ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 60


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 60


Di rumah Hutomo


Kartika, Zaky datang untuk menemui Kartika. Sehingga membuat Kartika kaget melihat Zaky datang ke rumahnya dan kemudian Tommy mengajak Zaky masuk ke rumah nya.


"Zaky, kau sudah datang tepat pada waktunya mari kita masuk dan kita makan bersama. Coba lihat makanan sudah disiapkan khusus untukmu Kartika ayo duduk kita makan bersama." Ucap Tommy sambil ajak makan malam bersama Zaky.


"Zaky, kamu sekarang Pasti sudah menjadi orang sukses dan Tante sangat senang sekali. Kau memang sangat beruntung apa lagi kau telah menjadi orang sukses sekarang." Ucap Rani sambil tersenyum kepada Zaky.


"Iya Om, Tante dan semua ini berkat Mama dan Papa juga mereka mendidikku sampai sekarang ini dan menjadi orang sukses. Sekarang ini tujuanku adalah untuk mencari masa depan yang menjadi lebih baik lagi." Ucap Zaky kepada Rani dan Tommy.


"Alhamdulillah kalau begitu Om dengan tante sangat bangga kepadamu apalagi sekarang ini kau telah menjadi orang sukses. Kartika coba lihat Kartika sekarang jadi orang sukses kau juga harus menjadi seperti dirinya. Dulu waktu kecil kalian adalah sahabat sekarang ingin menemani Kartika untuk kehidupannya di masa depan kamu mau kan Kartika? Pasti Kartika tidak akan menolaknya karena aku sangat tahu bagaimana Kartika." Ucap Tommy sambil tersenyum kepada Kartika.


"Ayo sekarang kita makan dulu makan malam ini yang sangat spesial." Ucap Rani kepada Zaky.


Keluarga Hutama kemudian makan malam bersama dan Zaky sangat senang setelah menikmati makan malam tersebut dan bertemu dengan Kartika.


******


Sementara itu keluarga Reynaldi sedang merayakan ulang tahun Maya dan mereka pun menari dan berdansa bersama.


"Sayang... Kau tahu di saat kau hilang ingatan pada saat itu aku sangat takut dan khawatir kau tidak akan pernah mengingatku lagi selamanya dan aku akan merasa sendirian lagi dan kembali seperti dulu lagi." Ucap Maya kepada Arya.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Sayang, karena aku sangat mencintaimu sampai kapan pun dan selamanya akan seperti itu. Kau tahu Sayang di waktu aku hilang ingatan pada waktu itu aku berusaha untuk mengingat semuanya mengingat masa lalu hingga saat aku setelah mengenalmu dan sampai sekarang. Hingga akhirnya aku mengingat dirimu dan mengingat anak kembar kita. Sayang sekarang aku sudah mengingat semuanya dan sekarang aku sudah bersamamu untuk selamanya. Sayang, aku berjanji kepadamu aku tidak akan pernah meninggalkanmu dan kita akan bersama-sama selamanya." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Maya.


"Aku juga tidak akan pernah meninggalkanmu sayang dan selamanya kita akan tetap selalu bersama-sama dan kita akan menghadapi cobaan apapun bersama-sama. Aku sangat mencintaimu Sayang dan akan selamanya seperti itu." Ucap Maya sambil peluk Arya.


Arya dengan Maya kemudian melanjutkan dansa bersama begitu juga Nada dan Fandy.


******


Nada dengan Fandy kemudian melanjutkan dansa bersama dengan romantisnya.


"Sayang, akhirnya masalah selesai dan Kak Arya sudah mengingat semuanya dan kita kembali seperti dulu lagi." Ucap Nada kepada Fandy.


"Iya sayang dan akhirnya aku melihat senyuman itu di wajahmu dan aku sangat senang dan bahagia karena kau sudah kembali tersenyum lagi. Sayang kau tahu tidak aku sangat mencintaimu dan aku akan selalu mencintaimu selamanya." Ucap Fandy sambil peluk dan cium kening Nada.


"Aku juga sangat mencintaimu Sayang dan akan selamanya seperti itu. Dan aku harap kita akan selalu seperti ini selamanya." Ucap Nada sambil peluk Fandy.


"Kita akan tetap seperti ini selamanya Sayang dan kita akan menghadapi cobaan apapun bersama-sama." Ucap Fandy sambil tersenyum kepada Nada.


"Iya sayang Apapun yang terjadi kita akan menghadapi cobaan bersama-sama yang penting kita bahagia." Ucap Nada sambil tersenyum kepada Fandy.


