ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 46


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 46


Semua terlihat bahagia atas kehamilannya Maya. Diana pun meminta Arya untuk membawa Maya rumah sakit untuk periksa kandungannya Maya.


Arya pun kemudian membawa Maya ke rumah sakit untuk periksa kandungan Maya. Sampai di rumah sakit Maya pun kemudian di periksa oleh dokter tentang kandungan Maya.


"Bagaimana Dokter? Tanya Arya kepada Dokter.


"Ini adalah kehamilan keduanya ya, saat ini istri anda sedang hamil anak kedua jadi, Pak Arya harus menjaganya dengan baik." Ucap Dokter kepada Arya.


"Apa kandungan istri saya baik-baik saja Dok?" Tanya Arya kepada Dokter.


"Kandungannya baik-baik saja. Ini ada vitamin saya berikan untuk menguatkan janin istri anda dan untuk kesehatan istri anda." Ucap Dokter sambil berikan obat kepada Arya.


"Terimakasih ya Dokter saya akan meminum vitaminnya." Ucap Maya kepada Dokter.


"Iya Dokter saya akan menjaga istri saya dengan baik dan menjaga kandungan istri saya dengan baik." Ucap Arya kepada Dokter.


"Sayang ayo kita pulang kita beritahu ini kepada Mama dan Papa." Ucap Maya kepada Arya.


"Iya Sayang ayo... Dokter kami pulang dulu." Ucap Arya sambil mengajak Maya untuk pulang.


Maya dengan Arya pun pergi dari rumah sakit dengan membawa berita kebahagiaan tentang kehamilan Maya.


******


Di rumah keluarga Reynaldi, Fandy datang ke rumah untuk menemui Nada dan membawa sebuah surat kepada Nada. Nada terlihat bingung Fandy memberikan sebuah surat kepada Nada dan mengatakan bahwa dia ingin kembali kepada Nada.


Nada kemudian membaca surat tersebut yang mana isinya adalah perceraiannya dengan Yurisa. Fandy mengatakan bahwa Yurisa tiba-tiba meminta cerai kepadanya dan meminta agar aku kembali bersama denganmu.


"Yurisa benar-benar melakukannya, lalu di mana dia sekarang?" Tanya Nada kepada Fandy.


"Aku tidak tahu dia di mana sekarang. Tetapi dia berkata, bahwa dia ada di apartemennya bersama dengan Mamanya.


"Tapi ini bersungguh-sungguh atau kau hanya mempermainkan ku saja?" Tanya Nada kepada Fandy.


"Aku bersungguh-sungguh Nada dan besok aku akan ke pengadilan untuk perceraian bersama dengan Yurisa. Kau bisa datang dan menemaniku besok." Jawab Fandy kepada Nada.


"Baiklah besok aku akan datang ke pengadilan untuk perceraian mu dengan Yurisa." Ucap Nada kepada Fandy.


"Fandy, mau apalagi kau kemari?" Tanya Diana yang tiba-tiba datang melihat kedatangan Fandy.


"Aku kemari untuk mengirimkan surat perceraian ku kepada Yurisa Tante." Ucap Fandy kepada Diana.


"Yang benar saja, kata-kata mu tidak bisa di percaya." Ucap Diana kepada Fandy.


"Tante bisa datang besok ke pengadilan bersama Nada untuk melihat perceraian ku dengan Yurisa." Ucap Fandy kepada Diana.


"Fandy, apa benar kau bercerai dengan Yurisa?" Tanya Arya yang tiba-tiba datang ke rumah dan menemui Fandy.


Melihat kedatangan Arya dengan Maya mengatakan bahwa dia akan bercerai dengan Yurisa. Namun Arya dengan yang lainnya tidak percaya, kemudian Fandy meminta Arya dengan yang lainnya untuk datang ke pengadilan untuk perceraian Fandy dengan Yurisa.


Mereka pun menyetujuinya dan akan melihat perceraian Fandy dengan Yurisa. Dan dengan itu Fandy berharap Nada mau kembali kepadanya dan Sonia mau menerima nya sebagai seorang Ayah.


"Aku harap apa yang kau katakan itu benar terjadi dan itu semua untuk Sonia karena tidak mungkin kan Sonia memiliki dua orang Ibu dan apalagi yang satunya itu adalah Pelakor." Ucap Diana kepada Fandy.


