
ORANG KE TIGA EPISODE 70
Rani begitu sangat marah kepada Kartika karena Kartika masih bertemu dengan Rio. Padahal Rani sudah peringat kan Kartika untuk tidak menemui Rio.
"Mama sangat kecewa sama kamu bisa-bisanya kamu melawan kepada Papa dan Mama dengan mengatakan hal buruk kepada Zaky dan lebih memilih Rio di banding Zaky padahal Rio bukan orang baik!" Teriak Rani kepada Kartika.
"Tapi aku tidak mencintainya Ma, aku hanya mencintai Rio kenapa Mama tidak mengerti juga bahwa aku tidak pernah mencintai Zaky!" Teriak Kartika kepada Rani.
"Oh jadi kau berani menantang Mama? Dan berani melawan Mama dan Papa hanya karena penjahat seperti Rio! Rio sama dengan Papa nya yaitu seorang penjahat yang mana suka nya merebut harta orang lain paham!" Teriak Rani kepada Kartika.
"Aku tidak ada berniat melawan kepada Mama dan Papa termasuk menantang Mama dan Papa. Aku hanya mengatakan bahwa aku hanya akan bahagia bersama Rio dan hanya Rio! Rio itu sudah berubah dan Rio sekarang menjadi orang terbuka dan jujur serta baik kepada orang. Coba Mama lihat dari sisi baik Rio dia adalah pemuda yang baik! Aku sangat mencintai Rio dan aku hanya akan bahagia selamanya bersama dengan Rio dan hanya dengan Rio bukan Zaky Karena aku tidak pernah mencintai Zaky!" Teriak Kartika kepada Rani.
"Kartika!" Ucap Tommy yang langsung menampar Rani.
Tommy sangat marah kepada Kartika dan kemudian mengurungnya di kamar tanpa melihat Kartika menangis dan berteriak Dengan mengatakan bahwa dia hanya akan menikah dengan Rio dan tidak akan menikah dengan Zaky karena dia hanya mencintai Rio.
"Hanya karena Rio dia sudah berani melawan kepada kita dan Papa tidak akan pernah memaafkan orang seperti Rio dan tidak akan pernah pada restui hubungan mereka selamanya!" Tegas Tommy dengan perasaan emosi.
"Anak itu benar-benar sangat keterlaluan! Apalagi Rio, Mama tidak akan pernah merestui hubungan mereka karena Mama juga yakin Rio itu bukan orang baik!" Tegas Rani dengan perasaan emosi.
Rani dengan Tommy begitu sangat marah kepada Kartika dan berharap Kartika jera karena saat ini Kartika sedang dikurung di kamar dan tidak akan pernah bisa keluar karena Kartika masih bersikeras untuk bersama dengan Rio.
******
Sementara di rumah Reynaldi, saat di kamar dan sedang sisiran, Arya tiba-tiba datang dari belakang Maya dan kemudian pegang perut Maya yang sudah membesar dan berusia sembilan bulan. Arya mengatakan bahwa dia sudah tidak sabar ingin melihat anak kembar nya lahir.
"Aku juga tidak sabar Sayang... Seperti apa ya anak kembar kita." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.
"Anak kembar kita pasti cantik seperti dirimu dan tampan seperti Papanya. Dan dia juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kita berdua sayang." Ucap Arya sambil peluk Maya dari belakang.
"Arnav dan Arpen Pasti sangat bahagia ketika mereka lahir nanti dan melihat Kita sebagai orang tuanya karena kita sangat menyayangi mereka dengan sepenuh hati kita." Ucap Maya yang kemudian peluk Arya.
"Iya itu benar karena mereka adalah kehidupan kita jantung hati kita serta mereka adalah kelengkapan dalam hidup kita dan dalam rumah tangga kita. Sudah satu tahun kita membina rumah tangga dan akhirnya kita akan memiliki anak yang kita impikan selama ini yaitu anak kembar. Dan aku harap ketika mereka lahir nanti dunia akan berubah menjadi kebahagiaan untuk pernikahan kita dan untuk kebahagiaan kita berdua." Ucap Arya yang kemudian cium kening Maya dan cium perut Maya.
