ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 47


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 47


Nayla begitu sangat bahagia dan itu membuat Roy dan Lina bahagia melihat Nayla yang terlihat sangat bahagia. Keluarga Buana dan Nugraha menikmati jalan-jalan bersama dan makan-makan di restoran kemudian mereka membeli oleh-oleh untuk dibawa ke Indonesia.


"Sayang, ini baju cocok banget untuk anak Maya." Ucap Raya kepada Bram.


"Tapi Sayang apa tidak terlalu cepat? Kita kan tidak tahu jenis kelamin anaknya Maya." Tanya Bram kepada Raya.


"Tidak apa-apa Sayang, ini cocok juga Perempuan dan Laki-laki. Aku beli ya dua lusin, ini kan di Turki belum tentu ada di Indonesia." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Bram.


Raya akhirnya membelikan baju bayi untuk Maya dan dibantu oleh Bram. Sementara yang lainnya membelikan oleh-oleh buat dibawa ke Indonesia ada yang membelikan makanan dan juga pakaian untuk dibawa ke Indonesia.


******


Di Indonesia


Di rumah keluarga Reynaldi, Arya dan Maya masih melihat Fandy berada di luar. Kemudian Arya datang menemui Sonia dan menasehati Sonia agar mau memaafkan Fandy.


"Sonia, kemari nak, Om mau bicara dengan Sonia." Ucap Arya kepada Sonia.


"Ada apa Om?" Tanya Sonia kepada Arya.


"Sonia tau di dunia ini yang paling berharga adalah kedua orang tua kita itu yang paling berharga. Karena mereka Begitu berharga kita harus peduli kepada mereka karena jika nanti mereka tidak ada tidak ada lagi yang berharga di dunia ini. Sonia... Setiap manusia memiliki banyak kesalahan dan diantara kesalahan itu manusia punya hak untuk diberikan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Sonia, Om tanya kepada Sonia, apa Sonia tidak ingin punya Papa? Apa Sonia tidak ingin Papa Sonia kembali?" Tanya Arya kepada Sonia.


"Sonia ingin, Papa Sonia kembali tapi, Papa Sonia sudah menyakiti Mama dan juga Sonia." Jawab Sonia kepada Arya.


"Om tau bagaimana perasaan Sonia tapi apa Sonia tidak mau memaafkan kesalahan Papanya Sonia dan memberikannya kesempatan. Bukankah selama ini saya ingin sekali bertemu dengan Papa Sonia? Sonia mau kan Sonia memaafkan kesalahan Papanya Sonia?" Tanya Arya kepada Sonia.


Nada kemudian tiba-tiba datang menemui Arya dengan Sonia dan mengatakan tentang Fandy yang pingsan di depan rumah. Semua begitu panik dan kemudian langsung membawa Fandy ke rumah sakit untuk diperiksa.


******


Sampai di rumah sakit Fandy pun diperiksa oleh dokter. Setelah diperiksa oleh dokter, dokter mengatakan bahwa Fandy mengalami dehidrasi setelah tidak makan dan minum dalam sehari.


"Apa Dokter? Dehidrasi?" Tanya Nada kepada Dokter.


"Iya itu benar. Sekarang syukurlah dia baik-baik saja dan satu lagi Kalian harus menjaga makanannya dan kesehatannya." Ucap Dokter kepada Nada.


"Dokter, tapi anak saya baik-baik saja kan?" Tanya Kamila kepada Dokter.


"Alhamdulillah Fandy sekarang ini sudah sehat kembali dan baik-baik saja kalian jagalah dengan baik." Ucap Dokter kepada Kamila.


"Iya Dokter kami akan menjaga nya dengan baik." Ucap Nada kepada Dokter.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Dokter lalu pergi begitu saja.


Setelah dokter pergi, Kamila dengan yang lainnya pergi masuk ke dalam ruangan Fandy untuk melihat keadaan Fandy.


******


Setelah mereka masuk ke ruangan Fandy, mereka melihat keadaan Fandi yang terbaring lemah di tempat tidur.


"Fandy... Kenapa kau lakukan hal seperti ini seharusnya Kau tidak melakukannya." Ucap Kamila kepada Fandy.


"Aku pantas menerimanya Ma, karena aku sudah melukai perasaannya Nada dan juga Sonia. Jadi aku pantas menerima semua ini karena ini adalah kesalahanku." Ucap Fandy kepada Kamila.


