ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 50


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 50


Keluarga Arya kemudian mengantar Arya ke bandara untuk menuju ke Amerika. Arya kemudian pamit kepada keluarganya sebelum berangkat ke Amerika untuk dinas bisnis perusahaannya. Ketika Arya ingin pergi, Diana sangat berat dan tidak mengizinkan Arya pergi namun Arya mengatakan bahwa dia akan segera kembali.


"Arya... Cepatlah pulang kita semua akan menunggumu pulang ke rumah ini. Ada makanan untukmu jangan lupa dimakan." Ucap Diana sambil berikan makanan kepada Arya.


"Aku akan secepatnya kembali setelah urusan bisnis di Amerika selesai." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Diana.


"Hati-hati di sana dan jangan lupa sering kabari dan telepon kemari." Ucap Diana sambil cium kening Arya dan peluk Arya.


"Ma, Arya sedang urusan bisnis untuk perusahaan kita. Arya hanya seminggu saja di sana tidak lama kita akan menunggunya kembali." Ucap Reno kepada Arya.


"Mas Arya, kalau sudah sampai jangan lupa dikabari." Ucap Maya kepada Arya.


"Om Papa Jangan lupa sering-sering telepon kemari ya..." Ucap Nayla kepada Arya.


"Iya Om karena kami Pasti sangat merindukan Om Arya." Ucap Sonia kepada Arya.


"Itu pasti sayang Om akan selalu menghubungi kalian setiap hari." Ucap Arya sambil peluk Sonia dan Nayla.


"Kak Arya hati-hati di sana..." Ucap Nada kepada Arya.


"Iya Nada dan kau juga. Kakak pasti akan sangat merindukanmu." Ucap Arya sambil peluk dan cium Nada.


"Kak Arya, di sini aku akan menjaga Nada dan keluarga kita. Kak Arya harus cepat pulang untuk kita semua." Ucap Fandy kepada Arya.


"Terima kasih ya Fandy tolong jaga keluargaku dengan baik begitu juga dengan Nada." Ucap Arya kepada Fandy.


"Arya anakku, kita semua di sini pasti akan menunggumu kembali cepatlah selesaikan bisnis mu di sana dan jangan lama-lama." Ucap Reno sambil peluk Arya.


"Iya Pa... Pa, Ma, Maya, Nada, Sonia, Nayla, Fandy jaga diri kalian baik-baik aku akan segera kembali." Ucap Arya kepada keluarganya.


Arya dengan keluarganya kemudian pelukan namun setelah itu pun dia berangkat dengan melambaikan tangannya. Arya kemudian berjalan sambil melihat keluarga nya dan berangkat menaiki pesawat. Setelah Arya berangkat keluarga Reynaldi kemudian pulang ke rumah.


******


Sementara itu Pak Mahesa meminta Bodyguard-nya untuk membuat Arya kecelakaan. Namun Bodyguard mengatakan hari ini Arya akan berangkat menaiki pesawat dan dia sudah membuat rencana tersebut. Pak mahesa berharap rencananya berhasil untuk membuat Arya celaka dengan itu dia bisa merebut perusahaan yang Arya miliki selama ini dan Arya tidak akan bisa menjalani bisnis di Amerika sana.


"Aku harap rencana kita kali ini berhasil sebelum kalian sampai ke Amerika, pastikan Arya tidak bisa melakukan bisnisnya dan pastikan juga bisnisnya itu menjadi milik kita." Ucap Mahesa kepada Bodyguard.


"Kami sudah memastikannya orang yang kami suruh itu akan sampai ke sana. Setelah itu mereka akan buat Arya kecelakaan hingga Arya tidak dapat hadir untuk bisnis kerjasama dengan perusahaan nya.


"Bagus kalau begitu kita tinggal menunggu kabar selanjutnya pokoknya Arya tidak boleh mendapatkan bisnis itu buatlah Arya kecelakaan dan kita akan merayakannya jika itu terjadi." Ucap Mahesa kepada Bodyguard.


"Baik bos akan kami lakukan." Ucap Bodyguard kepada Mahesa.


Mahesa terlihat sangat bahagia dan berpikir bahwa rencananya akan berhasil untuk merebut apa yang Arya miliki.


