ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 75


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 75


Arka membawa sampel darah Reno dan Rima ke rumah sakit untuk dicek kebenarannya namun di samping itu Arka khawatir dengan hasilnya. Arka kemudian membuka ponselnya dan menerima isi pesan dari Reno.


"Papa minta aku untuk tidak mengatakan hasilnya kepada siapapun tapi kenapa ya? Apakah benar wanita itu anaknya Papa? Aku harus bicara dengan Papa tentang hal ini kenapa Papa mengirim pesan seperti ini kepadaku." Ucap Arka dalam hati.


Arka merasa khawatir setelah mendapatkan pesan dari Reno dan berpikir bahwa akan menanyakan hal ini kepada Reno.


******


Malam harinya Rumah Keluarga Reynaldi.


Diana melihat suaminya sedang melamun dan khawatir jika nanti anak-anaknya akan mengetahui kebenaran yang terjadi dan mungkin mereka akan membenci Reno dan tidak bisa menerima kenyataan.


"Pa, Mama khawatir jika nanti Arya, Arka, Nada mengetahui kebenaran ini mereka tidak bisa menerimanya dan mungkin mereka akan membenci kita dan berpikir bahwa Mama telah merebut kebahagiaan orang lain." Ucap Diana dengan perasaan khawatir.


"Mama tidak pernah merebut kebahagiaan siapapun dan jangan pernah berpikir seperti itu. Tentang anak-anak Kita mereka tidak akan mungkin berpikir bahwa Mamanya merebut kebahagiaan orang lain. Karena Mamanya tidak pernah melakukan hal seperti itu dan kenyataannya juga Mama tidak pernah merebut kebahagiaan orang lain." Ucap Reno kepada Diana.


"Tapi Pa, bagaimana jika nanti anak-anak mengetahui kebenarannya? Apalagi Arka, dia adalah seorang dokter dan pasti dia sudah tahu apa hasilnya lebih dulu." Tanya Diana dengan perasaan khawatir.


"Mama jangan khawatir Papa sudah atur semuanya. Tadi Papa mengirim pesan ke Arka, untuk merahasiakan hasilnya ke siapapun buat sementara. Sampai anak-anak kita benar-benar siap untuk mendengarkan sebuah kebenaran dan Arka akan merahasiakan semuanya. Apa Mama lihat bagaimana marahnya Arya? Jika Arya tahu yang sebenarnya, mungkin dia akan lebih marah lagi dan Papa tidak sanggup melihat Arya seperti itu. Arya itu emosional sama seperti Papa tidak terkendali tapi untuk menghentikan itu kita harus merahasiakannya dulu sampai Arya benar-benar siap dan sampai Papa benar-benar siap untuk menerima kebencian dari Arya." Ucap Reno kepada Diana.


"Pa... Arya tidak akan mungkin membenci Papa karena Arya sangat menyayangi Papa. Mama yakin jika nanti Arya mengetahui kebenarannya dan kita memberikan sebuah penjelasan kepadanya. Dia tidak akan membenci kita karena dia pasti akan mendengar penjelasan kita." Ucap Diana kepada Reno.


"Entahlah Ma, Papa juga bingung dan khawatir jika Arya membenci kita karena Papa tidak ingin Arya membenci kita." Ucap Reno kepada Diana.


Diana langsung peluk Reno dengan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.


******


Sementara itu di kamar Maya sedang sisiran dan saat sedang sisiran Maya bertanya tentang hasil tes DNA kepada Arya bagaimana tanggapan Arya tentang tes DNA yang dilakukan Reno dengan Rima.


"Untuk apa kau tanyakan hal itu? Sudah pasti Rima bukan anaknya Papa dan dia hanya mengarang cerita. Aku akan menuntutnya ke pengadilan besok atas pencemaran nama baik." Ucap Arya dengan perasaan kesal.


"Mas Arya, bagaimana jika hasilnya cocok? Apa yang akan Mas Arya lakukan? Apakah Mas Arya akan membenci Papa dan Mama? Dan menganggap bahwa Mama telah merebut kebahagiaan orang lain?" Tanya Maya kepada Arya.


"Hasilnya sudah pasti tidak cocok tetapi jika cocok, aku tidak akan bisa menerima ini dan aku akan membenci wanita itu selamanya dan aku tidak akan pernah memaafkan wanita itu sampai kapanpun. Sudahlah enggak usah dibahas aku tidak mau kita membahas wanita itu lagi. Yang penting besok aku ingin tahu hasilnya baru nanti aku akan melakukan sesuatu kepada wanita itu karena aku sangat membencinya." Ucap Arya sambil naik ke tempat tidur dan melanjutkan tidur nya.


