ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 77


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 77


Arka begitu marah dan emosi karena perkataan Rima. Arka kemudian menampar Rima dengan keras setelah itu mengusir Rima dari rumah. Rima tidak terima di usir Arka dengan mengatakan bahwa Rima akan membalas perbuatan Arka kepada nya.


"Aku akan membalas kalian dan menuntut kalian! Berani nya kalian mengusirku! Ini rumah Papa ku dan kalian tidak punya hak untuk mengusir ku! Buka pintunya! Buka pintunya...! Kalian semua bajingan! Ini rumah Papa ku dan kalian tidak punya hak untuk mengusir ku dari sini! Aku akan kembali kemari untuk membalas perbuatan kalian! Kalian tidak bisa melakukan ini kepadaku! Kalian tidak bisa melakukan ini! Aku akan membalas perbuatan kalian!" Teriak Rima sambil emosi.


Rima kemudian pergi meninggalkan rumah Reynaldi dengan perasaan emosi dan akan membalas perlakuan keluarga Reynaldi.


******


Sementara itu


Arya begitu marah dan emosi kemudian langsung pecahkan salah satu guci dan kemudian langsung menuju kamarnya dengan perasaan emosi. Diana dan Reno serta yang lainnya mengikuti Arya ke kamar tapi Arya tidak mau membuka pintu sehingga Arpen dengan Arnav terbangun dan menangis.


"Arya... Tolong buka pintunya biar Mama dan Papa menjelaskan semuanya kepadamu. Arya... Tolong buka pintunya Arya..." Ucap Diana sambil menangis.


"Nyonya, Arpen dan Arnav mereka menangis dan tidak bisa diam." Ucap Babysitter kepada Maya.


"Aku akan melihat mereka dulu." Ucap Maya sambil usap air mata nya.


Maya kemudian melihat Arpen dan Arnav yang menangis di kamar mereka.


"Ma, Pa Tolong jelaskan kepada Nada, Apakah benar semua yang wanita itu katakan tentang Mama? Apakah benar semua yang wanita itu katakan tentang Papa? Nada ingin semuanya terlihat jelas! Katakan semuanya kepada Nada dan jelaskan kepada Nada semuanya karena Nada ingin penjelasan dari kalian!" Teriak Nada sambil menangis.


"Arya... Buka pintunya dulu biar Mama dan Papa jelaskan kepadamu dan Nada apa sebenarnya yang terjadi." Ucap Diana sambil menangis.


"Arya... Bukalah pintunya dulu Papa akan menjelaskan semuanya kepadamu." Ucap Reno kepada Arya.


"Tinggalkan aku sendirian aku ingin menyendiri karena aku tidak ingin bicara dengan siapapun! Tinggalkan aku sendirian!" Teriak Arya sambil lempar barang-barang.


"Arya, kami akan menunggumu turun ke bawah sampai kau benar-benar siap dan Mama dengan Papa akan menjelaskan semuanya kepada kita. Pokoknya sampai malam kau harus keluar agar semua bisa jelas." Ucap Arka kepada Arya.


"Ma, kita biarkan Arya sendiri dulu nanti malam baru kita akan menjelaskan semuanya kepada Arya dan juga kepada Nada agar semuanya jelas." Ucap Reno kepada Diana.


"Arpen dan Arnav masih menangis Mama ingin menemuinya. Kenapa dengan mereka? Pasti mereka kaget mendengar teriakan Arya dan juga apa yang terjadi karena suara yang begitu keras." Ucap Diana sambil usap air mata nya.


Diana kemudian langsung pergi ke kamar Arpen dan Arnav untuk melihat mereka yang masih saja menangis.


******


Arpen dan Arnav masih saja menangis sementara Sonia ketakutan setelah mendengar teriakan dari Arya dan keributan dari bawah. Sonia kemudian bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


"Tante, Sebenarnya apa yang terjadi kenapa Om Arya marah-marah dan tadi ada keributan di bawah?" Tanya Sonia kepada Maya.


"Tidak ada apa-apa sayang kau jangan khawatir." Ucap Maya sambil tenangkan Arpen dan Arnav.


"Arpen... Arnav..." Ucap Diana yang tiba-tiba datang.


Diana langsung peluk Arpen dan Arnav karena mereka masih saja menangis. Diana kemudian mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.


"Sayangnya Oma... Semua akan baik-baik saja kau jangan khawatir kalian tenanglah dan jangan menangis Oma ada di sini buat kalian." Ucap Diana sambil peluk dan cium kening Arnav dan Arpen.


