Ucap Rani kepada Tommy.


"Iya Ma, tahun lalu kita menyambut bulan Ramadhan bersama Maya dengan Nayla. Dan sekarang biarlah Maya dengan keluarga baru nya. Lagipula ada Kartika bersama kita." Ucap Tommy kepada Rani.


"Iya Ma, dan Kartika yakin kak Maya pasti sudah bahagia dengan keluarga baru nya. Tapi Kartika berharap kak Maya datang ke rumah kita Lebaran nanti." Ucap Kartika kepada Rani.


Keluarga Hutama terlihat sangat bahagia menyambut bulan Ramadhan dengan penuh bahagia.


******


Sementara itu keluarga Nugraha juga makan bersama di restoran yang lain bersama dengan Raya dan keluarganya.


"Andaikan ada Nayla di sini." Ucap Bram kepada semua orang.


"Bram, Nayla pasti sudah bahagia dengan Mama dan Om Papa nya. Mereka pasti sedang menyambut bulan Ramadhan." Ucap Roy kepada Bram.


"Iya Bram, sekarang biarlah Nayla bersama mereka nanti juga Nayla akan bersama kita bergantian." Ucap Lina kepada Bram.


"Aq juga merindukan Nayla, tapi aku yakin Nayla sedang bahagia di sana." Ucap Raya kepada Bram.


"Nayla anak yang baik, Raya kau sangat beruntung punya anak sebaik Nayla yg mau terima kamu." Ucap Gita kepada Raya sambil tersenyum kepada Raya.


"Boleh saja, besok kita taraweh bersama." Ucap Roy kepada semua orang.


Keluarga Nugraha sangat bahagia makan bersama dengan keluarganya Raya. Boleh kapan makan bersama dengan penuh bahagia untuk menyambut bulan Ramadhan dengan penuh bahagia.


******


Besok harinya di rumah keluarga Reynaldi tiba-tiba Fandy dengan Kamila dan Rio datang ke rumah Reynaldi. Untuk berbicara kepada Arya dan yang lainnya termasuk kepada Sonia. Saat berbicara Fandi mengatakan akan menikahi Nada kembali setelah lebaran dan akan tetap menjadi istri pertamanya Fandy. Semua orang kaget mendengar perkataan Fandy kepada keluarga Reynaldi. Dan Diana pun langsung menampar Fandy di depan semua orang.


"Kau ini sudah gila ya Fandy!" Bentak Diana kepada Fandy.


"Apa maksudmu Fandy? Kau ingin aku di madu begitu? Kau ingin punya dua istri iya begitu?" Tanya Nada kepada Fandy.


"Katakan yang sebenarnya Fandy apa maksudmu!" Bentak Arya kepada Fandy.


"Katakan saja Fandy apa maksudmu? Tadi Kau bilang akan ceraikan Yurisa sekarang kau bilang akan jadikan kembali Nada istri pertama. Dengarkan Mama ya Fandy cukup kali ini kau bikin masalah. Dan satu lagi Mama tidak akan pernah menerima anak yang di kandung Yurisa Paham!" Bentak Kamila kepada Fandy.


"Nada aku minta maaf kepadamu, aku akan tetap menjadikan Yurisa Istriku karena aku juga mencintai nya. Tapi di sisi lain aku juga mencintaimu maka itu aku tetap menjadikan mu istri pertama ku dan Sonia akan tetap jadi anak pertama ku." Ucapan Fandy membuat semua orang kaget mendengarnya.


Karena tidak terima perkataan Fandy, Nada pun kemudian menampar Fandy. Fandy tidak marah dan berkata bahwa dia pantas menerimanya. Arya pun kemudian langsung menghajar Fandy dan dilihat semua orang.


"Dasar bajingan kau Fandy!" Kau pikir aku akan menerima semua itu!" Kau ingin aku berbagi suami dimana letak pikiran mu Fandy! Kalau kau mencintai aku dan mau bertanggungjawab menerima Sonia tidak mungkin kau akan bicara begitu! Aku ini punya perasaan! Aku ini seorang wanita! Bertahun-tahun aku meredam semua ini tapi sekarang kau sudah menghancurkan semuanya! Lebih baik kau ceraikan aku dan jangan pernah temui aku lagi dan Sonia selamanya!" Teriak Nada Sambil menangis.


"Kau tau Fandy, selama bertahun-tahun Nada selalu menderita dan kau tau aku yang selalu ada untuknya. Dan sampai sekarang ini aku selalu melindunginya dan aku pun juga selalu melindungi Sonia. Dan membuat Sonia dan juga Nada merasa bahagia. Tapi apa yang terjadi apa yang kau lakukan dan kau katakan membuat hatinya hancur dan aku tidak akan bisa memaafkan orang sepertimu!" Bentak Arya kepada Fandy.