"Fandy..." Ucap Kamila kepada Fandy.


"Papa..." Ucapan Sonia membuat semua kaget mendengarnya.


"Apa? Sonia... Coba katakan sekali lagi..." Ucap Fandy kepada Sonia.


"Papa... Sonia sudah maafin Papa. Tapi, Papa harus janji kepada Sonia bahwa Papa tidak akan melakukan kesalahan lagi dan meninggalkan mama dan juga Sonia lagi." Ucap Sonia kepada Fandy.


"Sonia... Kemari nak... Sonia anakku Papa janji tidak akan melakukan kesalahan lagi dan meninggalkan Kalian berdua lagi kita akan bersama-sama lagi seperti dulu." Ucap Fandy sambil peluk Sonia dan menangis.


"Benar Papa Janji?" Ucap Sonia sambil tunjukkan jari kelingking.


"Iya Sonia, Papa Janji dan kita akan bersama-sama lagi seperti dulu." Ucap Fandy sambil tunjukkan jari kelingking.


Semua terlihat bahagia ketika Fandy dan Sonia pun telah baikan. Begitu juga dengan Fandy dengan bersama Nada. Setelah Fandy dengan Sonia baikan bersama Nada, Fandy pun melamar Nada dan mengajaknya untuk menikah semua orang setuju karena sudah sepantasnya Nada untuk menikah dan bahagia bersama Fandy.


Arya kemudian mengatakan bahwa dia akan mempersiapkan semuanya untuk pernikahan kedua Nada bersama dengan Fandy. Namun Fandy berkata bahwa dia saja yang mempersiapkannya untuk sebagai ganti karena sudah membuat Nada bersama Sonia menderita, Arya pun setuju usul Fandy.


"Om Arya, sekarang Papa ku sudah kembali dan tidak akan pernah pergi lagi. Tapi, apakah Sonia akan pisah sama Om Arya? Karena Sonia sudah anggap Om Arya seperti Papa Sonia." Ucap Sonia kepada Arya.


"Sonia..." Ucap Arya kepada Sonia.


"Ehmm. Papa tau, Sonia dengarkan Papa nak, Sonia tidak akan pisah dengan Om Arya, karena Om Arya sudah jaga Sonia sejak lahir benar kan?. Sonia tenang saja, nanti Papa dan Oma Sonia cari rumah yang dekat dengan rumah Nenek Sonia, jadi, Sonia jangan sedih lagi... Apalagi sebentar lagi Sonia punya adik sepupu dan akan jadi kakak yang akan melindungi adik nya seperti Om Arya yang melindungi Mama nya Sonia." Ucap Fandy kepada Sonia.


"Iya Sonia, nanti Oma akan cari rumah baru yang dekat rumah Om Arya dan Nenek Sonia." Ucap Kamila kepada Sonia sambil tersenyum kepada Sonia.


"Sonia, dengar kan apa kata Papa dan Oma Sonia? Kita akan tetap bersama-sama sayang jangan khawatir." Ucap Diana kepada Sonia.


Semua terlihat sangat bahagia saat Fandy, Nada dan Sonia telah kembali bersama.


******


Besok harinya Bram dengan keluarganya kembali ke Indonesia setelah sampai ke Indonesia mereka pun kemudian berkunjung ke rumah Maya dan Arya. Berikan oleh-oleh buat Maya dan Arya bersama dengan keluarganya.

__ADS_1


"Maya ini semua hadiah khusus untukmu dan keluarga dan ada satu hadiah khusus untuk anakmu yang kelahiran nanti." Ucap Raya kepada Maya.


"Apa ini Raya?aku buka ya..." Ucap Maya sambil membuka isi hadiah tersebut.


"Itu baju bayi untuk anak kamu aku dengan Mas Bram yang membelikan nya dari Turki untuk mu." Ucap Raya kepada Maya.


Mendengar perkataan Maya, Diana Langsung marah-marah kepada Raya dan membuang hadiah tersebut dan mengatakan bahwa Raya tidak boleh memberikan hadiah kepada Maya perlengkapan bayi sebelum waktunya. Jika Raya memberikannya sebelum usia kandungan Maya tujuh bulan maka Sesuatu akan terjadi.


