ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 62


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 62


Keluarga Reynaldi kemudian makan malam bersama di sebuah restoran yang mewah untuk merayakan kesembuhan Arya dan juga kedatangan Arka bersama dengan istri dan anak-anaknya.


"Maya, makan yang banyak untuk anak kita agar nanti setelah lahir dia akan sehat." Ucap Arya kepada Maya.


"Iya Mas... Aku akan memakan semuanya nanti untuk anak kita dan pastinya setelah lahir nanti anak kita akan terlihat sangat tampan dan cantik." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


"Aku sudah tidak sabar menunggu kelahiran anak kembar kita. Kira-kira mirip siapa nantinya." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Maya.


"Arka, jadi selama bertahun-tahun kau berada di Panti Asuhan dan sekarang kalian tinggal di mana?" Tanya Reno kepada Arka.


"Setelah bertahun-tahun aku tinggal di Panti Asuhan sampai sekolah dan juga kuliah. Namun setelah itu aku bekerja, setelah aku bekerja aku bertemu dengan seorang wanita yang cantik bernama Ria. Dia adalah penguatku untuk mencari kalian kedua orang tua kandungku dan setelah itu aku menikah dengannya. Karena aku tinggal di Panti Asuhan, aku bersama dengan Ria nyewa di sebuah kontrakan meskipun sederhana tapi kami bahagia. Namun setelah aku sukses dalam bidang kedokteran, aku beli rumah yang mewah dengan hasil kerja kerasku selama ini jadi dokter. Alhamdulillah selama jadi dokter keuanganku baik-baik saja dan aku berhasil membeli rumah yang mewah meskipun terlihat sederhana tapi kami Bahagia seperti itu." Jawab Arka kepada Reno.


"Tentu saja karena dalam rumah tangga kebahagiaan, kenyamanan dan ketenangan itu lebih penting daripada rumah yang mewah. Karena tanpa kebahagiaan rumah tangga itu tidak akan bisa bertahan." Ucap Reno kepada Arka.


"Itu benar sekali Pa, karena kebahagiaan adalah segalanya. Lebih lagi kebahagiaan kalian semua itu juga adalah segalanya untukku. Apalagi sekarang aku sudah bertemu keluarga aku sebenarnya yaitu kalian. Semua ini adalah berkat Ria, dia mendukungku dalam segala hal sehingga membuat aku sukses seperti sekarang ini dan bertemu dengan kalian keluarga kandungku yang sebenarnya." Ucap Arka sambil tersenyum kepada Reno.


"Alhamdulillah akhirnya kita semua telah berkumpul bersama-sama dan kak Arka sudah bersama dengan kita. Aku sangat senang sekali dan bahagia karena aku memiliki saudara kembar. Dan aku harap ini adalah kebahagiaan kita sebenarnya dan akan selamanya seperti ini." Ucap Arya dengan penuh bahagia.


"Tentu saja karena ini adalah kebahagiaan kita yang sesungguhnya dan semoga tidak ada lagi penderitaan dan kesedihan kepada keluarga kita." Ucap Diana kepada semua orang.


"Kak Arka... Apakah kakak tahu aku sangat bahagia dan senang sekali ternyata aku punya kakak lagi yaitu Kak Arka. Pada saat kak Maya hamil anak kembar, aku juga berpikir bahwa mungkin kak Arya juga memiliki saudara kembar dan ternyata itu adalah benar." Ucap Nada sambil tersenyum kepada Arka.


"Tentu saja jika ada seseorang yang hamil kembar kemungkinan besar di dalam keluarganya pasti ada yang kembar karena itu berdasarkan keturunan. Tapi terkadang ada juga yang seperti itu tidak memiliki saudara kembar Tetapi dia memiliki anak kembar." Ucap Arka kepada Nada.


"Maya... Dimana Nayla? Apakah kau tidak mengajaknya untuk makan di restoran mewah ini?" Tanya Ria kepada Maya.


"Nayla bersama dengan Papanya tadi dia mengatakan seperti itu karena Papanya sudah menjemputnya sore tadi." Ucap Maya kepada Ria.


"Sayang sekali tapi sudahlah mungkin di lain waktu kita bisa makan malam bersama dengan Nayla. Apalagi aku baru saja bertemu dengan anak itu anak itu sangat cantik dan manis." Ucap Ria sambil tersenyum kepada Maya.


"Mas Fandy Kenapa diam saja sejak tadi kita ngobrol bersama. Apakah Mas Fandy ada masalah?" Tanya Nada kepada Fandy.


