
ORANG KE TIGA EPISODE 40
Nayla mengatakan kepada Maya bahwa dia telah diberikan cincin berlian oleh Papanya Nayla. Nayla sangat senang sekali dan Hal itu membuat Diana kesal dan marah. Kemudian Diana meminta Arya dan juga Maya untuk pulang pertunangan itu berlangsung meskipun Arya dengan Maya dan yang lainnya pulang.
******
Besok harinya di rumah Reynaldi Diana menemui Maya dan meminta Nayla agar tidak menyebut nama Bram di rumah apa lagi sampai membandingkan Bram dengan Arya.
"Ma, aku mengerti maksud Mama tapi Ma, Bram itu Papanya Nayla." Ucap Maya kepada Diana.
"Aku tau Maya, tapi setidaknya hargai dong Arya, kau ini kenapa sih? Aku sudah menerima kamu dengan anakmu tapi apa yang anakmu lakukan? Dia membandingkan Arya dengan Bram dan itu yang membuat aku tidak menyukainya!" Ucap Diana dengan perasaan marah kepada Maya.
"Ma, aku minta maaf atas sikap Nayla tadi malam dan aku janji Nayla tidak akan melakukan itu lagi." Ucap Maya kepada Diana.
"Bagus kalau begitu. Ingat lah Maya sekarang suami kamu Arya bukan Bram. Dan Mama tidak mau dengar ini lagi paham!" Ucap Diana sambil Emosi dan pergi begitu saja meninggalkan Maya.
Diana begitu marah dan tidak menyukai sikap Nayla kepada Arya. Hal ini dikatakan Diana kepada Reno. Dan Reno pun juga tidak menyukainya. Tetapi, Reno mengatakan kepada Diana tetap harus bersabar. Karena bagaimanapun juga Nayla pasti akan menyebut nama Bram Papanya Nayla.
"Bagaimanapun Mama tetap tidak menyukainya. Karena Arya adalah suaminya Maya jadi tidak pantas Nayla membandingkan Bram dengan Arya. Kalau gini jadinya lebih baik Nayla tidak tinggal disini!" Cetus Diana sambil Emosi.
"Ma, jangan bicara begitu, bagaimanapun juga Nayla sudah menjadi bagian dari Arya. Karena Nayla adalah anaknya Maya kita harus terima itu Ma." Ucap Reno kepadanya Diana.
"Aahh sudahlah Papa selalu bela Nayla!" Bentak Diana sambil Emosi dan pergi begitu saja meninggalkan Reno.
******
Di ruang keluarga Arya kedatangan tamu seorang polisi, polisi datang untuk menangkap Arya atas penculikan anak dan Arya di tuduh menculik Sonia oleh Kamila.
"Aku tidak pernah menculik Sonia! Sonia itu keponakan saya bagaimana mungkin mencuri Sania keponakan saya sendiri!" Ucap Arya kepada Kamila.
"Bohong dia Pak! Tangkap saja dia karena dia sudah menculik cucu saya Sonia!" Ucap Kamila kepada Polisi.
"Apa kau punya bukti bahwa kak Arya menculik Sonia? Padahal Sonia memang tinggal di rumah ini!" Ucap Nada dengan perasaan emosi.
"Bukti apa lagi tuh lihat Sonia ada di sini dan saya Oma nya Sonia. Sekarang sudah jelas bukti yang nyata Arya sudah menculik Sonia dari rumah. Dan ini buktinya kertas bahwa Sonia memang tinggal sama saya!" Bentak Kamila kepada Nada hingga membuat Nada kaget mendengarnya.
"Kau jangan Fitnah! Sonia tidak pernah tinggal di rumah anda Bu Kamila!" Teriak Diana kepada Kamila sambil Emosi.
"Iya itu benar Pak, saya tidak pernah menculik Sonia." Ucap Arya kepada polisi.
"Maaf Pak anda tetap kami tangkap dan bawa ke kantor polisi sekarang juga. Dan Bu Kamila silahkan bawa pulang Sonia ke rumah anda." Ucap Polisi sambil membawa Arya.
Keluarga Reynaldi tidak terima dengan apa yang Kamila lakukan Arya kemudian dipenjara karena Kamila atas tuduhan menculik Sonia. Arya tidak melakukan apapun kepada Sonia karena Kamila yang menuduh Arya mencuri Sonia.