"Ma, Sebenarnya apa yang terjadi dan mengapa Om Arya sangat marah sekali sehingga membuat keributan di bawah?" Tanya Sonia kepada Nada.


"Sonia, ini adalah masalah orang dewasa kamu belum bisa mengerti tapi nanti setelah Sonia dewasa pasti Sonia akan mengerti. Tapi jangan khawatir semua akan baik-baik saja sebentar lagi juga Om Arya pasti tidak akan marah lagi." Ucap Fandy kepada Sonia.


"Jadi ini adalah masalah orang dewasa? Sonia tidak mau jadi orang dewasa karena Sonia tidak mau mempunyai masalah. Tapi jika nanti Sonia dewasa, Sonia tidak mau mendapatkan masalah karena Sonia tidak mau mempunyai masalah. Karena jika mempunyai masalah, akan membuat semua orang sedih dan menangis seperti yang Sonia lihat sekarang." Ucap Sonia dengan nada sedih.


"Itu pasti sayang jangan sampai Sonia mendapatkan masalah dan Papa sangat bangga apa yang Sonia katakan. Tapi begitulah orang dewasa selalu saja ada masalah dalam hidup mereka. Tapi, meskipun begitu kita harus kuat dalam menghadapi apapun karena begitulah kehidupan kita setelah kita dewasa." Ucap Fandy sambil peluk dan cium kening Sonia.


"Iya Pa, dewasa nanti Sonia akan menghadapi apapun permasalahan yang akan Sonia hadapi dengan sabar dan ikhlas itulah yang akan Sonia lakukan dewasa nanti." Ucap Sonia kepada Fandy.


"Sonia..." Ucap Nada sambil peluk dan cium kening Sonia.


Nada kemudian peluk Sonia sambil menangis dengan mengatakan bahwa Sonia tidak boleh memiliki masalah dalam hidup karena Sonia berhak untuk bahagia.


******

__ADS_1


Di Restoran


Setelah Nayla, Bram, Raya, Roy, Lina berada di pantai Mereka pun pergi ke restoran untuk makan siang bersama di restoran. Mereka kemudian memesan makanan di restoran makanannya begitu sangat enak dan mahal apalagi sambil melihat pemandangan pantai.


"Pa, Nayla ingin berenang lagi apa boleh?" Tanya Nayla kepada Bram.


"Tentu saja boleh, tapi Nayla jangan jauh-jauh berenangnya dan tetap bersama dengan tante Mama dan juga Papa." Jawab Bram kepada Nayla.


"Iya Pa..." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Bram... Apakah kau sudah menghubungi Arya atau Maya untuk membicarakan tentang ulang tahun Nayla?" Tanya Lina kepada Bram.


"Arya maupun Maya tidak mengangkat ponsel Bram mungkin mereka sedang sibuk jadi nanti malam biar Bram saja yang mengatakan langsung kepada Arya dan Maya sambil mengantar Nayla pulang ke rumah Maya." Jawab Bram kepada Lina.


"Kayaknya di rumah Om Papa sedang ada masalah, soalnya waktu Nayla berada di sana di rumah itu sedang ada masalah dan ada seorang wanita datang membuat masalah sehingga membuat Om Papa marah-marah kepada wanita itu. Nayla nggak terlihat jelas Apa permasalahannya karena saat Nayla ingin mendengar pembicaraan mereka, Bibi membawa Nayla ke kamar untuk menemani adik kembar jadi Nayla tidak tahu permasalahannya apa." Ucapan Nayla membuat semua kaget mendengarnya.


"Pasti itu adalah masalah orang dewasa, Sayang sudahlah jangan dipikirkan berdoa saja semoga permasalahan yang Om Papa Nayla hadapi akan segera cepat selesai." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Nayla.


"Iya Pa, Nayla akan selalu berdoa untuk Om Papa." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Bram.


"Ya sudah sekarang kita makan siang dulu Setelah itu kita lanjutkan berenang di pantai." Ucap Roy kepada Nayla.


Nayla, Raya, Bram, Roy dan Lina kemudian makan siang bersama di restoran setelah makan siang bersama mereka kemudian melanjutkan ke pantai untuk mandi-mandi di pantai.


******


Di rumah Keluarga Hutama


Rani dengan Tommy sangat khawatir dikarenakan Kartika belum saja pulang dari pagi sampai siang. Rani berpikir mungkin Kartika pergi dengan Rio dan menikah secara diam-diam tetapi Tommy berharap Kartika tidak melakukan hal seperti itu.


