
sesampainya brayen dirumah dia merasa sangat lelah.
karna tidak biasa mengerjakan pekerjaan wanita walaupun tidak semua dikerjakannya
hanya sebagian saja.itu saja sudah membuatnya sangat letih. padahal dibanding pekerjaan yang full satu hari tidak ada apa apanya.
"melelahkan juga ia ternyata. ternyata istriku hebat. sudahnya bekerja pulang dan pergi selalu memasak dulu untuk ku. begini ia kalau jadi perempuan tidak mudah."
"lebih baik saya mandi dulu baru tidur gerah sekali diluar cuacanya sangat panas. "ucap brayen
pergilah brayen menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dikamar mandi dan beristirahat.
Dikantor seli sudah menunjukkan sebentar lagi jam pulang kerja. tapi suaminya juga tak kunjung menghubunginya.
"kok tumben mas brayen belum menghubungiku."ucap seli.
"ini kan sudah mendekati jam pulang. biasanya selalu lebih awal. apa lebih baik aku hubungi saja mas brayen ia. "
seli memcoba menghubungi suaminya berkali kali. tapi tak juga ada jawaban dari suaminya.
sedangkan dirumah brayen tertidur pulas sampai tidak sadar kalau ini sudah waktunya menjemput istrinya pulang..
"duh mas brayen kenapa juga tidak angkat ponselnya. dia sedang apa sih. kemana dia ia. "seli mulai memikirkan suaminya.
"mbak sel pulang. "ucap lili.
"ia lili. "ucap seli singkat.
"mbak sel belum dijemput om gantengkah. "tanya lili.
"ia lili belum. "
"lah kenapa mbak biasa dah stand by. "
"tidak tahu juga li. saya hubungi juga tidak diangkat.. "
datanglah kawan kawan seli lainnya.
"sel tumben belum pulang. "tanya linda.
"suaminya belum menjemput mbak. "sahut lili.
"kamu belum dijemput jadinya. ni dah mau tutup kantir loh. "ucap dinda.
"ia tidak tahu kemana mas brayen. "ucap seli.
"ia sudah kalau gitu pulang bareng aku saja sel. dari pada kami nunggu dikantor sendiri. "ucap linda.
"ia sel terserah kamu saja mau ikut kami yang mana. "ucap dinda.
"ia deh boleh. yang rumahnya satu arah sama rumah ku sapa. "tanya seli.
"udah kami siap kok antar kamu sampai rumah tidak perlu yang satu arah. ini sudah sore sel. "ucap linda.
"ia sel ayo sudah kita semua antar sampai rumah. kamu ikut tidak lili. "ucap dinda.
"ia mbak aku mau ikut. kan aku juga mau rahu rumah mbak seli. "ucap lili.
"alasan saja kamu tuh. bilang saja kalau mau lihat suaminya selikan. "ejek linda.
"yeee bukan saya saja kali. kalian jugakan hayo ngaku. "jawab lili dengan polosnya.
"sudah sudah ah kita jadi pulang apa tidak sih. "ucap seli.
"ayo sudah. "
selipun ikut menumpang bersama teman temannya.
__ADS_1
Dan temannya pun begitu sukarelanya mengantar seli pulang sampai kerumahnya.
Disepanjang jalan seli tiada berhenti memikirkan suaminya. dia takut terjadi apa apa dengan suaminya.
"seli. kenapa kamu tidak membawa kendaraan sendiri saja.kalau memang suamimu tidak bisa menjemput. "ucap dinda.
tapi seli tidak menghiraukan perkataan dinda dia hanya fokus memikirkan suaminya.
dinda pun menjadi sangat aneh dengan seli yang hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaannya.
"seli.. kamu kok diam saja. "ucap dinda.
"sel... seliiiiiii. "dinda memanggilnya dengan suara yang agak keras.
"hei kamu kenapa din berteriak memanggil ku. "ucap seli terkejut.
"kamu tuh dari tadi ku ajak bicara tidak menjawab hanya diam saja melamun. kamu yang kenapa sel. "ucap dinda.
"maaf sel aku tidak fokus sama ucapan mu. aku memikirkan mas brayen din. "ucap seli.
"memang kenapa suamimu sel. "tanya dinda.
"tidak biasanya dia tidak menjemputku. dia tidak pernah telat dan selalu lebih awal. dihubungi juga tidak bisa din. "ucap seli lesu.
"ia sudah nanti kalau sudah sampai langsung saja tanyakan kepada suamimu ia. "ucap dinda.
"ia din. "
mereka menggunakan sepeda motor menuju rumah seli. dan kedua temannya dibelakang masih setia mengikutinya sampai dirumah.
seli tidak pernah berfikir yang lain mengenai suaminya dia selalu percaya terhadap suaminya.
karna seli sangat mengenal sosok brayen dengan baik.
sampailah seli dan kawan kawannya di depan rumah.
seli bergegas turun dan melihat rumahnya.
