ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 48


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 48


Roy kaget mendengar perkataan dari Mahesa yang mana Mahesa ingin merebut Lina istrinya dari Roy. Roy sangat marah dan berkah kepada Mahesa dan kemudian mengusir Mahesa dari kantornya.


"Mengapa kau mengusirku apakah kau cemburu katakan kepadaku yang sesungguhnya." Ucap Mahesa kepada Roy.


"Apapun yang kau katakan itu nggak penting bagimu tapi satu hal jangan pernah ganggu keluarga ku lagi!" Teriak Roy kepada Mahesa.


"Kalau aku tetap melakukan nya apa yang akan kau lakukan?" Tanya Mahesa kepada Roy.


Roy kemudian langsung menghajar Mahesa namun Mahesa tertawa dan kemudian mengusir dari kantornya.


******


1 bulan kemudian


Setelah mempersiapkan pernikahan Fandy dengan Nada dan akhirnya resmi menikah Nada dan Fandy. Setelah menikah Kemudian mereka pun pindah ke rumah baru mereka. Nada dan Fandy kemudian Honeymoon bersama dan mengajak Sonia bersama-sama berjalan-jalan ke Swiss.


******


1 bulan kemudian


Setelah berjalan-jalan ke Swiss Nada dengan Fandy pun akhirnya kembali ke Indonesia. Sampai di Indonesia Fandy dengan Nada pun langsung pindah ke rumah baru mereka.


"Ma, Pa jadi ini rumah baru kita? Tanya Sonia kepada Nada dan Fandy.


"Iya sayang ini adalah rumah baru kita dan kita akan tinggal di sini untuk selamanya Sonia menyukainya?" Tanya Fandy kembali kepada Sonia.


"Sonia menyukainya Pa. Tapi gak jauh kan dengan rumahnya Om Arya dan nenek?" Tanya Sonia kembali kepada Fandy.


"Tentu saja tidak sayang, jangan khawatir yang penting sekarang kita sudah kembali bersama-sama lagi jadi kita tidak akan pernah berpisah lagi selamanya." Ucap Fandy sambil peluk Sonia.


"Sonia... Kamu tau sayang semua ini adalah untuk kamu dan Mama janji kita akan selalu bersama-sama selamanya." Ucap Nada kepada Sonia.


"Kita akan selalu bersama-sama dan tidak akan terpisahkan lagi iya kan Ma?" Tanya Sonia kepada Nada.


"Iya sayang itu pasti." Jawab Nada sambil peluk Sonia.


Hari berganti hari bulan pun berganti Nada dengan Fandy hidup bahagia dengan kehidupan baru mereka.


3 bulan kemudian


Di rumah keluarga Nugraha, Nayla tiba-tiba meminta Raya untuk mengajarinya menari dan juga mengajari menggambar untuk belajar di sekolah.


"Benarkah itu tugas di sekolah?" Tanya Raya kepada Nayla.


"Iya Tante Mama, apa Tante Mama mau mengajari Nayla?" Tanya Nayla kepada Raya.


"Tentu saja sayang, Tante Mama mau kok ajarin Nayla. Sekarang Nayla siap-siap ya..." Ucap Raya kepada Nayla.


"Oke tante Nayla siap-siap dulu ya." Ucap Nayla kepada Raya sambil tersenyum kepada Raya.


******


Sementara itu di rumah sakit Arya periksa kandungan Maya setelah diperiksa dokter mengatakan bahwa Maya hamil anak kembar.


"Anak kembar laki-laki atau perempuan dokter?" Tanya Arya kepada Dokter.


"Kembar laki-laki dan perempuan kalian sangat beruntung memiliki anak kembar dan ini berpasangan laki-laki dan perempuan." Ucap Dokter kepada Maya dan Arya.


"Sayang akhirnya kita memiliki anak kembar juga dan kali ini anak kita laki-laki dan perempuan." Ucap Maya kepada Arya


"Akhirnya impian kita tercapai memiliki anak kembar dan aku sangat bahagia sekali ternyata akhirnya impian kita tercapai." Ucap Arya sambil peluk Maya.


Arya dengan Maya sangat bahagia memiliki anak kembar dan kemudian mereka pun pulang ke rumah dan memberitahu hal ini kepada Diana dan juga Reno.


