
ORANG KE TIGA EPISODE 66
Di rumah keluarga Reynaldi tiba-tiba paket datang untuk Maya. Maya kemudian mengambil paket tersebut dan membuka isi paket tersebut berserta ada surat di paket tersebut. Dan surat tersebut berasal dari Tina.
"Kau pasti sudah lihat isi paket ini. Ini adalah foto ku bersama dengan Arya waktu kami selalu bersama, bahagia dan saling mencintai. Tapi, karena kamu dia pergi jauh dariku, karena kamu dia menjauh dariku dan semuanya karena kamu. Kamu telah merebut Arya dariku itu lah yang terjadi sebenarnya. Tentang Tante Diana, dia pasti tidak menyukai mu iya kan? Karena dari dulu dia memang begitu. Dia itu tidak suka anak nya bahagia, menikah dengan wanita pilihan nya jadi Tante Diana seperti itu. Dia pasti tidak menyukai mu dan terpaksa setuju dengan pernikahan mu bersama Arya karena takut Arya pergi dari rumah dan kabur bersama mu maka itu dia mengijinkan Arya menikah dengan mu. Dulu waktu Arya mencintai ku, kami saling mencintai satu sama lain namun Tante Diana tidak menyukai ku dan berusaha memisahkan aku dengan Arya. Dia mengirim Arya ke Amerika dengan berpura-pura bunuh diri agar Arya tidak menikah dengan ku dan akhirnya Arya pergi ke Amerika untuk melanjutkan kuliah. Setelah itu Tante Diana meminta Arya untuk melupakan ku dan akhirnya dia berhasil memisahkan aku dengan Arya. Padahal aku dengan Arya saling mencintai dan Arya juga berniat akan menikahi ku. Tapi apa yang terjadi? Tante Diana sudah merebut semuanya dariku dia ingin memiliki Arya seutuhnya padahal Arya hanya anak nya, Tante Diana itu seorang Ibu yang egois yang berhasil memisahkan aku dengan Arya! Maya, ingat baik-baik Arya hanya milikku dan kau bersama Tante Diana tidak akan pernah bisa merebut Arya dariku karena Arya hanya milikku selamanya! Dan foto itu adalah bukti bahwa kami saling mencintai itu adalah fakta yang sebenarnya! Jadi kau bersama Tante Diana lupakan Arya selamanya karena Arya hanya milikku selamanya itu adalah fakta yang sebenarnya! Dan aku akan merebut Arya dari mu dan Tante Diana karena Arya sebenar nya sangat mencintai ku dan aku akan merebut Arya dari kalian setelah itu Arya menjadi milikku selamanya!
Dengan surat ini aku harap kau mengerti dan paham bahwa aku bersama Arya masih saling mencintai itu fakta yang sebenarnya.
Sekian dari Tina calon istri Arya Wiguna Putra Reynaldi.
Setelah selesai membaca surat dari Tina, Maya langsung memberikan paket surat tersebut kepada Diana untuk dibaca oleh Diana. Setelah selesai membaca surat dari Tina. Diana kaget setelah membaca surat dari Tina Dengan mengatakan bahwa Diana tidak pernah melarang Arya untuk menikah dengan siapapun kecuali dengan Tina karena Diana sangat membenci Tina.
"Kau tahu kenapa aku membenci Tina? Akan aku ceritakan kepadamu Maya mengapa Aku sangat membenci Tina. Mamanya Tina itu adalah mantan pacar dari Papanya Arya dan Mamanya Tina itu adalah seorang pelakor di waktu Papanya Arya menikah dengan Mama, Mamanya Tina tidak menerima pernikahan kami dan berusaha untuk memisahkan kami. Tetapi dia tidak berhasil sama sekali dan akhirnya dia bertemu dengan seorang laki-laki dan kemudian menikah dengan lelaki itu. Setelah itu lahir lah Tina, setelah kelahiran Tina, Mamanya Tina mengatakan kepada Papanya Arya bahwa Tina adalah anak kandungnya dan Mama sangat marah pada saat itu. Mama dengan Papa hampir saja bercerai dikarenakan Mamanya Tina. Tapi sebelum itu terjadi Mama mencari tahu siapa Tina sebenarnya melalui tes DNA secara diam-diam. Hingga akhirnya Mama tahu bahwa Tina bukan anak kandung dari Papanya Arya tetapi anak dari suaminya sendiri. Setelah itu Papanya Tina membawa Mamanya Tina keluar kota untuk menjauh dari Papanya Arya. Dan sampai sekarang mereka tidak pernah bertemu lagi karena Papanya Arya mengatakan bahwa dia tidak pernah lagi mencintai Mamanya Tina semenjak Papanya Arya menikah dengan Mama dan pacaran dengan Mama itulah yang terjadi dan yang sebenarnya." Ucapan Diana membuat Maya kaget mendengarnya.
