
ORANG KE TIGA EPISODE 49
Pak Mahesa Kemudian datang ke cafe dan menemui Arya dengan Reno dan menanyakan tentang kerjasama perusahaan mereka.
Pak Mahesa kemudian berbicara tentang kerjasama perusahaan kepada Reno dan juga Arya namun Arya menolak kerjasama dengan Reno dan memintanya untuk memberikan yang waktu.
"Saya harus memikirkannya lagi karena ini adalah hasil kerjasama kita. Jadi untuk sementara ini saya menolak kerjasama perusahaan kita dan satu lagi ini, tidak ada hubungannya dengan urusan keluarga atau urusan pribadi. Karena itu sangat berbeda dan juga tidak ada hubungannya dengan Nada." Ucapan Arya membuat Mahesa kaget mendengarnya.
"Sial! Arya menolak kerjasama perusahaan dan aku tidak bisa terima ini semua aku harus mendapatkan perusahaan Arya bagaimanapun caranya." Ucap Mahesa dalam hati.
"Bagaimana Pak Mahesa, apa Pak Mahesa setuju yang dikatakan oleh Arya? Karena apa yang dikatakan Arya adalah sesuatu yang benar. Karena bagaimanapun kita harus memikirkan dulu Apalagi ini untuk masa depan perusahaan. Lagi pula perusahaan kami sudah bekerja sama dengan berbagai perusahaan lain. Jadi tidak mungkin kami menambah lagi. Jadi berikan kami waktu untuk memikirkannya mungkin waktunya satu bulan atau dua bulan lagi." Ucapan Reno membuat Mahesa kaget mendengarnya.
"Baiklah kalau begitu, aku akan kasih kesempatan buat kalian untuk menerima kerjasama perusahaan kita. Apalagi ini adalah kerjasama yang baik dan lebih baik lagi karena kita ini adalah keluarga. Karena aku juga adalah mertuanya Nada jadi aku akan menunggu keputusan kalian bekerja sama kita di perusahaan." Ucap Mahesa kepada Arya dan Reno.
"Maaf Pak sekali lagi aku katakan bahwa kerjasama perusahaan tidak ada hubungannya dengan urusan keluarga ataupun pribadi termasuk urusan Nada. Jadi urusan perusahaan tetaplah perusahaan bukan urusan keluarga dan itu sama sekali tidak ada hubungannya." Ucapan Arya membuat Mahesa kaget mendengarnya.
Mahesa terpaksa setuju apa yang dikatakan oleh Arya maupun Reno. Karena sebenarnya Mahesa terlihat sangat kesal karena gagal kerjasama dengan perusahaan Arya dan Reno.
******
1 Bulan Kemudian
Keluarga Reynaldi sedang merayakan acara syukuran kehamilan Maya. Mayat rea sangat cantik dengan gaun yang dia pakai begitu juga dengan Arya terlihat sangat tampan melihat baju yang digunakan.
"Sayang kau tau, aku sangat bahagia sekali apalagi sebentar lagi anak kembar kita akan segera lahir. Oh ya aku sudah punya nama buat anak kita nama ini yang terbaru." Ucap Arya kepada Maya.
"Apa itu sayang nama anak kita?" Tanya Maya kepada Arya.
"Arnav Putra Reynaldi dan Arpen Putri Reynaldi. Bagaimana Sayang kamu suka sama anak kita?" Tanya Arya kembali kepada Maya.
"Nama yang bagus sayang aku sangat senang sekali dengan nama itu Arnav dan Arpen. Aku suka nama itu sayang..." Jawab Maya sambil tersenyum kepada Arya.
"Aku senang kamu menyukainya sayang. Aku berharap nama anak kita akan menjadi kebahagiaan dan cahaya buat kehidupan mereka dan kehidupan kita juga yang penting anak kita sehat dan bahagia." Ucap Arya sambil cium kening Maya.
"Iya sayang karena itu lebih penting dari segalanya dan aku sangat bahagia sekali." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.
"Maya apakah sudah siap Ayo kita lakukan acara siraman nya Arya, tolong bawa Maya keluar juga ya dan yang lainnya tolong siapkan semuanya di luar karena kita akan persiapkan segalanya dan acaranya sudah dimulai." Ucap Diana sambil bawa Maya dan Arya keluar.