"Sayang... Tiba-tiba Aku ingin sesuatu deh tapi ini sudah tengah malam apa masih ada?" Tanya Maya kepada Arya.
"Ehmmm anak kembar kita ini ada-ada saja permintaannya dan ingin agar Papanya membelikannya agar Mamanya tidak merajuk. Ya sudah katakan apa yang kau inginkan semoga saja tokonya masih buka, tapi ada juga toko makanan yang masih buka dua puluh empat jam." Jawab Arya kepada Maya.
"Tiba-tiba aku ingin makan durian sayang aku ingin makan tiga buah durian. Kalau bisa tiga kotak kalau aku ingin memakannya sangat banyak sekali aku tidak tahu mengapa ini terjadi kepadaku tiba-tiba seperti ini. Sayang di toko atau supermarket itu kan ada dua puluh empat jam kau ke sana saja pasti ada durian di sana tiga kotak kau beli semuanya." Ucapan Maya membuat Arya kaget mendengarnya.
"Sayang apakah tidak berbahaya bagi anak kita nanti? Itu sudah terlalu banyak tiga buah durian? Sayang sebelum aku pergi aku telepon dulu kak Arka aku akan bertanya kepadanya apakah boleh kau memakannya sebanyak itu setelah itu aku akan membelikannya." Ucap Arya kepada Maya.
Arya kemudian menelepon kakaknya untuk bertanya tentang Maya yang ngidam durian. Arka begitu kaget setelah Arya mengatakan bahwa Maya ingin makan 3 buah durian.
"Tiga buah durian itu sangat banyak sekali dan dia bisa darah tinggi jika dia memakan sebanyak itu dan bayinya akan terjadi sesuatu kepadanya. Kau boleh saja membelikannya tapi jangan berikan kepadanya semua." Ucap Arka kepada Arya.
"Baiklah Kak kalau begitu aku hanya khawatir dengan Maya yang tiba-tiba ngidam seperti ini. Ya sudah aku akan membelikannya durian tapi aku tidak akan memberikan semuanya kepada Maya." Ucap Arya sambil tutup telponnya.
Arya kemudian tutup teleponnya dan setelah itu mengatakan kepada Maya bahwa dia akan membelikan durian untuk Maya dan meminta Maya untuk menunggunya.
"Sayang aku akan membelikanmu durian kau tunggu saja di sini aku akan datang secepatnya. Kebetulan tadi aku melihat di dekat rumah ada jualan durian sangat banyak dan pastinya duriannya masih ada jadi aku pergi dulu." Ucap Arya sambil cium kening Maya.
"Hati-hati ya sayang..." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.
Arya kemudian pergi keluar rumah untuk membeli durian sementara Maya menunggu kedatangan Arya yang sudah tidak sabar mau makan durian pemberian Arya.
******
Sementara itu di rumah Nugraha Bram tidak bisa tidur dan tiba-tiba pegang perutnya Raya dan membuat Raya terbangun. Raya kaget melihat Bram belum belum bisa tidur dan bertanya kepada Bram mengapa dia belum bisa tidur.
__ADS_1
"Sayang... Ada apa? Kenapa kau tidak tidur? Aku sangat khawatir kepadamu. Apa yang kau pikirkan?" Tanya Raya kepada Bram.
"Aku memikirkan Nayla bagaimana nanti Nayla setelah dewasa. Aku memikirkan bagaimana nasib Nayla aku tidak ingin Nayla mengalami hal yang sama seperti apa yang telah aku lakukan kepada Maya. Aku ingin Nayla baik-baik saja dan kehidupannya menjadi baik setelah dewasa. Karena itu adalah harapan terbesar dalam hidupku untuk kehidupan Nayla di masa depan." Ucap Bram kepada Raya.
