
ORANG KE TIGA EPISODE 87
Di hari ulang tahun Sonia pesta ulang tahun yang mewah yang mana, Ulang Tahun Sonia terbilang mewah. Sonia sangat bahagia merayakan Ulang Tahun nya karena seluruh keluarga dan teman-teman datang.
"Sonia... Selamat Ulang Tahun ya... Kakak selalu berdoa semoga kau bahagia." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Sonia.
"Terimakasih kak sudah datang dan ucapin ulang tahun ku." Ucap Sonia kepada Nayla.
"Sonia... Selamat Ulang Tahun sayang... Om berdoa semoga kamu selalu bahagia sayang..." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Sonia.
"Sekarang kita bisa mulai acaranya. Sonia sekarang kita mulai acaranya." Ucap Reno sambil tersenyum kepada Sonia.
"Baiklah sekarang kita mulai acaranya, acara kali ini adalah acara Ulang Tahun Sonia. Selamat Ulang Tahun Sonia... Sekarang kita akan mulai acaranya yaitu ucapan khusus dari kedua orang tua Sonia." Ucap Pembawa Acara tersebut.
Nada kemudian mengambil mic untuk menyampaikan kata-kata di hari ulang tahunnya Sonia.
"Selamat ulang tahun Sonia, Mama selalu berdoa untukmu dan untuk kebahagiaanmu. Satu harapan terbesar Mama adalah kau selalu bahagia karena itu adalah harapan terbesar Mama. Sonia... Mama sangat menyayangimu dan mencintaimu Maafkan Mama jika Mama tidak bisa memberikan yang terbaik untukmu. Tetapi Mama janji kepadamu akan selalu menjadi yang terbaik untukmu karena Mama sangat menyayangimu dan tidak akan pernah berubah." Ucap Nada sambil peluk dan cium kening Sonia.
"Sonia... Selamat ulang tahun ya sayang Papa selalu berdoa yang terbaik untukmu Maafkan Papa jika Papa tidak bisa memberikanmu kebahagiaan dan Papa bukanlah yang terbaik untukmu. Tetapi Papa janji kepadamu akan memberikan terbaik untukmu dan akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Papa sangat menyayangimu dan mencintaimu dan itu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun dan selamanya tidak akan pernah berubah." Ucap Fandy sambil peluk dan cium kening Sonia.
Semua tepuk tangan dengan meriah setelah mengucapkan kata sambutan untuk Sonia setelah itu acara kembali dimulai lagi dengan memotong kue ulang tahun Sonia.
"Sekarang kita tepuk tangan untuk melanjutkan acara berikutnya yaitu acara potong kue ulang tahun Sonia." Ucap Pembawa Acara tersebut.
Semua tepuk tangan untuk melanjutkan acara ulang tahun Sonia. Acara tersebut dilakukan dengan acara potong kue sambil bernyanyi selamat ulang tahun kepada Sonia.
"Sekarang kedua orang tua Sonia menyuapi Sonia kue ulang tahun dan yang lainnya tepuk tangan untuk di hari ulang tahun Sonia." Ucap Pembawa Acara.
"Sonia... Selamat ulang tahun ya sayang Semoga kamu selalu bahagia." Ucap Nada sambil suapin kue ulang tahun Sonia.
"Sonia... Doa Papa kan selalu menyertaimu, Papa selalu menyayangi mu dan Papa selalu berdoa agar kau selalu bahagia." Ucap Fandy sambil suapin kue ulang tahun Sonia.
"Terimakasih Mama dan Papa..." Ucap Sonia sambil suapin kue ulang tahun kepada Nada dan Fandy.
Setelah Sonia suapin kue ulang tahun yang lainnya juga kue ulang tahun dan membuat Sonia sangat bahagia sekali. Dan semuanya kemudian tepuk tangan di acara ulang tahunnya Sonia.
"Sekali lagi selamat ulang tahun buat Sonia dan sebelum acara permainan kita mulai, kita akan mendengar dulu kata sambutan dari Sonia untuk kedua orang tuanya dan keluarganya. Silakan Sonia ucapan kata sambutan kamu dan harapan kamu untuk mereka." Ucap Pembawa Acara kepada Sonia.