******
Arya dengan Maya keluar untuk melakukan acara tujuh bulanan kehamilan Maya. Sebelum acara siraman Maya harus sungkeman terlebih dahulu. Setelah sungkeman Maya kemudian dibawa keluar rumah untuk acara siraman.
"Maya kau terlihat sangat cantik sekali memakai gaun ini. Ini adalah gaunnya sangat cantik." Ucap Raya kepada Maya.
"Terima kasih ya Raya Kau juga sangat cantik." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Raya.
"Mama memang cantik lebih dari dulu Papa juga bilang begitu." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Nayla, Mamanya Nayla itu cantik karena ada Om Papa. kalau Mama Nayla nggak cantik Bagaimana mungkin kan Om Papa menikahi Mama Nayla." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Nayla.
"Benar begitu Ma?" Tanya Nayla kepada Maya.
"Nayla..." Ucap Maya kepada Nayla.
"Nayla, apa Nayla senang punya adik kembar?" Tanya Arya kepada Nayla.
"Iya Om Papa Nayla senang banget punya adik kembar." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Bu Diana ayo kita lakukan sekarang siraman nya tidak baik lama-lama." Ucap Rani kepada Diana.
"Ayo kita lakukan sekarang siraman nya." Ucap Diana kepada Rani.
Acara Siraman tersebut di mulai. Maya kemudian mengganti gaun nya setelah itu, Maya pun memulai Siraman nya. Setelah selesai acara siraman dan yang lainnya selesai kemudian dilanjutkan acara bebas pada malam hari.
******
Saat acara bebas tersebut tiba-tiba foto pernikahan Arya dengan Maya tiba-tiba terjatuh dan membuat Maya kaget melihatnya dan kemudian Lina mengatakan ini adalah pertanda buruk.
"Ya Tuhan... pertanda apa ini waktu itu aku pernah mengalami ini bersama Mas Bram dan pernikahan ku hancur namun kali ini terjadi kedua kalinya." Ucap Maya dalam hati.
"Tidak akan ada apa-apa yang terjadi ini cuma pakunya aja yang rusak jangan beranggapan negatif atau aneh-aneh karena pada dasarnya ini hanya kebetulan dan tidak ada apa-apa yang terjadi." Ucap Rani kepada Lina.
"Aku hanya mengatakan apa adanya bukankah dulu Maya pernah mengalaminya Dan semoga saja pendapatmu benar tidak ada terjadi apa-apa." Ucapan Lina membuat semua kaget mendengarnya.
"Jadi maksud kamu ini artinya mereka akan berpisah begitu jangan kamu berpikir seperti itu bu Lina? Jangan berpikir negatif deh karena saya percaya kalau Arya tidak akan melakukan hal yang sama seperti Bram." Ucap Rani kepada Lina.
"Bu Rani sudahlah sudah cukup ini hanya pakunya saja yang lepas jangan kita berpikir yang macam-macam karena ini adalah hari bahagia 7 bulanan kehamilan Maya." Ucap Diana kepada Rani.
"Iya Ma, Maya juga percaya kepada Mas Arya. Ini juga pasti pakunya yang lepas jadi tidak usah di ributkan lagi. Sekarang kita bisa sudah mulai acaranya kembali Jadi tidak usah dibahas lagi." Ucap Maya kepada Rani.
__ADS_1
"Iya Ma... Jangan khawatir semua akan baik-baik saja." Ucap Arya kepada Rani dan juga Diana.
Acara tujuh bulanan Maya pun kembali dilakukan setelah berhenti sejenak dan acaranya dengan meriah.
******
Besok harinya Mahesa menelepon Arya untuk mengajaknya bertemu dan berbicara tentang perusahaan namun Arya mengatakan bahwa dia belum memikirkan tentang kerjasama perusahaan bersama dengan Mahesa.
Mahesa sangat kesal kepada Arya karena gagal bekerja sama dengan perusahaan keluarga Reynaldi. Mahesa kemudian membuat rencana untuk memberikan perhitungan kepada Arya.
"Pokoknya kalian jangan salah sasaran hari ini mobil Arya akan pergi ke kantornya dan kalian buatlah seolah-olah Arya itu mengalami kecelakaan." Ucap Mahesa kepada Bodyguard.
