ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 99


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 99


Maya begitu khawatir kepada Nayla dan meminta Bram untuk memberikan apa yang Mahesa inginkan.


"Bram, aku mohon kalau kamu peduli dengan Nayla dan kedua adiknya, berikan apa saja yang Mahesa inginkan karena anak-anak lebih penting dari apapun," ucap Maya kepada Bram.


"Maya sudahlah biarkan Bram dan Om Roy memikirkan hal ini karena ini adalah masalah mereka," ucap Arya kepada Maya.


"Mas Bram, tolong lakukan sesuatu," ucap Raya kepada Bram.


"Pa, aku mohon berikan saja apa yang Mahesa inginkan. Kita jangan egois, Nayla, Bimo dan Rena lebih penting dari segalanya," ucap Bram kepada Roy.


"Baiklah Papa akan memberikan apa yang Mahesa minta tetapi, kita harus hati-hati karena Mahesa itu sangat licik," ucap Roy kepada Bram.


"Kita pasti akan berhati-hati karena ini menyangkut Nayla dan kedua adiknya," ucap Arya kepada Roy.


"Ya Tuhan... Lindungilah cucuku aku tidak ingin kehilangan mereka," ucap Lina dalam hati.


Keluarga Nugraha begitu khawatir karena Nayla dan kedua adiknya berada di tangan Mahesa.


******


Di Gudang


Nayla bersama kedua adiknya berusaha mencari cara untuk keluar dari gudang tanpa ada yang melihat mereka.


"Kakak kita harus pergi dari sini," ucap Rena sambil menangis.


"Iya Kak kami takut berada di sini," ucap Bimo sambil menangis.


"Rena, Bimo, kalian tenang saja di sini kakak akan mencari cara agar kita bisa kabur dari tempat ini," ucap Nayla kepada Bimo dan Rena.


"Bagaimana caranya kami takut kita tidak bisa keluar dari sini?" Tanya Rena kepada Nayla.


"Kalian tenanglah dulu, Kakak masih memikirkan bagaimana kita harus keluar dari sini," jawab Nayla kepada Bimo dan Rena.


Bimo dan Reina sangat takut jika mereka tidak bisa keluar dari gudang sementara Nayla mencari cara untuk keluar dari gudang.


"Kalian tunggu di sini kakak akan mencari sesuatu agar kita bisa keluar dari gudang ini," ucap Nayla kepada Bimo dan Rena.


"Cepatlah Kak sebelum kita ketahuan mereka," ucap Bimo kepada Nayla.


"Bimo, Rena, kalian tunggu di sini dan jangan berisik jika tidak kita akan ketahuan," ucap Nayla kepada Bimo dan Rena.


Nayla kemudian mencari sesuatu agar bisa keluar dari gudang Nayla kemudian menemukan kayu dan melemparkannya ke jendela agar bisa melompat dari jendela.


"Bimo, Rena, coba lihat sekarang jendela sudah rusak dan kaca nya pecah sekarang kita sudah bisa keluar dari sini tapi kalian jangan berisik jika tidak kita akan ketahuan," ucap Nayla kepada Bimo dan Rena.


"Iya Kak, kita harus ikuti arahan Kak Nayla biar tidak ketahuan," ucap Bimo kepada Nayla.


Nayla kemudian mengambil benda seperti meja yang berada di kuda dengan meminta kedua adiknya untuk manjat dan lompat dari jendela.


"Kalian duluan yang melompat nanti kakak akan menyusul. Rena, kamu pegang Bimo dan jangan dilepas," ucap Nayla kepada Rena.


"Baiklah Kak Kakak juga harus hati-hati," ucap Rena kepada Nayla.


Rena dan Bimo kemudian memulai untuk memanjat dan diawasi oleh Nayla dengan hati-hati. Rena dan Bimo melompat tetapi sayang, kepala Bimo terbentur dan Nayla mengetahuinya langsung melompat dan membawa Bimo kabur, bersama dengan Rena.


******


Di Rumah Sakit.


Di ruangan Arka, Arka Masih memikirkan perkataan Ria, dia pun beranjak berdiri dari kursinya untuk melihat CCTV. Karena penasaran Apa yang dikatakan Ria kepadanya.


"Apa benar yang dikatakan Ria bahwa ada suster aneh yang masuk ke ruang ICU? Jika ada, tapi siapa, kenapa dia masuk ke ruang ICU? Tapi aku lihat Mama baik-baik saja apa aku harus CCTV?" Tanya Arka dalam hati.


Arka pun berpikir akan melihat CCTV namun saat keluar dari ruangannya, Arka melihat Nayla menggendong Bimo bersama dengan Rena dia pun menghampirinya dan mengejar Nayla.


"Nayla apa yang terjadi?" Tanya Arka kepada Nayla.

__ADS_1


"Pak dokter kasihan anak ini terjatuh tolong ya pak," ucap Sopir taksi kepada Arka.