Sonia lalu dibawa oleh Kamila dari rumah Reynaldi. Setelah sampai di rumah Kamila, Sonia tidak ingin berbicara kepada Kamila sedikitpun bahkan menerima apapun dari Kamila.
******
Di rumah Kamila memberikan hadiah spesial buat Sonia. Tetapi Sonia tidak mau menerimanya malah membuang hadiah tersebut ke tempat sampah.
"Sonia! Kenapa kau buang nak? Ini Oma belikan untuk kamu. Ucap Kamila kepada Sonia.
"Barang-barang ini cocok di tempat sampah! Karena aku tidak menyukainya dan aku tidak mau mengenalmu! lagipula anda siapa? Aku tidak mengenalmu tolong anda jangan lakukan ini kepada saya dan kepada Om Arya karena Om Arya tidak salah apa pun karena kenyataannya anda yang salah!" Ucap Sonia kepada Kamila.
Kamila mencoba menyentuh Sonia dan peluk Sonia. Tapi Sonia malah mendorong Kamila dan mengatakan bahwa Kamila bukan Oma Sonia. Jika benar tidak pantas Omanya berbuat begitu kepada Sonia dan Arya begitu juga dengan keluarganya.
"Tapi Sonia, aku ini benar Oma kamu. Oma lakukan ini karena ingin kamu tinggal di rumah ini bersama Oma kamu. Dan Oma juga akan mempertemukan kamu dengan Papa kandungan kamu. Apa Sonia tidak mau bertemu dengan Papa kandung Sonia?" Tanya Kamila kepada Sonia sambil usap air mata nya.
"Papa ku sudah meninggal! Lepaskan aku! Aku mau pulang dan tidak mau tinggal di rumah ini! Anda itu penjahat! Aku benci sama Anda!" Sonia benci kepada Kamila lalu pergi meninggalkan rumah namun di halang oleh Rio.
Kamila meminta Rio memasukkan Sonia ke kamar dan menguncinya. Kamila tidak ingin Sonia keluar dari rumah dan ingin Sonia tetap tinggal di rumahnya. Sebenarnya Rio merasa kasihan kepada Sonia tapi, karena ingin Sonia tinggal di rumahnya, dan keluarga Rinaldi tidak mengizinkannya, maka Rio terpaksa melakukan ini untuk Mamanya.
Sonia tetap berteriak di dalam kamar. Namun, Sonia melihat jendela di kamar dan mencoba untuk melompat dari kamar. Sehingga Sonia pun terjatuh dari jendela kamar.
******
Sonia terjatuh dari atas jendela kamar dan membuat Kamila kaget melihatnya. Kamila dengan Rio kemudian berteriak memanggil nama Sonia langsung dibawa ke rumah sakit.
******
Dipenjara Arya ditemui oleh Maya dan Maya mengatakan akan segera membebaskan. Arya dari penjara atas tuduhan yang dilakukan oleh Kamila. sementara itu, pengacara menemui Arya dan mengatakan bahwa Sonia terjatuh dari atas jendela kamar di rumah Kamila. Maya mendengar hal ini langsung menghubungi keluarga Arya untuk segera datang ke rumah sakit dan melihat Sonia.
"Bagaimana kau tau itu?" Tanya Arya kepada Pengacara.
"Aku dengar sendiri Pengacara Kamila berbicara dengan Kamila." Balas Pengacara kepada Arya.
"Ini tidak bisa dibiarkan! Bawa kembali Sonia! Mereka akan membunuhnya!" Teriak Arya kepada Pengacara.
"Mas Arya tenanglah Mama dengan Papa akan menyusul ke rumah sakit sekarang. Mas Arya aku tau bagaimana perasaanmu tapi kau harus tenang dulu." Ucap Maya sambil tenangkan Arya.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa tenang, Sonia itu keponakanku dia hidupku! Aku tidak akan biarkan siapapun menyakiti Sonia! Pak Pengacara tolong kau urus ini semua dan bebaskan aku secepatnya." Pinta Arya kepada Pengacara.
"Tenang saja Pak Arya aku akan membebaskanmu secepatnya dan membuat Kamila di penjara." Ucap Pengacara kepada Arya.
"Aku ingin melihat Kamila di penjara biar dia tau bagaimana hidup di penjara! Karena dia pantas menerimanya!" Teriak Arya sambil Emosi.
"Mas Arya tenang lah dulu..." Maya masih berusaha untuk tenangkan Arya.
