ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 65


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 65


Sementara itu di rumah Kartika, setelah pulang ke rumah Kartika tiba-tiba ditampar oleh Tommy dan membuatnya kaget. Tommy mengatakan kepada Kartika untuk tidak lagi mendekati Rio tetapi Kartika masih saja mendekati Rio.


"Tapi Pa... Rio adalah pemuda yang baik berbeda dengan Fandy dan juga Papanya Itu Mengapa Papa dengan Mama tidak percaya kepada Kartika." Ucap Kartika kepada Tommy dan Rani.


"Tentu saja Mama tidak percaya. Karena Mama tahu mereka itu adalah saudara kembar apalagi dari satu Papa yang sama dan pasti mereka memiliki sifat yang sama!" Tegas Rani kepada Kartika.


"Tidak Ma! Rio tidak seperti apa yang Mama pikirkan dia adalah pemuda yang sangat baik dia sudah membantu Kartika menjadi lebih baik dan dia juga sudah membuat Kartika menjadi lebih baik seperti ini dan menerima bahwa kak Arya mencintai kak Maya itulah yang terjadi!. Jadi seharusnya Mama dengan Papa berterima kasih kepadanya bukan malah menuduhnya seperti ini karena Rio adalah pemuda yang baik!" Tegas Kartika kepada Rani.


"Berani sekali kau kepada Mama dan Papamu hanya karena laki-laki seperti itu! Pokoknya Papa dengan Mama tidak akan pernah setuju kau bersama dengan Rio selamanya paham itu!" Tegas Tommy kepada Kartika.


"Aku tidak peduli pokoknya aku akan tetap bersama dengan Rio meskipun Papa dengan Mama tidak setuju dan jangan jodohkan aku dengan orang lain termasuk dengan Zaky karena aku tidak mencintainya sama sekali!" Tegas Kartika kemudian pergi meninggalkan Tommy dan Rani.


"Semenjak kenal dengan Rio anak itu sudah berani macam-macam Papa tidak suka dengan pemuda itu karena pemuda itulah Kartika menjadi seperti ini." Ucap Tommy dengan perasaan kesal.


******


Sementara itu Raya masih belum kembali ke rumah. Ternyata Raya kembali ke rumah orangtuanya. Raya menceritakan semuanya kepada kedua orangtuanya dan membuat orangtuanya merasa sedih.


"Sudahlah nak kalau kau tidak sanggup lagi kau cerai saja dari Bram." Ucap Gita kepada Raya.


"Tidak Ma, aku tidak mau cerai dari Mas Bram. Saat ini aku hamil anaknya dan aku hanya merasa tidak di hargai itu saja." Ucap Raya sambil usap air mata nya.


"Mama mengerti bagaimana perasaanmu, tapi begitulah jika menikah dengan duda satu anak. Apalagi anak nya belum bisa menerima dan belum mengerti bahwa apa yang dia tanyakan kepada orangtuanya itu salah. Tapi itu semua terserah kamu, Mama akan selalu mendukung mu apapun keputusan mu." Ucap Gita sambil peluk Raya.


"Raya... Sekarang apa yang akan kau lakukan apakah kau akan kembali ke rumah atau tetap berada di sini?" Tanya Andi kepada Raya.


"Besok aku akan pulang ke rumah karena untuk hari ini aku masih menyendiri dan tetap berada di sini karena aku belum siap untuk pulang ke rumah." Ucap Raya kepada Andi.


"Papa tahu bagaimana perasaanmu dan Papa sangat mengerti apa yang kau lalui sekarang ini tapi Papa berharap kau mampu untuk melewatinya. Jangan pernah ada kegagalan dalam hidupmu termasuk pernikahan mu." Ucap Andi kepada Raya.


"Iya Pa... Aku juga berharap seperti itu Dan berharap semua akan berakhir menjadi baik setelah aku kembali ke rumah besok." Ucap Raya kepada Andi.


Raya, Gita dan Andi kemudian pelukan bersama dengan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja jika Raya mampu melewatinya.