Tanpa berpikir panjang Arka langsung menggendong Bimo dan membawanya ke ruang perawatan untuk diperiksa.


"Kak Nayla apa Bimo akan baik-baik saja?" Tanya Rena kepada Nayla.


"Bimo pasti akan baik-baik saja kita berdoa saja untuk kesembuhan Bima," jawab Nayla kepada Rena.


"Rena tidak mau kehilangan Bimo Kak," ucap Rena kepada Nayla.


"Jangan bicara begitu sayang Bimo pasti akan baik-baik saja," ucap Nayla sambil peluk Rena.


Tidak berapa lama kemudian, dokter pun keluar dan Arka kemudian mengatakan bahwa Bimo baik-baik saja.


"Syukurlah kalian membawanya dengan cepat. Pak Supir, terima kasih karena sudah menyelamatkan keponakan saya," ucap Arka kepada Supir taksi.


"Sama-sama Pak ini sudah menjadi tanggung jawab saya membantu sesama," ucap Supir Taksi Kepada Arka.


"Kalau begitu sebagai ucapkan terima kasih saya berikan uang untuk anda dan mohon jangan ditolak," ucap Arka kepada Sopir taksi.


"Tapi Pak saya ikhlas dan tidak usah dibayar," ucap Sopir taksi kepada Arka.


"Kumohon kepada bapak jangan menolak anggap saja ini sebagai uang terima kasih saya kepada bapak karena telah menyelamatkan keponakan saya," ucap Arka kepada Pak Sopir.


Pak sopir tersebut menerima uang pemberian dari Arka setelah itu Pak sopir kemudian pergi dari rumah sakit.


"Nayla, sini sayang kami semua sangat khawatir kepadamu dan kedua adikmu. Tapi Om senang kalian bisa kabur dan datang kemari tepat pada waktunya," ucap Arka sambil peluk Nayla.


"Iya Om, akhirnya aku bisa membawa kedua adikku kabur setelah melompat dari jendela hingga akhirnya kami selamat meskipun Bimo terluka," ucap Nayla kepada Arka.


Arka begitu bahagia akhirnya dia bisa menemukan Nayla dan kedua adiknya. Setelah itu, Arka meminta Nayla dan Rena untuk melihat Bimo. Sementara, Arka menghubungi Arya dan bicara soal Nayla.


"Hallo Arya, datanglah ke rumah sakit sekarang bersama Maya," ucap Arka kepada Arya.


"Ada apa kak? Apa sesuatu terjadi kepada Mama?" Tanya Arya kepada Arka.


Arka kemudian mematikan ponselnya setelah itu Arka masuk ke ruang perawatan.


Di Ruang Perawatan.


Nayla menangis dan peluk Bimo, dengan mengatakan bahwa dia menyesal melakukan ini hingga Bimo terluka.


"Harusnya aku tidak memintanya melompat dari jendela tapi jika itu tidak dilakukan, kami tidak akan bisa keluar dari gudang itu dan bebas dari sana," ucap Nayla sambil usap air mata nya.


"Nayla, ini bukan salah mu, kau hanya ingin menyelamatkan kedua adikmu, tapi akhirnya seperti ini. Tetapi Nayla ini adalah kecelakaan dan kau jangan merasa bersalah," ucap Arka kepada Nayla.


Arka kemudian peluk Nayla dan berusaha untuk menenangkan Nayla. Namun di samping itu, tiba-tiba ponsel Arka berbunyi dan Arka pun melihat nama Arya. Setelah itu, Arka mengangkat telepon tersebut dan meminta Arya untuk menunggu.


Di Ruang Tunggu.


Arya, Maya, Bram, Raya telah sampai ke rumah sakit dan menunggu kedatangan Arka. Namun tidak berapa lama kemudian, Arka datang bersama dengan Nayla dan Rena. Maya dan Arya begitu kaget melihat Nayla dan langsung peluk Nayla, sementara Bram dan Raya langsung peluk Rena dan Nayla.


"Bagaimana ceritanya ini Kak? Mengapa mereka ada bersama dengan kakak dan di mana Bimo?" Tanya Arya kepada Arka.


"Nayla, apa yang terjadi sayang? Di mana Bimo?" Tanya Raya kepada Nayla.


Nayla kemudian menceritakan semua yang terjadi sampai kabur dari gudang dan melompat dari jendela sehingga Bimo terbentur di kepalanya.


"Ya Tuhan... Bimo," ucap Raya dengan perasaan khawatir.


"Arka, Bimo sekarang dimana?" Tanya Bram kepada Arka.


"Untung saja ada yang menolong mereka dan Bimo pun baik-baik saja. Tetapi saat ini kondisinya sangat lemah karena, kepalanya terbentur keras. Kalian bisa melihatnya, di ruang perawatan sekarang," ucapan Arka membuat semua kaget mendengarnya.