"Mas Arya... Hasilnya pasti cocok dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok dan apa yang akan Mas Arya lakukan. Aku harap Mas Arya tidak melakukan hal buruk yang bisa merusak kebahagiaan keluarga kita dan aku tidak ingin hal itu terjadi." Ucap Maya dalam hati.


Maya melihat suaminya sudah tertidur dan berharap besok akan menjadi hari baik dan Arya tidak melakukan apapun kepada kedua orang tuanya.


******


Di rumah Arka


Arka sedang melamun dan memikirkan hasil untuk besok Karena besok Arka akan mengambil hasilnya. Namun di samping itu Arka masih mengingat tentang isi pesan Reno dan pertemuannya tadi sore bersama dengan Reno.


*******


Flashback Pertemuan sore tadi


Arka menemui Reno untuk menanyakan Mengapa Arka harus merahasiakan hasil test DNA tersebut kepada adik-adiknya. Namun Reno mengatakan bahwa dia belum siap jika nanti adik-adik nya mengetahui kebenaran yang sebenarnya.


"Jadi wanita itu adalah anaknya Papa? Dan Mama, apakah dia mengetahui hal ini dan Apakah benar yang wanita itu katakan tentang Mama?" Tanya Arka kepada Reno.


"Yang dikatakan Rima itu tidak benar memang dia adalah anaknya Papa tapi Mama kamu bukan pelakor. Papa dengan Mamanya Rima itu sudah lama bercerai kami bercerai sudah satu tahun dan setelah itu Papa bertemu dengan Mama kamu dan kemudian kami menikah itulah yang terjadi sebenarnya. Arka, semua ini adalah kesalahpahaman. Rima selalu menganggap bahwa Mama kamu telah merebut kebahagiaan Mamanya waktu nikah bersama dengan Papa. Padahal Mamanya telah meninggalkan Papa dan meminta untuk bercerai. Mamanya Rima lebih memilih bersama dengan laki-laki lain itulah yang dilakukannya sehingga menyebabkan pernikahan kami hancur dan dia lebih memilih untuk berpisah maka dari itu kami bercerai. Kami bercerai saat Rima berusia delapan tahun kami bertengkar dan akhirnya lebih memilih untuk berpisah itulah yang terjadi sebenarnya. Rima itu tidak bisa menerima Mama kamu dia selalu membandingkan Mama kamu dengan Mamanya sama seperti Nayla yang selalu membandingkan Arya dengan Bram. Hal itu membuat Mama kamu tersinggung dan sakit hati dan merasa tidak dihargai oleh Rima hingga akhirnya kami pergi jauh meninggalkan Rima dengan Mamanya itulah yang sebenarnya terjadi. Saat itu kamu dengan Arya belum lahir namun, setelah kami pergi jauh Mama kamu hamil dan kami hidup bahagia setelah kalian lahir ke dunia ini. Sekarang, Papa tidak tahu apa tujuan Rima yang tiba-tiba mengatakan bahwa dia adalah anak kandungnya Papa dan tiba-tiba datang ke rumah untuk dapat pengakuan itu. Padahal dia sangat membenci Mama kamu dan tidak bisa menerimanya sampai sekarang ini dan dia juga mengatakan, dia tidak ingin bertemu dengan Papa pada waktu itu. Tapi sekarang tiba-tiba seperti ini dan Papa yakin pasti ada sesuatu dibalik semua ini. Maka dari itu Papa minta agar kamu merahasiakan ini dulu sampai Papa benar-benar siap dan adik-adik kamu juga pasti akan siap untuk menerimanya. Tetapi Itu semua terserah kamu apakah kamu akan memberitahukan hal ini kepada mereka semuanya atau tidak. Tapi jika kamu memberitahunya kepada mereka, Arya akan sangat marah kau tahu seperti apa Arya? Dia itu sama seperti Papa emosional dan tidak terkendali. Papa takut dia melakukan sesuatu dan mungkin dia akan membenci Papa dengan Mama setelah mengetahui kebenaran ini dan tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari Mama dan Papa mungkin itulah yang akan terjadi." Ucap Reno kepada Arka.


