
ORANG KE TIGA EPISODE 71
Maya tiba-tiba melahirkan, semua orang panik saat Maya mau melahirkan. Saat Maya mau melahirkan, Arya ingin menemani Maya melahirkan tapi Maya mengatakan tidak perlu namun Arya tetap memaksa.
"Sayang aku akan menemani mu sampai anak kita lahir." Ucap Arya kepada Maya.
"Tidak usah sayang aku baik-baik saja." Ucap Maya kepada Arya.
"Sayang aku kan sudah janji akan selalu bersama mu jadi aku akan temani kamu melahirkan." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Maya.
Maya kemudian tiba-tiba sakit perut, Arya kemudian pegang tangan Maya dengan mengatakan bahwa Arya sangat mencintai Maya dan akan selalu menemani Maya sampai kapanpun.
Maya kemudian berteriak kesakitan dan akhirnya bayi kembar Maya pun lahir. Saat setelah lahir Arya kemudian mencium kening Maya dengan mengatakan bahwa Arya sangat mencintai Maya. Arya Kemudian mencium bayi kembar nya itu dan setelah itu Arya mengazdhani bayi kembar tersebut.
Setelah mengazdhani bayi kembar nya, keluarga Reynaldi kemudian masuk dan menggendong bayi kembarnya Arya bersama Maya.
"Cucu Oma... Bu Diana... Anaknya Arya dengan Maya sangat tampan dan cantik. Coba lihat mereka sangat manis sekali ini mengingatkan aku kepada Maya sementara yang satunya mengingatkan mu dengan Arya benarkan seperti itu?" Ucap Rani kepada Diana.
"Dia memang sangat mirip dengan Arya baru lahir pada waktu itu. Oh iya Arya, Maya Apakah kalian sudah mempersiapkan nama untuk anak kalian?" Tanya Diana kepada Arya dan Maya.
"Sudah Ma, namanya adalah Arnav saputra Reynaldi dan Arpen Dewi Reynaldi." Jawab Arya kepada Diana.
"Namanya sangat bagus Mama sangat menyukai nama tersebut semoga saja Arnav dan Arpen menjadi anak yang sholeh dan sholehah berbakti kepada orang tua dan menjadi anak yang baik serta bertanggung jawab berguna bagi bangsa dan negara." Ucap Diana sambil cium kening Arnav.
"Ma, Aku pengen gendong Arnav... Dia sangat tampan sekali mirip seperti Kak Arya." Ucap Nada sambil peluk dan cium kening Arnav.
"Maya... Alhamdulillah akhirnya kebahagiaan telah datang dan anakmu telah lahir dan membuat Mama sangat bahagia sekali." Ucap Rani sambil tersenyum kepada Maya.
"Aku ikut senang jika Mama bahagia. Oh iya Ma, di mana Kartika? Aku tidak melihatnya dia pasti sangat bahagia ketika dia melihat keponakannya. Apalagi katanya dia ingin sekali melihat Arpen dan Arnav. Ma... Kok diam saja di mana Kartika? Kenapa dia tidak datang bersama dengan kalian?" Tanya Maya kepada Rani.
"Kartika ada di rumah nanti Mama akan minta Kartika datang ke rumah sakit kau jangan khawatir karena hari ini dia sedang istirahat di rumah." Jawab Rani kepada Maya.
"Kartika baik-baik saja kan Ma?" Tanya Maya kepada Rani.
"Tentu saja Kartika baik-baik saja dan jangan khawatir tentang hal itu." Jawab Rani kepada Maya.
"Maya... Semua akan baik-baik saja kau jangan khawatir tetaplah fokus kepada anak kembarmu Karena Kau baru saja melahirkan. Jangan memikirkan hal yang tidak penting." Ucap Tommy kepada Maya.
"Kenapa aku merasa ada sesuatu yang disembunyikan Mama dengan Papa." Ucap Maya dalam hati.
"Rani... Sini aku coba gendong Arpen. Arpen sangat cantik sekali mirip dengan Maya. Pa, lihatlah Arpen dia sangat cantik sekali." Ucap Diana sambil peluk dan cium kening Arpen.
"Dan Mama terlihat sangat bahagia saat melihatnya." Ucap Reno kepada Diana.