Bram dan Raya kemudian masuk ke ruang perawatan bersama dengan yang lainnya untuk melihat keadaan Bimo.


Di Ruang Perawatan.


Bimo masih terbaring lemah tak berdaya Raya bersama dengan yang lainnya, kemudian masuk dan langsung melihat keadaan Bimo. Sementara, Raya langsung peluk Bimo sambil menangis.

__ADS_1


"Ya Tuhan... Bimo anakku kenapa bisa seperti ini Sayang seharusnya kau tidak seperti ini," ucap Raya sambil cium kening Bimo.


"Bimo, syukurlah kau selamat bersama dengan kedua kakakmu dan Papa harap kau cepat sembuh sayang," ucap Bram sambil cium kening Bimo.


"Syukurlah anak-anak sudah selamat termasuk Nayla," ucap Arka kepada semua orang.


Bram kemudian melihat Nayla dan memeluknya sambil bertanya apa yang dilakukan penculik itu kepada mereka.


"Mereka hanya mengurung kami Dan mereka sama sekali tidak menyakiti kami," jawab Nayla kepada Bram.


"Syukurlah kalian baik-baik saja. Papa sangat senang mendengar bahwa kalian baik-baik saja dan berhasil kabur dari penculik," ucap Bram kepada Nayla.


"Rencana Mahesa gagal karena anak-anak berhasil kabur, tapi aku yakin, Mahesa akan melakukan lebih dari ini," ucap Arya dalam hati.


Semua begitu senang anak-anak telah kembali. Namun di samping itu, Raya meminta Bram untuk menghubungi orang tuanya, agar datang ke rumah sakit.


"Mas Bram, lebih baik Mas Bram telepon Papa dan Mama mama agar mereka datang kemari," ucap Raya kepada Bram.


"Kau benar sekali Raya, aku akan menghubungi Papa dan Mama agar mereka segera datang kemari, untuk melihat keadaan anak-anak termasuk Bimo," ucap Bram kepada Raya.


Bram kemudian mengambil ponselnya, setelah itu, Bram menghubungi orang tuanya untuk datang ke rumah sakit.


"Hallo, Ma, datanglah ke rumah sakit sekarang bersama dengan Papa," ucap Bram kepada Lina.


"Ada apa Bram? Apa yang terjadi?" Tanya Lina kepada Bram.


"Mama dan Papa datang saja kemari karena akan ada kejutan," ucap Bram kepada Lina.


"Ya sudah kalau begitu Mama dan Papa akan datang ke rumah sakit sekarang," ucap Lina kepada Bram.


Bram kemudian mematikan ponselnya dan mengatakan kepada Raya bahwa kedua orang tuanya akan segera datang ke rumah sakit.


******


Di Rumah Risma.


Risma begitu cemas dan khawatir jika Diana sadar dari koma, dia pun meminta bodyguard-nya, untuk mengawasi Diana sebagai info, apakah Diana sadar atau tidak.


"Bos, apa yang harus kami lakukan?" Tanya Bodyguard kepada Risma.


"Kalian ke rumah sakit sekarang dan awasi Diana. Jika dia sadar dari koma, kalian kabarin aku secepatnya," ucap Risma kepada Bodyguard.


Baiklah bos kami akan melakukan perintah anda. Jika ada sesuatu kami akan langsung Mengabari anda," ucap Bodyguard kepada Risma.


"Tapi ingat, jangan sampai ketahuan keluarga Reynaldi jika tidak kita akan dalam bahaya," ucap Bodyguard kepada Risma.


"Baiklah bos kami akan melakukan sesuai dengan keinginan anda. Jika ada sesuatu yang terjadi, kami akan langsung mengabari anda.


Risma kemudian meminta Bodyguard nya untuk pergi ke rumah sakit. Setelah Bodyguard pergi, Risma berharap mendapatkan info tentang Diana di sana.


"Aku harap, aku mendapatkan info terbaru tentang tante Diana. Tapi sebelum itu, aku akan buat rencana baru dan aku yakin, bahwa rencanaku kali ini akan berhasil.


Risma tersenyum licik dan berpikir bahwa rencananya akan berhasil untuk menghancurkan keluarga Reynaldi.


******


Di Rumah Sakit.


Lina dan Roy, Kemudian datang ke rumah sakit, sampai di sana Lina dan Roy, peluk Rena dan Nayla.


"Nayla, Rena, bagaimana keadaan kalian? Apa kalian terluka dan mereka menyakiti kalian?" Tanya Lina kepada Nayla dan Rena.


"Kami baik-baik saja Oma dan kami berhasil kabur," jawab Nayla kepada Lina.


"Lalu Bimo di mana?" Tanya Roy kepada Nayla dan Rena.


Semua hanya terdiam setelah Roy bertanya tentang Bimo.


#BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2