"Aku bersungguh-sungguh mengatakannya tante dan itu akan terjadi. Kalian datang saja besok ke pengadilan untuk perceraian ku dengan Yurisa." Ucap Fandy kepada Diana.


******


Sementara itu di sebuah restoran Yurisa mendatangi Kamila dan mengatakan bahwa dia akan bercerai dengan Fandy sesuai dengan permintaan Kamila. Yurisa lalu memberikan surat perceraian tersebut kepada Kamila sebagai bukti bahwa dia akan bercerai dengan Fandy.


Kamila sangat senang mendengarnya dan Kamila berharap Yurisa tidak lagi mengganggu hubungan Fandy maupun Nada selamanya.


"Tante Jangan khawatir aku tidak akan lagi mengganggu hubungan Fandy dengan Nada. Aku akan pergi jauh dari hidup Fandy selamanya itu yang akan aku lakukan agar Fandy dengan Nada bahagia selamanya." Ucap Yurisa kepada Kamila.


"Bagus kalau begitu itu berarti kau sadar apa yang telah kau lakukan selama ini dan kau sudah menghancurkan rumah tangga Fandy dengan Nada. Dengarkan Aku baik-baik Aku tidak ingin kau muncul lagi di kehidupan Fandy dan merusak rumah tangga Fandy dengan Nada. Jika kamu melakukannya lagi kau akan tahu apa yang akan aku lakukan nanti." Ucap Kamila kepada Yurisa.


******


Di Turki


Bram dengan yang lainnya akhirnya sampai ke Turki. Setelah mereka sampai di Turki, mereka kemudian beristirahat sejenak di hotel. Setelah beristirahat Bram dengan yang lainnya kemudian berjalan-jalan keliling Turki.


Di Turki Bram bertanya kepada Nayla apakah Nayla sangat senang jalan-jalan ke Turki Nayla pun mengatakan bahwa dia sangat senang berjalan-jalan ke Turki apalagi diajak oleh Papa nya sendiri.


"Papa senang kalau Nayla senang. Nayla tau, melihat Nayla bahagia Papa sudah cukup sangat senang sekali." Ucap Bram kepada Nayla.


"Nayla juga senang lihat papa bahagia apalagi bahagia bersama Tante Mama Raya." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Bram.


"Kalian ngobrol apa sih? Sepertinya Nayla terlihat sangat senang sekali." Tanya Raya kepada Bram dan Nayla.


"Tante Mama tau tidak, Nayla sangat senang sekali melihat tante Mama bersama dengan Papa." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Benarkah begitu? Tante Mama juga sangat senang bersama dengan Nayla." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Nayla.


Bram, Nayla dan Raya terlihat sangat bahagia Mereka pun bercanda besenda gurau bersama dan kemudian berjalan-jalan keliling bersama-sama dengan bersama yang lainnya.


******

__ADS_1


Di Indonesia


Malam harinya di rumah Arya mengatakan tentang kehamilan Maya kepada keluarganya. Diana sangat senang mendengar kabar kehamilan Maya. Diana kemudian meminta Maya untuk tidak terlalu capek dan tidak terlalu banyak bekerja.


"Kau tau Maya, saat ini kau sedang hamil cucu dari keluarga Reynaldi jadi, kau harus menjaga kandungan mu dengan baik." Ucap Diana kepada Maya.


"Iya Ma, jangan khawatir, aku akan menjaganya dengan baik." Ucap Maya kepada Diana.


"Wahh itu berarti sebentar lagi aku akan jadi kakak ya kan Om Arya..." Ucap Sonia dengan perasaan bahagia.


"Iya Sonia, sebentar lagi Sonia akan jadi kakak." Ucap Arya sambil gendong Sonia."


"Om Arya, nanti jika adik Sonia lahir, Sonia saja yang jaga adik ya..." Ucap Sonia dengan polosnya.


"Itu pasti, bukan Sonia saja yang jaga tapi kak Nayla juga ikutan jaga Adik setelah lahir. Oh iya Maya, kamu sudah kasih tau Nayla tentang ini?" Tanya Arya kepada Maya.


"Belum Mas, nanti aku akan hubungi Nayla dan beritahu kepada Nayla." Jawab Maya kepada Arya.


"Bagaimana kalau sekarang saja pasti Nayla sangat senang." Ucap Arya kepada Maya.