"Lalu apakah Mas Arya tahu tentang apa yang Mama katakan ini? Apakah yang dikatakan Tina di dalam surat ini semua benar? Tentang bagaimana Mama memisahkan Mas Arya dengan Tina?" Tanya Maya kepada Diana.
"Tidak Maya, Mama tidak mungkin melakukan hal itu dan Mama tidak melakukan bunuh diri. Waktu Arya ingin ke Amerika sebenarnya Arya menolak tetapi karena Mama menceritakan semuanya kepada Arya tentang bagaimana Tina dan tentang bagaimana Mamanya maka itu Arya pergi ke Amerika. Tetapi Arya tidak memberitahukan kepada Tina mengapa tiba-tiba dia meminta putus kepada Tina. Karena Mama yang memintanya dan Mama tidak pernah melakukan bunuh diri. Maya, tidak ada seorang ibu yang tidak ingin melihat anaknya bahagia setiap orang tua pasti ingin melihat anaknya bahagia dan menikah dan itu adalah pasti. Aku memisahkan Tina dengan Arya bukan karena ingin memiliki Arya seutuhnya. Arya hanyalah titipan yang diberikan Tuhan untuk Mama karena setelah Arya menikah dan setelah dia dewasa dia bisa menentukan hidupnya sendiri. Tapi bukan berarti Arya tidak penting bagi Mama, dia sangat penting bagi Mama karena Arya adalah kehidupan Mama. Kau adalah seorang ibu dan Kau pasti merasakan hal yang sama kepada Nayla dan calon anak kembarmu yang akan segera lahir. Karena itu adalah perasaan seorang ibu dan seorang ibu tidak mungkin berpisah dari anak-anaknya. Apalagi setelah dia menikah tetapi untuk kebahagiaan anaknya tidak masalah baginya asalkan anaknya bahagia. Satu hal meskipun begitu seorang ibu akan tetap bersama dengan anaknya meskipun dia sudah menikah. Jadi, Arya tidak pernah merasa sedih dan kecewa serta tertekan karena Mama atau karena Papanya karena kami tidak pernah menekankannya. Setelah pulang kuliah dari Amerika justru Papa dengan Mama yang ingin melihat Arya menikah dengan orang yang dia cintai itu adalah bukti bahwa kami tidak pernah melarang Arya untuk menikah dengan siapapun meskipun kami sulit untuk melepaskannya. Kami hanya melarang dia menikah dengan Tina Karena kami tidak pernah menyukainya dan tidak akan pernah merestuinya maka dari itu Arya memutuskan untuk berpisah dari Tina itulah yang sebenarnya. Satu lagi jangan percaya apa yang dikatakan Tina karena Tina adalah masa lalu Arya dan foto-foto ini juga adalah masa lalunya bersama Arya. Dia sengaja mengirim ini dan melakukan ini agar kau ribut dengan Arya dan bertengkar dengan Arya. Itulah yang akan dia lakukan maka dari itu jangan percaya apapun yang dikatakan oleh Tina karena Tina hanyalah masa lalu Arya." Ucapan Diana membuat Maya kaget mendengarnya.
"Aku mengerti Ma... Mama jangan khawatir tentang hal itu Aku tidak akan bertengkar dengan Mas Arya hanya karena foto ini dan juga surat ini. Karena aku tahu Tina adalah masa lalu Mas Arya dan sekarang adalah masa depan. Maka dari itu aku tidak bertengkar dengan Mas Arya hanya gara-gara ini semua karena aku sangat percaya kepada Mas Arya." Ucap Maya kepada Diana.
Arya tiba-tiba datang dan pulang ke rumah, di saat pulang Arya tiba-tiba melihat surat dan juga foto nya bersama dengan Tina dan kemudian Arya membaca surat tersebut yang dikirim oleh Tina. Setelah membaca surat tersebut Arya mengatakan kepada Maya bahwa yang dikatakan Tina semua adalah bohong.