******


Sementara itu di rumah keluarga Reynaldi setelah Arya pulang dari membeli Pizza, Arya langsung memberikannya kepada Maya dan mengatakan bahwa dia sudah membelikannya untuk Maya dan mencarinya kemana-mana.


"Benarkah Sayang kalau begitu aku makan dulu aku sudah sangat lapar dan aku ingin kau yang menyuapi ku." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


"Kau ini manja sekali ya sudahlah kalau itu adalah bawaan bayi aku akan menyuapimu." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Maya.


"Kau tahu sayang anak kita sudah tidak sabar merasakan Pizza ini belum lagi besok aku akan ngidam lagi." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya


"Aku akan memberikan semuanya untukmu asalkan anak kita senang sekarang aku akan menyuapi mu." Ucap Arya sambil suapin Maya.


"Ehmmm enak sekali sayang ayo dong suapin lagi aku ingin memakannya." Ucap Maya kepada Arya.

__ADS_1


"Baiklah ini dariku untuk anak kita sini buka mulutnya biar aku suapin sekarang." Ucap Arya sambil suapin Maya.


"Sekarang aku yang akan suapin mu sayang ayo buka mulutnya aku suka ingin menyuapi kamu makanan ini." Ucap Maya sambil suapin Arya.


Arya kemudian langsung menyuapi Maya begitu juga dengan Maya menyuapi Arya Pizza tersebut. Mereka kemudian dengan romantisnya saling menyuapi makanan dengan penuh bahagia.


******


Besok harinya di rumah keluarga Reynaldi mereka sarapan bersama. Namun di saat sarapan bersama Nayla tiba-tiba bertanya sesuatu kepada Maya.


"Ma, boleh Nayla tanya sesuatu?" Tanya Nayla kepada Maya.


"Nayla di makan sarapannya." Ucap Diana kepada Nayla.


"Aku cuma tanya saja Nek..." Ucap Nayla kepada Diana.


"Baiklah kau mau tanya apa?" Tanya Maya kepada Nayla.


"Dulu kita selalu sarapan bersama ada Papa dan Mama bahkan kita bertiga pelukan bersama. Mama pernah bilang bahwa Mama pernah mencintai Papa begitu juga dengan Papa. Bahkan Papa sering memasakkan makanan untuk Mama dan Mama juga seperti itu selalu memasak makanan untuk Papa. Tapi meskipun sekarang sudah berbeda apakah Mama masih mencintai Papa? Dan apakah Papa msh ada di hati Mama serta masih yang terbaik di hati Mama?" Pertanyaan Nayla membuat semua kaget mendengarnya.


"Nayla! Pertanyaan apa itu kau pikir pantas bertanya seperti itu kepada Mama? Sudah berapa kali Mama bilang jangan pernah menyebut nama Papa kamu di depan Om Papa dan yang lainnya di sini! Kamu tidak bisa mendengar apa yang Mama katakan!" Tegas Maya kepada Nayla.


"Maya, aku sudah selesai makan aku berangkat ke kantor dulu nanti ada rapat penting jadi aku buru-buru. Sudahlah tidak baik marah-marah di depan makanan aku berangkat dulu. Nayla, nanti kamu diantar sama mama ya ke sekolah Om Papa berangkat dulu ke kantor karena sudah terlambat. Pa ayo kita akan terlambat rapat penting akan dimulai apa lagi Ria pasti sudah datang ke sana. Ma, Arya berangkat ke kantor dulu." Ucap Arya sambil berangkat ke kantor.


"Papa tidak selera makan. Papa juga berangkat ke kantor, Ria pasti sudah menunggu." Ucap Reno sambil berangkat ke kantor.


"Ma..." Ucap Nayla kepada Maya.


"Karena Sonia. Aku pernah dengar Sonia bertanya seperti itu kepada Mama dan Papanya maka dari itu aku bertanya kepada Mama dan Papa lagi pula Tante Ria mengatakan bahwa aku berhak menanyakan hal itu kepada Mama dan Papa." Jawaban Nayla membuat Diana dan Maya kaget mendengarnya.