Keluarga Wijaya dan keluarga Hutama terlihat sangat bahagia atas kelahiran anak kembar Maya dan Arya. Berharap bahwa kebahagiaan ini tidak akan berakhir dan akan selalu ada untuk mereka selamanya.
******
Di rumah Kartika masih berusaha untuk membuka pintu tetapi gagal karena pintu tersebut dikunci. Kartika hanya menangis karena tidak diizinkan untuk keluar rumah. Kartika berpikir bahwa Tommy dengan Rani tidak menyayanginya lagi maka dari itu mereka mengurungnya di kamar.
"Pa, Ma Kenapa memperlakukan Kartika seperti ini Kartika sangat kecewa kepada kalian. Selama ini Kartika hanya diam dan juga selalu menuruti keinginan kalian tetapi jika kalian tetap seperti ini dan memaksakan aku menikahi Zaky. Aku tidak bisa melakukan hal seperti itu karena aku tidak mencintai Zaky sama sekali aku hanya mencintai Rio dan hanya Rio yang aku cintai." Ucap Kartika dalam hati sambil menangis.
Saat Kartika menangis tiba-tiba ponsel Kartika berbunyi dan ternyata yang menelpon adalah Rani dengan meminta Kartika untuk ke rumah sakit karena mereka segera melahirkan.
"Mama sudah minta Bibi untuk membukakan pintu dan kau ke rumah sakit sekarang karena Maya sudah melahirkan dan satu lagi jangan kau coba-coba membawa Rio ke rumah sakit karena Mama tidak menyukainya. jadi datanglah sekarang juga ke rumah sakit karena Maya sedang menunggumu." Ucap Rani yang kemudian tutup telponnya.
"Mama sangat keterlaluan begitu bencinya kepada Rio bahkan tidak ingin melihat wajahnya tapi aku tidak peduli aku sangat mencintai Rio dan aku yakin Rio adalah pemuda yang baik." Ucap Kartika dalam hati sambil menangis.
Bibi Kemudian datang membuka pintu dan mengatakan bahwa Kartika harus ke rumah sakit sekarang juga dan sopir sedang menunggu untuk mengantar Kartika ke rumah sakit.
"Non Kartika, sekarang juga non Kartika harus ke rumah sakit karena Mama dengan Papa non Kartika sedang menunggu di sana." Ucap Bi Surti kepada Kartika.
__ADS_1
"Kenapa harus pakai sopir aku bisa pergi sendiri?" Tanya Kartika kepada Bi Surti.
"Non Kartika ini adalah permintaan Mama dan Papa non Kartika sekarang dan Kartika bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit." Jawab Bi Surti kepada Kartika.
"Baiklah aku akan pergi ke rumah sakit sekarang tolong persiapkan mobilnya sesuai apa yang Mama dan Papa katakan." Ucap Kartika kepada Bi Surti.
Kartika hanya menangis dan kemudian bersiap-siap untuk berangkat ke rumah sakit sesuai apa yang Rani katakan kepadanya.
******
Sementara itu di rumah sakit saat berdua bersama dengan Arya, Maya mengatakan kepada Arya bahwa dia merasa kalau orang tuanya sedang menyembunyikan sesuatu tentang Kartika yang pasti ada sesuatu yang mereka sembunyikan.
"Jangan berpikir begitu Maya semua akan baik-baik saja dan kartika akan baik-baik saja kau jangan khawatir tentang hal itu." Ucap Arya kepada Maya.
"Aku tidak tahu Mas Arya aku hanya khawatir dan memikirkan bagaimana dengan Kartika dan apa yang terjadi aku tidak tahu tiba-tiba aku berpikir bahwa ada yang disembunyikan oleh Mama dan Papa." Ucap Maya kepada Arya.
"Sayang... Sudahlah jangan terlalu dipikirkan semua akan baik-baik saja dan sebentar lagi Kartika pasti akan datang kemari." Ucap Arya sambil cium kening Maya.
"Terima kasih ya Sayang kau selalu perhatian kepadaku meskipun terkadang kau merasa sakit hati atas apa yang terjadi." Ucap Maya kepada Arya.