"Mama harap Kartika tidak melakukan hal seperti itu yaitu menikah dengan Rio secara diam-diam Karena Mama tidak akan pernah merestui hubungan mereka selamanya dan itu tidak akan pernah terjadi!" Ucap Rani dengan perasaan emosi.


"Papa sudah menyuruh Bodyguard untuk mencari Kartika dan mereka pasti akan mencari Kartika di manapun Kartika berada. Papa harap kita secepatnya menemukan Kartika dan setelah itu memberikan perhitungan kepada Rio karena sudah membawa kabur Kartika dari rumah!" Ucap Tommy dengan perasaan emosi.


"Mama tidak habis pikir Mengapa bisa-bisanya Rio membawa Kartika kabur dari rumah dan ini tidak bisa dibiarkan karena ini adalah tindakan kriminal dan Mama tidak akan pernah menerima semua ini apalagi nanti jika diam-diam dan Mama tidak akan pernah merestui hubungan mereka!" Ucap Rani dengan perasaan emosi.


Rani dengan Tommy sangat marah besar karena Kartika kabur dari rumah bersama dengan Rio dan berharap mereka tidak melakukan apapun termasuk menikah secara diam-diam.


******


Di Pantai


Nayla dengan yang lainnya menikmati indahnya pantai Mereka kemudian berenang bersama dengan bahagia.


"Papa... Aku dapat mutiara cantik sekali..." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Ehmmm sini biar Papa lihat wah... Mutiara yang sangat cantik sekali mari kita kumpulkan Setelah itu kita bawa pulang." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Nayla.


"Biar Tante Mama bantuin Nayla untuk mengumpulkan mutiaranya." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Nayla.


Raya dengan Bram kemudian membantu Nayla untuk mencari mutiara di pantai.


"Mas Roy... Coba lihat Nayla begitu sangat bahagia sekali sepertinya keluarganya sudah lengkap dan aku sangat bahagia melihatnya seperti itu." Ucap Lina kepada Roy.


"Iya Ma... Papa juga sangat bahagia melihat Nayla Bahagia seperti itu dan Papa harap Nayla kan selalu seperti itu dan akan selalu bahagia." Ucap Roy sambil tersenyum kepada Lina.


"Kebahagiaan Nayla adalah segalanya untuk kita karena Nayla ada cucu kita dan kebahagiaannya adalah yang paling penting untuk kita karena Nayla pantas untuk bahagia." Ucap Lina sambil tersenyum kepada Roy.


Lina dengan Roy melihat Nayla, Raya dan Bram dengan penuh bahagia yang sedang bermain di pantai mencari mutiara. Roy dengan Lina berharap Nayla selalu bahagia selamanya karena Nayla pantas untuk bahagia.


Keluarga Nugraha berjalan-jalan di pantai sambil menikmati indahnya pantai dan matahari terbenam Setelah itu mereka kemudian pulang ke rumah setelah melihat matahari terbenam.


******


Malam harinya di rumah keluarga Reynaldi


Diana berharap Arya mau keluar dari kamar karena Diana dan Reno akan menjelaskan semuanya kepada Arya, meskipun nantinya Arya tidak mau mendengarkan apapun penjelasan dari mereka.

__ADS_1


"Biar Arka yang meminta Arya untuk membuka pintu karena ini sudah malam sudah sepantasnya Arya turun ke bawah." Ucap Arka kepada Reno dan Diana.


"Mas Arka... Jangan marah-marah kepada Arya saat ini dia lagi emosi kau tahu apa yang akan terjadi jika emosi ditambah marah maka akan terjadi lebih emosi lagi." Ucap Ria kepada Arka.


"Aku tahu apa yang akan aku lakukan Jangan khawatir tentang hal itu." Ucap Arka kepada Ria.


"Kak Arka, Biar aku saja yang menemui Mas Arya dan membawanya ke bawah. Aku yakin dia pasti mau turun ke bawah dan mendengar penjelasan Mama dan Papa." Ucap Maya kepada Arka.


"Maya... Bawalah Arya kemari karena Mama dan Papa akan menjelaskan semuanya kepadanya agar Arya mengerti." Ucap Diana kepada Maya.


Maya kemudian pergi ke kamar untuk berbicara dengan Arya dan membawanya ke bawah agar Arya mau mendengar penjelasan dari Mama dan Papanya.