"Tidak ada masalah apa-apa Nada aku hanya menikmati makan malam ini saja dan aku sangat bahagia dan senang akhirnya kita semua sudah berkumpul bersama-sama lagi dan aku selalu berdoa agar kita selalu bahagia selamanya." Ucap Fandy sambil tersenyum kepada Nada.


"Mama, aku mau ambil yang itu tolong ambilkan untukku." Ucap Sonia kepada Nada.


"Iya Sayang sini Mama ambilkan untuk Sonia." Ucap Nada kepada Sonia.


"Ma, Pa aku juga mau yang itu tolong ambil kan makanannya." Ucap Deni kepada Arka dan Ria.


"Makanan yang sangat enak sekali aku sangat menyukainya." Ucap Umairah dengan polosnya.


"Baguslah kalau kalian menyukainya Ayo kita makan bersama lagi." Ucap Ria kepada semua orang.


Keluarga Reynaldi kemudian melanjutkan makan malam bersama. Namun disamping itu Fandy hanya diam saja tidak mengatakan apapun dikarenakan khawatir jika keluarga Reynaldi tahu bahwa Fandy bekerja kembali bersama dengan Mahesa.


******


Besok harinya Fandy merasa bersalah karena tidak memberitahu hal ini kepada Nada dan juga Mamanya. Fandy hanya termenung dan melihat Nada yang sedang mempersiapkan sarapan. Namun Kamila datang karena melihat Fandy yang sedang melamun.


"Fandy, ada apa kau melamun? Apakah kamu punya masalah? Apakah kau bertengkar dengan Nada?" Tanya Kamila kepada Fandy.


"Tidak Ma... Aku tidak bertengkar dengan Nada aku hanya merasa bersalah kepada Nada dan keluarganya termasuk kepada Mama karena sudah menghianati kalian." Jawab Fandy kepada Kamila.


"Apa maksud perkataanmu?" Tanya Kamila kepada Fandy.


Fandy kemudian mengatakan hal yang sebenarnya kepada Kamila. Sehingga membuat Kamila kaget mendengarnya dan tidak terima apa yang dilakukan oleh Fandy.


"Seharusnya kau tidak terima untuk bekerja dengan Papa kamu. Mama punya semua nya termasuk bisnis yang lain dan kamu bisa bekerja dengan Mama. Tapi kalau begini Mama akan kecewa kepadamu lebih lagi Nada dia pasti sangat kecewa kepada mu." Ucap Kamila dengan perasaan kesal.

__ADS_1


"Maafkan aku Ma, aku terpaksa melakukan ini karena Papa yang memaksa nya. Dan Papa bilang bahwa dia sudah berubah dan tidak akan jahat lagi kepada keluarga Reynaldi di perusahaan mereka." Ucap Fandy kepada Kamila.


"Kau percaya kepada nya? Tapi Mama tidak percaya sama sekali paham!" Tegas Kamila kepada Fandy.


"Ma, Apa yang harus Fandy lakukan dan bagaimana jika Nada tahu tentang hal ini? Dia pasti akan sangat kecewa sekali." Tanya Fandy kepada Kamila.


"Keluar saja kau dari perusahaan Itu karena Mama tidak suka kau berada di sana. Apalagi yang akan dilakukan Mahesa pasti ada rencana dibalik semua itu. Papa kamu itu sangat licik dan berhasil mengambil perusahaan orang lain. Dan akan melakukannya juga kepada perusahaan Reynaldi dan itu pasti sudah ada di dalam pikirannya. Jika itu terjadi maka kau akan disalahkan oleh keluarga Reynaldi dan Nada pastinya dia sangat kecewa kepadamu maka itulah yang akan terjadi. Apa kau mau jika nanti Nada pergi dari rumah ini lagi bersama dengan Sonia dan tidak ingin bertemu denganmu? Jika kau tidak mau itu terjadi maka keluarlah dari perusahaan Mahesa karena Mama yakin Papa kamu pasti membuat rencana untuk merebut perusahaan Reynaldi dan memilikinya serta merebut apa yang diinginkannya Mama tahu itu pasti akan terjadi. Karena dia juga sudah melakukannya kepada perusahaan Nugraha. Apa kamu tahu dari mana Mama dapat itu? Dari Bram dia yang menceritakan itu kepada Mama bahwa Papa kamu sudah merebut separuh dari perusahaan dari keluarga Nugraha dan itu adalah fakta yang sebenarnya. Maka dari itu kau harus berhenti kerja bersama Papamu itu karena itu adalah yang terbaik." Ucap Kamila kepada Fandy.