******


Di rumah Raya sedang menggendong Rena dan Bram melihat Raya menggendong Rena dengan penuh cinta. Bram berpikir bahwa Raya memang pantas menjadi Ibu buat Rena apalagi Rena masih membutuhkan kasih sayang seorang Ibu.


"Sayang, terkadang aku kasihan kepada Rena saat ini Rena sendirian dia pasti sangat merindukan ibunya." Ucap Raya kepada Bram.


"Rena tidak sendirian dia ada bersama dengan kita meskipun tanpa Ibu kandung nya. Yurisa saat ini sedang koma dan kita juga tidak tau kapan dia akan sadar kembali. Di samping itu aku juga khawatir kepada Rena karena Rena masih membutuhkan ibunya." Ucap Bram kepada Raya.


"Ya sayang tapi meskipun begitu kita harus selalu ada untuk Rena karena Rena tidak boleh merasa sendirian. Karena Rena pasti sangat membutuhkan kita terlebih kamu Papanya." Ucap Raya kepada Bram.


Bram kemudian menggendong Rena dan mencium Rena kemudian memeluknya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


******


Sementara itu Lina baru saja kembali dari berbelanja dan membuat Roy sangat kaget melihatnya Roy mengatakan bahwa Lina sedang membuang uang hanya untuk membeli sesuatu yang tidak penting.


"Siapa yang bilang ini tidak penting ini sangat penting untuk Rena baju dan peralatan bayi." Ucap Lina kepada Roy.


"Kenapa kau tiba-tiba seperti ini dan membelinya padahal kau tidak menginginkan anak itu pada waktu itu?" Tanya Roy kepada Lina.


"Sudahlah Mas itu hanya masa lalu. Anak itu sekarang sedang sendirian dia sangat membutuhkan kita semua apalagi Yurisa sekarang masih koma.


"Iya aku mengerti bagaimana perasaanmu dan aku sangat mengerti bagaimana Rena. Dan ini membuat aku teringat kepada Sera, Rena mengalami hal yang sama dengan apa yang terjadi kepada Sera." Ucap Roy kepada Lina.


"Mas, jangan bicara seperti itu, itu tidak baik kita berdoa saja yang terbaik buat Rena dan biarkanlah masa lalu itu. Jangan kita ingat kembali karena sekarang kita sudah memiliki Rena pengganti Sera anak kita.


"Iya sayang kita berdoa saja yang terbaik buat Rena cucu kita." Ucap Roy kepada Lina sambil tersenyum kepada Lina.


"Oh iya sayang kau tidak mau nonton TV hari ini? Biasanya kamu nonton berita pada hari ini." Tanya Lina kepada Roy.


"Tolong buatkan aku dulu kopi agar aku bisa menonton dengan baik." Jawab Roy kepada Lina.


"Baiklah kalau begitu sayang aku buatkan dulu kopi untukmu." Ucap Lina kepada Roy sambil tersenyum kepada Roy.


******

__ADS_1


Di rumah keluarga Reynaldi, Diana kemudian membereskan pekerjaan rumah dan dibantu oleh Bi Surti dan Maya. Namun saat beresin rumah tiba-tiba foto Arya terjatuh secara tidak sengaja dan membuat Diana kaget dan terlihat sangat khawatir.


"Ya Tuhan... Ada apa ini? Arya..." Ucap Diana sambil melihat foto Arya.


"Nyonya... Apa Nyonya baik-baik saja?" Tanya Bi Surti kepada Diana.


"Ma..." Ucap Maya kepada Diana.


"Pasti ini karena pakunya yang lepas coba lihat saja pakunya tidak ada." Ucap Reno kepada Diana.


"Ma... Pa.. Coba lihat di TV ada berita... Kak Arya!" Teriak Nada hingga semua melihat arah TV.


Semua Kemudian melihat ke arah TV dan melihat berita tentang kecelakaan pesawat hilang begitu saja.


"Sebuah pesawat menuju ke Amerika telah hilang kendali dan membuat pesawat tersebut terbakar kemudian terjatuh ke laut dan sampai sekarang pesawat tersebut masih dicari di mana tempat itu berada dan apa yang telah membuat pesawat tersebut terjatuh. Penumpang di dalam pesawat tersebut sebanyak seratus orang penumpang dan diharapkan mereka semua selamat." Ucap penyiar berita di TV.