"Terima kasih buat semuanya karena telah datang di acara ulang tahun Sonia. Sonia sangat bahagia sekali karena hari ini kalian semua telah datang untuk menyambut hari ulang tahun Sonia. Sebelum itu, Sonia ingin mengatakan kepada Mama dan Papa bahwa Sonia sangat menyayangi Mama dan Papa dan akan selamanya seperti itu. Terima kasih Mama dan Papa telah membesarkan Sonia dengan penuh kasih sayang dan cinta. Sonia janji akan memberikan yang terbaik Agar kalian selalu bahagia. Om Arya dan semuanya Terima kasih karena kalian telah datang di hari ulang tahunnya Sonia dan Sonia sangat bahagia sekali. Sonia berharap, kita selalu bersama selamanya dan kita selalu bersama-sama selamanya." Ucap Sonia dengan penuh bahagia.
Semua tepuk tangan setelah Sonia mengatakan kata sambutannya untuk keluarganya termasuk untuk orang tuanya.
"Terima kasih buat Sonia karena telah mengatakan kata sambutan Sekarang kita akan melaksanakan acara yaitu permainan bermain bersama dengan Sonia. Mari kita bermain bersama dengan Sonia nanti pemenangnya akan diberikan hadiah kepada teman-temannya Sonia." Ucap Pembawa Acara tersebut.
Pembawa acara tersebut kemudian mengajak Sonia bersama dengan teman-temannya untuk bermain di hari ulang tahunnya Sonia dan pemenangnya akan diberikan hadiah oleh Sonia kepada teman-temannya.
Samping itu di saat acara dimulai, Kamila bertanya kepada Arya apa yang diberikan Arya kepada Sonia dan Kamila mengatakan bahwa Arya pasti akan lebih peduli kepada Nayla daripada Sonia.
"Tapi itu ada faktanya Kau memberikan hadiah besar kepada Nayla dan jangan-jangan hadiah itu lebih murah daripada yang kau berikan kepada Nayla. Nayla itu adalah anak tiri mu Tidak sepantasnya kau lebih mengutamakan dia daripada keponakanmu sendiri. Karena Sonia adalah keponakan kandung sedangkan Nayla dia hanya Anak Tiri di keluarga Reynaldi." Ucapan Kamila membuat Syafira dan Reza kaget.
"Anak Tiri? Maksudmu apa bicara seperti itu? Hari ini adalah ulang tahunnya Sonia dan aku tidak ingin ada keributan di sini di hari ulang tahun Sonia. Sekarang katakan kepadaku Apa maksud perkataan mu?" Pertanyaan Reza membuat semua kaget mendengarnya.
" Tidak ada maksud apa-apa tapi nanti aku akan mengatakan semuanya pada saatnya yang tiba karena, aku tahu semuanya siapa Nayla dan aku akan membongkar semua itu di hadapan semua orang. Ingatlah baik-baik Arya jika kau tidak bisa memberikan lebih kepada Sonia, tetapi kau lebih memperhatikan Nayla daripada Sonia dan kau tidak bisa melakukan itu maka aku akan membongkar semuanya siapa Nayla sebenarnya." Ucapan Kamila membuat semua kaget mendengarnya.
"Ma, jangan mulai lagi, ini adalah hari ulang tahunnya Sonia." Ucap Fandy kepada Kamila.
"Pa, Ma, tidak ada apa-apa yang kami sembunyikan semua baik-baik saja sekarang adalah hari ulang tahunnya Sonia dan kita harus bahagia di hari ulang tahunnya Sonia." Ucap Diana kepada Syafira dan Reza.
"Oma, Opa semua baik-baik saja jangan khawatir tentang hal itu." Ucap Arya kepada Syafira dan Reza.
"Ayo sekarang kita makan-makan karena acaranya telah dimulai dan biarkan anak-anak bermain untuk menikmati permainan mereka." Ucap Reno kepada semua orang.
__ADS_1
Keluarga Reynaldi kemudian makan bersama bersama dengan yang lainnya untuk menikmati hari ulang tahunnya Sonia. Setelah makan-makan bersama, Kamila kemudian meminta Sonia untuk membuka kado dari teman-temannya maupun orang tuanya serta keluarganya termasuk Om Arya.
"Ma, Apakah ini tidak terlalu berlebihan?" Tanya Fandy kepada Kamila.