"Aku tidak peduli apapun yang terjadi aku akan tetap bersama denganmu kita akan menghadapi semuanya bersama-sama dan selamanya akan seperti itu. Sekarang ini kita fokuskan kepada anak kembar kita mereka sangat tampan dan sangat cantik dan aku akan menyayangi mereka selamanya dan bertanggung jawab sebagai Papa yang baik untuk mereka." Ucap Arya sambil cium tangan Maya.
"Anak kita pasti akan sangat bahagia memiliki Papa yang sangat baik sepertimu termasuk aku yang sangat bahagia memilikimu." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.
Arya dengan Maya kemudian melanjutkan ngobrol bersama dengan penuh bahagia dan berharap kebahagiaan akan tetap selamanya kepada mereka.
******
Sementara itu di rumah Tina, Bodyguard mengatakan kepada Tina bahwa Nayla sudah kembali ke rumah keluarga Reynaldi. Tina kaget mendengar bahwa Nayla sudah kembali ke rumah keluarga Reynaldi. Tina tidak terima rencananya gagal dan sangat marah apalagi setelah mendengar bayi nya Maya sudah lahir.
"Keterlaluan! Bisa-bisanya Nayla di temukan oleh keluarga Reynaldi. Aku tidak bisa biarkan ini terjadi apalagi sekarang Maya sudah melahirkan dan aku juga tidak bisa terima ini. Aku akan cari cara agar Maya menderita selamanya dengan Arya. Aku akan buat rencana baru untuk memisahkan antara Arya dengan Maya dan aku yakin rencana ku kali ini akan berhasil dan Arya akan menjadi milikku selamanya. Apapun akan aku lakukan untuk merebut Arya dari Maya dan membuat mereka menderita selamanya." Ucap Tina dalam hati dengan perasaan emosi.
Tina kemudian merencanakan sesuatu untuk rencana barunya dan berpikir bahwa rencana barunya kali ini akan berhasil untuk menghancurkan keluarga Reynaldi termasuk membuat Arya dan Maya berpisah untuk selamanya.
******
"Pa, Tante Mama... Saat ini Adik bayi kembar sudah lahir dan Nayla sudah tidak sabar ingin datang ke sana dan melihat adik kembar." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Jadi... Adik kembar Nayla sudah lahir Papa sangat bahagia mendengarnya nanti selesai makan siang kita akan lihat adik kembar ya." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Nayla.
"Nayla senang Adik kembar sudah lahir?" Tanya Raya kepada Nayla.
"Tentu dong dan Nayla sangat bahagia sekali apalagi nanti setelah Nayla bertemu dengan adik kembar." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Raya.
"Baguslah Nayla senang nanti kita lihat adik kembar dan Nayla pasti kelihatan sangat cantik sekali dan tampan. Ayo kita makan siang dulu baru nanti kita akan melihat adik kembar nya Nayla." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Nayla.
"Nayla, Bram, Raya ayo kita makan siang bersama setelah itu nanti kita akan melihat Maya melahirkan katanya anaknya kembar." Ucap Lina kepada Bram dan Raya.
"Iya Ma, setelah makan siang ini nanti kita akan ke sana untuk melihat anaknya Maya." Ucap Bram kepada Lina.
"Nayla... Mulai sekarang Nayla sudah menjadi seorang kakak itu berarti Nayla harus menjaga Adik kembar dan menyayanginya dengan sepenuh hati Nayla." Ucap Roy kepada Nayla.
"Iya Opa... Nayla sangat menyayangi Adik kembar dan sekarang Nayla sudah menjadi seorang kakak maka itu Nayla sangat bahagia dan sangat senang sekali dan Nayla akan sangat menyayangi mereka." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Opa senang mendengar apa yang Nayla katakan." Ucap Roy sambil tersenyum kepada Nayla.
"Ayo semuanya kita makan siang dulu." Ucap Lina sambil mengajak keluarga nya makan siang.
Keluarga Nugraha kemudian makan siang bersama Setelah itu mereka segera ke rumah sakit untuk melihat Maya.
******
__ADS_1
Kartika telah sampai di rumah sakit sampainya di sana Kartika langsung peluk Maya sambil menangis sehingga membuat Maya bingung apa yang terjadi kepada Kartika.
"Kartika... Apa yang terjadi dan mengapa kau menangis seperti itu?" Tanya Maya kepada Kartika.
"Tidak ada apa-apa Kak, aku hanya merindukan Kakak dan terharu melihat anak kembar kakak dia begitu cantik dan tampan." Jawab Kartika sambil usap air mata nya.