"Ada Apa bu Diana?" Tanya Rani kepada Diana.


"Coba kamu lihat Bu Rani Apa yang dilakukan Raya kepada Maya Dia memberikan Maya perlengkapan bayi usia kandungan Maya belum tujuh bulan itu kan tidak baik." Ucap Diana kepada Rani.


"Raya harus cukup berhati-hati melakukannya dan jangan terlalu cepat memberikan kepada Maya, Kok bisa memberikan kepada Maya saat usia kandungannya tujuh bulan. Sekarang buka bawa saja pulang kau bisa memberikannya nanti saat usia kandungan Maya tujuh bulan." Ucap Rani kepada Raya.


"Ma, jangan begitu kepada Raya." Ucap Maya kepada Rani.


"Maya ini semua demi kebaikan kita bersama dan kau harus menurutinya kau mengerti itu dan kau juga sudah tau kan waktu kau hamil Nayla." Ucap Rani kepada Maya.


"Bener Apa kata Mama jadi kak Maya, turiti saja perkataan Mama karena ini semua demi kebaikan kak Maya juga kan? Jadi Kak Maya turuti saja keinginan Mama." Ucap Kartika kepada Maya.


"Maya, aku minta maaf aku tidak tau ini akan terjadi. Aku bawa pulang saja dulu nanti akan aku berikan kembali kepadamu setelah anakmu lahir nanti." Ucap Raya kepada Maya.


" Bu Diana, Bu Rani maaf tentang Raya tadi. Maklum saja Raya baru saja menikah dengan Bram aku juga tidak tahu kalau Raya yang membelikan ini kepada Maya. Tapi kau jangan khawatir semua akan baik-baik saja." Ucap Lina kepada Diana dan Rani.


"Ma... Sudahlah Raya kan tidak tau jadi sudah tidak apa-apa. Raya sudah lah tidak apa-apa kok semua akan baik-baik saja." Ucap Maya kepada Raya.


"Mama coba lihat baju princess ku dan mainan ku." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Wahh baju dan mainan nya bagus.. Siapa yang belikan?" Tanya Maya kepada Nayla.


"Papa dan Tante Mama yang belikan." Jawab Nayla dengan polosnya.


"Ehmm ya sudah sekarang Nayla simpan ya mainannya dan baju nya..." Ucap Maya kepada Nayla sambil tersenyum kepada Nayla.


******


Di samping itu di rumah Kamila, Kamila sedang mencari rumah baru di dekat rumahnya Diana. Kamila meminta seseorang untuk mencarikan rumah di dekat rumahnya Diana.


"Kalian cari rumah itu jika ketemu kabari secepatnya." Ucap Kamila kepada Bodyguard.


"Baik lah Bu Kamila, kami akan mencari rumah itu dan jika ketemu akan kami beritahukan kepada Ibu Kamila." Ucap Bodyguard kepada Kamila.


"Ma, apa Mama yakin dengan keputusan Mama?" Tanya Rio kepada Kamila.


"Tentu saja Mama yakin, ini semua demi Sonia. Lagipula sebentar lagi Nada dengan Fandy akan rujuk, sudah saat nya mereka bahagia." Ucap Kamila kepada Rio.


Kamila begitu bahagia karena nanti dengan Fandi akan segera menikah lagi dan Sonia akan tinggal di rumahnya selamanya. Kamila kemudian mencari rumah yang dekat dengan rumah Diana agar suaminya betah tinggal di rumah barunya.


******


Di kantor Mahesa, Mahesa sangat kaget mendengar bahwa Fandy akan pindah ke rumah Kamila karena akan segera menikah dengan Nada namun Mahesa tidak setuju apa yang Fandy diputuskan.


"Ini adalah keputusan Fandy dan tidak akan pernah berubah Pa." Ucap Fandy kepada Mahesa.


"Kenapa kau tidak tinggal di sini bersama Nada?" Tanya Mahesa kepada Fandy.


"Tidak Pa, ini adalah permintaan Sonia. Papa jangan khawatir rencana kita untuk keluarga Nugraha akan tetap berjalan dan kita akan melakukannya." Ucap Fandy kepada Mahesa.


"Bagaimana jika gagal kau tahu kan jika kau berada di sana kita kita tidak bisa mengambil semua yang dimiliki keluarga Nugraha." Ucap Mahesa.