"Itu tidak akan terjadi Pa, jangan khawatir tentang hal itu jika nanti Arya mengetahui kebenarannya maka Arya pasti akan meminta penjelasannya. Bukankah Arya sangat menyayangi Papa dan Mama? Pastinya nanti Arya akan meminta penjelasannya dari Papa dan Mama dan kalian bisa menjelaskannya kepada Arya dan juga kepada Nada agar mereka bisa mengerti. Tentang Rima, Papa jangan khawatir tentang hasil tes DNA itu biar Arka saja yang urus karena Arka tahu apa yang akan Arka lakukan untuk Papa dan Mama dan adik-adik Arka." Ucap Arka kepada Reno.


"Terima kasih Arka, Papa harap kau bisa melakukan yang terbaik agar semua baik-baik saja." Ucap Reno kepada Arka.


Reno berharap Arka akan melakukan apa yang dia inginkan agar Rima tidak mengganggunya lagi karena khawatir Arya akan sangat marah kepadanya.


******

__ADS_1


Flashback Malam harinya Rumah Arka.


"Apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaan keluargaku dan untuk Papa dan Mama. Aku belum pernah melakukan apapun untuk mereka dan membuat mereka bahagia termasuk adik-adikku. Inilah saat yang tepat untuk membuat mereka bahagia dan aku tidak akan membiarkan mereka menderita karena satu orang wanita yaitu Rima. Apapun akan kulakukan untuk kebahagiaan mereka termasuk kebahagiaan adik-adikku karena mereka adalah segalanya untukku." Ucap Arka dalam hati.


Setelah merenung Arka kemudian melihat Ria yang sudah tidur Setelah itu Arka melanjutkan tidurnya.


******


Besok harinya di rumah keluarga Nugraha


Lina menyiapkan sarapan untuk keluarganya dan meminta mereka untuk duduk karena sarapan telah disediakan.


"Ayo kita semua sarapan Mama sudah siapkan sarapan untuk kalian semua dan buat Nayla juga sudah Oma buatkan sarapan yang sangat spesial." Ucap Lina kepada Nayla.


"Benarkah seperti itu Oma? Nayla kangen banget sama masakan Oma dan pasti masakan Oma sangat enak sekali." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Nayla, biar tante Mama buatkan sarapannya dan ini sarapan buatan dari Oma khusus untuk Nayla." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Nayla.


"Nayla, Nayla senang nggak bersama dengan Papa hari ini? Karena sudah lama kita tidak bersama." Tanya Bram kepada Nayla.


"Tentu saja Nayla senang bertemu dengan Papa karena Nayla kangen banget sama Papa dan kita selalu bersama-sama." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Nayla ayo kita makan dulu nasinya setelah itu nanti kita jalan-jalan bersama Papa dan tante Mama." Ucap Raya sambil berikan makanan kepada Nayla.


"Nayla jangan lupa makan yang banyak biar cepat besar." Ucap Roy sambil tersenyum kepada Nayla.


"Ehmmm, Pa, Papa tahu tidak kemarin Om Papa memberikan Nayla hadiah sangat besar sekali hadiahnya itu berupa mainannya yang banyak dan ada kamarnya di sana Nayla sangat senang sekali karena diberikan hadiah sama Om Papa." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Benarkah seperti itu? Apakah Nayla sudah berterima kasih kepada Om papa?" Tanya Bram kepada Nayla.


"Sudah dong Pa dan kata Om Papa nanti Nayla bisa bermain dengan adik kembar di kamar bermain dan kami akan bermain bersama-sama. Papa tahu tidak Nayla senang sekali punya kamar bermain dan juga banyak mainannya dan bisa juga belajar di sana sama Adik kembar dan Nayla senang sekali." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Papa senang melihat Nayla senang tetaplah selalu bahagia seperti ini sayang karena Papa sangat bahagia sekali Jika Nayla bahagia." Ucap Bram sambil peluk dan cium kening Nayla.


"Nayla pasti senang dapat hadiah dari Om Papa tapi nanti di hari ulang tahun Nayla Oma akan kasih hadiah yang spesial untuk Nayla." Ucap Lina sambil tersenyum kepada Nayla.


"Nayla ayo kita sarapan dulu setelah itu nanti kita jalan-jalan bersama Opa, Oma, Papa dan juga tante Mamanya Nayla." Ucap Roy sambil tersenyum kepada Nayla.