"Kau salah paham Nayla! Maksud Tante Ria adalah kau harus menjaga perasaan Tante Mama dan Om Papa tanpa bertanya hal seperti itu kepada Mama dan Papamu! Karena mereka sudah punya kehidupan masing-masing! Tapi kau salah anggap dari pertanyaan dan perkataannya lebih lagi dari apa yang dikatakan Sonia kepada Mama dan Papanya! Tidak perlu mengikuti apa yang dikatakan Sonia kepada Mama dan Papanya karena kau tidak akan pernah bisa menanyakan itu kepada Mama dan Papamu! Jadi kau tidak boleh menanyakannya karena itu akan menyakiti perasaan Tante Mama dan juga Om Papa mu paham! Dan kau Maya urus anak mu ini dan jaga dia baik-baik jangan sampai dia menanyakan hal itu lagi di depan Arya! Kau tahu apa maknanya? Jika dia bertanya lagi maka dia sudah membuat hati Arya hancur dan sudah menyakiti perasaannya serta Arya akan menganggap bahwa Nayla tidak pernah menghargai Arya selama ini itulah yang akan terjadi paham! Sekarang Arya pasti merasa tidak dihargai oleh Nayla karena Nayla sudah menyakiti perasaannya maka dari itu Arya buru-buru ke kantor padahal rapat di kantor itu masih lama jam sepuluh pagi! Padahal ini masih terlalu pagi dan Papa nya Arya juga pasti sangat tersinggung apa yang dikatakan Nayla. Apalagi aku merasa bahwa Arya tidak dihargai oleh Nayla karena dia sudah menyakiti perasaan Arya! Jadi mulai sekarang kau harus lebih memperhatikan anakmu itu yaitu Nayla kau nasehati dia dan katakan bahwa dia tidak pantas mengatakan hal seperti itu dan aku tidak mau ini terjadi lagi paham!" Tegas Diana dengan perasaan emosi.


Diana kemudian begitu saja meninggalkan Maya dan Nayla dengan perasaan emosi dan kesal. Sementara itu Maya kemudian meminta Nayla untuk cepat bersiap-siap karena Maya akan segera mengantar Nayla ke sekolah.


******


Sementara itu di kantor Reynaldi Arya masih merenung apa yang dikatakan oleh Nayla dan Arya merasa Nayla masih kekurangan kasih sayang apalagi kedua orang tuanya telah bercerai. Arya Kemudian melihat foto Nayla bersama dengan Maya dengan mengatakan bahwa dia belum bisa menjadi Papa yang terbaik buat Nayla.


"Nayla... Maafkan Om Papa Karena Om Papa belum bisa menjadi yang terbaik untuk Nayla meskipun Om Papa sudah berusaha tetap saja Nayla bicara begitu. Nayla... Apa yang harus Om Papa lakukan agar Nayla bisa menerima semua yang terjadi dan tidak bertanya hal seperti itu lagi karena pertanyaan itu tidak perlu untuk ditanyakan. Om Papa bisa memahami perasaan Nayla dan mengapa Nayla bicara seperti itu. Tapi Om Papa janji akan melakukan yang terbaik untuk Nayla meskipun tidak sebaik yang Nayla katakan karena Papa Nayla tetaplah yang terbaik di hati Nayla. Om Papa sangat menyayangi Nayla dan akan berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk Nayla agar Nayla tidak kekurangan kasih sayang. Nayla tahu, kalau Om Papa sangat menyayangi Nayla dan mencintai Nayla sampai kapanpun." Ucap Arya dalam hati sambil cium foto Nayla dan Maya.


Arya merasa sedih dan kecewa atas sikap Nayla dan berpikir bahwa Nayla masih kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya maka dari itu Nayla mengatakan seperti itu kepada Maya dan juga Bram. Arya kemudian menghubungi Bram untuk menemuinya di sebuah Cafe karena ada hal penting yang ingin dikatakan.


"Ada apa Arya? Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Bram kepada Arya.


"Kau akan tahu nanti kita bertemu saja nanti di cafe kau tunggu saja di sana aku akan datang." Ucap Arya kepada Bram.


