
ORANG KE TIGA EPISODE 73
Raya ingin Bram selalu bersama nya selama satu hari karena Raya sedang ngidam. Raya meminta Bram untuk memasak makanan favorit nya karena Raya ingin masakan dari Bram.
"Sayang, aku mau kamu masak makanan kesukaan ku ayo dong sayang." Ucap Raya kepada Bram.
"Kau ingin aku masak apa sayang? Nasi goreng, Spaghetti, Mie goreng atau yang lainnya?" Tanya Bram kepada Raya.
"Ehmmm nasi goreng dan spaghetti saja sayang ayo dong." Jawab Raya dengan manja.
"Baiklah sayang kau tunggu di sini aku akan memasak makanan kesukaanmu." Ucap Bram kepada Raya.
Bram kemudian memasak makanan kesukaan Raya dengan penuh bahagia. Raya melihat Bram memasak dengan penuh cinta dan mengatakan bahwa masakan Bram pasti sangat enak sekali.
"Sayang masakan mu wangi sekali dan pastilah rasanya sangat enak. Merasakan wanginya aku langsung lapar sekali, kau tahu sayang anak kita sudah tidak sabar ingin merasakan masakan Papanya." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Bram.
"Ini Mamanya yang kepingin atau anaknya jangan-jangan cuma Mamanya." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Raya.
"Anaknya juga kepingin loh sayang apakah kamu tidak mau memberikannya untuk anak kita? Dia ingin sekali merasakan masakan Papanya dan pasti dia sangat bahagia sekali." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Bram.
"Baiklah sayang aku akan memasak makanan untukmu dan anak kita. Anak Papa ditunggu ya sebentar lagi masakannya akan selesai dan kau akan memakannya bersama dengan Mama." Ucap Bram sambil cium perut Raya.
"Iya Papa dimasak ya makanannya nanti akan aku makan bersama dengan Mama." Ucap Raya sambil pegang perutnya.
Bram hanya tersenyum setelah melihat tingkah Raya dan mengatakan bahwa dia sangat bahagia sekali setelah memiliki Raya.
******
Di rumah keluarga Reynaldi Maya masih memikirkan hubungan antara Kartika dengan Rio, Maya kemudian menghubungi Rani dengan menanyakan tentang hubungan Kartika dengan Rio.
"Maya, jangan terlalu dipikirkan Kartika dengan Rio mereka akan berpisah dan Mama akan pastikan itu akan terjadi." Ucap Rani kepada Maya.
"Tapi Ma... Mereka saling mencintai dan Rio sudah benar-benar berubah sekarang." Ucap Maya kepada Rani.
"Berubah bagaimana? Dia itu anaknya Mahesa ya pastinya sama dengan Papanya. Dulu dia seorang pembohong dan dia tidak pernah beritahu tentang keluarganya kepada kita dan itu sudah jelas terbukti Rio itu bukan orang baik." Ucap Rani kepada Maya.
"Tapi Ma, Rio berbeda dengan Pak Mahesa. Rio benar-benar sudah berubah dan menjadi orang baik coba Mama lihat dari sisi baik nya." Ucap Maya kepada Rani.
"Sudahlah Maya pokoknya Mama tidak setuju dan Kartika hanya akan menikah dengan Zaky pilihan Mama dan Papa itu yang akan terjadi." Ucap Rani yang kemudian tutup telpon nya.
Rani begitu sangat kesal sehingga tutup telpon nya sementara Maya begitu khawatir tentang hubungan Kartika dan Rio.
******
Sementara itu di kamar Diana masih mengingat wanita yang datang ke rumah pagi tadi saat sarapan dan Diana berharap wanita itu tidak datang lagi ke rumahnya.
"Wanita itu... Semoga saja wanita itu tidak datang lagi ke rumah karena dia bisa menghancurkan keluarga ku. Jika wanita itu datang lagi ke rumah pasti Arya akan sangat marah dan aku tidak ingin itu terjadi apalagi jika Arya mengetahui kebenaran tentang Papanya. Arya Pasti akan sangat marah sekali Jika mengetahuinya sebuah kebenaran yang selama bertahun-tahun telah dikubur dan aku tidak ingin kebenaran itu datang termasuk wanita itu. Dimana wanita itu tinggal sekarang apa dia bersama dengan Tina? Aku harus mencari tahu di mana wanita itu sekarang setelah itu aku menyuruhnya untuk pergi dari keluargaku dan tidak akan muncul lagi karena aku tidak ingin melihat wanita itu lagi muncul di keluargaku." Ucap Diana dalam hati.
