
ORANG KE TIGA EPISODE 74
Setelah makan siang, Arka dengan Ria datang ke rumah Arya. Di sana Arka mengatakan bahwa dia memberikan hadiah spesial untuk Diana dan Reno.
"Hadiah spesial? Arka, apa ini? Ya Tuhan... Tadi Arya sekarang Arka, Mama buka kadonya." Ucap Diana sambil buka kado dari Arka.
"Bagaimana Ma? Apakah Mama menyukainya? Maaf ya Ma, Arka cuma bisa berikan ini untuk Mama." Tanya Arka kepada Diana.
"Kalung nya sangat bagus Mama menyukainya. Terimakasih ya Arka, kau anak Mama yang paling baik tapi harus nya uang nya kau tabung dan jangan boros begini. Harusnya, uang nya kau tabung untuk masa depan mu bersama istri dan anak-anak mu." Jawab Diana kepada Arka.
"Ini hadiah khusus untuk Mama dan yang sangat spesial karena ini pertama kalinya Arka berikan hadiah buat Mama. Arka pakaikan ke Mama ya... Kata Ria, Mama akan kelihatan cantik jika memakainya dan Ria benar." Ucap Arka sambil peluk dan cium kening Diana.
"Arka... Mama terharu atas apa yang kau lakukan. Mama sangat menyayangimu nak dan akan selamanya seperti itu." Ucap Diana sambil peluk dan cium kening Arka.
"Arka juga sayang sama Mama. Dan ini untuk Papa, Pa buka lah kado nya mungkin ini sederhana tapi isinya sangat bernilai." Ucap Arka kepada Reno.
"Arka... Kau jangan repot-repot begini nak... Kau tidak perlu memberikan Papa dan Mama hadiah, kau bahagia, Papa dan Mama sudah sangat bahagia. Tapi ya sudah Papa buka kado nya dulu." Ucap Reno sambil buka kado.
"Bagaimana apakah Papa menyukai isi kadonya?" Tanya Arka kepada Reno.
"Arka ini adalah sebuah kamera? Arka ini adalah kamera merk termahal kenapa mahal sekali kau membelinya? Harusnya kau menabung uangnya untuk keperluan Anak dan istrimu." Ucap Reno kepada Arka.
"Ini tidak seberapa dibanding kasih sayangku kepada Mama dan Papa. Aku belum pernah memberikan apapun kepada kalian jadi, aku memberikan ini untuk kalian sebagai tanda Aku menyayangi dan mencintai kalian dan peduli kepada kalian. Aku sangat menyayangi dan mencintai kalian dan selamanya seperti itu." Ucap Arka sambil peluk Reno dan Diana.
"Kami juga sangat menyayangi dan mencintaimu dan jangan pernah meragukan hal itu." Ucap Diana kepada Arka.
Mereka semua Kemudian pelukan bersama setelah itu datang sebuah hadiah untuk Nayla dan juga untuk Arpen dan Arnav.
******
Semua kaget melihat hadiah itu dan Arya meminta yang membawa kado tersebut untuk meletakkan barang tersebut di kamar khusus yang sudah disiapkan oleh Arya.
"Letakkan saja di sini dan tolong siapkan segalanya. Jangan sampai ada yang terlepas dan tertinggal sedikitpun." Ucap Arya dengan perasaan bahagia.
"Mas Arya, apa-apaan semua ini dan kamar ini?" Tanya Maya kepada Arya.
Semua untuk anak-anak kita untuk Nayla, Arpen dan Arnav Ini adalah kamar bermain mereka dan juga kamar belajar untuk mereka serta hadiah untuk mereka." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Maya.
"Jadi ini semua untuk Nayla? Horeee terima kasih ya Om Papa." Ucap Nayla sambil peluk Arya.
"Ya sayang ini semua buat Nayla dan Om Papa senang jika Nayla menyukainya." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Nayla.
"Nayla sangat menyukainya sudah lama Nayla menantikan kamar untuk bermain dan sekarang Nayla sudah memilikinya dan kamarnya sangat besar sekali lagi ada mainannya yang sangat banyak dan besar." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Nayla... Nanti di sini juga Nayla bisa menjaga Adik kembar sambil bermain bersama mereka dan juga belajar bersama mereka Nayla tidak akan kesepian lagi dan jangan lupa juga ajak Sonia untuk bermain dengan Nayla." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Nayla.