"Maya pergi lah ke rumah sakit dan temui Sonia aku ingin tau keadaanya." Ucap Arya kepada Maya.
"Ya sudah Mas, baiklah aku akan pergi ke rumah sakit sekarang. Tapi Mas Arya tenang dulu, sampai di rumah sakit nanti aku akan menghubungi Mas Arya tentang keadaan Sonia." Ucap Maya kepada Arya.
"Ya sudah, kamu hati-hati di jalan." Ucap Arya sambil melihat Maya pergi meninggalkan kantor polisi.
******
Keluarga Reynaldi tiba-tiba sampai di rumah sakit untuk menemui Sonia. Sementara itu, Sonia masih diperiksa di rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, keluarga Renaldi begitu marah kepada Kamila dan juga Rio. Namun, disamping itu, Mahesa dan Fandy tiba-tiba datang bersama dengan Yurisa.
"Oma seperti apa kau ini! Kau sudah mencelakai Sonia dan kau pantas di penjara!" Bentak Diana kepada Kamila sambil Emosi.
"Yurisa kau ikut juga kemari dengan Fandy?" Ucap Raya kepada Yurisa.
"Jadi dia Yurisa?" Tanya Nada kepada Raya.
"Iya itu benar. Dia adalah istri Fandy, dan bayi yang di kandung nya itu bukan anak Fandy tapi anak Bram. Dan Fandy mau bertanggungjawab atas bayi itu. Dan kau Yurisa apa kau tau dia siapa? Dia Nada istri Fandy dan Fandy tidak mau bertanggungjawab atas anak nya sendiri bahkan istrinya!" Jawab Raya sehingga membuat Nada dan Yurisa kaget mendengar nya.
"Kurang ajar!" Nada langsung menampar Fandy di depan semua orang. Kau keterlaluan Fandy! Kau mau bertanggungjawab atas anak yang di kandung Yurisa sementara itu bukan anak kandung kamu! Dan kamu tidak mau bertanggungjawab atas Sonia! Asal kau tau Sonia itu anak kandung kamu paham! Saat kamu ninggalin aku dan saat itu juga aku hamil tapi kau tidak mau bertanggungjawab apa kau masih ingat itu!" Bentak Nada sehingga membuat semua orang kaget mendengarnya.
"Mas Fandy! Katakan yang sebenarnya kepada aku Mas, apa benar yang dikatakan Nada? Apa benar Sonia itu anak kandung kamu? Dan nada adalah istrimu? Mas Fandy kenapa diam saja jawab Mas Fandy!" Tanya Yurisa kepada Fandy.
"Fandy katakan yang sebenarnya!" Teriak Mahesa kepada Fandy.
"Bagaimana mungkin dia berani mengatakannya sementara Mamanya sudah mencelakai cucunya sendiri!" Teriak Diana kepada Mahesa.
"Ma, tenang lah ini rumah sakit." Ucap Reno kepada Diana.
"Bagaimana Mama bisa tenang wanita ini tidak disebutkan Oma!" Bentak Diana kepada Kamila.
"Maafkan aku, semua ini salahku seharusnya aku jujur dari awal kepadamu Yurisa. Tapi, aku tidak tau bahwa Sonia itu anakku, aku bersungguh-sungguh mengatakannya." Perkataan Fandy membuat semua orang kaget mendengarnya.
"Kau ini aneh ya Fandy kenapa berbelit-belit segala dan kau bilang bahwa kau tidak tau Sonia anak kamu padahal kamu meninggalkannya saat Nada hamil kau keterlaluan!" Bentak Bram kepada Fandy.
"Gak heran ya kemarin datang kerumah dan minta Bram untuk bertanggungjawab dan sekarang? Malah kau gak mau bertanggungjawab atas Sonia tapi mau bertanggungjawab atas anak nya Yurisa yg bukan anak kandung kamu!" Bentak Lina kepada Fandy.
" Kenapa kau tega melakukan ini kepadaku? Kenapa!" Teriak Yurisa kepada Fandy.
"Itu adalah hukuman untukmu Yurisa karena kau itu Pelakor dan sampai sekarang pun kau itu tetap Pelakor! Apa kau dengar tadi aku ini istrinya Fandy dan aku istri pertama Fandy dan itu berarti kau adalah istri kedua Fandy paham!" Bentak Nada kepada Yurisa sambil Emosi.