"Apanya yang terlalu berlebihan? Jadi jika Nayla membuka kado itu juga tidak terlalu berlebihan? Dia juga terlalu berlebihan membuka kado di hadapan semua orang. Jadi ini bukanlah berlebihan Jika kamu menganggap Sonia terlalu berlebihan sama halnya dengan Nayla dia juga terlalu berlebihan." Jawaban Kamila membuat semua kaget mendengarnya.
"Sepertinya kamu sangat membenci Nayla? Katakan kepadaku terus terang Mengapa kau membenci Nayla?" Tanya Syafira kepada Kamila.
"Aku bukan membenci Nayla tapi aku tahu bahwa Nayla itu siapa sebenarnya dan hal itu tidak akan dibenarkan oleh siapapun. Siapapun orangnya, pasti tidak ingin dibohongi oleh siapapun tetapi aku akan memberitahu kepada tante, di saat yang tepat nanti dan tante akan kaget setelah mengetahui kebenarannya." Ucapan Kamila membuat semua kaget mendengarnya.
"Sonia... Ayo sekarang kita buka kado Mama dan Papa sudah tidak sabar melihat Sonia membuka kadonya." Ucap Nada sambil tersenyum kepada Sonia.
"Baiklah sekarang Sonia buka dulu kadonya dari Mama, Papa dan semuanya." Ucap Sonia dengan penuh bahagia.
Sonia kemudian membuka kado satu persatu dari keluarganya termasuk dari Mama dan Papanya setelah membuka kado Sonia terlihat sangat bahagia sekali apalagi Kado dari Om Arya.
"Terima kasih semuanya, Sonia sangat bahagia sekali mendapatkan kado dari kalian semua termasuk dari Om Arya. Kalian semua adalah yang terbaik bagi Sonia dan Sonia sangat senang sekali mendapatkan hadiah dari kalian. Terima kasih atas semuanya termasuk hadiah dari Om Arya." Ucap Sonia dengan penuh bahagia.
"Sonia... Papa dan Mama senang melihat Sonia bahagia." Ucap Fandy sambil peluk dan cium kening Sonia.
"Sonia... Tetap lah seperti ini sayang karena Mama sangat bahagia sekali melihatmu seperti ini." Ucap Nada sambil peluk dan cium kening Sonia.
"Sonia... Sekarang kita sama punya sepeda elektrik yang besar dan kita nanti bisa bermain bersama." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Iya kak Nayla nanti kita bisa bermain bersama." Ucap Sonia dengan polosnya.
"Lihat saja nanti semua rahasia itu akan terbongkar dan aku akan membongkar nya." Ucap Kamila dalam hati.
"Nayla, Sonia kalian adalah kakak adik yang baik, Om harap kalian akan selalu seperti ini." Ucap Bram sambil peluk dan cium kening Sonia dan Nayla.
"Tentu saja Pa karena kami adalah kakak adik... Om Papa juga bilang begitu." Ucapan Nayla membuat Syafira dan Reza kaget mendengarnya.
"Apa maksud perkataan mu Nayla?" Tanya Syafira kepada Nayla.
"Yang di katakan Sonia benar dan kau Nayla harusnya bisa memahami yang Nenek katakan kepadamu paham itu Nayla? Bram itu bukan Papa kamu, tapi Arya lah Papa kamu. Kamu hanya menganggap dia itu Papa kamu tidak lebih!" Ucapan Diana membuat Nayla kaget mendengarnya.
"Bu Diana, Kau ini kenapa dan mengapa kau bicara begitu kepada Nayla Padahal dia mengatakan yang sebenarnya?" Tanya Lina kepada Diana.
"Itu bukan kebenaran tapi kebohongan dan semua yang dikatakan Nayla itu adalah kebohongan. Jika kau mengatakan itu kebenaran maka, kau harus melangkahi mayat ku dulu!" Jawaban Diana membuat Lina kaget mendengarnya.
"Bu Diana... Anda itu sangat egois dan memikirkan diri anda sendiri tidak memikirkan kebahagiaan orang lain dan juga tidak memikirkan perasaan orang lain tetapi Anda memikirkan perasaan Anda sendiri." Ucap Lina kepada Diana.
"Benarkah seperti itu? Sekarang aku bertanya kepadamu, apakah ada Nayla memikirkan perasaanku? Tidak ada sama sekali. Jadi untuk apa aku memikirkan perasaannya! Jadi mulai sekarang apa yang aku katakan adalah benar dan aku katakan adalah kebenaran!" Ucapan Diana membuat semua kaget mendengarnya.