"Sayang... Aku mengerti bagaimana perasaanmu dan aku sangat mengerti apa yang kau rasakan saat ini setiap orang tua Pasti memikirkan kebahagiaan untuk anak-anaknya dan masa depan anak-anaknya. Maka dari itu aku sangat mengerti tapi sayang aku sangat yakin dan percaya bahwa Nayla pasti akan bahagia dan dia tidak akan mengalami hal yang sama seperti apa yang dialami oleh Maya. Dia tidak akan menderita dan mendapatkan sebuah penderitaan karena Nayla pantas untuk bahagia. Sayang jangan terlalu dipikirkan tentang masa lalu karena itu sudah berlalu dan kau harus percaya bahwa Nayla tidak akan mengalami hal yang sama seperti yang mana kau telah menyakiti Maya. Sayang sekarang ini adalah masa depan dan kita harus menuju masa depan untuk menjadi lebih baik lagi agar kebahagiaan selalu bersama kita." Ucap Raya sambil peluk Bram.
"Iya sayang... Aku harap semua yang kau katakan itu terjadi dan kebahagiaan akan selalu ada untuk kita serta untuk Nayla karena Nayla pantas untuk bahagia." Ucap Bram sambil peluk Raya.
Raya dengan Bram kemudian pelukan dan melanjutkan tidur mereka dan berharap besok adalah hari yang baik untuk mereka dan juga Nayla.
******
Arya telah kembali ke rumah keluarga Reynaldi dengan membawa durian untuk Maya. Diana terbangun dan kaget melihat Arya membawa durian yang begitu sangat banyak.
"Arya... Untuk apa durian itu terlalu banyak sekali ini sudah larut malam?" Tanya Diana kepada Arya.
"Ini untuk kita semua termasuk untuk Maya karena dia ngidam kita semua untuk makan durian dan Maya juga ingin memakannya." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Diana.
"Maya ada-ada saja ngidamnya. Ya sudah Mama akan bangunin semua orang biar kita makan sama-sama duriannya." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Arya.
Diana kemudian membangunkan semua orang untuk makan durian bersama-sama karena Maya ingin makan durian bersama-sama dengan Maya. Mereka semua pun terbangun dan kaget melihat Arya membeli durian yang begitu sangat banyak.
"Mas Arya... Duriannya sangat banyak sekali, Tolong ambilkan untukku sekarang aku sudah tidak sabar untuk memakannya." Ucap Maya dengan perasaan bahagia.
"Maya Kau boleh memakannya tapi jangan terlalu banyak karena itu tidak baik untuk kandungan mu." Ucap Diana yang perhatian kepada Maya.
"Iya Ma, jangan khawatir tentang hal itu semua akan baik-baik saja." Ucap Maya kepada Diana.
"Wah duriannya banyak sekali Nayla mau duriannya. Om Papa Tolong ambilkan duriannya untuk Nayla." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Duriannya sudah siap untuk dimakan Ayo kita makan bersama-sama." Ucap Reno kepada semua orang.
"Ayo diambil duriannya semuanya untuk kalian dan kita semua di rumah ini. Ayo kita makan bersama-sama karena hari ini Maya ingin makan durian bersama-sama dengan kita." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Maya.
"Maya..." Ucap Diana kepada Maya.
"Duriannya sangat enak sekali dan aku sangat menyukainya. Aku tidak tahu kenapa aku sangat menyukainya Bahkan aku mau habisin begitu banyak. Aku tidak tahu berapa biji yang aku makan tetapi ini sudah terlihat sangat banyak sekali dan aku sangat menyukainya." Ucap Maya sambil makan durian.
"Maya Sudahlah makan duriannya ini ada minumnya kau minum lah dari buahnya agar anak kita baik-baik saja." Ucap Arya sambil berikan minuman kepada Maya.
Maya kemudian meminum air dari buah tersebut dan mengatakan bahwa airnya juga sangat enak sekali karena wangi durian.
"Ma, Apakah adik kembar akan baik-baik saja setelah Mama memakan durian tersebut?" Tanya Nayla kepada Maya.
"Adik kembar akan baik-baik saja kau jangan khawatir karena durian ini adalah makanan favoritnya adik kembarmu dia ingin sekali memakannya bahkan lebih banyak lagi. Makanya dari itu Mama memakannya sangat banyak." Ucap Maya kepada Nayla.
Maya masih terus memakan durian tersebut sehingga membuat keluarganya sangat khawatir apa yang akan terjadi dalam kandungan Maya setelah memakan banyak durian tersebut. Yang lainnya kemudian ikut makan durian dan setelah selesai mereka Kemudian istirahat ke kamar masing-masing.