"Iya dong Om Papa nanti Nayla akan ajak Sonia untuk bermain ke rumah ini karena sudah lama Sonia tidak main di rumah ini." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Mas Arya... Mas Arya begitu sangat menyayangi Nayla melebihi Mas Bram yang menyayangi Nayla. Terima kasih ya Mas Arya karena sudah menerima Nayla dengan baik padahal Nayla bukanlah anak kandung mu dan Mas Arya sudah menerimanya dan menganggap bahwa dia anak kandungmu sendiri." Ucap Maya dalam hati.
Arya dengan Nayla kemudian pelukan bersama begitu juga dengan Maya dengan penuh bahagia. Namun saat pelukan tiba-tiba terhenti karena ada tamu sedang menunggu di luar dan mereka pun keluar untuk melihat tamu tersebut.
******
Rima tiba-tiba datang ke rumah keluarga Reynaldi dengan membawa foto dan mengatakan bahwa dia bawa bukti yang mana dia anak nya Reno.
"Masih berani kau ternyata kemari!" Teriak Arya kepada Rima.
"Tentu saja aku berani karena aku tidak salah dan fakta nya aku adalah anak nya Reno Reynaldi." Ucap Rima kepada Arya.
"Apa yang barusan kau katakan? Kau anak Reno Reynaldi anak Papa ku? Apakah itu benar?" Tanya Arka kepada Rima.
"Itu adalah benar dan aku sudah membawa buktinya!" Teriak Rima membuat semua orang kaget mendengarnya.
Semua kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Rima namun Arya tidak menerima apa yang dikatakan oleh Rima.
******
Di rumah Nada
Sonia sedang melamun dan menyendiri melihat hal itu Nada datang dan menemuinya serta bertanya kepadanya apa yang Sonia pikirkan.
"Sonia, Kamu kenapa sayang dan kenapa melamun?" Tanya Nada kepada Sonia.
__ADS_1
"Sonia tiba-tiba kangen dengan Om Arya, Apakah Om Arya kangen juga sama Sonia?" Tanya Sonia kembali
"Tentu saja sayang Om Arya pasti kangen banget sama Sonia apa lagi Sonia sudah lama tidak ke sana." Jawab Nada kepada Sonia.
"Ma, entah kenapa Sonia merasa bahwa Om Arya lagi ada masalah Sonia ingin datang ke sana sekaligus Sonia kangen banget sama Om Arya." Ucap Sonia dengan nada sedih.
"Jadi Sonia ingin menginap di sana? Boleh saja Nanti Mama dan Papa akan antar Sonia ke sana sekaligus kita ketemu dengan Om Arya, kakek dan nenek." Ucap Nada sambil tersenyum kepada Sonia.
Nada dengan Sonia kemudian pelukan dengan mengatakan bahwa Nada akan mengantar Sonia ke rumahnya Arya untuk menginap di sana.
******
Di rumah keluarga Reynaldi
Arya masih tidak terima perkataan dari Rima yang mana dia mengatakan bahwa Rima adalah anak dari Reno Reynaldi dan Arya akan menuntutnya jika Rima masih mengatakan hal yang sama kepadanya.
"Tidak masalah kau menuntut ku silakan saja tuntut aku atas pencemaran nama baik. Tapi buktinya sudah ada dan aku punya buktinya bahwa aku adalah anak dari Papa Reno Reynaldi itu ada fakta yang sebenarnya. Kau tidak bisa menerima fakta karena, aku punya buktinya meskipun kau mengatakan ini adalah pencemaran nama baik. Tetapi jika aku sudah menunjukkan buktinya nanti maka kau tidak akan bisa mengatakan bahwa ini adalah pencemaran nama baik." Semua kaget mendengar perkataan Rima.
"Kalau begitu Mana buktinya tunjukkan kepada kami agar aku bisa melihat bukti tersebut sekaligus Test DNA." Ucapan Arka membuat Reno, Maya dan Diana kaget mendengarnya.
"Aku akan menunjukkan kepada kalian buktinya sekaligus Aku berani melakukan tes DNA jika memang kalian masih tidak percaya." Ucapan Rima membuat Reno, Maya dan Diana kaget mendengarnya.
Rima kemudian memberikan foto tersebut kepada Arya dan juga Arka. Arya dan Arka kemudian melihat foto tersebut dan kaget melihat foto tersebut.
"Itu adalah fotoku waktu kecil bersama dengan Papa dan masih banyak lagi fotonya di rumah kalau bisa aku akan menunjukkan kepada kalian semuanya kalau memang kalian masih tidak percaya dan kita akan melakukan tes DNA bersama Papa." Ucapan Rima membuat Reno, Diana dan Maya kaget mendengarnya.
"Sudah cukup! Rima kau ini kenapa sih? Pasti ini adalah editan!" Tegas Maya kepada Rima.