"Nada..." Fandy kaget melihat Nada yang datang.


Nada mendengar semua percakapan Kamila dengan Fandy. Namun Nada masih bersikap sabar dan berkata bahwa semua akan baik-baik saja.


"Nada, maafkan aku atas semua ini aku tahu kau sudah mendengar semuanya tetapi aku merasa bersalah karena tidak memberitahukan kepadamu. Aku terpaksa melakukan ini karena Papa yang memaksaku agar aku bekerja di perusahaannya karena aku tidak bekerja selama menikah denganmu." Ucap Fandy kepada Nada.


"Aku mengerti dan aku bisa memahami semua itu semua akan baik-baik saja kau jangan khawatir tentang hal itu dan aku bisa memahaminya kita sarapan dulu baru nanti kita bahas lagi." Ucap Nada dengan perasaan kecewa.


"Ayo Fandy kita sarapan dulu jangan lupa lakukan apa yang Mama katakan kepadamu karena itu ada yang terbaik. Oh ya di mana Rio? Pasti anak itu bertemu dengan Kartika padahal orang tuanya tidak setuju. Fandy sekarang kau urus Rio bagaimana dia dengan Kartika. Mama sangat khawatir dengan mereka berdua apalagi orang tua Kartika tidak setuju itu yang dikatakan oleh Rio tapi Rio dengan Kartika masih tetap memaksa hubungan mereka. Mungkin kamu bisa memberikan saran yang terbaik untuk mereka. Sebagai seorang kakak yang baik kau harus bisa melakukan itu karena selama ini kau tidak pernah melakukannya. Tapi sebelum itu kita sarapan dulu biarkan Rio bersama Kartika." Ucap Kamila dengan perasaan kesal.


"Iya Mas, ayo kita sarapan dulu nanti kita bicara lagi." Ucap Nada kepada Fandy.


Fandy, Nada dan Kamila kemudian melanjutkan sarapan bersama.


******


Di rumah keluarga Nugraha saat sarapan bersama Nayla tiba-tiba bertanya sesuatu kepada Bram tentang pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab oleh Bram.


"Pa, boleh tanya sesuatu tidak? Sebentar lagi kan adik kembar lahir. Apa Mama tetap sayang sama Nayla? Apalagi Mama kan tidak bersama Papa lagi?" Tanya Nayla kepada Bram.


"Tentu saja sayang, Mama Nayla pasti akan menyayangi Nayla meskipun adik kembar sudah lahir." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Nayla.


"Iya Nayla, apalagi sebentar lagi Nayla juga akan punya adik dari Tante Mama." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Nayla.


"Tentu saja sayang, Papa sangat menyayangi Nayla biarpun akan ada adik baru dari Tante Mamanya Nayla." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Nayla.


"Nayla ayo sarapan dulu jangan bicara saja." Ucap Lina kepada Nayla.


"Pa... Boleh tanya sesuatu lagi tidak? Apakah Papa masih sayang kepada Mama Dan bagaimana menurut Papa tentang Mama Apakah dia adalah wanita yang terbaik?" Pertanyaan Nayla membuat semua orang kaget mendengarnya.


"Nayla...! Tiba-tiba Lina emosi kepada Nayla.


"Kenapa Oma? Salah ya Nayla bertanya seperti itu?" Tanya Nayla kepada Lina.


"Bram, Raya hari ini ada rapat penting kita harus cepat-cepat ke kantor hari ini. Kalian antar dulu Nayla ke sekolah Papa berangkat dulu ke kantor. Ma, Papa berangkat dulu dan Papa tunggu Mama datang ke kantor. Nayla baik-baik di sekolah ya jadi anak yang pintar agar bisa menjadi orang sukses dewasa nanti." Ucap Roy dan kemudian berangkat ke kantor.


"Kenapa kalian semuanya diam dan mengapa Papa tidak menjawab pertanyaan Nayla dan apakah pertanyaan Nayla itu salah?" Ucapan Nayla membuat Bram kaget mendengarnya.


"Bram sekarang antar Nayla ke sekolahnya. Raya Nanti Mama ke kantor kita ke salon temani Mama ke sana bisa kan kau lakukan itu. Tiba-tiba Mama ingin sekali mengajakmu ke salon mungkin karena saat ini kau sedang hamil. Mungkin ini yang di namakan ngidam kali ya... Padahal kamu yang hamil tapi tidak apa-apa demi cucu Mama dan demi anak kamu kau harus melakukannya kau mau kan Raya?." Tanya Lina kepada Raya.