******


Diana dengan Reno sangat bahagia mendengar kabar bahwa Maya memiliki anak kembar bersama dengan Arya. Reno berkata bahwa kabar ini juga harus disampaikan kepada keluarganya Maya.


"Aku akan menelepon mama dan memberitahu kabar ini." Ucap Maya kepada Arya.


"Alhamdulillah akhirnya Arya akan memiliki anak kembar dan Mama sangat bahagia sekali." Ucap Diana kepada Arya.


"Arya kau harus menjaga istrimu dengan baik apalagi anak dalam kandungannya adalah bayi kembar dan ini merupakan sebuah kabar baik buat kita semua." Ucap Reno kepada Arya.


Keluarga Renaldi sangat bahagia mendengar kabar Maya hamil anak kembar dan Maya kemudian menelpon keluarganya.


"Benarkah kau hamil anak kembar ya Tuhan ini merupakan keajaiban Mama sangat senang sekali mendengarnya." Ucap Rani kepada Maya.


"Iya Ma, ini merupakan keajaiban sungguh benar-benar luar biasa aku tidak berpikir akan memiliki anak kembar dan aku sangat bahagia sekali." Ucap Maya kepada Rani.


"Selamat berbahagia sayang dan Mama akan selalu berdoa agar kau selalu bahagia selamanya apalagi kau dengan Arya akan memiliki anak kembar." Ucap Rani kepada Maya.

__ADS_1


Maya dengan Rani ngobrol bersama dengan penuh kebahagiaan atas kehamilan Maya.


******


Sementara itu di rumah keluarga Nugraha Raya masih mengajari Nayla untuk menari dan menggambar sehingga gambarnya pun sangat bagus. Nayla mengatakan bahwa gambarnya Raya sangat bagus sekali dan Nayla sangat menyukainya.


"Nayla menyukai lukisan Tante Mama?" Tanya Raya kepada Nayla.


"Tentu saja Tante Mama Nayla sangat menyukai lukisannya." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Wah semua ini buatan Nayla Papa bangga semua Nayla sudah pandai melukis sekarang." Ucap Bram kepada Nayla.


"Iya dong Pa, kan Tante Mama yang ajarin melukis pasti dong Nayla sudah pandai sekarang." Ucap Bram kepada Nayla.


"Wah pasti Nayla sangat senang sekali apalagi sudah diajari oleh Tante Mama. Apalagi Nayla sangat senang dan bahagia kan nah sekarang Coba Nayla kasih tahu kepada Mama pasti Kata Mama bahwa lukisan Nayla sangat bagus." Ucap Bram kepada Nayla.


"Besok saja Pa, di sekolah besok biar ini nanti akan jadi kejutan buat Mama aku yakin itu dan Mama pasti akan sangat senang sekali melihat berkisar dari Nayla." Ucap Nayla kepada Bram dengan polosnya.


Bram dengan Raya terlihat sangat bahagia ketika Nayla juga ikut bahagia bersama dengan mereka.


******


Di ruangan kerja Roy, Roy masih tidak terima atau siapa yang dilakukan Mahesa kepadanya. Korea akan membalas semua perbuatan Mahesa kepadanya termasuk ingin merebut Lina darinya. Roy tidak akan memberikan Lina kepada Mahesa tentunya.


"Aku harus melakukan sesuatu untuk membuat Mahesa hancur. Aku harus memanggil Yurisa kembali mungkin dengan itu maka Mahesa hancur. Aku akan pastikan melalui Yurisa aku akan membuat Mahesa hancur." Ucap Roy dalam hati.


Roy kemudian menelepon bodyguard-nya untuk memanggil Yurisa dan memintanya datang ke rumahnya.


"Pokoknya kalian lakukan dengan sempurna dan bahwa Yurisa kembali karena aku ingin menghancurkan Mahesa melalui Yurisa." Ucap Roy kepada Bodyguard.


"Baik Bos akan kami laksanakan." Ucap Bodyguard kepada Roy.


Setelah selesai menelepon Roy kemudian menutup teleponnya dan Roy berharap rencananya akan berhasil untuk menghancurkan Yurisa.