"Kau sedang tidak berbohong kepada kakak? Kartika, apakah kamu punya masalah atau sesuatu yang sangat sulit untuk kau katakan kepada kakak. Kartika meskipun itu sangat sulit untuk kau katakan tapi aku adalah kakakmu dan aku memiliki hak untuk mengetahui apa yang kau rasakan karena Siapa tahu aku bisa membantumu. Kartika, katakan kepadaku Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa kau kelihatan sangat sedih dan menangis? Katakan kepada kakakmu ini." Tanya Maya kepada Kartika.
"Kak Maya..." Ucap Kartika kepada Maya.
Kartika kemudian cerita semuanya kepada Maya sehingga Maya kaget mendengar apa yang Kartika katakan kepadanya dan tidak percaya apa yang telah dilakukan orang tuanya kepada Kartika.
"Mama mengatakan bahwa Rio bukanlah orang baik tapi sebenarnya Rio adalah orang baik aku sudah melihat bagaimana dia berubah meskipun dia anaknya Pak Mahesa tapi dia adalah orang baik dan tidak seperti Pak Mahesa Papanya sendiri. Kak Maya, Apakah kak Maya percaya kepadaku bahwa Rio adalah orang yang sangat baik. Kak Maya... Rio sudah berubah menjadi lebih baik lagi tetapi Papa dan Mama tetap tidak merestui hubungan aku dengan Rio itu yang membuat aku sangat kecewa." Ucap Kartika sambil usap air mata nya.
"Kartika... Kakak mengerti bagaimana perasaanmu dan saat ini Kau pasti sangat terluka karena Papa dan Mama mengurungmu di kamar hanya karena Rio. Kakak juga mengerti apa yang Kau rasakan saat ini dan pastinya kau tidak terima apa yang dilakukan Mama dan Papa tapi meskipun begitu mereka melakukan itu karena mereka peduli kepadamu dan sangat menyayangimu itulah yang harus kau ingat. Kartika semua akan baik-baik saja kau jangan khawatir tentang hal itu dan aku akan selalu mendampingimu di sini." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Kartika.
Kartika sangat bahagia ketika Maya membelanya dan mendukungnya namun sementara itu Maya mengambil bayi kembarnya dan menyerahkannya kepada Kartika.. Kartika mengatakan bahwa bahwa bayi ini sangatlah pada cantik sekali dan sangat tampan.
"Arnav dan Arpen mirip sekali dengan Kak Arya dan kak Maya dan kalian sangat beruntung memiliki anak seperti mereka orang mereka sangat cantik dan tampan." Ucap Kartika kepada Maya.
"Kau sangat menyayangi mereka? Aku bisa melihat itu dari wajahmu bahwa kau sangat menyayangi mereka." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Kartika.
"Tentu saja kak aku sangat menyayangi mereka dan akan selamanya seperti itu." Ucap Kartika kepada Maya.
Kartika kemudian peluk dan cium Arpen dan Arnav dengan penuh kasih sayang dengan mengatakan bahwa Kartika sangat menyayangi mereka.
******
Malam harinya di rumah Kamila, Kamila bertanya kepada Rio tentang hubungannya dengan Kartika dan Rio mengatakan bahwa Dia sangat mencintai Kartika dan akan menikah dengannya meskipun orang tua Kartika tidak merestui hubungan mereka.
"Aku tahu orang tua Kartika tidak merestui hubungan kalian dan kalian tidak bisa memaksa orang tuanya Kartika untuk merestui hubungan kalian. Rio, kau harus memikirkannya lagi karena ini menyangkut masa depan mu. Masa depanmu masih panjang kau harus memikirkannya lagi tentang hubunganmu bersama Kartika jika orang tua Kartika tidak setuju kalian tidak bisa memaksanya." Ucap Kamila kepada Rio.
"Ma, Rio mengerti apa yang Mama katakan tapi, Rio akan tetap berusaha sampai orang tua Kartika merestui hubungan Rio dan juga Kartika." Ucap Rio kepada Kamila.
"Bagaimana jika mereka tidak merestui hubunganmu dengan Kartika dan itu tidak akan terjadi?" Tanya Kamila kepada Rio.