Nada dengan Fandy kemudian berdansa bersama begitu juga dengan Maya Dan Arya. Hal itu dilihat oleh Diana dengan Reno sama dengan Nayla dan Sonia.


******


Diana sangat bahagia hingga akhirnya Arya sudah mengingat semuanya dan berharap, Arya dengan Maya selalu bahagia dan Tina tidak mengganggu hubungan mereka lagi.


"Ma, Alhamdulillah akhirnya Arya Sudah ingat semuanya termasuk pernikahannya dengan Maya." Ucap Reno kepada Diana.


"Iya Pa, akhirnya kebahagiaan sudah datang menemui kita dan juga Arya bersama Maya. Mama harap tidak akan ada lagi penderitaan yang datang kepada kita." Ucap Diana kepada Reno.


"Iya Ma, Papa juga berharap seperti itu. Semoga saja kita akan tetap seperti ini dan apapun yang terjadi kita akan menghadapi bersama-sama jika nanti ada sesuatu yang terjadi." Ucap Reno kepada Diana.


"Pa, kita akan tetap bersama-sama apapun yang terjadi dan kita akan menghadapi nya bersama-sama karena kita adalah keluarga. Jadi apapun yang terjadi kita akan tetap bersama-sama. Lihat saja sampai sekarang ini apapun yang terjadi kita selalu bersama dan anak-anak kita selalu bersama kita dan akan tetap seperti itu selamanya." Ucap Diana kepada Reno.


"Ya Ma dan Papa selalu berdoa semoga kebahagiaan selalu ada untuk kita semua termasuk untuk anak-anak dan cucu kita." Ucap Reno sambil tersenyum kepada Diana.


"Ma, Pa, Nayla, Sonia Kenapa kalian duduk saja ayo kita bernyanyi bersama." Arya tiba-tiba datang dan mengajak bernyanyi bersama.


"Ayo kita bernyanyi bersama..." Ucap Nada kepada semua orang.


"Bu Diana, Pak Reno sudah saatnya kita merayakan kebahagiaan ini. Ayo kita bernyanyi bersama." Ucap Kamila kepada Diana dan Reno.


"Nenek, kakek ayo kita nyanyi..." Ucap Sonia kepada Diana dan Reno.


"Ayo kita nyanyi bersama-sama. Ayo lah Nenek, Kakek..." Ucap Nayla dengan penuh bahagia.


"Baiklah... Ayo kita nyanyi bersama-sama." Ucap Reno kepada semua orang.

__ADS_1


"Mari kita bernyanyi bersama menikmati hari bahagia ini dan semoga saja kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir dan akan selamanya bersama kita." Ucap Diana kepada semua orang.


Keluarga Reynaldi begitu bahagia setelah Arya mengingat semuanya dan mereka kemudian bernyanyi dan menari bersama-sama dengan menikmati kebahagiaan tersebut.


******


Besok hari nya Arka sedang bersiap-siap ke rumah sakit untuk mengambil tes DNA yang sudah lama dia nantikan hasilnya.


"Sayang kau siap-siap ya nanti jika hasilnya sesuai yang aku inginkan." Ucap Arka kepada Ria.


"Iya Sayang aku akan bersiap-siap tapi kau harus memberitahu kepadaku nanti apa hasilnya dan hubungi aku nanti." Ucap Ria kepada Arka.


"Iya Sayang aku akan menghubungi nanti dan akan memberitahukan kepadamu tentang hasilnya. Kalau begitu aku berangkat dulu Kau pergi lah dan antar anak-anak jangan lupa." Ucap Arka kepada Ria.


"Papa, Aku mau pergi dengan Papa saja tapi kata Mama dia sibuk ada rapat penting hari ini." Ucap Umairah kepada Arka.


"Iya Pa, aku juga mau diantar sama Papa. Ucap Deni kepada Arka.


"Sayang kau antar anak-anak nanti aku akan jemput mereka pulang." Ucap Ria kepada Arka.


"Baiklah kalau begitu ayo anak-anak masuk ke dalam mobil dan Papa akan antar Kalian sekolah." Ucap Arka sambil meminta anak-anaknya masuk ke dalam mobil.


"Umairah, Deni, kalian jangan nakal di sekolah ya dan belajar dengan benar." Ucap Ria sambil peluk dan cium Umairah dan Deni.