"Editan dari mana ini bukan editan tapi fakta dan kenyataan dan foto ini bukan editan. Ini adalah fotoku bersama dengan Papa di waktu aku masih kecil dan ini adalah kenyataannya." Semua kaget mendengar perkataan Rima.
"Pa, Apakah semua yang dikatakan Rima adalah benar dan foto ini, ini adalah foto masa kecil tidak mungkin ini editan? Apakah ini benar atau tidak?" Pertanyaan Arya membuat semua kaget mendengarnya.
"Papa pasti tidak akan bisa menjawabnya Karena itu adalah kenyataannya dan foto itu bukanlah editan dan asli." Ucapan Rima membuat semua kaget mendengarnya.
"Pa, dijawab apakah ini benar atau tidak?" Tanya Arya kepada Reno.
"Itu semuanya tidak benar, Rima hanya mengarang cerita mungkin dia disuruh oleh Tina suruh saja dia pulang." Jawaban Reno membuat Rima kaget mendengarnya.
"Tega sekali Papa melakukan hal ini kepadaku dan tidak mau mengakui aku anakmu sendiri! Padahal aku ini adalah anakmu yang sudah bertahun-tahun sangat merindukanmu! Tapi setelah aku datang untuk menemuimu Papa malah tidak mau mengakuinya hanya karena wanita ini dan juga mereka yang mengatakan adalah anakmu juga!" Teriaknya Rima membuat semua kaget mendengarnya.
"Silakan saja kau tuntut aku tidak apa-apa. Tapi aku bisa buktikan bahwa aku adalah anak dari Reno Reynaldi dan itu adalah fakta yang sebenarnya! Bahkan aku siap melakukan tes DNA jika itu kau mau dan kita akan melakukannya sekarang juga. Tapi jika terbukti bahwa aku adalah anak dari Reno Reynaldi maka kau yang akan dipenjara termasuk pelakor ini dia juga akan dipenjara." Ucapan Rima membuat semua kaget mendengarnya.
Arya begitu emosi dan langsung menampar Rima karena Rima sudah berani menghina Diana dengan mengatakan pelakor.
"Berani sekali kau mengatakan Mamaku adalah seorang pelakor! Dia adalah wanita terhormat sementara kau, jika memang kau adalah wanita terhormat kau tidak akan melakukan hal serendah ini dengan mengaku-ngaku anaknya Papa dan menghancurkan nama baik orang lain! Tapi, jika memang benar kau adalah anaknya Papa justru aku yang akan bertanya kepadamu bagaimana bisa kau menjadi anaknya Papa? Apakah Mama kamu yang merebut Papa sehingga kau berani mengatakan bahwa Mama ku adalah seorang pelakor! Sementara apakah Mama kamu lebih baik daripada Mamaku!" Teriaknya Arya membuat Rima kaget mendengarnya.
Rima kemudian ingin menampar Arya namun Arya menghalangi tangan Rima dengan mengatakan Sampai kapan pun Rima tidak akan bisa menampar Arya.
"Kau ini tidak tahu makanya kau marah-marah kepadaku! Aku memang benar-benar anaknya Reno Reynaldi dan dia telah memiliki dua istri satu Mamaku dan satu Mama kamu dan Mama kamu telah merebut Papaku dari Mamaku itulah kenyataannya! Tapi kalau kau tidak percaya kita bisa melakukan tes DNA lebih dulu baru aku akan mempertemukan Mamaku kepadamu barulah kau akan mengetahui kebenarannya!" Teriaknya Rima membuat semua kaget mendengarnya.
"Benar kata Rima kita akan melakukan tes DNA. Papa dengan Rima akan melakukan tes DNA dan aku yang akan melakukannya karena aku adalah seorang dokter jadi, aku akan mengetahui hasilnya nantinya dan memberitahunya kepada kalian." Ucapan Arka membuat semua kaget mendengarnya.
"Kenapa semuanya diam? Kenapa Papa juga diam dari tadi? Ayo kita lakukan tes DNA dan aku berani melakukannya karena aku benar-benar anaknya Papa Reno Reynaldi." Ucapan Rima membuat semua kaget mendengarnya.
"Ada apa ini mengapa kalian mengatakan Test DNA? Dan wanita ini siapa?" Nada tiba-tiba datang dan membuat semua kaget mendengarnya.
Nada tiba-tiba datang dan membuat semua orang kaget melihat kedatangan Nada sama dengan Sonia.
******
Di rumah keluarga Hutama
Kartika hanya menangis dan berharap Mama dengan Papanya mengerti bahwa Kartika tidak mencintai Zaky sama sekali dan dia hanya mencintai Rio.
