ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 81


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 81


Arya dengan Arka membuat kejutan spesial hari Ayah. Mereka mengajak keluarga nya ke restoran mewah yang sudah di siapkan oleh mereka. Setelah mereka berkumpul, seluruh keluarga begitu kagum akan kejutan yang spesial.


"Arya, Arka..." Ucap Reno sambil tersenyum kepada Arya dan Arka.


"Selamat hari Ayah buat Papa tersayang, Papa adalah pahlawan bagi Arya, semangat Arya bahkan Arya ingin sekali seperti Papa karena Arya sangat mencintai dan menyayangi Papa." Ucap Arya sambil peluk Reno.


"Selamat hari Ayah buat Papa. Pa, ini adalah pertama kalinya Arka ucapkan selamat Hari Ayah. Pa, setelah kita pertama kali bertemu, Arka sangat bahagia sekali Arka merasa jiwa Arka sudah kembali karena sudah bertahun-tahun lamanya kita tidak bertemu dan hingga akhirnya kita bertemu. Arka sangat bahagia punya Papa yang baik dan perhatian, penyayang dengan penuh cinta. Terimakasih ya Pa, atas semua kasih sayang yang Papa berikan utk ku dan satu lagi aku sangat menyayangi dan mencintai Papa selamanya." Ucap Arka sambil peluk Reno.


"Pa, selamat hari Ayah... Nada minta maaf kalau Nada belum bisa membahagiakan Papa. Tapi satu hal yang harus Papa ingat, Papa adalah cinta pertama Nada dan akan selalu seperti itu. Terimakasih karena Papa selalu ada untuk Nada dan selalu melindungi Nada, Papa adalah hidup Nada. Nada sangat menyayangi dan mencintai Papa selamanya." Ucap Nada sambil peluk Reno.


"Arya, Arka, Nada terimakasih atas semuanya dan kejutan ini. Papa sangat terharu, kalian adalah anak-anak Papa yang hebat dan Papa bangga sama kalian. Papa juga minta maaf karena belum bisa jadi Papa yang terbaik buat kalian. Tetapi satu hal Papa juga sangat menyayangi dan mencintai kalian Selamanya karena kalian adalah jiwa dan hidup Papa." Ucap Reno sambil peluk Arka, Arya dan Nada.


Reno, Nada, Arya dan Arka kemudian pelukan bersama hingga membuat semua orang terharu.


"Pa, Selamat hari ayah, Papa tahu, Papa adalah cinta pertama Maya dan Maya akan selalu menyayangi dan mencintai Papa. Pa, maafkan Maya karena Maya belum bisa membahagiakan Papa tetapi Maya janji akan berusaha untuk membahagiakan Papa. Karena Maya sangat menyayangi dan mencintai Papa selamanya." Ucap Maya sambil peluk Tommy.


"Terima kasih sayang, Papa juga sangat menyayangimu dan mencintaimu Papa minta maaf, karena belum bisa memberikan yang terbaik untukmu. Kau ada cinta pertamanya Papa dan Papa ingin melihatmu selalu bahagia tetaplah selalu bahagia sayang." Ucap Tommy sambil peluk dan cium kening Maya.


Mereka semua Kemudian pelukan setelah itu mereka kemudian membuka kado masing-masing.


"Ayo Pa tolong dibuka kado dari Arka, karena ini adalah yang pertama kalinya Arka membelikan kado di hari ayah ini Papa." Ucap Arka kepada Reno.


"Baru saja seminggu yang lalu memberikan hadiah ini sudah ada lagi. Ma, Jangan cemburu karena ini juga pasti Untuk Mama. Wahhh ini Syal, bagus sekali Syal ini, Papa akan memakainya untuk mu terima kasih karena kau memberikan ini untuk Papa Kau adalah anak yang terbaik meskipun sudah bertahun-tahun kita akhirnya bertemu dan Papa sangat menyayangimu kau adalah kebanggaan Papa." Ucap Reno sambil peluk dan cium kening Arka.


"Terimakasih Pa, karena menyukai pemberian dari Arka sebenarnya Arka bingung mau kasih hadiah apa tetapi karena menantu Papa yang cantik ini dia adalah ide dari segalanya." Ucap Arka sambil tersenyum kepada Reno dan Ria.


"Kamu bisa saja Mas..." Ucap Ria sambil tersenyum kepada Arka.