"Iya Ma, nanti Raya temani Mama ke salon sekalian Raya ingin ke salon juga." Jawab Raya kepada Lina.


"Oma, Apakah Oma marah dengan pertanyaan Nayla kepada Papa? Padahal pertanyaannya sangat sederhana dan Papa pasti bisa menjawabnya. Nayla hanya ingin tahu Apakah Papa masih sayang kepada Mama Dan bagaimana menurut Papa tentang Mama dan apakah dia adalah wanita yang terbaik? Nayla ingin tahu jawabannya apalagi Nayla pernah mendengar Sonia menanyakan itu kepada Mama dan Papanya." Ucapan Nayla membuat semua kaget mendengarnya.


"Sudah cukup Nayla! Sekarang kau berangkat ke sekolah nanti terlambat Oma sudah tidak lapar lagi karena pertanyaan mu! Sudah tau salah masih tanya lagi! Bram, antar Nayla sekolah sekarang Nanti dia terlambat karena banyak sekali yang akan dia tanya." Ucap Lina dengan perasaan kesal.


Lina kemudian pergi begitu saja meninggalkan meja makan tanpa menghiraukan Nayla. Raya hanya memandang wajah Nayla dan juga Bram dan melanjutkan makannya.


"Papa... Apakah Nayla salah bertanya karena Nayla ingin tahu jawabannya dari Papa sendiri. Kemarin waktu di rumah Mama, Sonia bertanya kepada Mama dan Papanya seperti itu dan mereka menjawabnya dengan baik." Ucap Nayla kepada Bram.


******


Nayla tiba-tiba teringat kejadian kemarin saat Sonia bicara kepada Nada dan Fandy.

__ADS_1


"Pa, boleh Sonia tanya? Apakah Papa masih sayang kepada Mama Dan bagaimana menurut Papa tentang Mama Apakah dia adalah wanita yang terbaik?" Tanya Sonia dengan polosnya.


"Tentu saja sayang Mamanya Sonia adalah wanita yang terbaik di hati Papa dia adalah wanita yang sangat hebat dan Papa sangat menyayanginya sama seperti Papa menyayangimu." Ucap Fandy sambil peluk dan cium kening Sonia."


"Sonia juga sayang kepada Mama dan Papa dan akan selamanya seperti itu karena bagi Sonia, Mama dan Papa adalah yang terbaik di hati Sonia." Ucap Sonia dengan polosnya.


"Sonia juga adalah yang terbaik buat Mama dan Papa karena kami berdua sangat menyayangimu dan mencintaimu." Ucap Nada sambil peluk dan cium kening Sonia.


*******


Setelah selesai mengingat perkataan Sonia, Nayla kemudian mengatakan dia ingin mendapat jawaban itu dari Papanya.


"Tentu saja Nayla dan sampai kapanpun Mama Nayla adalah yang terbaik untuk Nayla dan akan selamanya seperti itu. Karena Mamanya Nayla sangat menyayangi Nayla dan juga mencintai Nayla lebih dari apapun jadi Nayla jangan bertanya seperti ini lagi. Ya sudah ayo kita berangkat ke sekolah apalagi Tante Mama sudah bersiap-siap." Ucap Bram kepada Nayla sambil melihat wajah Raya yang kecewa.


Raya sangat kecewa mendengar jawaban dari Bram. Namun Raya tetap diam saja dan mengajak Nayla untuk mengantar ke sekolah karena sebentar lagi akan terlambat.


"Ayo Nayla, Mas Bram Kita berangkat sekarang." Ucap Raya kepada Nayla dan juga Bram.


"Nayla! Lain kali jangan pernah bertanya seperti itu lagi dan kau juga Bram kenapa harus dijawab pertanyaannya dan itu tidak perlu untuk dijawab! Sudah sana pergi kau akan terlambat untuk sekolah! Karena sejak tadi kau bertanya terus!" Teriak Lina dengan perasaan emosi.


Raya dan Bram kemudian mengajak Nayla dan mengantarnya ke sekolah. Namun sementara itu Lina masih merasa sangat kesal dan kemudian segera pergi ke rumah Maya untuk memberikan peringatan.