"Baik bos akan kami lakukan apa yang bos katakan." Ucap Bodyguard kepada Mahesa.
Bodyguard kemudian pergi untuk memulai rencananya.
******
Di rumah Reynaldi, Arya ingin berangkat ke kantornya namun sebelum itu Arya sempat mencium perut Maya yang sudah membesar.
"Papa kerja dulu, baik-baik sama Mama." Ucap Arya sambil cium perut Maya.
"Iya Pa... Dan Papa juga jangan nakal di kantor..." Ucap Maya kepada Arya sambil tersenyum kepada Arya.
"Aku berangkat ke kantor dulu Sayang dan aku mencintaimu." Ucap Arya sambil cium kening Maya.
"Arya kau lama sekali kebetulan Papa ingin mengatakan kepadamu bahwa kita punya bisnis di perusahaan di luar negeri dan kita akan bekerja sama dengannya. Untuk itu kamu harus ke Amerika besok Apa kamu bisa Arya?" Tanya Reno kepada Arya.
"Pa, Maya kan mau melahirkan dua bulan lagi tidak terasa masa Arya harus keluar negeri." Ucap Diana kepada Reno.
"Ma, ini dinas urusan bisnis. Lagi pula hanya Sebentar saja kok hanya satu minggu tidak lama kan dan Maya pasti akan sabar menunggu Arya untuk pulang termasuk Mama juga." Ucap Reno kepada Diana.
"Pa kalau ditunda setelah Maya melahirkan bagaimana?" Tanya Arya kepada Reno.
"Perusahaan kita akan rugi besar kalau kita menundanya jadi jangan ditunda lagi itu tidak lama kok. Dan kau Arya Jangan khawatir Mama dengan Papa akan menjaga Maya dengan baik." Ucap Reno kepada Arya.
"Iya Mas Arya Jangan khawatir lakukan saja apa yang dikatakan Papa Karena itulah yang terbaik apalagi ini untuk bisnis kerjasama perusahaan dan jangan sampai kita rugi." Ucap Maya kepada Arya.
"Ya sudah kalau begitu aku akan berangkat besok tapi sebelum itu aku pesan tiket dan mempersiapkan semuanya." Ucap Arya kepada Reno dan Maya.
"Arya, kau harus tetap semangat ya.." Ucap Diana kepada Arya.
"Mama akan selalu berdoa untuk kamu nak.." Ucap Diana sambil cium kening Arya.
"Ya sudah ayo Sekarang kita berangkat ke kantor dan persiapkan semuanya." Ucap Reno kepada Arya.
Arya dengan Reno kemudian pergi berangkat ke kantor bersama satu mobil.
******
Sementara itu Yurisa bersama Ayu dan Rena sedang pergi berjalan-jalan menaiki mobil saat sedang pergi berjalan-jalan naik mobil. Saat berjalan-jalan namun tiba-tiba ada dua pengendara motor sedang melewati Mobil. Namun tiba-tiba motor tersebut sedang balapan dengan motor lainnya kemudian Yurisa salah arah sehingga mobilnya tertabrak trotoar dan mobil tersebut terbalik.
"Mama... Rena... Ya Tuhan... Alhamdulillah Rena masih hidup... Sayang sabar nak Mama akan telepon Papa kamu agar dia menjemput kita di sini." Ucap Yurisa sambil telpon Bram.
"Halo Yurisa Ada apa kamu menelepon halo Yurisa...?" Tanya Bram kepada Yurisa dengan perasaan khawatir.
"Cepat kemari Bram tolong... Tolong anak kita.." Ucap Yurisa kemudian pingsan.
"Yurisa... Yurisa... Yurisa kamu dimana!" Ucap Bram sambil terlihat khawatir.
Bram masih terus berteriak memanggil nama Yurisa namun tidak dijawab hingga akhirnya dijawab oleh Polisi dan mengatakan bahwa yulisa kecelakaan di jalan tol. Bram sangat kaget mendengarnya kemudian langsung menuju jalan tol bersama dengan Raya dan keluarganya.
******
Di Perusahaan Pak Mahesa Bodyguard mengatakan bahwa mereka sudah berhasil melakukannya dan meminta orang untuk mencelakai Arya tinggal menunggu berita tentang kecelakaan tersebut.