"Ma... Tenang lah..." Ucap Arya kepada Diana.
"Arya, kamu Kenapa diam saja kamu lihat kan bagaimana tadi Mama kamu mengatakan sesuatu tentang Nayla dan mengatakan bahwa Bram bukan ayah kandungnya Nayla padahal apa yang di katakan Nayla itu adalah kebenaran." Ucapan Lina membuat semua kaget mendengarnya.
"Arya, Diana apa maksud perkataannya itu bukan kah Lina adalah adik nya Mamanya Maya? Pertanyaan Syafira membuat Semua kaget mendengarnya.
"Ma, tenang lah..." Ucap Reza kepada Syafira.
"Bagaimana Mama bisa tenang kalau Mama tidak bisa mendapatkan jawaban yang benar dari mereka. Kalau ternyata benar Nayla bukan anaknya Arya Aku tidak akan pernah membiarkan dia tinggal di rumahku kalian mengerti!" Ucapan Syafira membuat semua kaget mendengarnya.
"Tidak masalah Nayla tidak tinggal di sana Aku akan membawanya dan Bram adalah Ayah kandungnya. Dia akan menjaga Nayla dengan baik bersama dengan tante Mamanya yaitu Raya." Ucapan Lina membuat semua kaget mendengarnya.
"Sudah cukup!" Teriak Arya sehingga membuat semua orang kaget mendengarnya.
"Arya..." Ucap Diana kepada Arya.
"Mas Arya..." Ucap Maya kepada Arya.
__ADS_1
"Nayla adalah Anakku Bukan anaknya Bram dan satu lagi tante jangan bicara apapun lagi karena itu adalah faktanya bahwa, Nayla adalah anak kandungku bukan anaknya Bram. Sekarang sudah jelas dan tidak perlu dibahas lagi dan jangan ada lagi yang membahas hal ini karena Nayla adalah anak kandungku bukan anak Bram. Nayla hanya menganggap sebagai Papanya saja tidak lebih dari itu adalah kenyataan dan faktanya tidak akan pernah bisa diubah." Ucapan Arya membuat semua kaget mendengarnya.
"Ya Tuhan... Sampai kapan mereka akan membohongi Oma dan Opa yang seharusnya tidak pantas untuk dibohongi jika seandainya mereka mengatakan yang sebenarnya ini tidak akan terjadi." Ucap Arka dalam hati dengan perasaan kecewa.
"Mengapa Mama menyembunyikan identitas Nayla seharusnya dia mengatakan yang sebenarnya tetapi tidak masalah jika nanti Oma dan Opa mengetahui kebenarannya sudah pasti Nayla akan diusir dari rumah dan itu akan menjadi kenyataan." Ucap Ria dalam hati.
"Sial! Mengapa mereka selalu membuat kebohongan seperti ini untuk kepentingan diri mereka sendiri bukan kepentingan orang lain dan kepentingan bersama Apalagi Mamanya Arya sangat keterlaluan dan mementingkan dirinya sendiri daripada mementingkan perasaan Nayla." Ucap Lina dalam hati dengan perasaan kecewa.
Semua terdiam dikarenakan perkataannya Arya namun pesta ulang tahun Sonia kembali dilakukan dan dilaksanakan dengan baik. Acara kemudian dilakukan dari pagi sampai malam hari hingga acaranya pun selesai. Acara pun selesai dan Mereka kemudian pulang ke rumah masing-masing.
******
Di Rumah Keluarga Reynaldi
Saat sedang sisiran, Reno mengajak Diana untuk berbicara tentang apa yang telah terjadi dan apa yang telah dilakukan Diana namun Diana mengatakan bahwa apa yang dia lakukan adalah benar.
"Mama tidak ingin membahas hal ini lagi karena apa yang Mama lakukan ini adalah benar, sudah pantas Nayla mendapatkan hal seperti ini coba Papa lihat tadi bagaimana Arya memberikan hadiah kepada Sonia? bahkan hadiahnya sama dengan Nayla dan Bukankah Sonia itu keponakan kandungnya tidak seharusnya dia melakukan hal seperti itu." Ucap Diana dengan perasaan kesal.
"Apa Mama cemburu kepada Arya? Sehingga Mama melakukan hal ini dan membuat Mama seperti ini?" Tanya Reno kepada Diana.