Diana sedang melamun dan melihat foto keluarga, namun tiba-tiba di samping itu Maya datang mengantarkan minuman untuk Diana.
"Ma, ini aku buatkan jus untuk Mama. Ma, sejak tadi Mama berada di kamar apa Mama punya masalah dan foto itu boleh Maya melihatnya?" Tanya Maya sambil berikan jus untuk Diana.
"Ini adalah foto keluarga kau lihat saja dan kau juga akan melihat foto Arya waktu kecil dia sangat tampan sekali sama seperti Papanya dan juga Arnav." Jawab Diana sambil tersenyum kepada Maya.
Diana memperlihatkan foto keluarga kepada Maya dan Maya kemudian melihat foto keluarga tersebut. Samping itu Diana melihat Maya dengan mengatakan bahwa Diana akan berusaha menjadi ibu mertua yang baik untuk Maya.
"Maya, Mama minta maaf kepadamu jika selama ini Mama kurang perhatian kepadamu tapi Mama janji kepadamu akan berusaha menjadi ibu mertua yang baik untukmu." Ucap Diana kepada Maya.
"Ma, Terima kasih karena sudah mau perhatian kepada Maya dan Maya janji akan menjadi menantu yang baik untuk Mama dan akan menjaga keluarga kita dengan baik." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Diana.
"Maya bisa Mama minta satu hal kepadamu? Tolong jagalah Arya untuk Mama berikan dia kasih sayang dan jangan pernah menyakiti perasaannya sekarang dia sudah menikah denganmu jadi Sudah sepantasnya kau menjaganya dan juga menyayanginya sepenuh hati dan satu lagi kau harus selalu ada untuknya jika nanti Mama pergi Mama sudah tenang Arya bersamamu." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Maya.
"Ma, kenapa Mama bicara seperti itu? Mama jangan bicara seperti itu apakah Mama ada masalah? Ceritakan kepada Maya karena jika Mama bercerita kepada Maya, Mama pasti akan lega dan tenang. Apakah karena wanita itu? Apakah wanita itu benar anak Papa? Ma... Mama jangan bicara seperti itu Maya tidak menyukainya apapun permasalahan Mama Mama cerita kepadaku aku siap mendengarkannya. Dan aku juga janji akan menjaga Arya dengan baik dan akan selalu ada untuknya dan juga ada untuk Mama kalian berdua adalah yang terpenting untuk Maya." Ucap Maya sambil peluk Diana.
"Maya, Kau adalah menantu Mama yang sangat perhatian padahal Mama sudah sering menyakitimu. Maafkan Mama jika selalu menyakitimu kau tahu kenapa Mama seperti itu karena Mama cemburu dan khawatir Arya akan lebih mencintaimu dan lebih perhatian kepadamu daripada Mama. Tapi sekarang Mama sadar bahwa Mama sudah menyakitimu dan Mama janji akan menjadi mertua yang baik untukmu." Ucap Diana sambil peluk Maya.
__ADS_1
"Ma, Mas Arya itu sangat menyayangi Mama jadi dia tidak mungkin seperti yang Mama pikirkan sampai sekarang pun dia masih sangat menyayangi Mama. Ma, Sebenarnya Mama ada masalah apa ceritakan kepada Maya, Maya siap mendengarkannya jika memang karena wanita itu Maya juga siap untuk mendengarkan cerita Mama." Ucap Maya sambil peluk Diana.
"Baiklah Mama akan cerita kepadamu tapi kau janji jangan mengatakan apapun kepada Arya karena Arya pasti akan sangat marah sekali setelah mengetahui kebenaran ini." Ucap Diana sambil usap air mata nya.
"Jadi wanita itu benar anak Papa? Apakah Papa selingkuh dari Mama?" Tanya Maya kepada Diana.