"Mama dengan Papa sudah tidak peduli kepadaku mereka hanya peduli kepada diri mereka sendiri dan juga kepada Zaky dan mereka tidak pernah peduli bagaimana perasaanku sekarang aku tidak pernah mencintai Zaky tapi Papa dan Mama selalu memaksaku untuk mencintai Zaky dan menikah dengannya. Aku tidak mungkin akan bahagia bersama Zacky karena aku tidak mencintai Zaky sama sekali aku hanya mencintai Rio dan akan bahagia bersama Rio." Ucap Kartika sambil menangis.
Kartika hanya menangis di dalam kamar sementara Rani dan Tommy tetap melakukan rencana mereka untuk menikahkan antara Kartika dan juga Zaky.
******
Rani mengatakan kepada Tommy untuk mempercepat pertunangan Kartika dengan Zaky karena khawatir Kartika akan kabur dan pergi bersama dengan Rio.
"Jangan sampai Kartika melakukan hal serendah itu jika dia melakukannya dan pergi bersama dengan Rio, Papa tidak akan pernah merestui hubungan mereka." Ucap Tommy dengan perasaan emosi.
__ADS_1
"Mama juga tidak akan pernah merestui mereka apalagi Rio bukanlah pemuda yang baik dan pasti Rio sudah melakukan sesuatu kepada Kartika sehingga membuat Kartika percaya kepadanya Mama sangat yakin itu." Ucap Rani dengan perasaan emosi.
"Pokoknya kita harus persiapkan semuanya untuk pertunangan Kartika dan juga Zaky dan kita akan percepat pertunangan mereka." Ucap Tommy dengan perasaan emosi.
"Kita harus melakukannya secepatnya apapun Yang terjadi Kartika akan bertunangan dan menikah dengan Zaky itulah yang akan terjadi." Ucap Rani dengan perasaan emosi.
Rani dan Tommy begitu sangat parah karena Kartika tidak mengerti keinginan mereka agar Kartika menikah dengan Zaky tetapi Rani dan Tommy akan tetap memaksa Kartika untuk menikah dengan Zacky apapun Yang terjadi.
******
Di rumah keluarga Nugraha
"Bram... Nanti kamu tolong jemput Nayla Mama kangen banget sama Nayla apalagi besok kan hari Minggu." Ucap Lina kepada Bram.
"Iya Ma, kebetulan sekali Bram juga kangen dengan Nayla dan apalagi sebentar lagi Nayla ulang tahun dan Bram ingin di saat ulang tahun Nayla dia berada di sini dan merayakan ulang tahun di rumah ini karena dia selalu merayakan ulang tahunnya di rumah Mamanya." Ucap Bram kepada Lina.
"Mama setuju sama kamu sudah lama Nayla tidak mengadakan ulang tahun di rumah ini, ini kan juga rumahnya. Jadi sudah sepantasnya Nayla juga merayakan ulang tahun di sini Nanti Mama akan undang banyak tamu dan teman-teman Mama di hari ulang tahun Nayla." Ucap Lina kepada Bram.
"Tapi Ma, Arya pasti mempersiapkan kejutan ulang tahun untuk Nayla bagaimana kalau merayakan ulang tahun Nayla itu adalah keputusan dari kalian berdua bersama Arya dan Raya agar tidak ada terjadi ke salah pahaman di antara kalian. Papa rasa ini menyangkut Nayla berarti kejutannya harus dari kalian antara Mama dan Papanya begitu juga Tante Mama dan Om Papanya kalian harus bekerja sama untuk kejutan ulang tahun Nayla." Ucap Roy kepada Bram.
"Apa yang Papa Katakan ada benarnya juga Aku akan coba mengatakan hal ini kepada Maya dan juga Arya agar kami sama-sama memberikan kejutan untuk Nayla dan Nayla tidak akan merasa kurang kasih sayang lagi dan akan merasa lengkap." Ucap Bram kepada Roy.
"Aku setuju dengan usul Papa kita bisa melakukannya bersama-sama dengan Maya dan Arya." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Bram.
Raya dengan Bram setuju dengan usul Roy untuk memberikan kejutan untuk ulang tahun Nayla yang akan dilakukan dengan kesepakatan bersama.
******
Di rumah keluarga Reynaldi
Nada datang dan mereka hanya diam saja dan tidak mengatakan apapun namun tiba-tiba Rima mengatakan bahwa dia adalah anaknya Reno Reynaldi.
"Apakah yang kau katakan itu adalah kebenaran atau kau hanya membuat kebohongan?" Tanya Nada kepada Rima.