Diana langsung berteriak memanggil nama Arya dan merekapun sangat kaget mendengar kabar tersebut dan berharap Arya tidak ada di dalam pesawat tersebut. Mereka kemudian langsung menuju bandara untuk memastikan kabar tersebut.


******


Di samping itu di rumah Hutomo Rani kaget mendengar kabar berita kecelakaan pesawat tersebut dan langsung menelepon Maya kemudian Maya mengatakan tentang Arya kepada Rani.


"Ya Tuhan... Kenapa ini bisa terjadi semoga saja bukan Arya yang ada dalam pesawat itu Mama dan yang lainnya akan segera ke sana." Ucap Rani kepada Maya.


"Iya Ma, kami tunggu kedatangan Mama dan yang lainnya kemari. Karena kami akan segera ke sana sekarang juga untuk memastikan apakah Arya ada di dalam pesawat tersebut." Ucap Maya kepada Rani.


"Ya sudah kalau begitu Mama tutup dulu teleponnya dan Mama akan siap-siap untuk ke sana." Ucap Rani kepada Maya dan kemudian tutup telpon nya.


Rani pun menutup teleponnya, Rani kemudian meminta Kartika dan Tommy untuk bersiap-siap ke bandara untuk melihat keadaan Arya dikarenakan pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan.


******


Sampai di bandara keluarga Reynaldi langsung menuju tempat pendaftaran untuk mencari tahu nama-nama penumpang kecelakaan pesawat tersebut. Disana banyak rame orang-orang mencari nama keluarganya yang berada di pesawat tersebut.


Keluarga Reynaldi kemudian menemukan nama Arya di dalam daftar nama tersebut. Diana kemudian membacanya dan berteriak memanggil nama Arya kemudian Diana meminta Reno untuk mencari Arya dimana pun Arya berada.


"Arya...! Ini tidak mungkin! Ini tidak mungkin! Pa, Arya tidak mungkin kecelakaan, kita harus cari Arya sekarang Pa! Arya tidak mungkin kecelakaan! Mama tidak bisa terima semua!" Teriak Diana kepada Reno.


"Mas Arya...! Ini tidak mungkin! Mas Arya tidak akan meninggalkan ku! Mas Arya sudah janji tidak akan pergi!" Teriak Maya sambil menangis.


"Maya..." Ucap Rani yang tiba-tiba datang.


Maya kemudian menangis dan peluk Rani dan mengatakan semuanya kepada Rani tentang Arya. Rani sangat kaget mendengar apa yang dikatakan Arya dan kemudian peluk Maya dengan erat.


******


"Ya Tuhan... Arya!" Teriak Raya sambil menangis.


"Raya apa yang terjadi?" Tanya Lina kepada Raya.


"Hari ini Arya berangkat ke Amerika untuk urusan bisnis dan coba lihat pesawat itu kecelakaan dan itu berarti pesawat itu yang ditumpangi oleh Arya yang mengalami kecelakaan." Ucapan Raya membuat semua kaget mendengarnya.


Mendengar ucapan Raya tersebut keluarga Nugraha langsung pergi ke bandara untuk melihat keadaan di sana.


******


Di bandara keluarga Arya dengan yang lainnya sedang cemas dan berharap keluarganya yang berada di pesawat selamat semuanya. Keluarga Reynaldi sedang menunggu kabar berita gimana pesawat itu terlihat saat terbakar.


"Pa, bagaimana ini? Mama ingin melihat Arya." Tanya Diana kepada Reno yang terlihat sangat Khawatir.


"Ma tenang lah dulu. Kita sedang menunggu kabar tersebut dimana pesawat itu terbakar dan terjatuh." Jawab Reno sambil tenangkan Diana.


"Bagaimana mungkin Mama bisa tenang sementara kita tidak tau kabar Arya bagaimana." Ucap Diana sambil menangis di pelukan Reno.


"Ma, Arya... Maya tidak mau sesuatu terjadi kepada Arya Ma..." Ucap Maya sambil peluk Rani.


2 Jam kemudian.


Setelah dua jam menunggu akhirnya pesawat di temukan di tempat yang sudah jauh dari Jakarta. Pesawat tersebut terjatuh di kota Bandung. Mereka kemudian mencari korban yang luka-luka dan meninggal pada saat itu juga.