Arya kemudian menutup teleponnya setelah berbicara dengan Bram dan berharap bertemu dengannya di cafe.


******

__ADS_1


Sementara itu di rumah Tina sedang merencanakan sesuatu dan membuat paket untuk dikirim ke rumah keluarga Reynaldi agar terjadi sebuah masalah di sana termasuk Maya dan Arya bertengkar.


"Dengan ini pasti akan ada pertengkaran antara Maya dengan Arya. Aku harap dengan ini juga Maya dengan Arya berpisah selamanya dan Arya akan menjadi milikku selamanya. Rencanaku pasti akan berhasil untuk memiliki Arya selamanya." Ucap Tina dalam hati.


Tina berharap rencananya untuk memisahkan Arya dengan Maya berhasil dengan apa yang dikirim ke rumah keluarga Reynaldi dan rencananya pasti akan berhasil.


******


Sementara itu di rumah ketika Kartika ingin keluar namun Rani melarangnya dan mengatakan bahwa dia tidak boleh bertemu dengan Rio karena Rio bukanlah pemuda yang baik untuk Kartika.


"Aku mau ke kantor Ma, bukan mau bertemu dengan Rio lagi pula Rio sedang bekerja." Ucap Kartika kepada Rani.


"Kau pergi dengan Zaky karena Mama sudah menghubunginya untuk menjemputmu mulai sekarang kau hanya akan pergi dan pulang bersama Zaky tidak bersama dengan Rio karena Rio bukanlah orang baik paham!" Tegas Rani kepada Kartika.


"Tapi Ma, aku sudah mengatakan kepada Rio untuk menjemputku maka dari itu aku pergi dengan Rio dan Zaky aku tidak mencintainya sama sekali dan jangan memaksa aku untuk bersama dengannya." Ucap Kartika kepada Rani.


"Mama tidak peduli apa yang kau katakan tapi satu hal kau harus bersama Zaky baik pulang dan pergi dari kantor paham!" Tegas Rani kepada Kartika.


"Baiklah terserah Mama saja tetapi satu hal Aku tidak pernah mencintai Zaky dan tidak akan pernah bisa mencintainya. Karena aku hanya mencintai Rio itu adalah kenyataannya dan akan tetap seperti itu." Ucap Kartika dengan perasaan kesal.


Zaky Kemudian datang untuk menjemput Kartika atas disuruh oleh Rani dan Kartika pun pergi bersama Zaky namun Rio datang dan Rani menyuruhnya untuk pergi dan mengatakan bahwa saat ini Kartika bersama dengan Zaky dan jangan pernah bertemu dengan Kartika lagi karena Kartika dan Zaky akan segera bertunangan.


"Mulai sekarang jangan pernah bertemu dengan Kartika lagi karena Kartika akan segera bertunangan dengan Zaky. Jadi mulai sekarang jangan pernah berhubungan dengan Kartika lagi kau mengerti!" Tegas Rani kepada Rio.


"Aku mengerti mengapa tante bicara seperti itu karena tante tidak pernah merestui hubunganku dengan Kartika. Padahal dulu tante merestui hubungan kami. Tapi sekarang sudah berbeda." Ucap Rio kepada Rani.


"Karena dulu aku tidak tahu siapa dirimu dan keluargamu tapi sekarang aku sudah tahu semuanya karena keluargamu lah aku berbuat seperti ini dan tidak pernah merestui hubunganmu dengan Kartika dan itu tidak akan pernah terjadi! Sekarang pergilah dari sini dan jangan pernah bertemu dengan Kartika lagi selamanya!" Tegas Rani kepada Rio sambil menutup pintu dan tidak mau mendengarkan penjelasan Rio.


"Aku tidak peduli apapun yang tante katakan yang penting aku bisa memiliki Kartika dan aku akan membuktikan bahwa aku bukanlah orang seperti Papa dan juga kak Fandy. Aku akan membuktikan semua itu kepada tante bahwa aku bukan seperti yang tante pikirkan dan tidak sama dengan mereka." Ucap Rio dalam hati.