"Mas Arya ayo sekarang berikan kado itu untuk Papa." Ucap Maya kepada Arya.


"Mama penasaran apa isinya ayo dibuka karena Mama ingin melihatnya." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Reno.


"Pa, ini adalah kado yang spesial dari Arya untuk Papa." Ucap Arya kepada Reno.


"Ma, Papa akan buka kado dari anak kesayangan Mama ini karena Papa yakin mungkin ini akan membuat Mama cemburu. Syal dan sebuah foto? Arya, ini seperti selimut tetapi sangat bagus terima kasih Syal nya, jika nanti harinya dingin Papa akan memakainya. Dan foto ini Kapan kalian membuatnya Ya Tuhan... Arka, Arya, Nada Kalian bertiga foto bersama. Tapi nanti kita akan foto keluarga bersama setelah Oma dan Opa kalian datang ke Indonesia. Ini sangat berharga sekali nanti kita akan pajang di rumah. Terima kasih sayang meskipun kau adalah anak kesayangan dari Mama dan kamu adalah yang paling disayang di rumah, tetapi kau bisa mandiri dan ini membuat Papa sangat bangga kepadamu. Tetaplah seperti ini dan jangan pernah berubah meskipun sekarang kau sudah menikah dan punya anak." Ucap Reno sambil peluk dan cium kening Arya.


"Pa, Syal ini juga adalah idenya Maya karena sebelumnya Arya ingin membelikan Papa sebuah mobil tetapi kata Maya cukup membelikan Syal saja. Dan Arya tidak menduga bahwa Arya dengan Kak Arka sama-sama memberikan syal untuk Papa. Jangan-jangan Nada juga sama memberikan syal untuk Papa." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Nada dan Reno serta Maya.


"Ma, tidak salah kita memilih menantu seperti Maya yang begitu perhatian kepada kita dan juga kepada Arya. Arya, tetap selalu menyayangi dan mencintai Maya dan jangan pernah menyakitinya." Ucap Reno sambil tersenyum kepada Arya.


"Nada, ayo berikan kado untuk Papa kamu meskipun sama Karena Mama juga penasaran." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Nada.


"Kadonya saja belum dibuka dan belum diberikan kepada Papa. Pa, kadonya untuk Papa meskipun sederhana tetapi isinya sangat berharga." Ucap Nada sambil berikan kado kepada Reno.


"Ma, Papa buka dulu kado dari anak kesayangan Papa ini. Ehmmm benar kata Arya, Syal dan jam tangan, Jam tangan ini pasti sangat mahal sekali Papa pasti akan memakainya. Terima kasih ya sayang semua yang kau berikan ini sangat berharga dan Kalian adalah anak-anak yang sangat baik dan Papa menyayangi kalian." Ucap Reno sambil peluk Arka, Arya dan Maya.


"Ehmm Mama cemburu nih, masa Papanya saja yang dipeluk Mamanya tidak." Ucap Diana dengan perasaan kesal.


Arya, Arka dan Nada kemudian peluk Diana dan kemudian mereka pelukan bersama.


"Maya, Sekarang giliranmu." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Maya.


"Ehmmm Pa, kado spesial dari Maya dan Maya harap Papa menyukainya." Ucap Maya kepada Tommy.


"Pasti hadiahnya sama. Tuh benar Syal yang bagus dan sebuah Laptop. Maya... Terima kasih sayang Papa sangat senang sekali mendapatkan hadiah ini. Laptop ini pasti sangat mahal sekali dan Papa sangat bahagia Papa menyayangimu dan mencintaimu." Ucap Tommy sambil peluk dan cium kening Maya.


"Kak Ria... Kenapa menangis?" Tanya Nada kepada Ria.

__ADS_1


"Kakak terharu saja... Andaikan orang tua kakak masih ada pasti kakak sudah berikan hadiah untuknya. Tapi kakak senang karena kakak punya kalian dan itu yang penting." Ucap Ria sambil usap air mata nya.


"Ria... Kami adalah orang tuanya Arka itu berarti kami juga orang tuamu dan kami akan selalu menganggapmu sebagai anak kami. Sekarang kau jangan sedih lagi karena kami akan selalu ada untuk mu." Ucap Diana sambil peluk dan cium kening Ria.


Jika semua kemudian pelukan serta menikmati kebahagiaan mereka dan hidangan yang sudah tersedia di restoran. Setelah menikmati hidangan di restoran, Reno kemudian menghubungi orang tuanya yang berada di Amerika untuk memintanya datang ke Indonesia.