******


Sementara itu di rumah keluarga Reynaldi. Maya tiba-tiba pengen sesuatu dan ingin Arya yang melakukannya dengan meminta Arya untuk tidak ke kantor pada hari ini dengan menemaninya seharian.


"Jadi kau tidak ingin aku ke kantor dan tetap bersamamu dalam seharian? Baiklah kalau begitu aku akan bersamamu dan memandang wajahmu dalam sehari." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Maya.


"Bukan itu Sayang. Aku ingin kau menemaniku dalam sehari dan membuat sesuatu untukku. Aku tahu kau tidak pandai memasak tapi entah kenapa aku ingin sekali kamu masak untukku nanti aku akan membantumu aku janji padamu." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


"Ehmm boleh saja memangnya aku akan memasak apa untuk mu? Tanya Arya kepada Maya.


"Spaghetti aku mau spaghetti dan kita memasaknya bersama-sama nanti aku akan membantumu kau jangan khawatir tidak akan terjadi apa-apa jika aku membantumu. Kau tau maksudnya sayang? Maksudku adalah kita bersama-sama melakukannya." Ucap Maya sambil peluk Arya.


"Tentu saja aku mengerti sayang. Arnav, Arpen... Papa ingin sekali melihat kalian berdua keluar dari perut Mama dan kita akan bersama-sama seperti apa kalian nanti lahir dan Papa harap kalian juga baik-baik di dalam dan jangan membuat Mama Kamu kecapean." Ucap Arya sambil cium perut Maya.


"Aaaarrrggghhh... Ya Tuhan... Anak kita nendang... Kau tahu sayang itu berarti Anak kita juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kita berdua." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


Arya kemudian tiba-tiba menggendong Maya dan mengantarnya ke bawah dengan mengatakan bahwa dia akan memasakkan spaghetti untuk Maya dan kedua anaknya.


******


Di saat Arya dengan Maya turun ke bawah, tiba-tiba Lina datang dan marah-marah kepada Maya. Lina tiba-tiba menampar Maya dan mengatakan bahwa dia tidak bisa menjadi Ibu yang baik buat Nayla.


"Tante Lina... Apa yang tante lakukan kepada Maya dan mengapa tante menuduh Maya seperti itu? Dengan mengatakan, Maya tidak bisa menjadi Ibu yang baik buat Nayla? Serta kenapa Tante menampar Maya? Memangnya salah apa Maya kepada tante selama ini?" Tanya Arya kepada Lina.


"Kau tanya saja kepada Nayla Apa yang dia lakukan tadi dia bertanya yang seharusnya dia tidak katakan kepada Bram dan juga Raya!" Teriak Lina kepada Arya dan Maya.


"Memangnya apa yang dikatakan Nayla sehingga membuat tante begitu marah kepadaku?" Tanya Maya kepada Lina.


"Kau tahu apa yang dikatakan kepadaku dan juga kepada Bram dan Raya dia katakan bahwa, Apakah Papa masih sayang kepada Mama? Dan bagaimana menurut Papa tentang Mama? Apakah dia adalah wanita yang terbaik? Itulah yang dikatakan kepada Bram dan Bram sudah menjawab nya di depan Raya dan membuat Raya merasa sangat tersinggung itulah yang dia lakukan!" Teriakan Lina membuat Arya dan Maya kaget mendengarnya.


"Tante, aku minta maaf atas sikap Nayla tetapi aku tidak ada niat untuk mengajari Nayla seperti itu. Nanti aku akan menasehati Nayla agar tidak mengatakan hal seperti itu lagi aku berjanji kepada tante." Ucap Maya kepada Lina.


"Bagus kalau kamu menyadarinya dan satu lagi jangan sampai ini terulang kembali dan Nayla mengatakan hal ini lagi. Kau tahu apa akibatnya jika Nayla mengatakan hal ini lagi ini akan membuat Raya merasa dia tidak dihargai itulah yang akan terjadi Kau harus mengerti akan hal itu!" Teriak Lina kepada Maya.


Lina kemudian pergi pergi pun saja meninggalkan Maya dan juga Arya dengan perasaan marah dan emosi dikarenakan Nayla.


Sementara itu Maya terlihat sangat khawatir setelah apa yang dikatakan oleh Lina kepadanya. Namun Arya mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Dan Raya pasti akan mengerti mengapa Nayla mengatakan hal seperti itu kepada Bram. Namun Maya tetap khawatir meskipun Arya sudah membuatnya tenang untuk tidak memikirkan perkataan Lina.


#BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2