"Sekarang kalian keluar dari sini! Kau tau, bersusah payah aku membesarkan Nada dan melindunginya tapi apa yang kau lakukan! Kau menghancurkan Nada dan menyakiti nya!" Bentak Reno kepada Fandy.


"Apa yang kau katakan Fandy! Mama tidak setuju yang kau katakan! Tadi kau bilang mau kembali dengan Nada dan juga Sonia tapi apa yang terjadi? Malah kau hancurkan perasaan Nada untuk Yurisa!" Teriak Kamila kepada Fandy.


"Nada berikan aku kesempatan untuk berubah dan memikirkan semua ini. Karena aku bersungguh-sungguh mengatakannya kepadamu. Nada Aku sangat mencintaimu aku juga mencintai Yurisa tapi aku bingung harus bagaimana. Disamping itu aku tidak ingin kehilanganmu dan Sonia. Aku ingin bertanggung jawab atas Sonia Lalu bagaimana dengan Yurisa dia sedang hamil. Bagaimana mungkin aku akan meninggalkannya dalam keadaan hamil seperti itu." Ucap Fandy kepada Nada.


"Oh jadi kau lebih penting kehamilan Yurisa di bandingkan anak kamu Sonia? Yurisa itu hamil anak orang lain bukan anak kamu. Yang harusnya kamu pikirkan itu Sonia bukan kehamilan Yurisa!" Teriak Kamila kepada Fandy.


"Sekarang begini saja kau pilih aku atau Yurisa. Jika kau pilih aku, tinggalkan Yurisa karena aku tidak mau berbagi suami dengan Yurisa maupun dengan siapapun! Tapi jika kau pilih Yurisa lupakan aku dan juga Sonia selamanya." Ucapan Nada membuat Fandy kaget mendengar nya.


"Baiklah aku akan menjawabnya tapi beri aku waktu sampai anak Yurisa lahir sebentar lagi anak itu akan segera lahir baru aku akan memikirkannya jadi tolong berikan aku waktu. Nada menikahlah denganku Aku ingin bersamamu dengan Sonia kita sama-sama lagi menjalin hubungan lagi dan membuka lembaran baru kita bersama-sama mau mulai dari awal lagi hubungan kita bersama dengan Sonia. Aku berjanji akan berubah bentuk Sonia dan untuk kamu Nada karena aku sangat mencintaimu dan aku akan bertanggung jawab atas Sonia." Ucap Fandy sambil memohon kepada Sonia.

__ADS_1


Sonia tiba-tiba datang dan memanggil Mamanya. Lalu kemudian bertanya tentang Fandy dan Kamila kepada Mamanya. Fandy pun mengatakan kepada Sonia bahwa dia adalah Papanya Sonia. Tapi Sonia tidak percaya perkataan Fandy lalu Fandy meminta Nada untuk mengatakan semuanya kepada Sonia. Akhirnya Nada mengatakan semuanya kepada Sonia dan membuat Sonia kaget mendengarnya.


"Kenapa Mama bohong kepada Sonia! Mama bilang Papa meninggal sekarang ternyata Papa masih hidup!" Tanya Sonia kepada Nada dan membuat Nada kaget mendengar nya.


"Sonia jangan bicara begitu kepada Mama kamu. Nada katakan saja semuanya bahwa Fandy telah meninggalkanmu dengan Sonia selama tujuh tahun. Maka itu kamu berbohong kepada Sonia dan mengatakan Fandy sudah meninggal." Ucap Maya kepada Nada.


"Iya nak, yang dikatakan Tante Maya itu benar. Maafin Mama nak, karena Mama bohong kepada Sonia. Mama bohong kepada Sonia, karena Mama sayang kepada Sonia, Mama tidak ingin Sonia menderita setelah Sonia mengetahuinya." Ucap Nada Sambil menangis.


"Sonia, aku ini Papa kamu, Maafkan Papa karena meninggalkan Sonia dengan Mama selama tujuh tahun, Maafkan Papa ya nak." Ucap Fandy kepada Sonia.


"Sonia tidak akan memaafkan Papa! Sonia benci kepada Papa!" Sonia lalu pergi begitu saja ke kamar nya.


"Sekarang kau lihat kan? Sonia membenci mu! Lalu bagaimana jika Sonia tau ternyata Papa nya sudah menikah lagi? Dia akan semakin membenci mu! Sekarang kau pergi lah dari sini karena pembicaraan kita sudah selesai." Ucap Nada kepada Fandy. Saat Nada ingin pergi tiba-tiba Fandy pegang tangan Nada.


"Baik lah aku akan melakukan yang kau inginkan. Tapi beri aku waktu untuk melepaskan Yurisa karena saat ini Yurisa sedang hamil. Aku mohon kepadamu Nada berikan aku waktu sampai anak Yurisa lahir." Ucap Fandy kepada Nada.