******


Di kamar, Maya meminta Arya untuk membuka pintu dan memaksa Arya agar mau membuka pintu untuknya karena Maya ingin bicara dengan Arya. Setelah Maya memaksa akhirnya Arya mau membuka pintu dan Maya kemudian langsung bicara dengan Arya.


"Mas Arya... Di bawah semua sedang menunggu Mas Arya turun ke bawah. Setelah semua yang terjadi apakah Mas Arya tidak ingin mendengar penjelasan dari Mama dan Papa? Mas... Ayo kita turun ke bawah dan dengarkan penjelasan Mama dan Papa karena mereka ingin menjelaskan semuanya kepadamu." Ucap Maya kepada Arya.


"Apa yang perlu dijelaskan karena semuanya sudah terlihat jelas dan aku sangat kecewa sekali setelah semua yang terjadi dan apa yang dikatakan oleh Rima dan Semua sudah terlihat jelas." Ucap Arya dengan nada kecewa.


"Mas Arya... Apakah Mas Arya percaya dengan semua yang dikatakan oleh Rima dan tanpa mendengar penjelasan dari Papa dan Mama? Apakah Mas Arya percaya begitu saja? Mas Arya, kita hanya mendengar dari satu orang yang baru kita ketahui yaitu anak dari Papa tetapi kita belum mendengar penjelasannya dari Papa. Maka itu berarti kita belum bisa mempercayai apa yang dikatakan oleh Rima karena Papa dan Mama belum menjelaskan semuanya kepada kita maka dari itu kita harus mendengar penjelasannya agar kita mengerti apakah benar yang dikatakan Rima atau tidak. Mas Arya, Papa dan Mama adalah orang tua kita jadi sudah sepantasnya kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk menjelaskan kepada kita apa yang terjadi sebenarnya. Karena mereka adalah orang tua kita, yang menjaga kita dan merawat kita serta membesarkan kita sampai sekarang ini. Mas Arya... Aku tahu hati Mas Arya sangat terluka dan Pasti akan sangat sulit untuk menerima kenyataan ini tetapi tidak salah kalau kita mendengar penjelasan dari Papa dan Mama agar kita tidak salah paham dan mengerti apa yang mereka katakan.


Setelah Maya berbicara dengan Arya, Arya kemudian turun ke bawah bersama dengan Maya untuk mendengar penjelasan dari Reno dan Diana.


******


Reno, dan Diana bersama dengan yang lainnya sedang menunggu kedatangan Arya untuk turun ke bawah bersama dengan Maya. Arya dengan Maya kemudian turun ke bawah dan setelah itu mereka semua melihat Arya dengan Maya turun ke bawah. Diana langsung peluk Arya dengan mengatakan bahwa dia akan menjelaskan semua yang telah terjadi agar Arya mengerti.


"Arya, Mama dan Papa akan menjelaskan semuanya kepadamu dan adik serta kakakmu tentang yang terjadi sebenarnya dan Mama harap kau bisa mengerti meskipun kau tidak bisa menerimanya. Tapi satu hal yang Mama katakan kepadamu bahwa Mama tidak seperti apa yang dikatakan oleh Rima, Mama tidak pernah merebut kebahagiaan siapapun dan Mama bukanlah seorang pelakor itulah yang harusnya kau ingat bersama adikmu dan kakak mu. Mama harap kalian percaya dan mengerti yang Mama katakan ini." Ucap Diana sambil usap air mata nya.


"Ma, Pa sekarang ceritakan semuanya kepada kami dan jelaskan semua apa yang telah terjadi." Ucap Nada kepada Reno dan Diana.


"Ma, Pa, sekarang katakan yang sebenarnya dan jelaskan kepada kami apa yang terjadi sebenarnya dan kami akan mendengarkan semua penjelasan dari Papa dan Mama." Ucap Arya kepada Diana dan Reno.


"Ma, Pa, sekarang waktunya Papa dengan Mama menjelaskan semuanya kepada kami karena inilah yang sedang ditunggu-tunggu apalagi Arya sudah ada di sini dan sudah waktunya Papa dengan Mama menjelaskan semuanya yang terjadi." Ucap Arka kepada Diana dan Reno.


"Baiklah akan Papa ceritakan semuanya kepada kalian dan Papa harap kalian mengerti setelah apa yang Papa ceritakan ini kepada kalian karena yang Papa ceritakan ini kepada kalian adalah yang sebenarnya." Ucap Diana kepada semua orang.