"Aku percaya kepada Mas Arya jangan khawatir tentang itu sudahlah aku akan buang foto ini dulu." Ucap Maya kepada Arya.
"Biar aku saja yang buang sekalian aku akan membakarnya dan juga membakar surat ini setelah itu aku akan mengirimkannya kembali kepada Tina." Ucap Arya kepada Maya.
Arya kemudian mengambil foto tersebut bersama surat tersebut dan kemudian membakarnya. Setelah itu Arya mengirim foto yang dibakar itu ke apartemen Tina melalui Bodyguard Arya.
******
Raya telah kembali ke rumah dan Hal itu membuat Bram sangat senang dan bahagia kemudian langsung peluk Raya dengan mengatakan bahwa dia sangat merindukannya.
"Kau tahu Raya, aku sangat merindukanmu dan aku tidak bisa hidup tanpamu. Kau ke mana saja, kau baru saja kembali dan aku mencarimu kemana-mana." Ucap Bram kepada Raya.
"Mas Bram aku minta maaf, kemarin Aku menyendiri dan aku pulang ke rumah orang tuaku. Tetapi setelah aku memikirkannya aku kembali ke rumah ini dan aku bisa memahami mengapa Nayla bersikap seperti itu." Ucap Raya kepada Bram.
"Maafkan aku Raya Karena aku tidak bisa menjaga Nayla dengan baik sehingga Nayla berkata seperti itu tapi aku janji aku akan membuat Nayla memahami ini semua dan bisa menerima apa yang terjadi." Ucap Bram kepada Raya.
"Aku mengerti Mas, jangan khawatir tentang hal itu semua akan baik-baik saja. Aku istirahat dulu di kamar aku sangat lelah dan aku ini istirahat di kamar." Ucap Raya kepada Bram.
__ADS_1
"Ya sudah ayo ku antar ke kamar, tetapi kau jangan masak biar aku yang masak dan aku akan memasak makanan kesukaanmu untuk pertama kalinya. Tunggu saja di sini aku masak dulu makanan kesukaan mu." Ucap Bram sambil cium kening Raya.
"Mas Bram... Aku akan tetap berusaha untuk kuat dan aku melakukan semua ini untuk pernikahan kita dan bayi yang ada di dalam kandunganku karena aku tidak ingin dia lahir tanpa seorang ayah. Aku sangat mencintaimu Mas Bram dan aku akan melakukan apapun untuk pernikahan kita dan aku akan berusaha untuk menjadi Ibu yang baik untuk Nayla meskipun tidak sebaik Maya." Ucap Raya dalam hati.
Raya begitu bahagia setelah kembali ke rumah apalagi Bram kemudian memasak makanan kesukaannya setelah Raya kembali ke rumah.
******
Sementara itu di apartemen, Tina mendapatkan paket yang isinya adalah foto yang telah dibakar bersama dengan surat yang dikirim oleh Tina untuk Maya. Dan ternyata surat itu telah dibakar oleh Arya dan membuat Tina sangat marah karena sudah melakukan hal tersebut kepadanya.
"Keterlaluan! Berani sekali dia melakukan ini padaku pasti Tante Diana dan Maya yang telah membakar surat dan juga foto ini. Aku tidak terima semua ini bagaimana mungkin ini terjadi dan bagaimana Maya tidak bertengkar dengan Arya. Aku tidak bisa biarkan ini terjadi dan aku tidak akan biarkan Maya bahagia bersama dengan Arya. Karena aku tidak menyukai hal itu dan ini benar-benar sangat keterlaluan sekali. Mereka melakukan hal ini kepadaku dan aku akan melakukannya kepada mereka lebih daripada ini!" Ucap Tina dalam hati.
Tina kemudian emosi dan marah serta melempar barang-barang yang dihadapannya dengan perasaan emosi dan marah karena apa yang dilakukannya terakhir agar untuk memisahkan Arya dengan Maya dan membuat mereka bertengkar.
******
Sementara itu di rumah keluarga Reynaldi, Arya mengatakan apa yang dia katakan kepada Bram tentang Nayla. Maya kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Arya dan tidak setuju Arya mengatakan itu kepada Bram dan tidak akan mau melakukannya.