******


Malam hari di rumah keluarga Reynaldi. Kamar Arya sedang mengelus perutnya Maya dan mencium perutnya Maya dan mengatakan bahwa dia sangat menyayangi kedua anaknya itu.


"Aauu Sayang, anak kita bergerak..." Ucap Maya kepada Arya.


"Benar kah Sayang? Sebentar... Anakku sayang... Jangan nakal ya... Papa di sini menunggumu kalian nanti bahwa Mama kalian itu sangat cantik." Ucap Arya sambil cium perut Maya.


"Papa juga jangan nakal ya..." Ucap Maya kepada Arya sambil tersenyum kepada Arya.


******


"Ada apa Ma... Sejak tadi Mama melihat foto Arya terus apa Mama merindukan Arya waktu dia masih kecil?" Tanya Reno kepada Diana.


"Bukan itu Pa... Mama hanya teringat akan sesuatu saat Arya baru lahir saat Mama hamil Arya dan dokter mengatakan bahwa Mama hamil anak kembar. Namun ternyata setelah Arya lahir Mama hanya memiliki satu anak tetapi saat Mama periksa ke dokter bayi tersebut ada dua di dalam kandungan Mama." Ucap Diana kepada Reno.


"Sudah lama Sudahlah Ma... Ini adalah takdir Jangan diingat lagi. Semua sudah berlalu, sekarang adalah masa depan di mana seharusnya kita berada dan kebahagiaan sudah menanti kita." Ucap Reno kepada Diana.


"Mama hanya takut lah kita itu nanti terjadi kepada Maya, Mama hanya khawatir tentang hal itu." Ucap Diana kepada Reno.


"Kita berdoa saja untuk Maya dan juga untuk Arya dengan itu semua akan baik-baik saja." Ucap Reno kepada Diana sambil tersenyum.


"Oh iya Mas, bulan depan kita ada syukuran tujuh bulan untuk Maya dan kita doakan untuk kehamilan Maya dan kebahagiaan anak kita Arya bersama dengan Maya." Ucap Diana kepada Reno.


"Boleh juga itu Ma, Papa setuju dan Papa akan atur nanti waktu yang tepat untuk acara tersebut. Jadi Mama bicarakan hari ini juga kepada orang tuanya Maya agar mereka juga bersiap-siap untuk mempersiapkan segalanya."


"Iya Pa nanti akan Mama katakan ini kepada orang tuanya Maya agar mereka siap-siap untuk acaranya nanti." Ucap Diana kepada Reno.


******


Di Rumah Mahesa Bodyguard mengatakan kepada Mahesa tentang keluarga Reynaldi dan juga tentang perusahaan keluarga Reynaldi. Mahesa sangat senang akan segera merebut yang dimiliki keluarga Reynaldi dan akan membuat keluarga Reynaldi menderita melalui Nada.


"Jadi perusahaan Reynaldi itu sangat besar dan perusahaan tersebut adalah perusahaan yang terkenal di Jakarta. Karena perusahaan tersebut sangat besar, bagus sekali aku akan merebutnya melalui Nada akan melakukannya atas keinginanku sendiri kita lihat saja nanti." Ucap Mahesa kepada Bodyguard.


"Selanjutnya Bagaimana rencana kita bos?" Tanya Bodyguard kepada Mahesa.


"Kita kasih ke perusahaan Reynaldi waktunya untuk bertemu dengan mereka." Ucap Mahesa kepada Bodyguard.


"Baik Bos akan kami laksanakan." Ucap Bodyguard kepada Mahesa.


******


Besok harinya Nayla menelepon Maya dan juga Arya dan meminta mereka untuk datang ke sekolah untuk melaksanakan acara di sekolahnya Nayla.


Maya dengan Arya Kemudian datang ke acara sekolahnya Nayla. Setelah sampai di sekolah Nayla mengatakan kepada Maya bahwa Raya telah mengajarinya menari dan juga melukis untuk acara di sekolah.


"Coba lihat Ma bagus nggak lukisannya?" Tanya Nayla kepada Maya.


"Iya sayang lukisannya sangat bagus Mama senang melihatnya. Apalagi jika Nayla menang nanti pasti Mama akan lebih senang melihatnya." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.