"Yang aku katakan adalah kebenaran bukan sebuah kebohongan karena aku punya bukti dan aku mau melakukan tes DNA kepada Papa Reno Reynaldi jika memang kau juga tidak percaya." Jawaban Rima membuat Nada kaget mendengarnya.
"Apa buktinya kau adalah anaknya Papa tunjukkan kepadaku kalau memang itu adalah benar!" Teriak Nada kepada Rima.
"Aku punya foto-fotonya dan kau bisa melihatnya tapi jika kau tidak percaya, aku berani untuk melakukan tes DNA." Ucapan Rima membuat semua kaget mendengarnya.
Rima kemudian menunjukkan foto tersebut kepada Nada hingga membuat Nada kaget melihatnya.
"Pa, katakan kepada Nada yang sejujurnya Apakah foto ini betul dan asli dan Apakah wanita ini adalah anaknya Papa?" Tanya Nada kepada Reno.
"Foto itu adalah palsu dan Papa tidak punya anak seperti dia anak Papa hanya Arya, Arka dan juga kamu Nada jadi foto itu palsu hanya editan yang dibuat olehnya jangan pernah percaya apa yang dia katakan." Jawaban Reno membuat Rima kaget mendengarnya.
"Sudah kuduga Kamu adalah seorang pembohong kamu hanya memanfaatkan keadaan dan juga mencemarkan nama baik orang lain kamu bisa dituntut atas pencemaran nama baik!" Teriak Nada kepada Rima.
"Sama anaknya sendiri Papa sangat tega tapi sama anak dari wanita ini malah Papa membela mereka dan bahkan tidak mengakui anaknya sendiri. Baiklah kalau begitu kita akan lakukan tes DNA untuk membuktikan bahwa aku anaknya Reno Reynaldi. Ayo kita lakukan tes DNA sekarang apalagi anakmu adalah seorang dokter dan pastinya dia akan tahu hasilnya setelah kita melakukan hasil tes DNA." Ucapan Rima membuat semua kaget mendengarnya.
"Pa, Ayo kita lakukan tes DNA bersama dengan Rima untuk membuktikan apakah benar dia anaknya Papa atau tidak karena kami juga ingin tahu hasilnya apa." Ucapan Arya membuat semua kaget mendengarnya.
"Ayo Pa, kita bisa melakukan tes dna-nya sekarang dan Arka yang akan membuatnya dan hasilnya akan Arka beritahu kepada kalian semua apapun hasilnya." Ucapan Arka membuat semua kaget mendengarnya.
"Ya Tuhan... Apakah ini akhir segalanya dan Apakah nanti Mas Arya dan Kak Arka akan mengetahui kebenarannya? Aku tidak tahu lagi harus bagaimana." Ucap Maya dalam hati.
"Kenapa Papa diam saja Ayo kita lakukan tes DNA sekarang juga di rumah sakit karena aku sangat yakin pasti hasilnya cocok karena aku adalah anaknya Papa itulah yang sebenarnya. Jadi kita harus melakukan hasil tes DNA untuk membuktikannya kepada mereka." Ucapan Rima membuat semua kaget mendengarnya.
"Baiklah kalau begitu kita akan melakukan tes DNA sesuai yang kau inginkan dan kita akan melakukannya sekarang ayo Arka kita lakukan tes DNA nya." Ucapan Reno membuat Diana dan Maya kaget mendengarnya.
"Pa..." Ucap Diana kepada Reno.
"Semua akan baik-baik saja Mama jangan khawatir tentang hal itu." Ucap Reno kepada Diana.
"Kenapa harus khawatir jika memang aku bukan anakmu? Jangan khawatir yang harus kau khawatirkan adalah jika aku adalah anakmu maka, mungkin mereka akan membencimu dan aku akan membuat wanita ini dipenjara, karena sudah merebut kebahagiaan orang lain." Ucapan Rima membuat semua orang kaget mendengarnya.
"Kau ini!" Arya ingin menampar Rima tapi di halangi Maya.
"Harusnya kamu biarkan aku untuk menamparnya lagi." Ucap Arya dengan perasaan emosi.
"Ya sudah bisa melakukan tes DNA sekarang di rumah ini kebetulan aku udah ada di rumah ini dan aku akan membawa sampel darahnya atau hal yang lain itu dibawa ke rumah sakit." Ucapan Arka membuat semua kaget mendengarnya.
Reno dengan Rima kemudian melakukan tes DNA dan setelah itu Arka kemudian membawa sampel darah milik Reno dan Rima ke rumah sakit.
__ADS_1
#BERSAMBUNG