Semua menunggu kabar dari Dokter untuk melihat keadaan Sonia. Meskipun mereka kelihatan tegang, karena Fandy datang ke rumah sakit. Dan akhirnya Fandy pun tau kalau Sonia itu adalah anak kandungnya bersama Nada.
******
1 Jam kemudian
Setelah 1 jam berlalu dokter pun keluar dan memberitahu keadaan Sonia. Keadaan Sonia parah dan mengeluarkan banyak darah. Sonia pun membutuhkan darah Fandy ingin mendonorkan darah kepada Sonia namun Nada tidak mengizinkannya karena Fandy tidak pernah mengharapkan Sonia. Namun Fandy tetap bersikeras ingin mendonorkan darah kepada Sonia meskipun Nada menolak dan berkata ini semua untuk Sonia dan demi Sonia dan dan untuk keselamatan Sonia.
"Kau sebagai seorang Ibu jangan egois ku mohon ini demi keselamatan Sonia!" Ucap Fandy kepada Nada.
"Kenapa baru sekarang kau memikirkannya pada waktu itu ke mana?" Tanya Nada dengan perasaan kesal.
"Aku tahu dan aku benar-benar minta maaf. Tapi tolong untuk hari ini izinkan aku untuk mendonorkan darah pada Sonia. Untuk keselamatan Sonia ayolah ijinkan aku untuk melakukannya." Balas Fandy kepada Nada.
"Baiklah tapi untuk kali ini saja dan ini untuk keselamatan Sonia tapi ingat permasalahan kita belum selesai." Ucap Nada kepada Fandy.
Fandy pun mendonorkan darahnya kepada Sonia dan darahnya cocok dan bisa didonorkan dan akhirnya Sonia pun selamat berkat darahnya Fandy.
Setelah ganti bendera bukan darah kepada Sonia akhirnya Sonia pun melewati masa kritisnya dan setelah diperiksa Sonia pun dipindahkan ke ruang perawatan.
"Alhamdulillah Sonia selamat." Ucap Maya kepada semua orang.
"Fandy, sekarang kita temui Sonia." Ucap Kamila kepada Fandy.
"Tidak! Kalian sudah tidak punya hak untuk bertemu dengan Sonia! Setelah apa yang terjadi, apa kalian punya hak untuk bertemu dengan Sonia? Tidak Kalian sudah tidak punya hak untuk bertemu dengan Sonia setelah apa yang terjadi kepada Sonia paham!" Bentak Nada kepada Kamila.
"Tapi Sonia adalah anaknya Fandy. Jadi, Fandy punya hak atas Sonia!" Bentak Kamila kepada Nada.
"Sudahlah Ma ini akibatnya Mama bertindak gegabah!" Teriak Fandy kepada Kamila.
"Sekarang kalian bebaskan Arya atas tuduhan Fitnah yg mana telah menculik Sonia atau kalian akan kami tuntut atas kejadian tadi." Ucap Diana kepada Kamila.
__ADS_1
"Setuju dengan Mama. Dan kalau kalian tidak mengeluarkan Mas Arya sekarang juga, maka hari ini juga kalian akan dipenjara. Dan ingatlah Rio kau juga akan dipenjara atas kelalaian terhadap Sonia nanti Bagaimana kalian berdua membusuk di penjara." Ucap Maya kepada Kamila.
"Kenapa Mama bertindak sendirian dan membuat Arya dipenjara! Kalau seperti ini, kita semua kan malu karena aslinya Arya tidak menculik Sonia!" Teriak Fandy kepada Kamila.
"Sekarang kalian pilih kalian bebaskan Arya sekarang atau kalian akan kami tuntut ke penjara." Ucap Reno dan membuat Kamila kaget mendengarnya.
"Sudahlah Ma, bebaskan saja Arya. Arya gk salah apa-apa Ma." Ucap Rio kepada Kamila.
"Kau sungguh keterlaluan ya Rio! Aku pikir kau akan berubah setelah kita putus tapi ternyata kau tetap masih sama! Aku kecewa sama kamu Rio!" Bentak Kartika dengan perasaan kecewa.
"Maafkan aku Kartika..." Ucap Rio kepada Kartika.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan karena hubungan kita sudah selesai! Ucap Kartika kepada Rio.
"Ma... Om Papa kemana?" Tanya Nayla kepada Maya.
"Om Papa ada di penjara sayang nanti juga akan segera bebas." Balas Maya kepada Nayla.