"Papa jangan khawatir aku sudah persiapkan semuanya dengan baik." Ucap Fandy kepada Mahesa.


******


Malam harinya di rumah keluarga Renaldi nada Masih memikirkan pernikahannya dengan Fandy. Melihat hal itu Arya kemudian mengajak Nada untuk berbicara dengannya.


"Ada apa Nada?" Tanya Arya kepada Nada.


"Kak, Kenapa aku merasa bahwa sesuatu akan terjadi setelah aku menikah dengan Fandy. Mengapa aku merasa tidak enak dan merasa tidak bahagia." Ucap Nada kepada Arya.


"mungkin itu hanya pikiranmu saja apalagi kau dengan Fandi akan segera menikah lagi ini semua untuk Sonia." Ucap Arya kepada Nada.


"Entahlah kak mungkin saja itu hanya perasaanku saja tapi aku tidak mengerti kenapa aku merasa seperti ini. Tapi aku harap ini hanya perasaan aku saja." Ucap Nada sambil tersenyum kepada Arya.


Nada merasa khawatir dan itu membuat Arya ragu untuk merestui Fandi dengan Nada. Namun untuk kebahagiaan Sonia, Arya merestui kembali Nada dengan Fandi dan mengizinkannya menikah.


******


Di rumah keluarga Nugraha, Raya masih mengingat perkataan dari Diana dan Rani. Namun tetap mengatakan agar Raya tidak terlalu memikirkannya.


"Sudah lah sayang jangan terlalu dipikirkan." Ucap Bram kepada Raya.


"Aku bukan memikirkan masalah itu tetapi aku memikirkan masalah Nada dengan Fandy yang akan segera menikah." Ucap Raya kepada Bram.


"Emangnya kenapa sayang, biarkan mereka menikah karena sudah sepantasnya mereka bahagia apalagi Sonia butuh sosok figur seseorang ayah." Ucap Bram kepada Raya.


"Iya sayang aku tahu tetapi apa mereka harus rujuk Kembali? Kau tau kan bagaimana keluarganya Fandy? Aku hanya sangat khawatir sayang kepada mereka." Ucap Raya kepada Bram.


Bram hanya terdiam mendengar perkataan dari Raya. Bram meminta Raya Untuk selalu mendoakan Nada agar terlihat baik-baik saja.

__ADS_1


******


Di samping itu Lina meminta Roy untuk berbicara kepada Bram tentang anaknya Yurisa. Lina berkata bahwa karena harus tinggal bersama dengan Bram dan juga Raya.


"Tapi Ma, Raya sudah berikan anak itu kepada Yurisa jadi bagaimana mungkin kita bisa merebutnya dari tangan Yurisa." Ucap Roy kepada Lina.


"Raya meminta Yurisa untuk membawa bayinya pulang? Kenapa Raya melakukan hal seperti ini." Tanya Lina kepada Roy.


"Ma, ini adalah keputusan Raya tapi sudahlah Ma, kita hargai keputusan Raya. Sekarang kita fokus kepada Mahesa karena dia adalah musuh kita. Mahesa itu tidak akan tinggal diam, dia akan merebut apapun yang dia inginkan dan kita harus hati-hati kepadanya.


Hari berganti Hari persiapan pernikahan Fandy dengan nada telah dilakukan hingga tiba saatnya Hal itu pun tiba.


******


1 bulan kemudian


Fandy dengan keluarganya sudah mendapatkan rumah di dekat rumahnya Diana dan bila kabel sudah pindah ke rumah tersebut. Setelah pindah rumah Nada dengan Fandy pun menikah secara resmi untuk kedua kalinya.


Pesta pernikahannya pun berteriak meriah dan juga mewah. Di sana Mahesa pun bertemu dengan Reno Reynaldi dan mencoba untuk mendekatinya.


"Bos, keluarga Reynaldi orang kaya hebat punya dua perusahaan dan memiliki tanah yang berhektar-hektar. Dan orang itu adalah Reno Papa nya Nada." Ucap Bodyguard kepada Mahesa.


"Fandy tidak salah memiliki Nada jadi dengan itu aku bisa membuat apa yang dimiliki keluarga Reynaldi melalui Fandy.