"Baik lah, aku akan beri kamu waktu tapi ingat jika dalam tiga bulan kau tidak meninggalkan Yurisa kita akan bercerai dan kau harus melupakan Sonia dan aku selamanya." Ucap Nada kepada Fandy.


Fandy begitu lega atas jawaban yang diberikan Nada kepadanya dan dia berjanji akan memenuhi semua keinginan Nada setelah tiga bulan. Dan akan mengubah semuanya dan memulai lagi dari awal bersama Nada.


******


Disamping itu Rio datang ke rumah keluarga Hutama untuk bertemu dengan Kartika, namun Kartika menolak untuk bertemu dengan Rio. Rio pun tetap menunggu Kartika sampai malam hari. Meskipun hujan Rio tidak peduli dan tetap ingin menemui Kartika dan berbicara dengan Kartika.


"Coba lihat dia dari tadi siang sampai malam belum pulang juga." Ucap Rani kepada Kartika.


"Biarin saja Ma, dan kau Kartika jangan buka pintunya." Ucap Tommy kepada Kartika.


"Pa, Ma, kasihan Rio pasti dia kedinginan apalagi hujan nya lebat. Biar Kartika suruh saja dia pulang." Ucap Kartika kepada Rani dan Tommy.


"Kau mau keluar hujan-hujanan? Tidak! Papa tidak setuju! Papa akan suruh satpam untuk mengusir nya." Ucap Tommy kepada Kartika.


Tommy pun meminta Satpam untuk menyuruh Rio pulang. Satpam pun meminta Rio untuk pulang meskipun menolak dan akhirnya Rio pun pulang dan di intip Kartika dari jendela.


"Tak perlu kau melihatnya begitu. Karena dia pantas menerimanya! Ucap Rani kepada Kartika.


"Kartika, dengarkan Papa, jangan pernah temui Rio paham!" Ucap Tommy kepada Kartika.


******


Hujan semakin lebat Rio pun kembali pulang ke rumah. Setelah pulang ke rumah, Rio langsung menuju kamarnya dan tidur karena kedinginan.


******


Waktu sahur pun tiba. Keluarga Nugraha pun Sahur tanpa adanya Nayla buat pertama kali nya. Lina berkata bahwa dia sangat merindukan saat itu dimana ada Nayla saat sahur bersama.


"Iya Ma, tapi sekarang Nayla sudah bahagia. Tapi kalau Mama rindu Nayla hari Sabtu Bram jemput Nayla untuk tidur di sini." Ucap Bram kepada Lina.


"Tahun lalu kita bersama Nayla, puasa pun bersama Nayla, tapi sekarang sudah berbeda. Bram, jemput lah Nayla hari Sabtu ya..." Pinta Roy kepada Bram.


"Iya Pa, hari Sabtu Bram akan jemput Nayla." Ucap Bram kepada Roy.


"Mama tunggu saat itu, karena Mama sudah kangen sama Nayla. Nanti Mama akan masak makanan kesukaan Nayla." Ucap Lina kepada Bram.


"Iya Ma, Bram juga sudah kangen sama Nayla. "Ucap Bram kepada Rani.


Keluarga Nugraha pun makan sahur bersama meskipun tanpa Nayla bersama mereka.


******


Disamping itu di rumah Raya kedua orang tua ada yang mengatakan tentang Bram dan keputusan Raya untuk menikah dengan Bram. Raya pun mengatakan kalau ini adalah keputusannya meskipun terlalu sulit.


"Terserah kau saja nak, semua keputusan ada kepadamu. Pesan Papa kepadamu apapun itu jika ada apa-apa katakan kepada Papa meskipun itu tentang Bram." Ucap Andhika kepada Raya.


"Raya apapun yang kau putuskan harus kau pikirkan dengan matang karena ini adalah kehidupan mu dan pernikahan mu. Karena Mama dan Papa tidak mau ada kegagalan di pernikahan mu." Ucap Gita kepada Raya.


"Iya Pa, Ma, jangan khawatir." Ucap Raya kepada Gita dan Andhika.


Raya memikirkan perkataan kedua orang tuanya sambil sahur bersama kedua orang tuanya.


******


Sementara di rumah keluarga Reynaldi mereka makan sahur bersama dengan penuh bahagia Arya pun lalu suapin Nayla makanan dan membuat Sonia cemburu melihat Nayla di suapin Arya.


"Nayla mau tambah lagi? Om Papa ambilkan ya buat Nayla. Di makan ya sayang biar cepat besar." Arya pun kemudian suapin Nayla dengan penuh cinta.


"Ma, sekarang Mama juga suapin Nayla." Ucap Nayla dengan penuh manja.


"Iya sini Mama suapin Nayla." Maya pun Suapin Nayla dengan penuh cinta.

__ADS_1


Sonia melihat Arya dengan Maya suapin Nayla dan membuat Sonia cemburu kepada Nayla.


#BERSAMBUNG


__ADS_2