"Pa, sekarang jelaskan saja kepada anak-anak dan Mama yakin mereka pasti akan mengerti." Ucap Diana kepada Reno.


"Dengarkan Papa baik-baik karena Papa akan menceritakan semuanya kepada kalian dan Papa harap kalian mengerti setelah apa yang Papa ceritakan semuanya kepada kalian. Tiga puluh enam tahun yang lalu sebelum kalian lahir ke dunia ini dan sebelum Papa dengan Mama menikah.


******


Flashback 36 tahun yang lalu


Sebelum Papa menikah dengan Mama kalian Papa sudah menikah lebih dulu dengan seorang wanita bernama Linda. Kami hidup bahagia di saat kami bersama-sama pada waktu itu. Kami menikah dan hidup bahagia serta memiliki seorang anak bernama Rima, pernikahan Papa dengan Linda tidak direstui oleh orang tua Papa yaitu Oma dan Opa kalian. Karena menurut orang tua Papa, Linda bukanlah wanita yang baik karena Linda hanya ingin hartanya Papa saja begitulah menurut orang tua Papa. Tetapi Papa tidak percaya kepada mereka bahkan menikah dengan Linda secara diam-diam. Pernikahan kami begitu bahagia meskipun banyak rintangan yaitu tanpa restu kedua orang tua. Namun hingga akhirnya orang tua Papa merestui pernikahan kami dikarenakan Linda telah hamil yang mana artinya kami akan memberikan cucu kepada Oma dan Opa kalian. Linda dengan Papa memberikan mereka cucu sehingga mereka merestui hubungan kami dan kami pun kembali menikah setelah mendapatkan restu dari orang tua Papa. Kelahiran Rima merupakan bentuk kebahagiaan di keluarga kami dan kami begitu sangat bahagia pada masa itu tanpa ada masalah apapun karena kami bahagia dengan penuh cinta orang tua Papa sangat bahagia melihat Rima yang tumbuh besar dan melihat kebahagiaan Papa saat itu bersama dengannya.


"Reno... Mama sangat senang dan bahagia sekali kau sudah memberikan Mama cucu yang begitu cantik dia adalah pewaris dari keluarga Reynaldi. Tapi Seandainya dia laki-laki Mama akan sangat bahagia sekali, tidak masalah itu sama saja yang penting kau bahagia bersama dengan istrimu Linda." Ucap Syafira sambil tersenyum kepada Reno.


"Ma, Sini Papa gendong dulu cucu kita masa Mama saja yang menggendongnya." Ucap Reza kepada Syafira.


"Ma, Pa... Terima kasih karena sudah merestui pernikahan Reno dan juga Linda, hingga akhirnya kita semua bahagia setelah kelahiran Rima." Ucap Reno sambil tersenyum kepada Syafira dan Reza.


"Sayang... Akhirnya Mama dan Papa merestui hubungan kita dan aku sangat bahagia sekali Apalagi setelah kelahiran Rima akan lebih bahagia lagi dan keluarga kita sudah lengkap." Ucap Linda sambil tersenyum kepada Reno.


"Iya sayang dan aku sangat bahagia sekali akhirnya kebahagiaan telah datang dan keluarga kita telah lengkap apalagi Mama dan Papa sudah merestui hubungan kita." Ucap Reno sambil peluk dan cium kening Linda.


Setelah kelahiran Rima kami begitu sangat bahagia orang tua Papa begitu juga bahagia dan berharap kebahagiaan akan selalu datang di keluarga kami. Rima kemudian dibawa pulang dari rumah sakit setelah beberapa bulan di saat usia Rima tiga bulan kami merayakan acara syukuran dengan penuh bahagia sekaligus acara peresmian pernikahan kami.


"Sayang... Akhirnya kita bahagia dan aku sangat bahagia sekali aku harap ini akan selamanya seperti ini." Ucap Linda sambil peluk Reno.


"Ya sayang dan aku harap kita juga akan selalu bersama selamanya. Kau tahu Sayang aku sangat mencintaimu dan akan selamanya mencintaimu. Aku berjanji kepadamu bahwa aku tidak akan pernah meninggalkanmu karena kita akan selalu bersama selamanya." Ucap Reno sambil peluk dan cium kening Linda.


Kami begitu bahagia pada saat itu dan menikmati kebahagiaan bersama dengan Rima dan berharap kebahagiaan itu akan selamanya datang bersama dengan kami namun delapan tahun kemudian sesuatu telah terjadi.


#BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2