"Benar sekali itu akan tetapi kita harus berhati-hati jika ketahuan tujuan kita menikahkan sandi kembali dengan nada maka keluarga Reynaldi akan mengambil nada dan juga Sonia." Ucap Bodyguard kepada Mahesa.


******


Di samping itu Nada masih terlihat khawatir Apa yang akan terjadi setelah ini. Maya melihat Nada yang terlihat khawatir mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.


"Aku hanya khawatir tidak lebih dari itu." Ucap Nada kepada Maya.


"Kakak tau itu Nada. Tapi kakak bahagia akhirnya kau akan mendapatkan kebahagiaan bersama Fandy dan Sonia akan mendapatkan kasih sayangmu dari seorang ayah kandungnya." Ucap Nada kepada Maya.


"Selamat ya Nada semoga kau bahagia bersama Fandy satu hal kau harus berhati-hati dengan ayahnya Fandy yaitu Pak Mahesa." Ucap Kartika kepada Nada.


"Kartika..." Ucap Maya kepada Kartika.


"Aku hanya mengatakan nya saja kak..." Ucap Kartika kepada Maya.


Di samping itu Fandy ngobrol dengan Rio bersama-sama. Rio mengatakan kepada Fandy bahwa Fandy harus membuat Nada bahagia.


"Kakak Pasti akan buat Nada bahagia selamanya bersama dengan Sonia karena Kakak sangat mencintai mereka." Ucap Fandy kepada Rio.


"Aku akan pegang kata-kata kakak itu tapi ingat jika Kakak menyakiti mereka aku tidak akan membiarkan itu terjadi dan tidak akan memaafkan apa yang kakak lakukan kepada mereka." Ucap Rio kepada Fandy.


"Kau jangan khawatir kakak tidak akan pernah menyakiti mereka lagi selamanya." Ucap Fandy kepada Rio.


Pesta pernikahan Nada dengan Fandy terlebih dahulu mewah dan pria ada bernyanyi ada juga berdansa dan menari.


Setelah pernikahan Fandy dengan adapun berjalan-jalan honeymoon ke Swiss untuk kedua kalinya bersama dengan Sonia.


******


1 bulan kemudian


Setelah honeymoon bersama Fandy dengan Nada kembali ke Indonesia.


Sementara di rumah sakit, Maya dengan Arya sedang periksa kandungan Maya yang sudah berusia tiga bulan.


"Bagaimana Dokter udah bisa di lihat jenis kelamin nya?" Tanya Arya kepada Dokter.


"Sayang, ini masih tiga bulan, kita tunggu saja ya Sayang.." Ucap Maya kepada Arya.


"Janin nya ada dua, bayi kalian kembar. Keduanya sehat dan juga Ibu nya. Tapi Bu Maya harus bisa jaga kesehatan ya, karena Bu Maya hamil anak kembar dan harus jaga kesehatan nya. Saya berikan Vitamin dan penguat janin ya Bu Maya..." Ucap Dokter kepada Maya.


"Sayang, penguat janin maksud Dokter apa ya?" Tanya Arya kepada Maya.


"Sayang ini untuk kesehatan anak kita, kau jangan khawatir ya." Ucap Maya kepada Arya.


"Dokter apa istri saya baik-baik saja?" Tanya Arya kepada Dokter.


"Istri anda baik-baik saja Pak, hanya saja janin nya sedikit lemah mungkin karena ini kehamilan yang kedua. Tapi saya akan berikan obat penguat janin dan Vitamin ya." Ucap Dokter sambil berikan Obat kepada Arya dan Maya.


"Terimakasih Dokter." Ucap Maya kepada Dokter.


"Ayo Sayang kita pulang." Ucap Arya kepada Maya.


Maya dengan Arya pun kemudian pergi meninggalkan rumah sakit.


******


Sementara di kantornya Roy Nugraha, Mahesa datang menemui Roy dan membuat nya kesal.


"Apalagi yang kau inginkan sebenarnya Mahesa katakan kepadaku!" Ucap Roy kepada Mahesa.


"Jika aku mengatakan nya apakah kau akan memberikan nya? Bertahun-tahun kau sudah merebut nya dariku bahkan dia menikah dengan mu dan apakah kau akan memberikan nya kepadaku?" Pertanyaan Mahesa membuat Roy kaget mendengarnya.


#BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2