******
Di kamar Diana tiba-tiba mengingat sesuatu ketika dia hamil pada saat itu di waktu Arya masih belum lahir Diana mengatakan bahwa dirinya ingat sesuatu pada saat dia ingin sekali memakan durian dan Reno sangat khawatir ketika dia memakannya.
"Waktu itu merupakan hari yang paling bahagia buat kita berdua di saat anak pertama kita berada di dalam kandungan Mama dan di saat itu Papa memberikan semuanya untuk Mama dan Mama menerimanya dengan bahagia termasuk Mama memakan durian begitu banyak pada saat itu. Dan itu membuat Papa sangat khawatir ketika Mama memakannya terlalu banyak tetapi Alhamdulillah kandungan Mama baik-baik saja pada saat itu dan lahirlah Arya bersama Arka setelah Mama memakan durian itu." Ucap Reno sambil tersenyum kepada Diana.
"Sekarang Itu semua hanya menjadi kenangan untuk kita kenangan di mana pada saat Arya masih kecil di saat dia baru lahir. Pada saat itu Mama memegang tangannya dan Papa mengadzaninya. Itu membuat Mama sangat bahagia pertama kalinya Mama sangat bahagia karena menjadi seorang ibu sampai sekarang ini." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Reno.
"Sekarang kita sudah memiliki tiga orang anak dan kita juga akan sudah memiliki cucu yang banyak. Apalagi yang kita tunggu dan kita harapkan kalau bukan kebahagiaan anak-anak dan cucu kita. Sekarang waktunya kita berdua untuk meluangkan waktu berdua di saat anak-anak kita bersama dengan kehidupan mereka karena sudah lama kan kita tidak seperti ini. Kita menikmatinya bersama-sama dan juga bersama dengan cucu kita. Karena anak-anak itu sekarang sudah bersama dengan kehidupan mereka. Kita hanya tinggal memantau mereka dengan memberikan saran jika mereka membutuhkannya. Karena bagaimanapun juga kita sebagai orang tua pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita." Ucap Reno sambil tersenyum kepada Diana.
Reno kemudian peluk Diana dan mengatakan bahwa dia akan selalu bersama dengan Diana untuk selamanya dan berharap kebahagiaan akan selalu datang untuk mereka.
__ADS_1
******
Besok harinya Maya membangunkan suaminya untuk sarapan dikarenakan masih saja tidur dan Maya mengatakan bahwa sudah mempersiapkan peralatan kantornya agar tidak terlambat ke kantor.
"Sayang aku sudah mempersiapkan semuanya agar kau tidak terlambat pergi ke kantor ayolah bangun dan sarapan nanti kalau terlambat aku juga tidak tahu harus bagaimana." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.
"Baiklah sayangku..." Ucap Arya sambil cium kening Maya.
"Iihhh apaan sih masih baru bangun udah cium-cium sekarang sudah sana mandi nanti terlambat." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya dan dorong Arya ke kamar mandi.
"Hari ini entah mengapa aku ingin selalu bersamamu dan aku ingin melihatmu serta aku ingin berada di sampingmu saat kau melahirkan nanti. Aku mencintaimu dan aku sangat mencintaimu dan akan selamanya seperti itu." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Maya.
Arya kemudian langsung ke kamar mandi sambil tersenyum dan berharap Maya masih tetap di kamar agar dia bersama dengan Maya seharian di kamar tersebut.
"Kau dengar nak... Papa kamu itu terlalu bucin sehingga dia selalu mengatakannya kepada Mama bahwa dia sangat mencintainya tapi Mama sangat bahagia Karena Papa kamu selalu mengatakannya kepada Mama setiap hari di saat bangun pagi. Mama berharap setelah kau lahir nanti kau juga akan melihat Papamu seperti itu dan akan mendengarnya setiap hari bahwa dia sangat mencintai Mama dan dia juga pasti akan sangat mencintaimu." Ucap Maya dalam hati sambil pegang perutnya.
Di saat Arya mandi Maya kemudian persiapkan segalanya untuk kalian setelah selesai mandi dan berganti pakaian Maya memasang dasi untuk Arya. Saat memasang dasi sempat-sempatnya Arya mencium bibirnya Maya dengan mengatakan bahwa dia sangat mencintainya. Maya terlihat sangat malu atas apa yang dilakukan oleh Arya dan berharap Nayla tidak melihatnya.