"Itu akan terjadi karena Rio berpikir itu pasti akan terjadi dan orang tua Kartika akan segera merestui hubungan kami dan itulah yang akan terjadi." Jawab Rio kepada Kamila.
"Terserah kau saja tapi Mama tetap tidak percaya karena Mama yakin orang tua Kartika tidak akan pernah merestui hubungan kalian apalagi Kau adalah anaknya Mahesa yang mana Mahesa itu bukanlah orang baik. Dan kau masih berhubungan juga dengannya masih bertemu dengannya dan berbicara dengannya jangan-jangan kau akan menjadi seperti dirinya. Dengarkan Mama baik-baik jika kau ingin orang tua Kartika merestui hubunganmu dengan Kartika kau harus menjauhi Mahesa jangan terlalu mendekat dengannya meskipun dia ada ayahmu tapi dia itu orang jahat ya selalu haus akan kekuasaan yang dimiliki oleh orang lain.
"Aku mengerti apa yang Mama katakan tapi jangan khawatir Aku tidak akan bekerja sama dengan Papa Karena aku tahu bagaimana Papa dan aku juga akan melindungi Kartika dengan keluarganya tak akan aku biarkan mereka menderita. Ma, Aku sangat mencintai Kartika apapun caranya aku akan melindungi Kartika dengan keluarganya. Apapun akan aku lakukan untuk Kartika dan keluarganya dan aku tidak akan pernah membiarkan mereka menderita." Ucap Rio kepada Kamila.
"Rio, yang dikatakan Mama itu adalah benar jangan terlalu dekat dengan Papa kita tahu papa itu jahat dan haus akan kekuasaan dan dia tidak akan pernah bisa berubah kita tahu semua itu maka dari itu kau harus berhati-hati. Jika Kau bertindak gegabah maka kau akan kehilangan Kartika karena orang tua Kartika tidak akan pernah merestui hubungan kalian. Maka dari itu kau harus bisa membuktikan kepada keluarganya Kartika bahwa kau benar-benar sudah berubah dan kau tidak sama seperti Papa itulah yang harus Kau buktikan kepada mereka agar mereka bisa merestui hubunganmu dengan Kartika." Ucap Fandy kepada Rio.
"Iya kak aku pasti akan membuktikan kepada Kartika dan keluarganya bahwa aku benar-benar sudah berubah dan aku tidak akan mungkin sama seperti Papa yang jahat dan haus akan kekuasaan karena aku tidak seperti itu. Dan aku akan membuktikannya kepada mereka bahwa aku benar-benar sudah berubah." Ucap Rio kepada Fandy.
"Itu bagus Rio Kakak senang mendengar apa yang kau katakan dan Kakak harap kamu bisa berubah sesuai dengan apa yang kau katakan agar orang tua Kartika merestui hubungan kalian." Ucap Nada kepada Rio.
"Aku akan berusaha untuk mendapatkan kepercayaan orang tuanya Kartika agar mereka merestui hubungan kami dan aku akan terus melakukannya sampai mereka merestui hubungan kami." Ucap Rio kepada Nada.
Rio berharap orang tuanya Kartika akan merestui hubungan mereka dan akan membuktikan kepada mereka bahwa Rio tidak sama dengan Mahesa.
******
Di rumah sakit Arya menemani Maya dengan menyuapi makanan ke Maya. Saat sedang makan Maya kemudian bercerita kepada Arya tentang apa yang terjadi kepada Kartika.
"Aku sangat khawatir kepada Kartika Mama dengan Papa tidak merestui hubungannya dengan Rio dan berpikir bahwa Rio sama dengan Pak Mahesa itulah yang terjadi dan yang dikatakan oleh Kartika." Ucap Maya kepada Arya.
"Sayang jangan terlalu dipikirkan hal itu suatu hari nanti Mama dengan Papa kan merestui hubungan antara Kartika dengan Rio karena aku sangat yakin itu. Sekarang kau habiskan makananmu dulu dan jangan terlalu dipikirkan hal itu karena itu tidak baik untuk kesehatan mu." Ucap Arya sambil suapin makanan kepada Maya.
Arya kemudian melanjutkan menyuapi makanan sementara itu Maya masih khawatir tentang hubungan antara Rio dengan Kartika.
__ADS_1
#BERSAMBUNG