__ADS_1


"Terima kasih ya Ma doakan Nayla menang nanti." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Maya.


"Kak Nayla tetap semangat ya Sonia yakin bahwa Kak Nayla pasti akan menang." Ucap Sonia sambil tersenyum kepada Nayla.


"Nayla ayo acaranya akan di mulai." Ucap salah satu guru kepada Nayla.


"Om Papa, Mama, Tante Mama dan Papa doain Nayla menang ya..." Ucap Sonia dengan polosnya.


Nayla pun kemudian naik ke atas panggung untuk memulai acaranya. Acara tersebut kemudian dimulai dengan sempurna dengan meriah penuh bahagia.


Semua orang tepuk tangan di acara tersebut hingga acara pun berakhir setelah acara berakhir para guru dan kepala sekolah menentukan pemenang di sekolahan tersebut.


Para guru tersebut mengatakan dan memanggil nama Nayla sebagai pemenang pertama di acara sekolah tersebut semua orang dan para orang tua murid bahagia di acara tersebut.


"Ayo Nayla katakan sesuatu karena kamu memang hari ini." Ucap salah satu guru kepada Nayla.


"Terima kasih buat semuanya termasuk kepada guru, kepala sekolah, kepada Mama dan Papa dan juga kepada teman-teman serta Tante Mama dan Om Papa yang sudah mendukung Nayla dan memberikan semangat kepada Nayla sampai Nayla menang dan berada di sini. Nayla sangat senang sekali karena kalianlah Nayla berada di panggung ini dan karena kalian juga Nayla bisa menang dan dapat juara satu. Satu lagi Nayla berterima kasih kepada Tante Mama yang sudah mengajari Nayla menari dan juga melukis. Tante Mama bagi Nayla adalah teman sahabat Buat Nayla dan piala ini hadiah Ini Nayla khususkan Buat Tante Mama. Karena Tante Mama yang ngajarin Nayla seperti ini dan terima kasih untuk Papa yang mendukung Tante Mama untuk mengajari Nayla menari dan juga melukis." Ucapan Nayla membuat Maya kaget mendengar nya dan semua pun tepuk tangan.


"Nayla tolong minta Tante Mama nya buat ke atas panggung ya..." Punya guru kepada Nayla.


Nayla kemudian memanggil Raya dan meminta Raya untuk naik ke atas panggung agar Nayla bisa memberikan hadiah buat Raya.


"Ini hadiah khusus buat Tante Mama dari Nayla. Terima kasih ya Tante Mama, karena Tante Mama sudah mengajari Nayla banyak hal termasuk mengajari Nayla menari dan juga melukis." Ucap Nayla kepada Raya.


"Terima kasih ya sayang..." Ucap Raya Sambil peluk Nayla.


Semua Kemudian tepuk tangan penuh bahagia namun di samping itu Maya terlihat sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Nayla.


Acara di sekolah Nayla Akhirnya selesai setelah pemberian hadiah tersebut Mereka kemudian pulang ke rumah masing-masing. Namun Nayla tiba-tiba menghentikan langkah Maya dan juga Arya.


Nayla ternyata mempersiapkan hadiah khusus buat Maya sesuai hadiah kecil yang mana sudah Nayla siapkan sejak malam hari.


"Apa Ini Nayla, apa Nayla yang membuatnya?" Tanya Maya kepada Nayla.


"Buka saja Ma, pasti Mama suka dengan hadiah dari Nayla." Ucap Nayla dengan polosnya.


Maya kemudian membuka hadiah tersebut dan setelah Maya membuka hadiah tersebut langsung peluk Nayla dengan mengatakan bahwa Maya sangat menyayangi Nayla.


"Syal nya sangat bagus sayang jadi ini buat Mama kamu yang buat kan untuk Mama? Dan ini adalah kalung pasti Nayla juga yang membuatnya." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.


"Iya Ma, semua Untuk Mama. Nayla membelikan syal buat Mama dari Turki dan kalung untuk Mama itu Nayla yang membuatnya." Ucap Nayla dengan polosnya.


Maya kemudian langsung peluk Nayla dengan penuh bahagia.