"Halo Ma, kapan Mama datang ke Indonesia? Arya sudah dewasa sekarang dan menikah bahkan Mama sudah punya cicit kita sudah lama tidak bertemu dan satu lagi ada yang ingin Reno tunjukkan untuk Mama. Jadi datang kemari dan pindah ke Indonesia buat apa lama-lama di Amerika. Tentang bisnis di Amerika itu akan Reno urus nanti yang penting Mama dan Papa pindah ke Indonesia karena akan ada kejutan buat kalian nantinya spesial di hari ayah dan ibu untuk Mama dan Papa." Ucap Reno kepada Syafira.


"Apa yang akan kau tunjukkan kepada Mama? Mama penasaran apa yang kau tunjukkan tetapi Nanti Mama akan datang bersama dengan Papa mu Indonesia." Ucap Syafira kepada Reno.


"Kalau bisa besok saja Mama dengan Papa datang karena kejutannya ini sangat spesial dan jangan sampai nanti kecewa." Ucap Reno kepada Syafira.


"Baiklah kalau begitu besok Mama akan datang bersama dengan Papamu sekalian Mama ingin bertemu dengan cicit Mama dan juga cucu Mama serta menantu. Mama harap Arya memiliki istri yang sesuai dengan apa yang pernah Mama katakan kepadamu. Ya sudah tunggu saja besok Mama datang karena Mama akan pesan tiket sekarang untuk ke Indonesia." Ucap Syafira kepada Reno.


"Iya Ma jangan khawatir Arya menikah dengan wanita yang terpandang seperti keinginan Mama dan Mama akan melihat wanita itu. Dia sangat baik, pengertian dan sangat menyayangi Arya dan keluarga kita itu yang paling penting sekarang. Jadi Mama datanglah kemari bersama dengan Papa karena akan ada kejutan nantinya apalagi Arya telah memiliki anak kembar." Ucap Reno kepada Syafira.


"Baiklah kalau begitu Mama datang bersama dengan Papamu setelah urusan kami selesai tinggal sedikit lagi. Jika sudah selesai besok kami akan datang ke Indonesia tunggu saja." Ucap Syafira kepada Reno.


"Kami akan menunggu kedatangan Mama dan kami juga sudah mempersiapkan kejutan itu karena ini sangat spesial sekali. Ya sudah kalau begitu akan Reno siapkan semuanya agar cepat selesai dan Mama dengan Papa bisa kembali ke Indonesia besok. Reno tutup dulu teleponnya titip salam buat Papa." Ucap Reno yang kemudian tutup telponnya.


"Pa, maksud yang Oma katakan itu apa tentang Maya? Maya adalah wanita yang baik meskipun dia pernah menikah tetapi itu adalah masa lalu." Tanya Arya kepada Reno.


"Oma kamu memang seperti itu tetapi dia pasti akan menerima Maya dengan baik bersama dengan Nayla jangan khawatir tentang hal itu. Apalagi setelah dia melihat anak kalian nanti dan juga melihat Arka karena ini adalah kejutan yang sangat spesial." Ucap Reno sambil tersenyum kepada Arya.


"Arka sudah tidak sabar menunggu kehadiran Oma dan Opa." Ucap Arka sambil tersenyum kepada Reno.


"Arya, Maya... Semua akan baik-baik saja kalian jangan khawatir Jadi sekarang kita nikmati saja acara kita ini dan jangan sampai acara kita ini berubah menjadi kesedihan." Ucap Rani kepada Arya dan Maya.


"Ya sudah ayo kita lanjutkan acara ini dengan makan-makan bersama." Ucap Arya kepada semua orang.


"Wahhh makanan nya enak sekali Ayo Pa, Ma, mari kita makan bersama." Ucap Sonia dengan polosnya.


"Sonia, sini duduk dekat Oma." Ucap Kamila kepada Sonia.


Keluarga Hutama dan keluarga Reynaldi kemudian melanjutkan makan bersama dengan penuh bahagia untuk merayakan hari ayah tersebut.


******


Di rumah keluarga Nugraha


Rena sedang menangis, namun Nayla sedang bersama dengannya dan mencoba untuk mendiamkannya Bram kemudian datang Lalu menggendong Rena dengan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.