"Iya kak, hubungi Nayla Pasti dia senang." Ucap Nada kepada Maya.


Maya kemudian menelepon Nayla dan memberitahu tentang kehamilannya kepada Nayla. Nayla terlihat sangat senang sekali, Nayla mengatakan bahwa dia sangat senang akan segera mempunyai adik.


Nayla mengatakan bahwa dia ingin segera cepat pulang untuk melihat kehadiran Adiknya yang akan segera lahir tetapi Maya mengatakan bahwa masih lama sembilan bulan lagi. Maya mengatakan bahwa adiknya akan menunggu kakaknya untuk datang pulang.


"Nayla sudah tidak sabar untuk pulang. Tunggu Nayla ya Ma..." Ucap Nayla kepada Maya.


"Iya sayang Mama akan tunggu Nayla pulang." Ucap Maya kepada Nayla.


"Nayla kangen sama Mama dan Om Papa. Tapi Nayla senang ada Papa dan Tante Mama di sini." Ucap Nayla dengan perasaan bahagia.


"Mama dan Om Papa juga kangen sama Nayla. Mama dan Om Papa menunggu kedatangan Nayla." Ucap Maya kepada Nayla.


Maya dengan Nayla ngobrol begitu lama dengan penuh bahagia dan kerinduan setelah ngobrol bersama Maya kemudian menutup teleponnya.


Setelah selesai menelepon Diana meminta Maya untuk beristirahat untuk menjaga kesehatannya dan jangan lupa untuk meminum susu karena Diana sudah mempersiapkannya.


Arya begitu senang melihat Mamanya begitu perhatian kepada Maya dan membuatkan makanan bersama dengan susu untuk Maya. Diana kemudian mempersiapkan susu untuk Maya dan memberikannya kepada Maya. Diana kemudian meminta Maya untuk meminumnya setelah itu Diana meminta Arya untuk mengajak Maya istirahat ke kamar.


"Ma, terimakasih ya karena sudah perhatian kepada Maya." Ucap Arya kepada Diana.


"Maya itu menantu Mama dan saat ini dia sedang hamil cucu Mama jadi wajar Mama perhatian kepada nya." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Arya.


"Ma, terimakasih ya... Maya janji Insyallah akan memberikan yang terbaik buat Mama." Ucap Maya kepada Diana.


"Ya sudah sekarang kalian istirahat lah ke kamar karena Mama juga mau istirahat." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Arya dan Maya.


******


Di kamar Arya tiba-tiba menggendong Maya dan meletakkannya ke tempat tidur lalu Arya kemudian mencium perut Maya dan mengatakan bahwa Arya sangat bahagia.


"Aku juga sangat bahagia Sayang anak kembar kita akan segera datang dalam kehidupan kita." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


"Bukan itu saja, Mama juga sudah sangat perhatian sama kamu Sayang dan itu yang membuat aku semakin bahagia Sayang." Ucap Arya kepada Maya.


"Aku juga bahagia Sayang melihat Mama begitu perhatian kepada ku." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


Arya dengan Maya terlihat sangat bahagia melihat apa yang telah terjadi pada hari ini dan bahagia atas kehamilan Maya juga dan itu merupakan anugerah yang terindah bagi Arya dan juga Maya.


Besok harinya keluarga Reynaldi pergi ke pengadilan untuk perceraian Fandi dengan Yurisa.


******


Di pengadilan keluarga Reynaldi bertemu dengan Yurisa dan juga Ayu bersama dengan Fandy dengan yang lainnya. Perceraian tersebut dilaksanakan dengan baik bersama dengan mereka masing-masing.


Fandy dengan Yurisa kemudian tanda tangan surat perceraian mereka dan berikan kepada hakim dan hakim pun kemudian memberikan sebuah keputusan. Dan keputusan tersebut Hakim memutuskan Yurisa dengan Fandy resmi bercerai.


"Akhirnya Fandy kau sudah resmi bercerai dengan Pelakor itu." Ucap Kamila kepada Fandy.


"Ma, sudah lah... Jangan mulai lagi." Ucap Fandy dengan perasaan kesal.


"Fandy... Aku harap kau bahagia dengan Nada bersama dengan Sonia." Ucap Yurisa kepada Fandy.


"Yurisa, lalu kau bagaimana?" Tanya Fandy kepada Yurisa.