"Bagaimana mungkin aku akan melakukan itu? Aku tidak setuju untuk melakukan itu karena aku tidak ingin melukai perasaanmu dan aku tidak mau kembali ke masa lalu meskipun hanya sehari." Ucap Maya kepada Arya.
"Tapi Maya semua ini karena Nayla agar Nayla bisa merasakan kasih sayang kepada orang tuanya yang utuh hanya dalam satu hari tidak apa-apa." Ucap Arya kepada Maya.
"Mas Arya, jangan terlalu memanjakan Nayla seperti itu kita bisa melakukannya bersama-sama dengan Bram dan Raya jika kami berdua yang melakukannya maka bagaimana perasaan Raya? Raya juga akan tersinggung sama seperti Mas Arya yang akan tersinggung karena melakukan hal seperti ini. Jadi saranku adalah kita tidak perlu melakukan hal seperti ini tetapi jika kita bersama-sama aku yakin Nayla akan mengerti bisa memahami kita dengan baik. Apalagi kita sangat menyayanginya dan pastinya Nayla tidak akan kekurangan kasih sayang dari kita termasuk dari Bram dan juga dari Raya." Ucap Maya kepada Arya.
"Ya Mas kita sama-sama melakukannya. Nanti liburan kita akan bersama-sama melakukannya. Tapi untuk saat ini tidak karena aku akan segera melahirkan jadi tidak mungkin kita melakukannya sekarang. Sudah lah Mas jangan terlalu dipikirkan karena semua kan baik-baik saja dan Nayla pasti akan mengerti." Ucap Maya kepada Arya.
"Ya sudah kalau begitu yang penting kita kan tetap bersama-sama dan juga Nayla dan aku tidak ingin Nayla kekurangan kasih sayang dari kita." Ucap Arya kepada Maya.
"Nayla tidak akan kekurangan kasih sayang dari kita karena dia punya segalanya dan kita akan memberikan segalanya untuk dia. Oh ya Mas aku tiba-tiba ingin sesuatu tetapi mungkin Mas Arya tidak akan mengabulkannya." Ucap Maya kepada Arya.
"Apa itu Maya dan apa yang kau inginkan aku pasti akan mengabulkannya jika kau menginginkannya." Ucap Arya kepada Maya.
"Aku ingin Mama perhatian kepadaku dan memasakkan sebuah makanan kesukaanku dan juga memberikan sesuatu yang spesial seperti hadiah dan semacamnya serta sebuah perhatian untukku dan anak kembar kita. Aku ingin seperti itu bagaimana? Apakah Mas Arya mampu melakukannya dan mengatakannya kepada Mama? Ini adalah permintaan anak kembar kita tidak mungkin kan Aku menolaknya?" Tanya Maya kepada Arya.
"Baiklah aku akan melakukannya dan aku akan mengatakan ini kepada Mama aku yakin Mama akan menyetujuinya." Jawab Arya kepada Maya.
Arya kemudian langsung pergi begitu saja meninggalkan Maya dan menemui Diana untuk mengatakan tentang apa yang saya inginkan.
******
__ADS_1
Sementara itu di rumah Kamila, Mahesa datang untuk menemui Kamila dan juga Sonia tetapi Kamila telah melarang Mahesa untuk bertemu dengan Sonia dengan alasan Mahesa tidak memiliki hak untuk bertemu dengan Sonia.
"Kau tidak bisa melakukan ini kepadaku dan kau tidak bisa melarangku untuk bertemu dengan Sonia karena Sonia adalah cucuku juga." Ucap Mahesa kepada Kamila.
"Tumben sekali kau bicara seperti itu biasanya kau tidak pernah bicara seperti itu apalagi semenjak Fandy menikah dengan Nada kau tidak pernah bicara seperti itu bahkan sama sekali kau tidak peduli dengan Sonia. Apa yang sebenarnya kau rencanakan? Dan mengapa kau mendekati Sonia secara tiba-tiba apa ada sesuatu yang kau rencanakan?" Pertanyaan Kamila membuat Mahesa kaget mendengarnya.
"Kau pikir apa? Apakah aku merencanakan sesuatu? Kau itu jangan berpikir yang macam-macam karena aku tidak ada merencanakan sesuatu." Jawab Mahesa kepada Kamila.