"Reno, Papanya Arya tidak pernah selingkuh dari Mama dia sangat mencintai Mama dan setia kepada Mama sehingga sampai sekarang pun dia masih bersama dengan Mama. Tentang wanita itu, dia memang anaknya Papanya Arya dia adalah anak tiri Mama, Mama adalah istri kedua dari Papanya Arya setelah bercerai dari istri pertamanya Papanya Arya meninggalkan istri pertamanya bersama dengan anaknya yaitu Rima. Rima itu dulu tidak pernah menyukai Mama dia selalu membandingkan Mama dengan Mamanya istri pertama Papanya Arya hal itu membuat Mama sakit hati kepada Rima maka dari itu Papanya Arya membawa Mama pergi jauh dari kehidupan Rima dan juga istri pertamanya sehingga mereka tidak pernah bertemu lagi setelah tiga puluh lima tahun lamanya setelah Arya dewasa. Mama dengan Papanya Arya menikah atas dasar cinta dan Mama tidak pernah merebut Papanya Arya dari istri pertamanya kami kenal setelah Papanya Arya bercerai dari istri pertamanya. Tapi Rima selalu berpikir bahwa Mama telah merebut kebahagiaan Papanya dengan Mamanya sendiri tapi Mama tidak pernah untuk berpikir hal itu maupun merebut kebahagiaan mereka. Mama selalu difitnah oleh Rima karena Rima sangat membenci Mama pada waktu itu Rima seusia Nayla meskipun dia seperti belum mengerti apapun tapi kebenciannya masih Mama ingat sampai sekarang dan dia selalu membandingkan antara Mama dengan Mamanya di hadapan Papanya. Sama seperti Nayla pada waktu dia membandingkan Bram dengan Arya maka dari itu Mama sangat marah karena tidak ingin Arya merasakan apa yang pernah Mama rasakan pada waktu itu. Semua ini telah Mama rasakan dan tidak ada yang tahu tentang hal ini. Maya, tolong jangan beritahu kepada siapapun termasuk Arya tentang apa yang Mama katakan ini karena Mama khawatir jika Arya mengetahui hal ini tidak bisa terima dan dia akan sangat marah kepada Papanya dan juga Mama. Jadi tolong rahasiakan ini karena Mama yakin Arya belum siap untuk menerima ini." Ucap Diana kepada Maya.
"Ma... Jangan khawatir Maya akan merahasiakan ini dari Arya, tapi jika nanti Arya tahu Maya yakin Arya tidak akan marah kepada Mama dan Papa. Jadi Mama jangan khawatir semua akan baik-baik saja Maya akan selalu ada di samping Mama. Jika nanti Arya marah maka Maya akan mengatakan bahwa semua adalah kesalahpahaman dan pasti Arya tidak akan marah kepada Mama maupun Papa tentang hal ini." Ucap Maya sambil peluk Diana.
"Terima kasih Maya karena kau baik sekali kepada Mama hanya Mama saja yang belum bisa menerimamu dan anakmu Nayla tapi Mama janji Mama akan menjadi ibu mertua yang baik untukmu dan kita akan bahagia selamanya." Ucap Diana sambil peluk Maya.
Maya dengan Diana kemudian pelukan dengan mengatakan bahwa Maya akan selalu ada di samping Diana apapun yang terjadi.
******
Sementara itu di kantor Arya menghubungi Arka untuk mengatakan sesuatu kepadanya yang mana Arya ingin memberikan sesuatu kepada Diana.
"Kak Arka, waktu itu di hari ibu kakak tidak ada jadi bagaimana jika kita berikan hadiah untuk Mama sekalian kita juga berikan untuk Papa kan tidak masalah. Kita juga bisa belikan hadiah untuk istri kita dan mereka Pasti akan sangat senang Apakah kakak setuju?" Tanya Arya kepada Arka.
"Tentu saja kakak setuju nanti kakak akan berikan sesuatu untuk mereka dan kau juga harus memberikannya untuk mereka kita akan sama-sama melakukannya." Jawab Arka kepada Arya.
"Iya kak, kita akan sama-sama melakukannya aku akan menunggu kedatangan Kakak nanti." Ucap Arya kepada Arka.
"Ya sudah kalau begitu Kakak tutup dulu teleponnya dan nanti kita akan bertemu di rumah." Ucap Arka yang kemudian tutup telponnya.
Arya sangat bahagia karena akan memberikan kado spesial untuk Diana dan Reno karena Arya merasa bahwa hari ini adalah hari yang sangat spesial.
******
Di rumah Keluarga Nugraha, Bram sedang memasak makanan kesukaan Raya dan setelah memasak barang kemudian meminta Raya untuk merasakan masakannya untuk pertama kalinya.
"Maafkan aku jika nanti masakanku tidak enak." Ucap Bram kepada Raya.
"Masakan mu pasti enak sayang karena kau adalah suamiku yang paling aku cintai." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Bram.