"Aku bersama Rena dan Mama pasti bahagia bersama. Kau jangan khawatir dengan itu Fandy semuanya akan baik-baik saja." Ucap Yurisa kepada Fandy.


"Yurisa... Terimakasih ya, aku tau bagaimana perasaanmu. Tapi aku percaya kepadamu dan aku percaya suatu hari nanti kebahagiaan akan datang bersama mu dan juga bersama Rena." Ucap Nada kepada Yurisa.


"Terimakasih Nada. Aku harap, kau juga bahagia bersama Fandy selamanya. Dan Sonia tidak kekurangan apapun lagi termasuk kasih sayang seorang ayah." Ucap Yurisa kepada Nada.


"Yurisa, boleh aku gendong Rena sebentar?" Tanya Fandy sambil menggendong Rena.


"Ini pertama kalinya kamu menggendong Rena. Semoga nanti akan ada pertama kalinya kamu menggendong anak kamu sendiri bersama dengan Nada." Ucap Yurisa sambil tersenyum kepada Fandy.


"Yurisa, dulu aku berharap aku bisa jadi Papa yang baik buat Rena tetapi sekarang mungkin itu tidak akan terjadi. Tapi sekarang justru aku berharap karena mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya bersama denganmu dan dengan Mama kamu." Ucap Fandy kepada Yurisa.


"Rena pasti akan bahagia kau jangan khawatir akan hal itu. Mama harap kau juga bahagia bersama dengan nada dan juga Sonia. Karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami juga." Ucap Ayu kepada Fandy.

__ADS_1


"Kalian jagalah diri baik-baik dan aku harap kebahagiaan akan selalu datang menghampiri kalian itu adalah harapan terbesarku." Ucap Fandy kepada Ayu Dan Yurisa.


"Kau juga harus bahagia dengan kuharap kau bahagia juga selalu datang menghampirimu bersama dengan nada karena itu juga adalah harapan terbesarku." Ucap Yurisa kepada Fandy.


"Yurisa, kau harus Bahagia karena kau pantas mendapatkan kebahagiaan itu yang sebenarnya." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Yurisa.


"Terimakasih Maya... Kau juga harus bahagia karena sesungguhnya kau juga pantas mendapatkan kebahagiaan. Dan itu juga adalah harapan terbesarku." Ucap Yurisa kepada Maya.


Setelah selesai ngobrol antara Yurisa dengan yang lainnya mereka pun pulang ke rumah masing-masing.


******


Setelah pulang ke rumah masing-masing Fandy kemudian ke rumah Nada dan mengatakan bahwa dia akan mempersiapkan pernikahan yang kembali bersama dengan Nada.


Namun Nada berkata bahwa dia harus meminta izin dulu kepada Sonia. Dan Fandi harus bisa meluluhkan hati Sonia agar Sonia mau menerima Fandy kembali sebagai ayah kandungnya.


Fandi menyetujui keinginan Nada dan Fandy pun berkata bahwa dia akan berusaha untuk mendekati Sonia agar Sonia mau menerimanya kembali.


"Akan aku lakukan apapun agar Sonia bisa menerima ku kembali." Ucap Fandy kepada Nada.


"Akan ku tunggu saat itu dan dimana Sonia mau menerima kamu sebagai Papa kandung nya. Dan setelah itu baru kita menikah." Ucap Nada kepada Fandy.


"Ehmm baik lah. Sekarang dimana Sonia? Aku akan coba untuk mendekati Sonia mulai sekarang." Tanya Fandy kepada Nada.


"Sonia ada di kamar nya masuk saja." Jawab Nada kepada Fandy.


Fandy kemudian pergi menuju kamarnya Sonia untuk bertemu dengan Sonia. Maya melihat Fandy masuk ke kamarnya Sonia dan langsung memberitahu hal ini kepada Arya.


Arya mengatakan bahwa dia sudah mengizinkan Fandy untuk bertemu dengan Sonia. Namun saat Maya menelepon Arya tiba-tiba Sonia keluar dan mengusir Fandy dari kamarnya.


"Pergi dari sini! Aku membenci mu! Kamu sudah meninggalkan aku dengan Mama selama bertahun-tahun tapi sekarang kau sudah kembali! Tapi itu percuma aku sangat membenci mu!" Bentak Sonia kepada Fandy sambil masuk ke kamar.