Rio kemudian pergi meninggalkan rumah Kartika dengan perasaan kecewa namun dia tidak menyerah dan akan merebut Kartika dari Zaky karena yakin Kartika akan menjadi miliknya dan tidak akan bersama dengan Zaky.


*****


Sementara itu Arya bertemu dengan Bram di cafe di sana Arya mengatakan tentang apa yang Nayla katakan kepada Maya dan hal itu membuat Bram sangat kecewa dan minta maaf kepada Arya tentang apa yang Nayla katakan kepada Maya.


"Aku minta maaf atas apa yang dilakukan oleh Nayla kepadamu. Hal ini juga terjadi kepada Raya dan sampai sekarang Raya belum kembali ke rumah. Aku tahu Raya pasti merasa sangat tersinggung dan tidak dihargai karena semua ini tapi mau gimana Nayla adalah anak-anak dan agak sulit untuk memahaminya dengan memberitahukan segalanya kepadanya. Tapi aku berjanji kepadamu aku akan menasehati Nayla dan mengatakan kepadanya bahwa hal itu jangan lagi dia katakan kepada Mamanya maupun Papanya karena itu bukanlah perkataan yang baik untuk dikatakan. Sebenarnya Nayla mengatakan ini karena Sonia, Nayla melihat Sonia mengatakan hal itu kepada Mama dan Papanya dan dia ingin sekali bertanya seperti itu kepadaku dan juga kepada Maya serta berharap mendapatkan jawaban dari Maya dan juga dariku. Tapi sayang dia tidak mendapatkan jawaban apapun meskipun aku sudah menjawabnya namun aku yakin Maya tidak akan menjawabnya kepada Nayla. Aku bisa memahami Nayla dengan baik. Dia sangat ingin sekali sama seperti Sonia Tetapi dia tidak bisa menjadi seperti Sonia karena kita sudah berbeda." Ucap Bram kepada Arya.


"Jadi Nayla ingin seperti Sonia? Aku mengerti mengapa Nayla bersikap seperti ini. Aku ingin sekali memberikan kasih sayang kepada Nayla Meskipun tidak sama denganmu dan aku ingin memberikan kasih sayang itu agar Nayla tidak kekurangan kasih sayang tapi mungkin Nayla membutuhkan lebih daripada itu. Bram aku punya ide untuk Nayla hanya dalam satu hari saja dan kuharap kau setuju melakukannya dan setelah itu Nayla akan mengerti dan akan menerima semuanya dengan baik." Ucap Arya kepada Bram.


"Apa itu Arya?" Tanya Bram kepada Arya.


"Aku ingin kau bersama dengan Maya dan Nayla dalam sehari dan juga kalian berjalan-jalan bersama seperti layaknya keluarga sempurna seperti apa yang diinginkan oleh Nayla itu hanya satu hari saja. Kamu mau kan melakukan itu untuk Nayla? Karena Nayla pasti ingin bersama dengan kedua orang tuanya. Meskipun hanya satu hari dan setelah itu baru kita akan mengatakan kepada Nayla dan memberikan pengertian kepadanya dan pasti Nayla akan mengerti setelah kita memberikan pengertian kepadanya." Jawaban Arya membuat Bram kaget mendengarnya.


"Tapi Arya ini tidak baik, kau jangan lakukan ini karena ini tidak baik untuk pernikahanmu dan juga tidak baik untuk Raya. Aku tidak mau Raya tersinggung dan merasa tidak dihargai karena semua ini." Ucap Bram kepada Arya.


"Semua akan baik-baik saja. Lakukanlah demi Nayla. Dan Raya akan mengerti karena setelah ini kita akan membuat pengertian kepada Nayla dan menasehati Nayla agar Nayla mengerti dan menerima semuanya. Setelah itu kita memberikan Nayla kasih sayang agar Nayla tidak kekurangan kasih sayang dari kita semua." Ucap Arya kepada Bram.


Bram hanya terdiam mendengar perkataan dari Arya dan memikirkan perasaan Raya saat ini karena Raya belum saja kembali ke rumah.

__ADS_1


#BERSAMBUNG


__ADS_2