******


Sementara itu di perusahaan Reynaldi, Mahesa datang dan mengajak kerjasama dengan direktur Reynaldi. Mahesa mengajak kerjasama kepada Reno Reynaldi namun Reno mengatakan bahwa dia akan memikirkannya lebih dulu. Karena itu adalah perusahaannya dan dia akan bertanya dulu kepada Arya Reynaldi putranya.


"Kenapa harus bertanya kepada Arya Reynaldi bukannya Ini perusahaanmu?" Tanya Mahesa kepada Reno.


"Maaf Pak, meskipun ini adalah perusahaan saya tetapi anak saya juga bekerja di perusahaan ini jadi dia harus tahu dan semua keputusan tersebut akan jatuh kepada Arya karena Arya adalah putra saya satu-satunya pewaris keluarga Reynaldi." Jawab Reno kepada Mahesa.


"Saya mengerti Pak tapi apa Arya anak Pak Reno apa ada di sini?" Tanya Mahesa kepada Reno.


"Putra Saya sedang pergi ke sekolah karena ada acara di sekolahan Nayla. Jadi besok saja atau sore ini kita bisa bertemu lagi di cafe. Nanti kita bicarakan lagi tentang kerjasama Kita apakah alias Setuju kita bekerja sama atau tidak." Jawab Reno kepada Mahesa.


"Baiklah kalau begitu saya tunggu sore ini di cafe." Ucap Mahesa kepada Reno.


Mahesa terlihat sangat kesal karena tidak berhasil membujuk Reno namun Mahesa berharap sore ini bisa bertemu dengan Arya dengan rencananya berhasil untuk bekerja sama dengan Arya di perusahaan Reynaldi.


******


Di rumah Reynaldi Diana dengan Rani sedang berbicara untuk mempersiapkan tujuh bulanan Maya. Rani sangat senang mendengarnya dan akan membantu Diana untuk mempersiapkan tujuh bulanan usia kehamilan Maya.


"Bu Diana kita harus mempersiapkannya mulai dari sekarang karena bulan depan bukan waktu yang sebentar kadang-kadang kita menganggap itu adalah waktu yang lama Namun tidak sengaja itu menjadi waktu yang sebentar." Ucap Rani kepada Diana.


"Itu benar sekali kita harus mempersiapkan semuanya untuk acara tujuh bulanan kehamilan Maya dan kita undang banyak orang dan juga teman-teman kita apalagi kita dari keluarga yang terpandang." Ucap Diana kepada Rani.


"Yang dikatakan Bu Diana benar sekali kita harus mempersiapkan segalanya Untuk keperluan rencana acara tujuh bulanan Maya." Ucap Rani kepada Diana.


Rani dengan Diana kemudian mempersiapkan rencana acara tujuh bulanan Maya sementara itu sore harinya Arya bertemu dengan Reno di sebuah Cafe.


******


Di cafe Reno mengatakan semuanya kepada Arya sebelum Mahesa datang. Arya Kemudian mengatakan kepada Reno untuk memikirkannya kembali tentang kerjasamanya dengan Mahesa.


"Kita tahu Pak Mahesa adalah Papanya Fandy tetapi bukan berarti kita akan langsung menyetujui apa yang dia katakan. Karena kita tahu seperti apa Pak Mahesa itu bukankah kita pernah bertemu dengannya pada waktu itu di rumah sakit." Ucap Arya kepada Reno.


"Iya Papa tau maka dari itulah Papa mengatakannya kepadamu dan dengan ini kita bisa memikirkannya lagi untuk bekerja sama dengan Pak Mahesa." Ucap Reno kepada Arya.


"Lalu bagaimana dengan tanggapan Papa? Karena sebentar lagi Pak Mahesa pasti akan datang dan akan menanyakan tentang kerjasamanya kepada kita." Tanya Arya kepada Reno.


"Lakukan saja apa menurutmu terbaik Arya yang penting itu yang terbaik untuk perusahaan kita." Jawab Reno kepada Arya.

__ADS_1


Pak Mahesa Kemudian datang ke cafe dan menemui Arya dengan Reno dan menanyakan tentang kerjasama perusahaan mereka.


#BERSAMBUNG


__ADS_2