"Papa tau kau akan membenci Papa, tapi tolong berikan Papa kesempatan untuk berubah. Papa minta maaf kepadamu nak, dan tolong berikan Papa kesempatan Papa janji tidak akan pernah meninggalkan Sonia lagi. Sonia tolong buka pintunya dan berikan kesempatan buat Papa untuk berubah." Pinta Fandy kepada Sonia.


Sonia sama sekali tidak mau mendengarkan apa perkataan Fandy. Namun Fandy tidak menyerah begitu saja. Fandi akan terus saja masih bertemu dengan Sonia meskipun Sonia menolak Fandi.


Hari berganti hari telah dilalui Fandy agar Sonia mau memaafkan kesalahan Fandy. Namun Sonia masih tetap belum bisa memaafkan kesalahan Fandy.


2 Minggu Kemudian...


Fandi tidak menyerah dia tetap ingin berbicara dan bertemu dengan Sonia. Apapun akan dilakukan agar Sonia mau memaafkan Fandy dan mau bertemu dengan Fandy.


Fandy kemudian berdiri di depan rumah keluarga Reynaldi semua melihat Fandy sedang berdiri di depan rumah. Namun Sonia sama sekali tidak mau keluar rumah dan berbicara dengan Fandy.


Tidak peduli ada panas dan badai hujan Fandy tetap menunggu Sonia keluar dari rumah dari pagi sampai malam hari Fandy tetap menunggu Sonia di depan rumahnya.


"Sayang, di luar hujan, kasihan Fandy. Apa yang harus kita lakukan? Sonia tidak ingin bertemu dengan Fandy, tapi Fandy juga tidak mau pulang." Ucap Maya kepada Arya sambil melihat arah luar yang sedang hujan.


"Tapi aku kagum dengan Fandy dia tidak menyerah begitu saja sampai Sonia mau memaafkan nya dan menerimanya kembali. Sayang, biarkan saja Fandy di depan rumah kita lihat besok apa yang akan terjadi." Ucap Arya kepada Maya sambil melihat Fandy yang berada di luar.


"Tapi Sayang bagaimana dengan Fandy?" Tanya Maya yang terlihat sangat Khawatir.


"Kita lihat saja besok apa yang akan terjadi." Ucap Arya kepada Maya.


******


Di Turki


Bram, Raya dengan yang lainnya sedang berjalan-jalan keliling Turki dan membelikan oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Indonesia.


"Ma, seperti nya barang yang kita beli sudah banyak." Ucap Roy kepada Lina.


"Iya Pa, dan Mama sudah tidak sabar untuk membagikan oleh-oleh ini kepada teman-teman Mama." Ucap Lina sambil tersenyum kepada Roy.


"Ma, setelah ini, pasti Nayla kembali kepada Nayla." Ucap Roy kepada Lina.


"Iya Pa, dan kita pasti akan merindukan nya apalagi kita sudah satu bulan bersama Nayla." Ucap Lina sambil tersenyum kepada Roy.


"Oma... Opa... Ayo kita makan di sana..." Ucap Nayla yang terlihat sangat bahagia.


"Kalian ternyata di sini... Ayo, Bram dengan Raya sudah menunggu." Ucap Gita kepada Lina dan Roy.


"Ayo kita nikmati hari ini karena besok kita sudah kembali ke Indonesia." Ucap Andhika kepada Roy dan Lina.


"Ayo Oma.... Opa..." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Ayo kita ke sana..." Ucap Roy sambil mengajak Nayla dengan yang lainnya ke restoran.


"Nayla pelan-pelan jalan nya sayang nanti jatuh." Ucap Lina sambil tersenyum kepada Nayla.


"Senang rasanya punya cucu seperti Nayla. Benar kan Bu Lina?" Tanya Gita kepada Lina.


"Iya Bu, apalagi Nayla adalah cucu saya satu-satunya." Ucap Lina kepada Gita.


"Nayla sini Opa gendong." Ucap Roy kepada Nayla sambil gendong Nayla.


"Nayla senang?" Tanya Andhika kepada Nayla.


" Tentu saja senang Opa..." Ucap Nayla dengan polosnya.

__ADS_1


Nayla begitu sangat bahagia dan itu membuat Roy dan Lina bahagia melihat Nayla yang terlihat sangat bahagia.


#BERSAMBUNG


__ADS_2