"Sayang, kami berangkat dulu. Mitha, Papa berangkat dulu sayang." Ucap Arka sambil cium kening Ria dan Mita anak Arka dan Ria yang masih berusia enam bulan itu.


Arka kemudian berangkat ke kantor bersama dengan anak-anaknya sementara itu Ria meminta Babysitter untuk menjaga Mita dan dia kemudian berangkat ke kantor.


******


Sementara itu di rumah keluarga Nugraha, Raya masih berdiam diri dan persiapkan segala keperluan untuk berangkat ke kantor.


"Sayang apakah kau marah kepadaku karena perkataan Nayla kemarin?" Tanya Bram kepada Raya.


"Untuk apa aku marah kepadamu Aku tidak marah kepadamu? Aku hanya ingin kita bersiap-siap untuk berangkat ke kantor karena kita akan mengadakan rapat penting hari ini. Oh ya Sayang Tadi Nayla menelepon dan katanya dia ingin dijemput pulang nanti karena ada sesuatu yang ingin dia katakan kepada kita." Ucap Raya kepada Bram.


"Ya sudah kita jemput nanti Nayla sekarang kita jalan-jalan bersama Nayla makan siang di restoran." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Raya.


"Boleh juga sayang dan Nayla pasti akan sangat senang sekali." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Bram.


Raya kemudian tiba-tiba pusing dan merasa tidak enak dan Bram kemudian meminta Raya untuk istirahat.


"Kau kenapa sayang apa yang terjadi kepadamu mukamu sangat pucat kita ke rumah sakit dulu ya?" Tanya Bram kepada Raya.


"Aku tidak tahu sayang akhir-akhir ini aku merasa tidak enak badan dan rasa pusing tapi sudahlah sekarang aku sudah tidak apa-apa kita bisa berangkat ke kantor sekarang." Jawab Raya kepada Bram.


"Tidak Raya kita ke rumah sakit dulu untuk periksa keadaanmu ayo kita ke sana dulu kita akan ke kantor bersama-sama." Ucap Bram kepada Raya.


"Baiklah kalau begitu kita akan ke rumah sakit dulu." Ucap Raya kepada Bram.


Raya dengan Bram kemudian pergi ke rumah sakit sementara Lina dengan Roy kemudian berangkat ke kantor namun sebelum itu Lina mengatakan kepada Bram untuk tidak membawa Nayla ke rumah karena Lina masih kesal terhadap Nayla.


"Mama minta kepadamu untuk tidak membawa Nayla ke rumah karena Mama masih kesal terhadap Nayla." Ucap Lina kepada Bram.


"Ma, Nayla masih ingin ke rumah Sudahlah jangan terlalu dipikirkan apa yang dikatakan oleh Nayla kemarin Raya baik-baik saja dan tidak terlalu memikirkannya." Ucap Raya kepada Lina.


"Kenapa kau selalu saja memanjakannya seperti itu nanti entah apalagi yang akan dia katakan. Ya sudah terserah kalian saja pokoknya Mama masih kesel terhadap Nayla." Ucap Lina dengan perasaan kesal.


"Sudah lah Ma jangan diingat lagi masalah kemarin lagi pula Raya tidak apa-apa dan Nayla juga masih anak-anak. Sekarang kita ke kantor dulu karena kita akan ada rapat penting jadi Mama jaga rumah dengan baik." Ucap Roy sambil tersenyum kepada Lina.


"Kami berangkat dulu ya Ma..." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Lina.


Bram dengan Raya kemudian ke rumah sakit sementara itu Roy pergi ke kantor dan di samping itu Lina masih terlihat sangat kesal dengan sikap Nayla.


******


Sementara itu di rumah sakit Dokter Arka mendapatkan hasil Test DNA dan kaget setelah membaca nya.


"Dokter apakah ini benar hasilnya?" Ucap Arka kepada Dokter.


"Ini benar-benar hasil nya dan sangat akurat karena sudah dua kali aku periksa hasil ini." Ucap Dokter kepada Arka.

__ADS_1


"Ya Tuhan... Ini tidak mungkin..." Ucap Arka dalam hati.


"Pak Dokter apa anda baik-baik saja?" Tanya Dokter kepada Arka.


"Aku baik-baik saja Pak terima kasih karena sudah memberitahukan hasilnya kepada saya dan saya permisi dulu." Ucap Arka kepada Dokter.


Arka kemudian pergi ke ruangannya dan melihat kembali hasil tes DNA tersebut.