Keluarga Nugraha kemudian makan bersama dengan bahagia di samping itu Bram merasa bahwa dia belum bisa membuat Nayla bahagia dikarenakan Arya sudah memberikan hadiah untuk Nayla yang belum pernah dia berikan kepada Nayla.


******


Di rumah keluarga Reynaldi


Maya sedang mengurus anak kembarnya dan Arya mencoba untuk membantunya dengan mengatakan bahwa dia sangat bahagia sekali hari ini karena memiliki Maya dan anak-anak yang tampan dan cantik.


"Apakah kau tahu sayang anak kita begitu sangat cantik dan tampan dan ini sudah cukup lengkap dalam hidupku dan aku sangat bahagia sekali setelah memiliki mereka dan memilikimu." Ucap Arya kepada Maya.


"Aku juga sangat bahagia sayang apalagi memilikimu adalah kebahagiaan yang paling sempurna untukku. Dan aku harap kita akan selalu seperti ini untuk selamanya dan tidak akan pernah berpisah." Ucap Maya kepada Arya.


"Sayang... Lihat Arpen dia mirip sekali seperti dirimu seperti Mamanya. Arpen sayang, Apakah kau tahu Mama kamu sangat cantik sekali kamu sangat mirip dengan Mamamu." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Arpen.


"Mas Arya... Hari ini adalah hasil tes DNA entah apa yang akan terjadi setelah ini aku harap tidak akan terjadi apapun dan semua akan baik-baik saja." Ucap Maya dalam hati.


"Arnav kau tahu sayang kau juga mirip seperti Papa yang sangat tampan." Ucap Maya sambil peluk dan cium kening Arnav.


"Dan Papa juga sangat mencintai Mama kalian berdua." Ucap Arya sambil cium kening Maya.


"Mas Arya... Nanti ada yang lihat." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


"Sayang mari kita ke bawah pasti Mama dan Papa menunggu kita dan kebetulan aku juga sudah menunggu hasil tes DNA. Aku harap hasilnya tidak seperti apa yang kau katakan tadi malam karena aku tidak menyukainya. Anak Papa Istirahat di sini dulu ya bersama dengan Bibi, Papa sayang sama kalian berdua." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Arnav dan Arpen.


"Mama juga sayang sama kalian berdua." Ucap Maya sambil peluk dan cium kening Arnav dan Arpen.


Setelah menjaga anak-anak, Maya dan Arya kemudian turun ke bawah sedang menunggu hasil tes DNA yang akan segera dibawa oleh Arka ke rumah.

__ADS_1


******


Diana dengan Reno sedang menunggu kedatangan Arka dan berharap Arka datang sebelum Rima datang ke rumah mereka karena akan ada sesuatu yang akan dikatakan Arka kepada mereka.


"Mas Reno, kira-kira apa yang akan dikatakan Arka kepada kita? Aku khawatir Arka akan mengatakan yang sebenarnya apa yang terjadi." Tanya Diana kepada Reno.


"Kalau memang itu terjadi kita harus bisa menerima semuanya karena mungkin ini adalah yang terbaik. Karena ku yakin bahwa Arka pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita jika memang dia akan mengatakan semuanya mungkin itu adalah yang terbaik." Ucap Reno kepada Diana.


"Aku harap semuanya baik-baik saja." Ucap Diana kepada Reno.


"Ma, Pa... Apakah Kak Arka sudah datang? Arya sudah tidak sabar menunggu hasilnya karena Arya yakin bahwa hasilnya tidak cocok sama sekali dan Arya akan membuat wanita itu di penjara untuk selamanya atas pencemaran nama baik." Ucap Arya kepada Reno dan Diana.


"Kita tunggu saja hasilnya, nanti siang kakakmu akan datang. Jadi, kita ke kantor dulu setelah itu baru kita akan tahu apa hasilnya." Ucap Reno kepada Arya.


"Baiklah kalau begitu kita ke kantor dulu dan kita akan cepat pulang untuk menunggu kedatangan kak Arka dan pasti dia juga sangat sibuk pagi ini." Ucap Arya kepada Reno.


"Mas Arya cepatlah pulang karena kita akan menunggu hasilnya siang ini." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


"Ma, Maya... Arya berangkat dulu ke kantor bersama Papa." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Diana dan Maya.


"Ma, Papa berangkat dulu ke kantor semua akan baik-baik saja." Ucap Reno sambil peluk dan cium kening Diana.