"coba diperiksa dulu kedalam sel. "ucap dinda.
"ia mbak coba dilihat kedalam. "ucap lili.
"ia takutnya ada apa apa lagi. "ucap linda
selipun bergegas membuka pintu pagarnya dan masuk kedalam rumahnya bersama kawan kawannya.
dengan perasaan panik dihati dan pikirannya. karna takut terjadi apa apa dengan suaminya.
tanpa mengucapkan salam seli langsung membuka pintu.karna hanya brayen dan seli yang mengeratahui kode kuncinya. dan memanggil nama suaminya.
"mas,,,, mas brayen. "tidak ada jawaban.
seli langsung berlari menuju kelantai atas kekamar pribadi mereka.
Dan teman temannya hanya menunggunya dilantai bawah.
tanpa banyak berkata lagi seli langsung membuka pintu kamarnya. dan betapa terkejutnya dia melihat suaminya sedang tertidur pulas dikamarnya.
"ia ampun mas brayen."seli dengan nada suara yang agak tinggi
sehingga teman selipun langsung mengejar seli keatas. mereka takut terjadi sesuatu dengan suami seli.
seli langsung mendekati suaminya dan memeluk suaminya.
brayenpun terkejut karna tiba tiba ada seseorang memeluk dirinya yang sedang tertidur.
brayen membuka matanya dan melihat bahwa yang memeluknya adalah istrinya.
__ADS_1
"loh sayang kamu kan ini. "ucap brayen yang masih setengah sadar.
"mas ini buat seli panik saja. seli khawatir mas. "ucap seli yang masih memeluk suaminya.
kawan kawan seli hanya melihat mereka berdua berpelukan dengan senang. merekapun juga ikut berpelukan
"memang ada apa sayang. mas baik baik saja."ucap brayen bingung.
"ia mas baik baik saja. seli yang takut mas. "ucap seli sedih.
"sudah sudah maaf ia kalau mas sudah buat seli khawatir. "menciumi pipi istrinya.
"kok seli sudah pulang. siapa yang antar pulang. "tanya brayen.
"ia ini kan sudah sore mas. makanya itu seli khawatir. kenapa mas tidak menjemput seli dihubungi ponselnya juga tidak ada jawaban. "ucap seli.
"ia ampun maaf sayang mas ketiduran jadinya sampai lupa jemput sayang. "ucap brayen.
"terus pulangnya sama siapa kok sudah tahu tahu dirumah. "
"seli diantar mereka. "seli menunjuk kearah pintu kamarnya.
sudah ada tiga kawannya yang serasa sedang menonton drama korea sambil senyum senyum.
brayen pun kaget ternyata mereka sudah dari tadi melihatnya dengan seli.
"sejak kapan mereka disitu sayang. "ucap brayen.
"sejak tadi mas. kan seli bareng mereka. "ucap selu.
"ia ampun mas sampai tidak sadar. ia sudhah kalau begitu sayang mandi dulu ia. baru kita makan malam bareng teman temanmu. "ucap brayen.
lilipun menyahut dari arah pintu ."bener ni om kita ditraktir makan ni. "
"ia kalian boleh bersantai santai saja dulu. saya akan pesankan makan malam "ucap brayen.
"ayo ayo kita turun.tidak baik melihat orang yang dewasa sedang kasmaran. "ucap dinda.
"ia apalgi ada anak kecil disini belum cukup umur untuk melihat adegan seperti ini. "ucap linda.
"tapi loh mbak ini kan seru. kan bukan adegan yang berbahaya. "ucap lili polos.
"sudah lin bawa lili kebawah kalau disini terus malah dia bisa mengganggu suasana saja. "ucap dinda.
"ia sudah kita kebawah dulu ia seli dan brayen. silahkan dilanjut. "ucap dinda.
mereka pun turun kembali kebawah.
seli dan brayen tertawa melihat tingkah laku kawan kawannya.
seli dan brayen saling menatap dan tersenyum.
"kenapa mas lihat seli seperti itu. "seli tersenyum juga.
"memang kenapa kalau mas menatapmu seperti itu. memang ada larangannya. suami menatap istrinya. "ucap brayen.
"hmm tidak ada sih. cuma tatapan mas itu nah. yang buat seli takut seperti ingin memakan mangsanya."ucap seli.
"bagaimana kalau memang seperti itu. "brayen yang sudah siap siap mau menerkam istrinya.
"mas ini masih sore mas. "ucap seli manja.
"tidak ada larangannya buat orang yang sudah menikah. "tanpa basi basi brayen langsung ******* bibir istrinya
selipun membalas ciuman lembut dari suaminya.
setiap jengkal tubuh istrinya tidak ada yang dilewatkan oleh brayen.
__ADS_1
seli sangat menikmati permainan suaminya.
sore hari yang penuh dengan gairah.