"Sayang aku mau kamu suapin aku karena ini adalah permintaan anak kita." Ucap Raya kepada Bram dengan manja.
"Kamu ini bisa saja mengatakannya jangan-jangan kamu yang ingin dimanja? Baiklah sayang aku akan memanjakanmu hari ini dan aku akan menyuapimu makanan." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Raya.
"Terima kasih ya Sayang sekarang kamu suapin aku dan aku akan mengatakannya bahwa makanannya kau masak sangat enak sekali." Ucap Raya dengan manja.
"Baiklah sayang sekarang buka mulutmu ntar aku suapin kamu makan." Ucap Bram sambil suapin Raya.
"Ehmmm masakan kamu sangat enak sekali sayang dan aku sangat menyukainya aku ingin kamu menyuapi aku lagi ayo dong sayang karena masakan mu sangat enak sekali." Ucap Raya dengan manja.
"Ya Tuhan dulu Maya tidak seperti ini hamil Nayla." Ucap Bram dalam hati.
"Sayang kok diam saja ayo dong suapin aku Aku pengen kamu mau nyuapin aku makan." Ucap Raya dengan manja.
"Baiklah Sayang sekarang aku nyuapin kamu makan." Ucap Bram sambil suapin Raya.
Bram kemudian menyuapi Raya makan dengan penuh kasih sayang dan romantis
******
Di rumah keluarga Reynaldi, Maya membantu Diana untuk menyiapkan makan siang karena sebentar lagi Arya dan Reno akan pulang dari kantor.
"Ma, Om Papa dan kakek belum pulang?" Tanya Nayla kepada Maya.
"Mereka lagi di jalan Sayang sebentar lagi mereka akan segera sampai ke rumah sekarang siap-siap saja kita akan makan siang." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.
"Nayla, coba lihat nenek siapkan makanan kesukaanmu dan pasti Nayla suka. Sekarang Nayla ganti baju nanti nenek akan suapin makanan untuk Nayla." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Nayla.
"Iya Nek, Nayla ganti baju dulu." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Diana.
__ADS_1
"Ma, Apakah Arya sudah sampai? Papa tadi mau pulang bersama Arya tapi dia sudah pergi duluan." Ucap Reno yang baru saja datang.
"Mungkin lagi di jalan Pa atau lagi macet di jalan Sudahlah Papa ganti pakaian aja karena Mama sudah siapkan makan siang kita." Ucap Diana kepada Reno.
"Ya sudah Papa ganti pakaian dulu." Ucap Reno kepada Diana.
Reno kemudian berganti pakaian namun setelah hal itu Arya datang dan setelah itu Maya meminta Arya untuk berganti pakaian agar bisa makan siang bersama. Setelah berganti pakaian Arya kemudian turun ke bawah dan memberikan sesuatu kepada Diana dan Maya.
"Arya... Apa ini nak? Kau jangan capek-capek membelikan ini uangnya harusnya kau simpan untuk biaya anak-anakmu nanti apalagi mereka pasti membutuhkan biaya yang sangat banyak jadi kamu jangan sia-siakan uang itu." Ucap Diana kepada Arya.
"Ma, buka dulu kadonya Maya juga buka kadonya aku ingin kalian membukanya." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Maya dan Diana.
Diana dengan Maya kemudian buka kado tersebut dan kaget melihat isinya.
"Mas Arya... Ini maksudnya apa? Ini kan bukan hari ulang tahunku?" Tanya Maya kepada Arya.
"Arya... Ada apa ini? Kenapa kau belikan Mama sebuah gelang dan ini maksudnya apa?" Tanya Diana kepada Arya.
"Ini buat dua orang wanita yang paling Arya cintai Mama adalah cinta pertama Arya setelah itu Maya maka dari itu Arya memberikan kalian gelang sebagai tanda cinta Arya kepada kalian. Sini Arya pakaikan gelangnya kepada kalian." Ucap Arya sambil pakaikan gelang dan peluk Diana dengan Maya.
"Arya... Ini terlalu berlebihan seharusnya uangnya kau simpan untuk biaya anak-anak mu jangan terlalu boros menggunakan uang anakmu saja masih kecil dan mereka pasti membutuhkan biaya yang sangat banyak." Ucap Diana kepada Arya.