Reno dan Arya kemudian berangkat ke kantor sementara itu Diana mengajak Maya untuk ke atas melihat Arnav dan Arpen.


******


Di kamar Diana Langsung melihat Arnav dan Arpen, Diana sangat bahagia dan senang sekali.


"Maya... Mereka sangat tampan dan cantik sekali Mama senang sekali melihat mereka dan Mama harap mereka selalu berada di sini Apalagi nanti jika Arya tahu mengetahui kebenarannya kalian tetap berada di sini." Ucap Diana kepada Maya.


"Kami akan tetap tinggal di sini Ma, jangan khawatir tentang hal itu Mas Arya pasti akan mengerti jika mengetahui kebenaran ini dan dia pasti akan minta penjelasan aku sangat yakin itu." Ucap Maya kepada Diana.


"Bagaimana jika Arya tidak ingin penjelasan dari siapapun? Dan bagaimana jika Arya pergi dari rumah ini bersama dengan anak-anaknya dan dirimu? Mama tidak akan mungkin sanggup melihat hal itu." Ucap Diana kepada Maya.


"Semua akan baik-baik saja Ma, dan Mas Arya pasti akan mengerti Maya sangat yakin itu." Ucap Maya kepada Diana.


"Mama harap seperti itu Maya dan semua akan baik-baik saja." Ucap Diana kepada Maya.


Diana kemudian menggendong Arnav dan mengatakan bahwa dia tidak akan mungkin mampu berpisah dari Arnav dan Arpen jika nanti Arya pergi dari rumah dan berharap Arya tidak akan pergi dari rumah setelah mengetahui kebenarannya.


******


Di rumah keluarga Hutama


Kartika kabur dari rumah karena tidak ingin menikah dengan Zaky dan menitipkan surat bahwa dia tidak akan pernah menikah dengan Zaky karena dia tidak pernah mencintai Zaky. Rani begitu sangat marah dan langsung mengatakan hal tersebut kepada Tommy yang mana bahwa Kartika kabur dari rumah dan pergi bersama dengan Rio.


"Pasti Rio telah mengajak Kartika untuk kabur dari rumah Mama sangat yakin itu dan Rio pasti sudah melindungi Kartika agar Kartika tidak menikah dengan Zaky. Mungkin saja mereka akan menikah secara diam-diam!" Ucap Rani dengan perasaan emosi.


"Keterlaluan sekali anak itu kita harus ke rumah Mahesa untuk mencari Rio Karena pada saat ini pasti dia sedang pergi bersama dengan Kartika!" Ucap Tommy dengan perasaan emosi.


"Kita harus ke sana sekarang sebelum terlambat dan sebelum mereka menikah secara diam-diam Karena Mama tidak akan pernah merestui hubungan mereka apalagi Rio bukanlah pemuda yang baik!" Ucap Rani dengan perasaan emosi.


"Ayo kita ke sana sekarang menemui Mahesa kita ke sana bertanya tentang Kartika dan Rio agar mereka mau menyerahkan kartika kepada kita!" Ucap Tommy dengan perasaan emosi.


Rani dan Tommy kemudian pergi ke rumah Mahesa untuk mencari Kartika yang dibawa oleh Rio.


******


Di rumah Nada


Nada Masih memikirkan tentang apa yang akan terjadi dan bagaimana hasil tes DNA tersebut. Nada berharap hasilnya tidak cocok dengan apa yang dikatakan oleh Rima karena jika itu terjadi dan hasilnya cocok maka Nada tidak akan bisa menerima apa yang telah terjadi.


"Ya Tuhan... Aku harap hasilnya tidak cocok dan aku tidak ingin bersaudara dengan wanita itu. Wanita itu bukan orang baik dan aku bisa melihat dari wajahnya pasti dia memiliki tujuan-tujuan tertentu dan aku tidak menyukai wanita itu sama sekali. Tapi jika hasilnya cocok aku akan sangat membenci wanita itu dan tidak akan pernah menerima wanita itu selamanya. Maka dari itu aku harap hasilnya tidak cocok dan semua akan baik-baik saja." Ucap Nada dalam hati.


Nada terlihat kesal dan emosi serta berharap hasilnya tidak akan pernah cocok dengan Rima tapi jika itu cocok maka Nada tidak akan bisa menerima wanita itu dengan baik untuk selamanya.

__ADS_1


#BERSAMBUNG


__ADS_2