Mahesa kemudian menonton televisi dan melihat berita tersebut dan benar berita kecelakaan namun yang kecelakaan bukanlah mobil Arya akan tetapi mobil milik Yurisa.
"Kenapa bisa jadi seperti ini kenapa Mobil Yurisa yang kecelakaan Kenapa bukan mobil Arya keterlaluan aku harus melakukan sesuatu lagi selalu saja kenapa bisa di gagal!" Ucap Mahesa dalam hati.
Mahesa sangat marah dan kesal karena rencananya gagal. Kemudian Mahesa pun meminta Bodyguard untuk perusahaan Arya dan cari tau apa yang terjadi di sana.
"Bagaimana caranya aku harus berhasil untuk mendapatkan perusahaan tersebut karena perusahaan mereka sangat banyak keuntungan dan aku harus mendapatkannya." Ucap Mahesa dalam hati dengan perasaan kesal.
******
Bram dengan yang lainnya telah sampai di Jalan tol dari menemukan mobil Yurisa kecelakaan. Sampai di sana Bram langsung menggendong Rena dan memberikannya kepada Raya. Kemudian Bram melihat Ayu dan Yuli saat terluka pendarahan yang sangat hebat setelah itu kemudian mereka pun dibawa ke rumah sakit terdekat.
"Yurisa kau harus bertahan ku mohon kepadamu kau harus bertahan untuk Rena. Rena tidak boleh kehilanganmu Yurisa." Ucap Bram sambil membawa Yurisa dan Ayu ke rumah sakit.
__ADS_1
******
Setelah sampai di rumah sakit Yurisa dengan Ayu dan juga Rena langsung diperiksa oleh dokter. Dua jam kemudian setelah diperiksa, Ayu dan Supir telah meninggal di tempat sementara Yurisa dalam keadaan kritis dan beruntung Rena selamat hanya terkena luka kecil saja karena dilindungi oleh Yurisa pada saat mobil terbalik.
"Astaghfirullah Kenapa bisa jadi seperti ini.... Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un Ayu dan Supir tersebut sudah meninggal." Ucap Lina sambil terlihat sangat sedih...
"Kita harus urus secepatnya pemakaman Ayu." Ucap Roy kepada Bram.
"Iya Pa, aku akan mengurusnya." Ucap Bram kepada Roy.
Bram kemudian mengurus pemakaman Ayu agar cepat dimakamkan. Setelah diurus pemakaman Ayu, Ayu kemudian dimakamkan pada hari itu juga.
Malam harinya setelah Ayu dan sang Supir dimakamkan Bram lalu menemui Yurisa yang dalam keadaan kritis. Bram melihat Yurisa namun tidak sanggup mengatakan tentang Ayu kepadanya.
"Sayang lebih baik kita pulang saja kasihan Rena biar dokter yang menemani Yurisa di sini." Ucap Raya kepada Bram.
"Iya sayang kau benar kasian Rena kita harus membawanya pulang dari rumah sakit apalagi lukanya hanya sedikit dan aku khawatir dia akan semakin terluka nantinya." Ucap Bram kepada Raya.
"Rena sekarang sudah bersama Mama dan Papa dan mereka sudah menuju pulang sekarang kita yang harus pulang. Rena saat ini sangat membutuhkanmu maka dari itu kita harus cepat pulang untuk Rena.
Bram dengan Raya kemudian pulang ke rumah. Setelah Bram dengan Raya pulang ke rumah, Bram kemudian mengatakan tentang Yurisa, Ayu dan Rena kepada Arya dan juga kepada Maya.
******
Di rumah Maya sangat syok dan kaget mendengar kabar dari Bram tentang Yurisa. Bra mengatakan bahwa dia tidak sempat mengabarkan Yesus karena Ayu dan sang Supir cepat di makam kan.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un ya Tuhan... Ini adalah kabar yang sangat menyedihkan pasti Yurisa sangat sok mendengar ini semua nanti ketika dia sadar nanti. Tapi Alhamdulillah Rena baik-baik saja." Ucap Maya kepada Bram.
"Iya Maya itu pasti apalagi yang meninggal adalah orang yang paling dicintainya semoga saja nanti Yurisa mampu menerima kenyataan ini." Ucap Bram kepada Maya.