"Kenapa Om Papa dipenjara? Om Papa salah apa Ma?" Tanya Nayla kepada Maya.
"Sayang kau jangan khawatir, Om Papa akan segera bebas sebentar lagi ya." Ucap Bram kepada Nayla.
"Om Papa orang yang sangat baik." Ucap Nayla sambil menangis.
"Nayla jangan menangis ya.. sekarang kita temui Sonia yuk..." Ucap Raya kepada Sonia.
"Kalian tidak boleh masuk dan bertemu dengan Sonia paham!" Teriak Nada kepada Kamila dan Fandy.
Nada dengan yang lainnya pun masuk ke ruangan Sonia dan melihat keadaan Sonia. Kecuali Fandy yang dilarang Sonia masuk ke dalam.
******
"Sonia... Maafin Mama ya nak..." Ucap Nada sambil cium kening Sonia.
"Sonia... Bangun lah nak..." Ucap Diana sambil cium kening Sonia.
"Ma, kapan Sonia akan sadar?" Tanya Nayla kepada Maya.
"Kita tunggu saja ya sayang." Balas Maya kepada Nayla.
"Om Papa pasti sangat khawatir kepada Sonia." Ucap Nayla dengan perasaan sedih.
******
Dipenjara Arya sangat khawatir dengan keadaan Sania. Arya ingin cepat bebas agar bisa menemui Sonia dan memasukkan Kamila di dalam penjara. Arya berharap secepatnya bebas dari penjara.
Arya Kemudian meminta pengacara untuk mempercepat pembebasannya agar bisa secepatnya memasukkan Kamila ke Penjara.
"Saya akan percepat semuanya Pak. Dan Bu Kamila pasti akan di penjara secepatnya." Ucap Pengacara kepada Arya.
" Aku ingin itu terjadi secepatnya agar aku bisa melihat Tante Kamila di penjara. Karena dia sudah membuat Sonia celaka." Ucap Arya kepada Pengacara.
"Bagus Pak, aku mau anda tuntut Kamila sekarang juga karena aku mau melihatnya dipenjara bersama Rio." Ucap Arya kepada Pengacara.
"Baik Pak akan saya lakukan." Ucap Pengacara kepada Arya.
Pengacara Arya Kemudian meminta polisi untuk datang ke rumah sakit untuk menuntut Kamila dan Rio. Lalu Polisi pun secepatnya pergi ke rumah sakit untuk bawa Kamila dengan Rio ke Penjara.
******
Di rumah sakit semua masih khawatir dengan keadaan Sonia. Sonia masih belum sadarkan diri sementara Polisi tiba-tiba datang untuk menangkap Kamila dan Rio.
"Ada apa ini?" Ucap Mahesa saat kaget melihat kedatangan Polisi.
"Kami dari kepolisian datang kemari untuk menangkap Bu Kamila dan Pak Rio." Semua kaget mendengar perkataan Polisi.
"Menangkap salah saya apa Pak?" Tanya Kamila kepada Polisi.
"Kami ingin menangkap anda dengan tuduhan telah mencelakai seorang anak berusia 7 tahun dan jatuh dari lantai atas. Ini ada surat tuntutan nya." Ucap polisi kepada Kamila.
Polisi memberikan surat tuntutan tersebut kepada Kamila dan Rio. Kamila dengan Rio kaget saat membaca surat tuntutan tersebut karena, surat itu berasal dari pengacaranya Arya.
"Tuh kan apa ku bilang Ma! Kenapa Mama gegabah dalam hal ini!" Ucap Fandy dengan perasaan emosi.
"Tangkap saja mereka karena memang itu pantas buat Mereka. Anak seusia Sonia belum ngerti apapun kenapa di buat seperti ini! Kasihan Sonia tidak salah apa-apa!" Bentak Kartika dengan perasaan emosi.
"Tapi aku tidak bersalah! Justru Arya yang bersalah! Teriak Kamila kepada Polisi.
" Maaf kami terpaksa harus membawa anda dengan Rio ke penjara sekarang juga." Polisi kemudian memaksa Kamila dengan Rio untuk dibawah ke kantor polisi.
__ADS_1
Kamila dengan Rio pun langsung dibawa ke kantor polisi. Namun tidak ada satupun yang membantu mereka. Termasuk Mahesa yang melihat mereka dibawa ke kantor polisi.
#BERSAMBUNG