"Pa, seandainya orang tuanya Rena masih hidup pasti Rena tidak akan kesepian." Ucap Nayla kepada Rena.


"Tapi sayang, Rena sekarang sudah punya orang tua dan Papa dengan tante Mama sudah mengangkatnya sebagai anak jadi dia tidak akan pernah kesepian lagi." Ucap Bram kepada Nayla.


"Ehmmm Pa, Nayla punya hadiah buat papa dan mungkin Papa akan sangat bahagia melihatnya tunggu di sini sebentar akan Nayla ambil hadiahnya." Ucap Nayla sambil mengambil hadiah.


"Maafkan Papa Nayla, Papa terpaksa bohong kepada Nayla tetapi jika Nayla tahu yang sebenarnya, Nayla tidak akan menerima Rena sebagai adiknya Nayla." Ucap Bram dalam hati.


"Pa, Nayla punya hadiah untuk Papa, Nayla harap Papa menyukai hadiah tersebut karena ini hadiah yang sangat spesial di hari ayah untuk Papa." Ucap Nayla sambil berikan hadiah ke Bram.


"Papa buka ya sayang.... Syal yang bagus... Kapan Nayla belikan ini untuk Papa? Dan sebuah foto lukisan ini... Papa, Tante Mama, Nayla, Rena dan adik H. Ehmm siapa itu H?" Tanya Bram kepada Nayla.


"Papa bilang ke Tante Mama Balon Hijau jadi artinya adik Balon Hijau dan itu untuk Papa sebagai kenang-kenangan untuk kita setelah nanti Adik lahir dan juga Rena dewasa mereka akan tahu dan melihat foto keluarga kita." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Terima kasih ya sayang kedua adiknya Nayla Pasti sangat senang sekali. Dan Syal ini, Papa terima kasih kepadamu Papa akan memakainya untukmu. Nayla selamanya Kau akan menjadi putri kesayangannya Papa dan itu akan terjadi selamanya." Ucap Bram sambil peluk dan cium kening Nayla.


Raya melihat dari kejauhan di mana Bram pelukan dengan Nayla dan berharap Nayla akan selalu bahagia dengan keadaannya yang seperti ini. Setelah pelukan, Bram kemudian keluar dan mengambil sesuatu untuk diberikan kepada Roy.

__ADS_1


******


Lina mendatangi Roy dengan bercerita tentang bagaimana kehidupan sekarang ini setelah Bram menikah dengan Raya.


"Mas, semua telah berubah dan Bram sekarang sudah menikah dengan pilihan kita dia juga sudah bahagia dan kita juga harus bahagia." Ucap Lina kepada Roy.


"Iya Ma, tapi ada satu hal yang mungkin tidak akan bisa kita ungkapkan kepada Nayla meskipun semua telah berubah tetapi itu tidak akan mungkin bisa kita ungkapkan." Ucap Roy kepada Lina.


"Mas..." Ucap Lina kepada Roy.


"Bagaimana jika seandainya Nayla tahu siapa Rena sebenarnya mungkin hatinya akan sangat terluka karena ini adalah rahasia terbesar yang kita simpan dan mungkin tidak akan kita katakan kepada Nayla karena ini pasti akan sangat sulit untuk Nayla terima." Ucap Roy kepada Lina.


"Ma, Pa... Ternyata kalian ada di sini. Kebetulan Ada yang ingin aku katakan kepada Papa dan Mama." Ucap Bram yang tiba-tiba datang.


"Bram... Ada apa sayang..." Tanya Lina kepada Bram.


"Pa, Ma maafkan Bram jika Bram selalu menyakiti perasaan kalian dan belum bisa membuat kalian bahagia. Tetapi Bram kemari ingin mengatakan bahwa Bram sangat bahagia bersama dengan kalian dan Bram sangat menyayangi dan mencintai kalian. Di hari ayah ini Bram ingin mengucapkan selamat hari ayah untuk Papa tersayang dan Bram akan memberikan hadiah yang spesial untuk Mama dan juga Papa meskipun ini tidak seberapa tetapi isinya sangat bernilai." Ucap Bram sambil usap air mata nya.


Bram kemudian memberikan hadiah tersebut kepada Lina dan Roy sebagai tanda kasih sayangnya kepada orang tuanya.