"Iya Mas Bram semoga saja Yurisa mampu menerima kenyataan ini." Ucap Maya kepada Bram.
"Ya sudah kalau begitu aku tutup telpon nya. Titip cium untuk Nayla." Ucap Bram sambil tutup telpon nya.
"Siapa itu yang menelepon sayang?" Tanya Arya yg tiba-tiba datang.
Maya kemudian mengatakan semuanya kepada Arya dan membuat Arya kaget mendengarnya ada yang mengatakan itu adalah musibah yang sangat mengerikan buat Yurisa dan Yurisa pasti akan sulit untuk menerimanya.
"Sayang aku harap kejadian yang dialami Yurisa ada hikmahnya Dan semoga saja dia mampu dan bisa menerimanya." Ucap Arya kepada Maya.
"Iya sayang dan aku berharap hal ini tidak terjadi kepada kita dan kita akan selalu bersama-sama selamanya." Ucap Maya kepada Arya.
"Tentu saja sayang dan aku berjanji kepadamu bahwa aku tidak akan pernah meninggalkanmu selamanya dan meninggalkan anak-anak kita karena aku sangat mencintaimu dan mencintai anak kita." Ucap Arya sambil cium perut Maya.
"Sayang jam berapa kamu berangkat besok dan jangan lupa kabarin kalau sudah sampai dan selalu hubungi aku karena aku sangat merindukanmu pastinya." Tanya Maya kepada Arya.
"Besok pagi sayang, Besok pagi aku akan berangkat dan kau jangan khawatir aku akan selalu menghubungimu dan kau akan selalu ada di hatiku untuk selamanya karena aku sangat mencintaimu Sayang." Ucap Arya sambil cium kening Nayla.
"Aku juga mencintaimu sayang dan aku sangat percaya padamu dan aku berjanji akan selalu setia menunggumu sampai kau kembali." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.
Arya kemudian menggendong Maya pada malam itu dan menaruhnya ke tempat tidur. Kemudian tiba-tiba Nayla datang dan sama dengan Arya dan Maya.
"Jadi malam ini Nayla tidur sama Om Papa dan Mama?" Tanya Arya kepada Nayla.
"Iya Om Papa kan besok Om Papa akan pergi ke Amerika Nayla pasti kangen banget sama Om Papa. Om Papa jangan lama-lama di sana ya cepat pulang biar kita bisa bersama-sama lagi." Ucap Nayla kepada Arya.
"Iya Nayla Om Papa akan cepat pulang Nayla jangan khawatir ya dan tunggu papa pulang dan kita bisa bersama-sama lagi." Ucap Arya sambil cium kening Nayla.
"Nayla sekarang, Nayla tidur ya karena besok Nayla sekolah nanti terlambat sekolah." Ucap Maya kepada Nayla.
Maya dan Arya pun kemudian mengajak Nayla tidur bersama mereka dan mereka pun tidur pada malam itu.
******
Besok harinya Maya sedang mempersiapkan barang-barang Arya untuk dibawa ke Amerika. Sementara Diana Sedang membuat makanan untuk Arya makan di jalan.
"Om Papa, Om Papa janji ya cepat pulang." Ucap Nayla sambil tunjukkan jari kelingking.
"Iya Om janji akan cepat pulang." Ucap Arya sambil tunjukkan jari kelingking dan cium kening Nayla.
"Om Arya... Cepat pulang ya dan jangan lupa bawa oleh-oleh." Ucap Sonia kepada Arya dengan polosnya.
"Sonia..." Ucap Nada kepada Sonia.
"Om pasti akan cepat pulang dan bawa hadiah spesial buat Sonia dan Nayla." Ucap Arya sambil peluk dan cium Kening Nayla dan Sonia.
"Mas Arya, semua barang-barang mu udh di bawah, tinggal yg lainnya perlengkapan kantor." Ucap Maya kepada Arya.
"Sebentar dulu. Nayla, Sonia ini ada hadiah Liontin dan jam tangan buat kalian berdua. Kalian pakai ya, jam itu akan terus berjalan sampai Om kembali." Ucap Arya sambil peluk Sonia dan Nayla.
__ADS_1
#BERSAMBUNG