"Reno... Aku dengar kabar tentang Arya di TV kemudian langsung kemari. Bagaimana kondisi Arya?" Tanya Roy kepada Reno yang baru saja datang.


"Saat ini Arya belum ditemukan mungkin sampai besok karena mereka juga harus segera ke sana untuk mencari tau dan aku juga sudah menyuruh orang untuk mencari Arya.


"Mas, kita ikut ke sana untuk melihat Arya... Mas Reno ayo kita lihat Arya..." Ucap Diana sambil menangis.


"Ayo Ma, kita kesana sekarang." Ucap Reno kepada Diana.


Keluarga Reynaldi pun pergi ke Bandung untuk melihat keadaan di sana.


******


Di perjalanan Reno mengingat kenangannya bersama Arya. Reno kemudian mengingat perkataannya kepada Arya.

__ADS_1


"Pa, kalau tidak tahan biar Fandy saja yang nyetir." Ucap Fandy kepada Reno.


"Tidak apa-apa Fandy, kau jaga saja Sonia dan Nayla. Nanti sampai di sana anak-anak jangan ada yang turun." Ucap Reno sambil usap air mata nya.


"Mama tenang ya... Kita berdoa untuk kak Arya, semoga kak Arya baik-baik saja." Ucap Nada kepada Diana.


"Pa, kita harus cepat sampai karena Mama ingin melihat Arya." Ucap Diana kepada


"Mama, Om Papa akan selamat kan? Om Papa tidak akan meninggalkan kita kan?" Tanya Nayla kepada Maya sambil menangis.


"Kita doakan saja Om Papa semoga Om Papa baik-baik saja." Ucap Maya kepada Nayla sambil peluk Nayla.


Semua terlihat sangat khawatir dengan kondisi Arya. Mereka semua berharap Arya baik-baik saja dan ditemukan dengan selamat.


"Ya Tuhan... Semoga Arya baik-baik saja apalagi yang akan menimpa mereka. Baru saja mereka bahagia sudah ada kejadian seperti ini." Ucap Bram dalam hati.


"Arya... Kau harus kuat kau harus selamat untuk Maya dan anak kembar mu begitu juga untuk Nayla serta keluarga mu. Karena mereka semua sangat membutuhkanmu Arya, aku harap aku dapat menerima kabar baik bahwa kau baik-baik saja." Ucap Raya dalam hati.


"Kasihan Pak Reno dan Bu Diana mereka harus mengalami hal seperti ini Arya adalah putra mereka satu-satunya. Apalagi Bu Diana sangat menyayangi Arya dibanding dengan Nada dia pasti akan sangat kehilangan Arya." Ucap Lina kepada Roy.


"Itu pasti Ma, karena kita tau bagaimana Bu Diana terhadap Arya. Ya Tuhan... Semoga semuanya berakhir menjadi baik dan Arya selamat itu yang kita harapkan." Ucap Roy kepada Lina.


Di samping itu Mobil Rani dengan Tommy mengikuti mobil keluarga Reynaldi mereka juga berharap agar Arya selamat dan baik-baik saja di sana.


"Ya Tuhan... Entah apa lagi yang akan terjadi... Kasihan kak Maya dia harus mengalami hal seperti ini." Ucap Kartika dalam hati.


"Kartika, tolong kamu jaga kakak mu Maya biar Mama yang jaga Nayla karena saat ini dia membutuhkan kita apalagi Arya belum ditemukan." Ucap Rani kepada Kartika.


"Iya Ma jangan khawatir aku akan menjaga Kak Maya sebisaku." Ucap Kartika kepada Rani sambil usap air mata nya.


******


3 Jam kemudian


Setelah tiga jam kemudian mereka Akhirnya sampai di Bandung sampai di sana ramai orang Diana dan Maya kemudian mencoba untuk turun namun dihalangi oleh Reno dan Fandy karena sangat berbahaya. Reno dengan Fandy mengatakan bahwa Diana dengan Maya harus di dalam mobil lebih dulu begitu juga dengan Nada dan yang lainnya.