*******


Hasil tes DNA tersebut cocok dan menyatakan bahwa Arka adalah anak kandung dari Diana dan Reno Reynaldi.


"Mereka adalah keluargaku dan orang tua kandungku. Ini benar-benar sangat mustahil dan itu tidak disangka. Ya Tuhan... Apa yang harus aku lakukan setelah ini aku sudah tidak sabar ingin memberitahukan hal ini kepada mereka dan juga kepada Ria tentang hal ini dan ini merupakan kabar yang sangat baik dan pastinya mereka pasti akan sangat senang. Aku sudah tidak sabar ingin memberitahukan hal ini kepada mereka." Ucap Arka dengan perasaan bahagia.


Arka terlihat sangat bahagia setelah mengetahui hasil tes DNA tersebut dan sudah tidak sabar ini secepatnya memberitahukan hal ini kepada keluarganya.


******


Sementara itu Bram membawa Raya ke rumah sakit untuk diperiksa namun setelah diperiksa dokter mengatakan bahwa Raya sedang hamil anaknya Bram.


"Benarkah begitu dokter Ya Tuhan... Alhamdulillah akhirnya..." Ucap Bram sambil peluk Raya.


"Sayang... Kita akan punya anak." Ucap Raya sambil peluk Bram.


"Iya sayang... Akhirnya kita punya anak dan aku sangat bahagia sekali." Ucap Bram kepada Raya.


"Pak Nugraha ini saya berikan vitamin kepada bu Raya Nugraha untuk memperkuat janinnya." Ucap Dokter sambil berikan vitamin kepada Bram.


"Terima kasih banyak ya dokter..." Ucap Bram dengan penuh bahagia.


Bram dengan Raya sangat bahagia dikarenakan kehamilan Raya dan hal ini merupakan sebuah kejutan untuk Bram dan keluarganya. Dan akan segera memberitahukan keluarganya tentang kehamilan Raya.


******


Sementara itu di rumah keluarga Reynaldi Tina datang untuk menemui Arya. Namun Diana mengusir Tina dari rumahnya.


"Mau apa lagi kau kemari?" Tanya Diana kepada Tina.


"Aku kemari mau bertemu calon suamiku Arya. Sudahlah Tante terima saja Arya itu tunangan ku calon suamiku dan dia hanya ingat kepada ku. Jadi Tante tidak usah kayak begitu karena Arya hanya mencintai ku paham Tante!" Tegas Tina kepada Diana.


"Dasar perempuan tak tahu malu apa yang kau pikirkan? Arya itu suami nya Maya dan akan selamanya seperti itu paham!" Ucap Diana kepada Tina.


"Tante hanya memaksa Arya untuk menikahi Maya padahal Maya bukan istri Arya dan Arya tidak kenal Maya serta tidak pernah mencintai Maya. Jadi intinya Arya itu calon suamiku dan aku kemari untuk bawa Arya pulang ke rumah ku paham!" Teriak Tina kepada Diana.


"Tina! Sudah cukup!" Teriakan Arya membuat Tina kaget mendengarnya.


"Arya..." Ucap Tina kepada Arya.


"Berani sekali kau membentak Mamaku! Aku saja tidak pernah membentaknya kau malah berani membentaknya sungguh keterlaluan kau ini Tina! Kau pikir kau itu siapa berani sekali membentak Mama ku! Mamaku adalah segalanya bagiku dia adalah malaikat ku dan kau tidak punya hak untuk membentaknya di rumah ini! Sekarang kau pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi kau mengerti itu!" Bentak Arya dan membuat Tina kaget mendengarnya.


"Arya... Mama kamu yang salah karena Mama kamu mengusirku karena aku ingin bertemu denganmu berbicara denganmu! Tetapi Mama kamu melarang dan malah mengusirku dari rumah ini! Padahal aku ini adalah calon istrimu dan kita akan segera menikah tetapi Mama kamu tidak bisa menerima kenyataan bahwa kita akan segera menikah itulah yang terjadi sebenarnya!" Teriak Tina kepada Arya.