"Sudahlah Pa, Mama tidak mau membahas hal ini lagi yang penting ini adalah keputusan Mama jika nanti orang tuanya Papa mengetahui kebenarannya Nanti Mama akan lakukan hal yang lain." Ucap Diana kepada Reno dengan perasaan kesal.
Diana kemudian melanjutkan dengan tidur dan menarik selimutnya sementara itu Reno melihat Diana dan berpikir bahwa Diana terlalu cemburu kepada Arya.
******
Di Kamar Arya
Maya masih saja sisiran sambil bercermin namun di samping itu Arya mendekatinya sambil mengatakan dan meminta maaf kepada Maya tentang apa yang telah dia lakukan di pestanya Sonia.
"Buat apa kamu minta maaf sayang? Tidak ada yang perlu dimaafkan karena itu sudah cukup dan aku sangat mengerti, mengapa kau melakukan hal ini dan ini semua juga demi Mama. Karena dia juga merahasiakan ini dan tidak mungkin kita akan membongkar di hadapan semua orang." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.
"Aku sangat mengerti dan memahami mengapa Mama bersikap seperti itu. Tetapi aku sangat khawatir dia akan melakukan sesuatu lebih dari ini jika kita mengatakan sebenarnya karena aku tidak ingin kehilangan Mama." Ucap Arya kepada Maya.
"Aku sangat mengerti Bagaimana perasaan Mama dan juga Bagaimana perasaanmu dan aku juga mengerti bagaimana perasaan Nayla saat ini. Meskipun hatinya terluka tapi dia tidak pernah mengatakan kepada siapapun bahwa hatinya terluka dan Bram Pasti sangat kecewa sekali setelah apa yang telah terjadi." Ucap Maya kepada Arya.
"Aku bisa memahami semua itu sayang dan aku berharap semua akan baik-baik saja. Apalagi di saat nanti Oma dan Opa mengetahui kebenarannya semua juga akan baik-baik saja dan Nayla akan tetap berada di rumah ini bersama dengan kita dan bahagia bersama selamanya itulah yang akan terjadi." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Maya.
"Sayang... Aku juga sangat yakin bahwa semua akan baik-baik saja kita doakan saja yang terbaik untuk keluarga kita termasuk untuk Nayla dan masa depannya Nayla." Ucap Maya sambil peluk Arya.
"Sayang... Apa kau tahu aku sangat bahagia saat bersama dengan mu hingga akhirnya kita bersama-sama dan itu merupakan hal yang sangat membuat aku bahagia. Terima kasih sayang karena kau selalu memahamiku dan memahami Mama dengan baik dan itu membuat aku sangat bahagia sekali memilikimu." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Maya.
Arya kemudian menggendong Maya setelah itu meletakkannya di tempat tidur sambil tersenyum ke arahnya Maya.
******
1 Minggu Kemudian
Satu minggu telah berlalu, keluarga Nugraha kemudian mengadakan acara tujuh bulanan kehamilannya Raya dengan penuh bahagia dan berharap ini adalah kebahagiaan yang sesungguhnya di keluarga Nugraha.
"Sayang kau terlihat sangat cantik sekali menggunakan baju seperti itu dan membuat aku tergila-gila kepadamu setiap harinya." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Raya.
"Mas Bram... Sayang... Sudahlah nanti ada yang kita apalagi nanti jika Nayla tiba-tiba masuk dan melihat kita." Ucap Raya kepada Bram.
"Itu bagus sekali biar mereka tahu dan biar Nayla tahu bahwa kita saling mencintai. Aku yakin jika Nayla mengetahuinya dia pasti sangat bahagia sekali." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Raya.
"Sayang... Akhirnya kebahagiaan telah datang kepada kita dan kita akan mendapatkannya. Aku berharap kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir dan akan selalu ada untuk kita." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Bram.
"Kebahagiaan akan selalu ada untuk kita karena kita saling mencintai. Sayang... Sampai kapanpun aku akan tetap selalu bersamamu dan kita akan tetap selalu bersama. Aku akan selalu mendampingi mu selamanya sampai kapanpun dan akan tetap mencintaimu itu tidak akan pernah berubah untuk selamanya." Ucap Bram sambil peluk dan cium kening Raya.
Bram kemudian peluk Raya sambil mengatakan bahwa dia sangat mencintainya dan akan selalu bersama dengannya untuk selamanya apapun Yang terjadi.
__ADS_1
#BERSAMBUNG