"Tapi aku tidak percaya kepadamu karena aku tahu kamu seperti apa dan bagaimana kamu bisa membuat Fandy menjadi orang jahat dan tidak bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan kepada Nada pada waktu itu sampai Sonia lahir tanpa seorang ayah itulah yang terjadi. Sudah cukup sekarang Kau pergilah dari rumah ini dan jangan temui Sonia maupun Fandy dan Nada. Karena aku tahu apa yang kau rencanakan dan kau tidak akan bisa berhasil melakukannya." Ucapan Kamila membuat Mahesa kaget mendengarnya.
"Dulu aku memang seperti itu dan membuat Fandy tidak mau bertanggung jawab, Tapi sekarang sudah berbeda. Bahkan aku meminta Fandy untuk bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan kepada Nada dan akhirnya dia mau menikahi Nada itulah yang terjadi sebenarnya. Dan aku sudah melakukan yang terbaik sebagai seorang ayah kepada Fandy. Apalagi yang kurang tidak mungkin aku meminta Fandy untuk tidak bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan kepada Nada." Ucapan Mahesa membuat Kamila kaget mendengarnya.
"Sudah kuduga kau akan bicara seperti itu dan kau akan mengatakan hal seperti itu tetapi aku tidak akan mempan dengan apa yang kau katakan. Karena aku tahu tentang dirimu bahwa kau haus akan kekuasaan. Maka dari itu kau akan melakukan apapun untuk mendapatkan yang kau inginkan termasuk mendapatkan Sonia dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Karena jika kamu melakukan hal itu maka itu akan menyakiti Sonia itulah yang akan terjadi." Ucap Kamila kepada Mahesa.
"Aku tidak akan pernah menyakiti Sonia dan tidak akan melakukan hal itu karena Sonia adalah cucuku. Untuk apa aku menyakiti Sonia? Jadi izinkan aku untuk bertemu dengan Sonia karena aku ini sekali memeluknya." Ucap Mahesa kepada Kamila.
"Baik lah kalau begitu tapi ingat jika kau menyakiti Sonia maka kau akan tanggung akibatnya karena aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Sonia termasuk kau sendiri!" Tegas Kamila kepada Mahesa.
Kamila kemudian mengizinkan Mahesa untuk bertemu dengan Sonia. Tetapi dia khawatir akan terjadi sesuatu kepada Sonia meskipun Kamila mengizinkan Mahesa untuk bertemu dengan Sonia.
Mahesa kemudian langsung masuk dan menemui Sonia dan menggendongnya sambil mengatakan bahwa dia sangat merindukan Sonia.
"Opa sangat merindukan Sonia apakah Sonia juga merindukan Opa? Oh iya, Opa bawa oleh-oleh untuk Sonia dan pasti Sonia sangat menyukainya." Ucap Mahesa sambil tersenyum kepada Sonia.
"Wahhh apa ini Opa mainannya sangat bagus sekali Sonia sangat menyukainya." Ucap Sonia dengan polosnya.
"Opa senang Sonia menyukainya dan bagaimana jika nanti kita jalan-jalan kamu mau kan jalan-jalan dengan Opa?" Tanya Mahesa kepada Sonia.
"Tentu saja mau Opa... Nanti sore kita jalan-jalan ya Sonia tunggu." Jawab Sonia dengan polosnya.
"Itu pasti nanti sore Opa akan kembali lagi dan menjemput Sonia serta kita akan jalan-jalan berdua." Ucap Mahesa sambil tersenyum kepada Sonia.
"Mau apa Papa kemari Apakah ingin mencari keributan?" Tanya Fandy kepada Mahesa.
"Papa kemari untuk bertemu Sonia dan mengajak Sonia jalan-jalan tidak salah kan Papa mau mengajak Sonia jalan-jalan? Sonia tunggu Opa nanti sore ya..." Ucap Mahesa sambil tersenyum kepada Sonia.
Mahesa kemudian pergi begitu saja meninggalkan rumah Kamila dan berharap Kamila mengizinkannya untuk berjalan-jalan bersama dengan Sonia.
******
__ADS_1
Sementara itu di rumah keluarga Reynaldi, Arya menceritakan semuanya kepada Diana bahwa Maya menginginkan perhatian dari Diana karena saat ini Maya sedang ngidam dan butuh perhatian dari Diana. Diana sangat kaget mendengar apa yang dikatakan Arya dan Arya mengatakan bahwa Diana harus melakukannya untuk calon anak kembarnya.
#BERSAMBUNG