"Kau bukan calon istriku dan bukan siapa-siapa karena aku sudah menikah dengan Maya dan dia adalah istriku yang paling aku cintai di dunia ini dan sebentar lagi anak kami akan segera lahir. Jadi tolong kau pergi dari sini lupakan masa lalu karena kita sudah berpisah sejak lama. Aku sudah ingat semuanya disaat kita pertama bertemu dan bagaimana kita bertemu dan bagaimana kita berpisah dan aku ingat semua itu. Sekarang kita tidak punya hubungan apa-apa lagi dan tolong jangan diingat lagi bahwa kita memiliki hubungan khusus dan kita akan menikah karena itu tidak akan mungkin terjadi! Kau tahu kenapa, karena aku tidak mencintaimu lagi aku hanya mencintai Maya istriku! Jadi tolong pergilah dari sini dan jangan pernah kembali lagi karena aku tidak akan pernah mau kembali lagi denganmu! Karena aku sudah menikah dengan Maya dan aku mencintai Maya dan itu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun!" Ucapan Arya membuat Tina kaget mendengarnya.


"Kau sudah dengarkan jawaban dari Arya bahwa Arya Sudah ingat semuanya dan dia sudah ingat bahwa dia sudah menikah dengan Maya kau mengerti itu! Jadi kau pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi kalau kau masih punya malu jika tidak mungkin saja kau ingin merebut suami orang lain. Dan aku tidak akan pernah membiarkan kau merusak pernikahan Arya dengan Maya ingat itu baik-baik! Jadi jika kau masih punya malu pergilah dari sini karena Arya sudah menikah dan dia bukanlah tunanganmu paham!" Bentak Diana kepada Tina.


"Aku tidak percaya ini pasti Arya telah berbohong dikarenakan Tante telah menyuruhnya untuk berbohong karena Arya masih mencintaiku dan dia sangat mencintaiku buktinya kami sudah bertunangan dan ini ada cincin pertunangan kami! Teriak Tina kepada Diana.


"Aku tidak berbohong kepadamu dan aku sudah menikah bersama dengan Maya! Sebentar lagi usia pernikahan kami satu tahun dan kami sudah lama menikah ini adalah bukti bahwa aku memakai cincin pernikahan kami! Dan sekarang kau pergilah dan jangan lagi datang kemari paham!" Bentak Arya membuat Tina kaget mendengarnya.


"Apa yang dikatakan Mas Arya itu benar Mas Arya sudah ingat semuanya dan sudah mengingat pernikahan kami. Kami akan segera punya anak maka dari itu pergilah dari sini dengan baik-baik jika tidak kau akan menyesal." Ucapan Maya membuat Tina kaget mendengarnya.


"Aku tidak percaya ini! Berani sekali kau lakukan ini kepadaku Arya Kau adalah calon suamiku dan akan tetap menjadi seperti itu untuk selamanya! Kau akan tetap menjadi milikku untuk selamanya karena kita akan segera menikah bahkan kita sudah menentukan pernikahan kita! Maya berani sekali merebut calon suamiku dia adalah calon suamiku dan selamanya akan seperti itu!" Teriak Tina kepada Maya.


Tina kemudian ingin menampar Maya namun Arya langsung mengelak tangan Maya dan Arya kemudian menampar Tina dan mengusir Tina dari rumahnya.


"Berani sekali kau menampar Maya! Berani sekali kau berteriak kepada Maya dan ingin menamparnya kau pikir kau itu siapa kau bukanlah siapa-siapa di sini! Pergilah dari sini atau kau kupaksa kau keluar dari sini melalui satpam! Dengarkan aku baik-baik Tina mulai sekarang jangan pernah datang lagi ke rumah ini dan menemuiku karena aku tidak pernah lagi mencintaimu paham! Satu lagi kita sudah lama berpisah sudah dua belas tahun lamanya kita berpisah dan kau harus ingat itu dan kau juga harus bisa menerima kenyataan bahwa kita tidak bisa bersama lagi dan kita sudah lama berpisah paham!" Bentak Arya membuat Tina kaget mendengarnya.


Tina kemudian marah dan emosi hingga membuat Tina mau mencelakai Maya. Namun Arya menghalangi dan memaksa mengusir Tina dan di bantu oleh Satpam.


"Kalian akan menyesal! Aku pasti akan membalas apa yang telah kalian lakukan! Aku akan kembali ke rumah ini lagi itu akan terjadi dan kalian akan menyesal! Arya Kau adalah milikku dan akan selamanya seperti itu dan aku tidak akan pernah membiarkan siapapun merebut Arya dariku!" Teriak Tina sambil emosi dan marah-marah.

__ADS_1


Tina begitu marah dan emosi dikarenakan Arya sudah ingat semua dan kembali kepada Maya. Namun Tina tidak terima kenyataan dan akan merebut Arya dari Maya.


#BERSAMBUNG


__ADS_2