"Ini tidak terlalu berlebihan kok Ma, ini sebagai bentuk rasa sayang Arya kepada Mama. Sudah lama Arya tidak memberikan hadiah seperti ini kepada Mama dan inilah saatnya Arya melakukannya jadi Mama jangan menolaknya." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Diana.
"Kau tidak perlu memberikan Mama hadiah seperti ini anak-anak mu adalah hadiah yang berharga buat Mama begitu juga dengan dirimu dan kebahagiaanmu itu lebih penting. Kau sudah memberikan Mama cucu yang cantik dan tampan dan itu sudah membuat Mama senang dan bahagia apalagi melihat mu bahagia Mama juga lebih bahagia. Terima kasih ya nak Mama akan memakainya dan akan selalu memakainya untuk mu. Tapi satu hal yang harus kau ingat bahwa Mama akan selalu menyayangimu dan mencintaimu akan selamanya seperti itu." Ucap Diana sambil peluk dan cium kening Arya.
"Mas Arya... Terima kasih ya hadiahnya ini sangat berharga buatku." Ucap Maya sambil peluk Arya.
"Arya juga sangat menyayangi dan mencintai kalian berdua karena kalian sangat berharga buat Arya." Ucap Arya sambil peluk Diana dan Maya.
"Ehmm apakah sudah selesai pelukannya?" Tanya Reno yang sejak tadi melihat Arya peluk Maya dan Diana.
"Pa, Arya juga punya hadiah buat Papa." Ucap Arya sambil berikan hadiah buat Reno.
"Arya, Kau ini kenapa kasih hadiah untuk Papa? Papa kan belum ulang tahun." Ucap Reno sambil buka hadiah.
"Ini adalah hari yang spesial untuk Papa bagaimana Papa menyukai kadonya?" Tanya Arya kepada Reno.
"Arya... Ini pasti sangat mahal sekali Laptop nya begitu sangat mahal dan merek yang sangat bagus Kenapa kamu berikan ini untuk Papa? Harusnya kau simpan uangnya dengan baik untuk masa depan bersama istri dan anak-anak mu." Tanya Reno kepada Arya.
"Ini tidak seberapa dengan kasih sayangku kepada Papa dan Mama dan ini sangat spesial untuk kalian." Ucap Arya kepada Reno.
"Arya... Terima kasih ya nak atas kadonya Papa sangat bangga kepadamu kau bisa membuat orang tuamu senang dan bahagia Papa berpikir dengan banyak anak sepuluh anak saja belum tentu bisa membuat orang tuanya bahagia. Tapi sekarang Papa bahagia memiliki anak sepertimu yang selalu membuat orang tuanya bahagia. Papa sangat menyayangimu dan mencintaimu Arya dan akan selamanya seperti itu." Ucap Reno sambil peluk dan cium kening Arya.
"Arya juga sangat menyayangi dan mencintai Papa selamanya juga seperti itu." Ucap Arya sambil peluk Reno.
"Ehmmm Nayla juga mau dipeluk dan apakah Nayla juga dapat hadiah?" Tanya Nayla dengan polosnya.
"Nayla..." Ucap Maya kepada Nayla.
"Nayla juga dapat hadiah sebentar lagi hadiahnya akan datang jadi kita makan siang dulu." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Nayla.
Keluarga Reynaldi kemudian makan siang bersama sambil menunggu kejutan untuk Nayla dan juga kedatangan Arka pada siang itu.
******
Di rumah keluarga Hutama, Rani mengatakan kepada Kartika bahwa dia akan mempercepat pertunangan antara Kartika dengan Zacky tetapi Kartika menolak untuk bertunangan dengan Zaky.
"Ma, Kartika tidak mencintai Zaky, kenapa Mama masih memaksakan Kartika untuk menikah dengan Zaky." Ucap Kartika kepada Rani.
"Karena Mama tahu apa yang terbaik buat kamu pokoknya tiga hari lagi adalah pertunanganmu dengan Zacky itulah yang akan terjadi." Ucap Rani kepada Kartika.
"Tidak Ma, pokoknya Kartika tidak mau menikah dengan Zaky meskipun Mama memaksa dan Kartika tidak akan menikah dengan Zaky karena ketika tidak mencintai Zaky." Ucap Kartika kepada Rani.
Kartika langsung pergi ke kamarnya dengan perasaan kesal dan marah kepada Rani sementara itu Rani begitu emosi dan marah kepada Kartika karena tidak menuruti keinginannya agar Kartika menikah dengan Zaky.
__ADS_1
#BERSAMBUNG