"Ma, Mama di dalam saja, biar Papa yang melihat Arya. Di sana sangat berbahaya Papa khawatir Sesuatu terjadi kepada Mama nantinya lebih baik Mama tunggu di sini kabar dari Papa tentang Arya. Maya, kau juga berada di sini jangan kemana-mana ada Nayla dan Sonia dan Nada di sini." Ucap Reno sambil peluk Diana.


"Pa, kabari Mama secepatnya tentang Arya, Mama ingin Arya itu baik-baik saja, itu saja keinginan Mama tidak lebih daripada itu." Ucap Diana sambil menangis.


"Pa, tolong kabari tentang Mas Arya secepatnya apapun kabar tersebut tolong kabari kami secepatnya." Ucap Maya sambil usap air mata nya.


"Aku akan mengabari secepatnya kalian tunggulah di sini. Fandy tolong jaga mereka ya..." Ucap Reno kepada semua orang.


"Pak Reno aku ikut untuk cari Arya, biar nanti Bram dan Fandy yang jaga mereka." Ucap Roy kepada Reno.


"Iya Pak, aku juga ikut mencari Arya, kita akan sama-sama mencari nya." Ucap Tommy kepada Reno.


"Ayo kita berangkat. Kalian tunggu di sini kami akan segera kembali." Ucap Reno kepada semua orang.


Reno, Tommy dan Roy kemudian pergi ke tempat kejadian di mana pesawat jatuh tersebut.


******


Sampai di tempat kejadian Tim SAR sedang mencari korban kecelakaan pesawat tersebut di laut. Mereka mencari satu persatu korban tersebut dan mereka juga mengambil kepingan badan pesawat yang sudah terbelah dan terbakar.


Di sana Reno bertemu dengan seseorang dan orang tersebut mengatakan bahwa dia tidak menemukan Arya akan tetapi masih banyak lagi korban yang tenggelam di laut dan akan segera dibawa ke atas untuk di periksa.


"Kita harus mengumpulkan mereka terlebih dahulu untuk memastikannya. Karena ada diantara mereka ada yang meninggal dan ada yang terluka." Ucapan Bodyguard membuat Reno khawatir tentang Arya.


"Tolong kalian cari lagi, dan Tim SAR yang lain apa mereka mencari?" Tanya Reno sambil Terlihat khawatir.


"Kami sebagai Tim SAR sedang mencari korban tersebut dan akan melihat indentitas nya setelah menemukan korban tersebut. Pak Reno tenang saja kami akan terus berusaha mencari anak Pak Reno sampai ketemu." Ucap salah satu Tim SAR kepada Reno.


"Tolong Kalian cari secepatnya sampai Arya ketemu dan tolong kabarin saya secepatnya." Ucap Reno kepada Bodyguard dan Tim SAR.


"Pak Reno, coba kita cek kesana siapa tau kita menemukan sesuatu atau barang-barang Arya." Ucap Tommy kepada Reno.


"Iya Pak Reno ayo kita lihat kesana." Ucap Roy kepada Reno.


"Iya... Ayo kita ke sana." Ucap Reno kepada Tommy dan Roy.


Reno, Tommy dan Roy kemudian pergi untuk mencari Arya atau barang-barang Arya yang di temukan.


******


Maya dengan yang lainnya terlihat sangat Khawatir dengan Arya. Maya berharap, Arya masih hidup dan baik-baik saja itu adalah harapan terbesar Maya.


"Mas Arya... Aku harap Mas Arya baik-baik saja dan selamat, karena itu adalah harapan terbesar ku. Mas Arya tidak boleh pergi, karena Mas Arya sudah janji tidak akan pernah meninggalkan Maya sendirian." Ucap Maya dalam hati sambil melihat foto Arya di ponselnya dan menangis.


"Om Papa, jam tangan ini masih berjalan itu berarti Om Papa masih hidup. Sonia lihat jam tangan mu yang di berikan Om Papa masih berjalan kan? Itu berarti Om Papa baik-baik saja. Tapi Om Papa ada dimana sekarang." Ucap Nayla sambil menangis dan peluk jam tangan yang di berikan Arya.


"Om Arya..." Ucap Sonia sambil menangis dan peluk jam tangan yang di berikan Arya.

__ADS_1


Sementara itu tiba-tiba ada yang menelepon Bram dan kemudian Bram menyebut Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un dan membuat semua orang kaget mendengarnya.


#BERSAMBUNG


__ADS_2