"Bram... Kau tidak perlu melakukan hal ini saya kau bahagia Mama dengan Papa pasti akan bahagia. Terimakasih perhiasan nya, kau sangat tahu Mama menyukai perhiasan tetapi ini tidak perlu karena Mama sudah memiliki hadiah darimu yaitu anakmu bersama dengan Raya yang akan segera lahir karena itu yang lebih penting. Satu hal yang harus kau ingat adalah Mama juga sangat menyayangimu dan mencintaimu karena kau adalah jiwa dan raga Mama." Ucap Lina sambil peluk dan cium kening Bram.


"Bram... Laptop ini pasti sangat mahal sekali begitu juga dengan jam tangannya. Bram... Terima kasih atas semuanya ini memang tidak seberapa tapi kau dan juga anakmu yang akan lahir itu lebih berharga. Setelah itu ini merupakan hadiah yang sangat berharga buat Papa dan Mama. Bram, kami akan sangat bahagia jika kau bahagia. Karena itu lebih penting dari satu hal bahwa kami sangat menyayangimu dan mencintaimu karena kau adalah cinta kami dan jiwa raga kami." Ucap Roy sambil peluk dan cium kening Bram.


"Opa, Oma Nayla juga pengen dipeluk." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Nayla pasti akan selalu dipeluk oleh Opa dan Oma." Ucap Roy sambil peluk Nayla.


"Nayla..." Ucap Lina sambil peluk Nayla.


"Oh Iya, di hari Ayah ini bagaimana kalau kita malam ini makan di restoran dan sekalian ajak orang tuanya Raya. Kamu mau kan ajak orang tuamu dan kita akan makan sama-sama di restoran yang mewah." Ucap Bram kepada Raya.


"Itu pasti dan aku akan menghubungi mereka nanti jika mereka tidak sibuk." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Bram.


Keluarga Nugraha begitu sangat bahagia dan Raya kemudian menghubungi orang tuanya untuk makan malam di restoran.


******


Di Restoran


Saat makan siang bersama-sama tiba-tiba Maya bertanya tentang Kartika dan mengapa Kartika tidak ikut dengan mereka.


"Ma, Pa... Kenapa diam saja dan di mana Kartika? Karena sejak tadi aku tidak melihatnya bahkan di saat aku menghubungi ponsel tidak aktif." Tanya Maya kepada Tommy dan Rani.


"Kartika kabur dari rumah dan Mama juga tidak tahu di mana dia berada. Sekarang mungkin saat ini dia sekarang bersama dengan Rio dan Mama juga tidak tahu pasti betul atau tidaknya itu." Ucapan Rani membuat Maya kaget mendengarnya.


"Aku juga tidak tahu menahu bawa Kartika pergi bersama dengan Rio jika aku tahu aku akan menghalangi mereka. Mereka benar-benar sangat keterlaluan kemana mereka pergi dan aku tidak menyukai tindakan mereka ini." Ucap Kamila kepada Rani.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Dan mengapa Kartika dengan Rio kabur dari rumah? Seharusnya mereka tidak seperti ini jika mereka memang ingin menikah kita tinggal menikahkan Mereka lagi pula Rio adalah pemuda yang sangat baik." Ucap Arya kepada Rani dan Tommy.


"Rio itu bukan orang baik jika dia orang baik tidak akan mungkin melakukan hal seperti itu kepada Kartika dengan membawa kabur Kartika dari rumah dan itu adalah perbuatan yang salah." Ucap Tommy kepada Arya.


"Apa yang dikatakan Papanya Maya itu benar bahwa Rio bukan lah orang baik dia sudah membawa Kartika secara diam-diam dari rumahnya. Jika memang dia orang baik, pasti dia akan kembalikan Kartika kepada kedua orang tuanya. Sebenarnya Kartika sudah bertunangan dengan orang lain, seorang pemuda yang terpelajar dan aku memilihkannya untuk Kartika. Tetapi apa yang terjadi Rio membawa Kartika dari rumahnya secara diam-diam." Ucapan Rio membuat semua kaget mendengarnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi kepada Kartika dan mengapa Kartika kabur dari rumah? Apakah benar Kartika kabur bersama dengan Rio? Ya Tuhan... Aku harap Itu semua tidak benar." Ucap Maya dalam hati


Semua orang kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Rani tentang bagaimana Rio membawa Kartika dari rumahnya. Namun Arya dan Maya tidak percaya Kartika dibawa kabur oleh Rio dan pasti ada sesuatu yang terjadi sehingga membuat Kartika kabur dari rumah.


#BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2