"Kalaupun dia melihat itu tidak apa-apa itu artinya Mamanya sangat bahagia dan dia melihat kebahagiaan Mamanya." Ucap Arya sambil peluk Maya dari belakang.
"Sayang sudahlah nanti ada yang lihat apalagi nanti jika Nayla tiba-tiba masuk." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.
"Biarkan saja dia masuk itu artinya dia akan tahu bahwa kita saling mencintai dan dia pasti bahagia melihat Mamanya bahagia karena Om Papa selalu membuat Mamanya bahagia." Ucap Arya sambil peluk Maya.
"Sudahlah Sayang ayo kita turun ke bawah Mama sudah mempersiapkan sarapan untuk kita." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya
Maya dengan Arya kemudian turun ke bawah untuk sarapan bersama yang mana Diana telah menunggu kedatangan Maya dengan Arya.
******
Diana menunggu kedatangan Maya dan Arya untuk sarapan bersama. Setelah Maya dengan Arya turun ke bawah mereka kemudian langsung sarapan bersama. Saat sarapan Diana mengatakan bahwa Maya tidak boleh kemana-mana karena sebentar lagi Maya akan segera melahirkan.
"Wahhh sebentar lagi adik kembar akan lahir? Nayla sudah tidak sabar ingin melihat adik kembar." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Beberapa hari lagi kau akan segera melihatnya Nayla dan Nenek juga sudah tidak sabar ingin melihatnya." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Nayla.
"Arya persiapkan segalanya untuk kelahiran anakmu nanti dan jangan sampai ada yang tertinggal dan terlupakan." Ucap Reno kepada Arya.
"Iya Pa, aku sudah mempersiapkan semuanya jangan khawatir tentang hal itu." Ucap Arya kepada Reno.
"Maya, ayo dimakan yang banyak ini bagus untuk kesehatan bayi dalam kandunganmu. Mama ambilkan untukmu agar kau mau memakannya karena ini sudah Mama persiapkan untukmu." Ucap Diana sambil berikan makanan kepada Maya.
"Terima kasih ya Ma..." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Diana.
Keluarga Reynaldi kemudian melanjutkan sarapan bersama setelah selesai sarapan Mereka kemudian siap-siap untuk berangkat ke kantor namun tiba-tiba perutnya Maya sakit seolah-olah ingin melahirkan.
"Aaagggrrrhhh Mas Arya... Perut ku tiba-tiba sakit. Mas Arya... Jangan-jangan aku akan melahirkan hari ini. Aaagggrrrhhh!" Teriak Maya kesakitan.
"Maya... Ya Tuhan... Air ketuban nya pecah... Arya, Tolong bilang kepada supir hidupkan mobil sekarang kita bawa Maya ke rumah sakit sekarang karena Maya akan segera melahirkan Sekarang juga." Teriak Diana kepada Arya.
"Ayo ke rumah sakit sekarang sementara itu Papa akan menghubungi orang tuanya Maya dan juga Nada serta Arka." Ucap Reno dengan perasaan khawatir.
Keluarga Reynaldi kemudian membawa Maya ke rumah sakit karena Maya akan segera melahirkan.
******
Sementara itu di rumah sakit setelah Arka mendapat telepon dari Reno, Arka kemudian meminta perawat dan dokter untuk bersiap-siap karena Maya akan segera melahirkan.
"Tolong kalian persiapkan semuanya karena sebentar lagi pasien yang akan melahirkan akan segera datang dan saat ini mereka sedang dalam perjalanan dan satu lagi jangan sampai ada yang terlupakan karena aku tidak mau ada yang salah." Ucap Arka dengan perasaan khawatir.
__ADS_1
Keluarga Renaldi dan keluarga Hutomo kemudian datang ke rumah sakit di sana Reno meminta Arka untuk menyelamatkan Maya bersama dengan bayinya secepatnya. Arka kemudian meminta para dokter dan perawat untuk membawa Maya ke ruang ICU.
#BERSAMBUNG